ARABIC LANGUAGE FORUM FOR INTERNATIONAL STUDENT (1st ALFIS) 2025 SARANA MENDORONG TEROBOSAN MASA DEPAN BAHASA ARAB MELALUI KOLABORASI GLOBAL

PBA UMM News – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Fakultas Agama Islam (FAI), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali meneguhkan kiprahnya di kancah internasional melalui penyelenggaraan ملتقى اللغة العربية لطلبة العالم – Arabic Language Forum for International Students (1st ALFIS) 2025 dengan tema “اللغة العربية وآفاقها – Arabic and Its Future Breakthroughs.” Kegiatan prestisius ini digelar pada Selasa, 25 November 2025 secara daring melalui Zoom Meeting yang dimulai pada pukul 08.00 WIB. Serta menghadirkan antusiasme besar dari peserta lintas negara serta berbagai level akademik mulai dari mahasiswa sarjana (S1), magister (S2), dan doktoral (S3). Pada ALFIS perdana ini, terdapat 80 paper dari 216 pemakalah/penulis, dan hampir 60 participant (non pemakalah) yang bergabung dalam conference ini. Kegiatan conference ini terbagi menjadi tiga termin. Pertama, pembukaan. Conference ini diberi pengantar hangat oleh Kaprodi PBA UMM, Mochammad Firdaus, B.Ed., M.Ed., yang menegaskan pentingnya ALFIS sebagai wadah kolaborasi global dalam memperkuat kajian dan pengajaran bahasa Arab di era modern. Pada sambutannya, ia menekankan bahwa bahasa Arab terus berkembang sebagai pintu peradaban, ilmu pengetahuan, dan diplomasi antarbangsa. Kemudian dibuka oleh Wakil Dekan I FAI, Muhammad Arif Zuhri, Lc., M.H.I. Termin kedua, seminar utama oleh keynote speakers dengan menghadirkan lima pembicara kunci yang merupakan akademisi terkemuka dari berbagai negara. Para pembicara tersebut ialah Prof. Dr. Abdul Haris, MA (Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia), Prof. Dr. Sholeh ibn Abdullah ibn Muhammad Al-Tsasthri (Al Malik Khalid Al-Asykariyah, Arab Saudi), Prof. Dr. Saeed Hiwaya Allah Ahmed (King Khalid Military Academy, Sudan), Dr. Achmad Yani (Sultan Sharif Ali Islamic University [UNISSA], Brunei Darussalam), dan Prof. Dr. Daud Abdul-Quadir Elega (Al-Madinah International University (MEDIU), Malaysia). Kelima narasumber ini memberikan pandangan luas tentang masa depan bahasa Arab dalam pendidikan, teknologi, diplomasi, hingga dinamika global yang menuntut inovasi berkelanjutan. Para peserta diajak untuk melihat bahasa Arab bukan hanya sebagai objek studi, tetapi juga sebagai sarana strategis untuk membangun kolaborasi internasional. Pada termin ketiga, conference berlanjut pada pukul 13.00 WIB dengan presentasi paper internasional yang melibatkan mahasiswa dari beragam universitas dan lembaga pendidikan, baik dalam negeri maupun luar negeri. Para pemakalah menyampaikan kajian yang berfokus pada pembelajaran bahasa Arab, linguistik, dan sastra, disertai pendekatan-pendekatan terbaru yang relevan dengan kebutuhan zaman. Secara keseluruhan, 1st ALFIS 2025 berhasil menciptakan atmosfer akademik yang hangat, produktif, dan kolaboratif. Forum ini menjadi sarana penting dalam memperkuat jejaring ilmiah internasional, memperkaya pengetahuan peserta, serta mendorong lahirnya inspirasi baru terkait arah masa depan bahasa Arab. Melalui kegiatan ini, harapan terhadap munculnya terobosan-terobosan baru dalam kajian bahasa Arab semakin terbuka lebar, sekaligus mengukuhkan komitmen bersama dalam memajukan disiplin ini di tingkat global. [NS & ATy]
Mahasiswa Ekonomi Syariah Raih Sukses Lewat Warung Lalapan
Malang, 15 Oktober 2025 – Di tengah kesibukan kuliah, Nadhira Ala Hamid — mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang — berhasil menjadikan dunia wirausaha sebagai ladang pengalaman nyata. Lewat usahanya, Warung Lalapan Pojok (WLP), Hamid membuktikan bahwa kampus dan bisnis bisa berjalan beriringan. Awal Perjalanan & Pelajaran dari Kegagalan Sejak tahun 2020, Hamid sudah mencoba terjun ke bisnis kuliner lewat sebuah kedai kopi. Namun, meski ide itu menarik, target pasar yang terlalu spesifik dianggap sebagai salah satu faktor penyebab kegagalan usaha itu bertahan lama. “Saya terlalu membidik segmen menengah ke atas, sementara modal sosialisasi dan brand belum kuat,” ujarnya mengenang. Kegagalan itu bukan akhir — justru menjadi pijakan penting. Pada 2023, Hamid mencoba bermanuver dengan model usaha yang lebih fleksibel dan menyasar semua kalangan. Hasilnya, Warung Lalapan Pojok tumbuh dari usaha rumahan menjadi usaha kecil yang nyata. Strategi yang Membawa Perubahan Hamid memilih bisnis kuliner karena arus keluar-masuk uang cenderung cepat — penting untuk menjaga likuiditas. Dia menerapkan prinsip-prinsip keuangan dan manajemen bisnis yang dipelajari di bangku kuliah, seperti menghitung margin, biaya operasional, serta strategi pemasaran sederhana lewat media sosial. “Kuliah memberi saya teori; usaha membantu saya memahami praktiknya,” kata Hamid. Ia mengaku sering menerjemahkan materi seperti akuntansi dan manajemen kelas menjadi ragam laporan harian—laporan penjualan, stok bahan baku, dan evaluasi promosi setiap minggu. Kinerja Keuangan & Operasional Saat ini, Warung Lalapan Pojok dikelola dengan tim kecil beranggotakan dua karyawan tetap. Dalam kondisi normal, omzet bulanan rata-rata mencapai Rp 12 juta, yang bila dijumlah sepanjang tahun bisa menyentuh sekitar Rp 120 juta. Angka ini cukup membanggakan, mengingat usaha ini bermula dari nol. “Omzet bukan segalanya, tapi menjadi tolok ukur bahwa usaha ini hidup,” tutur Hamid. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas makanan, pelayanan, dan konsistensi agar pelanggan tetap setia. Tantangan & Rencana Ke Depan Meski sudah meraih pencapaian, tidak berarti perjalanan Hamid tanpa hambatan. Beberapa tantangan yang dia hadapi: Persaingan kuliner lokal yang sangat ketat Fluktuasi harga bahan baku (sayur, ayam, bumbu) Manajemen waktu antara perkuliahan dan operasional usaha Pengembangan pemasaran digital yang efektif Untuk masa depan, Hamid berencana memperluas jaringan warung di beberapa titik strategis di Kabupaten Malang. Ia juga tertarik menambah menu alternatif sehat agar menarik segmen baru. Tak hanya itu, ia ingin mengajak teman-teman seangkatan untuk berkolaborasi dalam usaha kuliner berbasis komunitas (Humas Ekos/NS).
Mahasiswa HKI UMM Ikuti Pelatihan Digital Marketing dan Brand Strategy untuk Lawyer dan Law Firm

Malang, 25 Oktober 2025 — Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang kembali melaksanakan kegiatan Pendidikan dan Latihan Kemahiran Hukum (PLKH) III dengan tema “Digital Marketing & Brand Strategy for Lawyers & Law Firm”. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Microteaching FAI ini menghadirkan Nur Rohman, S.Pd ., seorang Certified Pendamping UMKM dan Digital Marketing BNSP sebagai pemateri utama. Dalam sesi pelatihan, Nur Rohman membagikan strategi praktis dalam membangun personal branding dan manajemen digital bagi kalangan akademisi hukum, lawyer, maupun calon praktisi hukum. Selain itu, hadir pula Tim Lab Syariah, Imroatus Solihah, S.H., S.Sy., M.H., R. Tanzil Fawaiq Sayyaf, S.Sy., M.H., dan Nabila Malik Putri, S.H., yang turut mendampingi mahasiswa dalam proses pembelajaran berbasis praktik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dibekali kemampuan untuk mengenal lebih dalam tentang business roadmap, pengelolaan citra profesional, serta strategi promosi hukum di era digital. Pelatihan ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa HKI UMM dalam menghadapi tantangan dunia profesional yang semakin dinamis. Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat dan souvenir kepada pemateri, serta sesi foto bersama mahasiswa peserta pelatihan yang dengan antusias menunjukkan hasil kerja kelompok berupa rancangan strategi bisnis dan branding mereka masing-masing. Dengan terselenggaranya pelatihan ini, HKI UMM terus berkomitmen menghadirkan inovasi pembelajaran melalui program Center of Excellence (CoE) yang mengintegrasikan ilmu hukum Islam dengan keterampilan profesional masa kini.(Nm)
Buka Wawasan Hukum Kreatif: Magang Di Konsultan (HKI) Jadi Pengalaman Berharga Bagi Mahasiswa

Dalam era ekonomi kreatif dan digital yang terus berkembang, kesadaran akan pentingnya perlindungan karya dan inovasi semakin meningkat. Hasil cipta manusia kini tidak hanya berupa karya seni atau tulisan, tetapi juga merek dagang, teknologi, hingga desain produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Di tengah kebutuhan ini, peran konsultan hukum kekayaan intelektual menjadi sangat penting. Salah satu tempat yang menjadi wadah pembelajaran sekaligus praktik nyata bagi mahasiswa hukum adalah Mavens IP, sebuah firma konsultan yang berfokus pada perlindungan dan penegakan hukum di bidang Kekayaan Intelektual (HKI). Melalui program magang yang dijalankan di Mavens IP, mahasiswa mendapatkan pengalaman berharga tentang bagaimana hukum bekerja secara nyata dalam melindungi kreativitas dan inovasi bangsa. Saya sebagai mahasiswa, magang di Mavens IP merupakan titik awal untuk mengenal dunia hukum kekayaan intelektual secara lebih mendalam. Jika di bangku kuliah saya hanya belajar teori tentang hak cipta, merek, paten, atau desain industri, di Mavens IP mereka melihat langsung bagaimana teori tersebut diterapkan dalam praktik profesional. Magang ini membuka wawasan bahwa hukum HKI tidak hanya soal pendaftaran dokumen, tetapi juga tentang strategi, analisis, dan tanggung jawab moral dalam menjaga hak pencipta serta pelaku usaha dari pelanggaran. Selama menjalani magang, saya dilibatkan secara langsung dalam kegiatan yang beragam, mulai dari mempersiapkan dokumen pendaftaran hak cipta, memeriksa kelayakan merek, hingga membantu penyusunan tanggapan hukum terhadap keberatan dari pihak ketiga. Dari proses ini, mereka menyadari bahwa perlindungan terhadap kekayaan intelektual bukan hal sederhana. Setiap karya dan inovasi memiliki karakteristik yang unik, sehingga penanganan hukumnya pun membutuhkan ketelitian dan pemahaman yang mendalam terhadap regulasi nasional maupun internasional. Dalam bidang hak cipta, mahasiswa di Mavens IP belajar memahami bagaimana karya seni, tulisan, musik, film, desain grafis, dan karya digital memperoleh perlindungan hukum yang sah. Saya menyadari bahwa hak cipta muncul secara otomatis sejak karya diwujudkan, namun pencatatan tetap diperlukan sebagai bukti kepemilikan di mata hukum. Mahasiswa turut membantu dalam proses pencatatan hak cipta melalui sistem daring milik Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Dari sini saya melihat bahwa hak cipta bukan sekadar perlindungan hukum, melainkan juga bentuk penghargaan terhadap jerih payah dan kreativitas pencipta. Ketika sebuah karya dijiplak atau digunakan tanpa izin, hukum hadir untuk menegakkan keadilan sekaligus menjaga nilai moral dan ekonomi dari karya tersebut. Sementara itu, dalam aspek merek, saya sebagai mahasiswa memahami bahwa merek merupakan identitas suatu produk atau jasa yang membedakan satu usaha dari yang lain. Di Mavens IP, mereka belajar bahwa di balik sebuah logo atau nama dagang yang sederhana, terdapat makna ekonomi dan reputasi yang sangat besar. Mahasiswa terlibat dalam proses pemeriksaan merek untuk memastikan tidak ada kemiripan dengan merek yang sudah terdaftar, serta membantu penyusunan dokumen pendaftaran sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa perlindungan merek tidak hanya mencegah peniruan, tetapi juga melindungi kepercayaan konsumen dan citra perusahaan. Melalui praktik ini, saya sebagai mahasiswa melihat bagaimana konsultan hukum seperti Mavens IP berperan penting dalam membantu pelaku usaha menjaga identitas dan keberlanjutan bisnis mereka (klien). Bidang paten memberikan pengalaman yang tak kalah menarik. Di sinilah mahasiswa diperkenalkan pada konsep invensi, kebaruan, dan langkah inventif — istilah yang sering terdengar di dunia paten. Saya mempelajari bagaimana sebuah inovasi teknologi bisa mendapatkan hak eksklusif dari negara melalui proses pemeriksaan substantif yang ketat. Mahasiswa turut membantu dalam penyusunan dokumen spesifikasi paten yang menjelaskan detail teknis suatu penemuan. Dari pengalaman ini, saya memahami bahwa paten tidak hanya melindungi penemu dari penjiplakan, tetapi juga menjadi motor penggerak kemajuan teknologi nasional. Paten memberi insentif bagi para peneliti dan inventor untuk terus berinovasi, karena karya mereka diakui dan dilindungi secara hukum. Selain itu, bidang desain industri juga menjadi bagian menarik dalam program magang di Mavens IP. Mahasiswa belajar bahwa keindahan visual suatu produk, baik dari bentuk, garis, pola, maupun kombinasi warna, memiliki nilai hukum tersendiri. Selama magang, mereka membantu menyusun uraian bentuk dan dokumentasi visual untuk keperluan pendaftaran desain industri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memahami bahwa inovasi tidak selalu berupa teknologi rumit, tetapi juga bisa berasal dari kreativitas visual yang memperindah produk dan menarik minat konsumen. Perlindungan desain industri menjadi penting agar pencipta desain tidak kehilangan hak atas keunikan karyanya ketika diproduksi secara massal. Selain memperluas pengetahuan tentang aspek hukum kekayaan intelektual, magang di Mavens IP juga membentuk karakter profesional para mahasiswa. Saya belajar berkomunikasi dengan klien, memahami kebutuhan hukum yang kompleks, serta bekerja dalam tim lintas disiplin. Kegiatan ini menanamkan etika kerja, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam setiap tindakan hukum yang dilakukan. Para pembimbing di Mavens IP tidak hanya memberikan arahan teknis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai integritas dan kejujuran, yang menjadi dasar utama profesi konsultan hukum. Mahasiswa belajar bahwa menjaga kerahasiaan klien dan memberikan pendapat hukum yang objektif adalah bagian dari kode etik yang tidak boleh dilanggar. Lebih jauh lagi, magang di Mavens IP menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perlindungan terhadap karya dan inovasi anak bangsa. Mahasiswa menyadari bahwa banyak karya kreatif Indonesia yang memiliki potensi besar di pasar internasional, namun sering kali terhambat oleh kurangnya kesadaran akan pendaftaran HKI. Melalui bimbingan para konsultan berpengalaman, mereka belajar bahwa hukum bukan sekadar alat pembatas, melainkan instrumen yang melindungi nilai ekonomi dan moral sebuah karya. Setiap hak cipta, merek, paten, dan desain industri memiliki peran penting dalam memperkuat daya saing nasional di tengah persaingan global. Program magang ini juga membuka mata mahasiswa bahwa hukum kekayaan intelektual bersifat dinamis dan berkembang seiring kemajuan teknologi. Dalam dunia digital saat ini, pelanggaran hak cipta dapat terjadi hanya dalam hitungan detik, dan kasus sengketa merek bisa muncul lintas negara. Oleh karena itu, pemahaman terhadap regulasi internasional seperti TRIPS Agreement dan Madrid Protocol menjadi semakin penting. Di Mavens IP, mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai bagaimana sistem internasional ini bekerja, serta bagaimana konsultan hukum berperan dalam membantu klien mengurus perlindungan HKI hingga ke luar negeri. Pada akhirnya, magang di Mavens IP bukan sekadar program kerja praktik, tetapi juga perjalanan pembelajaran yang membuka cara pandang baru terhadap dunia hukum modern. Melalui pengalaman ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga menyaksikan bagaimana hukum benar-benar bekerja untuk melindungi kreativitas, inovasi, dan reputasi seseorang atau perusahaan. Mereka menyadari bahwa hukum kekayaan intelektual adalah bidang yang hidup dan terus berkembang, membutuhkan dedikasi, ketelitian, serta
Dari Kampus ke Dunia Profesional: Tansformasi Mahasiswa CoE UMM Bersama MAVENS IP

Malang — Dunia akademik tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga menuntut kemampuan menerapkan ilmu di lapangan. Hal inilah yang dirasakan oleh Bagus Adi Pratama, mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), saat menjalani magang di Mavens IP Consulting, sebuah lembaga konsultan yang bergerak di bidang Kekayaan Intelektual (Intellectual Property/IP). Melalui program Center of Excellence (COE) UMM, Bagus mendapatkan kesempatan untuk bertransformasi dari pembelajar akademik menjadi memahami hukum dalam praktik nyata. Tugas dan Pengalaman Magang Selama magang, Bagus terlibat dalam berbagai kegiatan yang mencerminkan luasnya cakupan dunia hukum kekayaan intelektual. Ia bertanggung jawab dalam penyusunan berkas pendaftaran merek dagang, pengecekan dokumen hak cipta, serta pembuatan berkas pendaftaran desain industri dan paten. Selain itu, Bagus juga mempelajari prosedur penyelesaian sengketa HKI, mulai dari tahap mediasi hingga persiapan dokumen hukum. Dalam proses ini, ia harus memahami regulasi nasional serta ketentuan internasional seperti perjanjian TRIPs dan sistem Madrid Protocol. “Magang di Mavens memberikan pengalaman langsung tentang bagaimana perlindungan kekayaan intelektual dijalankan secara profesional, mulai dari proses administratif hingga aspek hukum yang lebih teknis,” jelas Bagus Adi Pratama. Manfaat dan Pembelajaran Melalui pengalaman ini, Bagus tidak hanya menguasai aspek hukum tertulis, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, ketelitian administrasi, dan tanggung jawab profesional. Ia belajar memahami bahwa setiap karya—baik berupa logo, desain, musik, maupun inovasi teknologi—memiliki nilai hukum dan ekonomi yang perlu dilindungi. “Dunia hukum kekayaan intelektual sangat dinamis. Saya belajar pentingnya ketepatan waktu, komunikasi dengan klien, serta kesesuaian dokumen dengan regulasi yang berlaku,” tambahnya. Adelia Anggita Priskilla, Manager Mavens IP Consulting, menyampaikan apresiasinya terhadap mahasiswa magang dari UMM. “Kami melihat potensi luar biasa dari mahasiswa COE. Mereka datang dengan semangat tinggi, dan kami berupaya memberikan pengalaman kerja yang nyata agar siap terjun ke dunia profesional,” ungkapnya. Dosen pembimbing, Imroatus Sholihah, juga menegaskan pentingnya sinergi akademik dan praktik. “Program COE UMM hadir untuk memberikan ruang bagi mahasiswa agar bisa belajar langsung dari praktisi. Kolaborasi dengan Mavens menjadi contoh nyata bagaimana kampus menyiapkan lulusan yang kompeten dan berintegritas,” jelasnya. Sinergi Kampus dan Industri Program magang ini menjadi bukti nyata keberhasilan sinergi antara COE UMM dan Mavens IP Consulting dalam membentuk ekosistem pembelajaran yang berorientasi pada dunia kerja. Melalui kemitraan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal realitas hukum kekayaan intelektual, berinteraksi dengan klien internasional, dan memahami tantangan industri hukum modern. Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran kampus dalam menghasilkan lulusan yang siap menghadapi era profesional, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan dunia hukum di Indonesia. Profil Institusi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) — Melalui program Center of Excellence (COE), UMM berkomitmen menyiapkan mahasiswa unggul dan siap kerja dengan menggabungkan pembelajaran akademik dan pengalaman profesional. Mavens IP Consulting — Lembaga konsultan hukum yang berfokus pada perlindungan kekayaan intelektual, meliputi merek, hak cipta, desain industri, paten, dan penyelesaian sengketa.
Buka Wawasan Hukum Kreatif: Magang Di Konsultan (HKI) Jadi Pengalaman Berharga Bagi Mahasiswa

Dalam era ekonomi kreatif dan digital yang terus berkembang, kesadaran akan pentingnya perlindungan karya dan inovasi semakin meningkat. Hasil cipta manusia kini tidak hanya berupa karya seni atau tulisan, tetapi juga merek dagang, teknologi, hingga desain produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Di tengah kebutuhan ini, peran konsultan hukum kekayaan intelektual menjadi sangat penting. Salah satu tempat yang menjadi wadah pembelajaran sekaligus praktik nyata bagi mahasiswa hukum adalah Mavens IP, sebuah firma konsultan yang berfokus pada perlindungan dan penegakan hukum di bidang Kekayaan Intelektual (HKI). Melalui program magang yang dijalankan di Mavens IP, mahasiswa mendapatkan pengalaman berharga tentang bagaimana hukum bekerja secara nyata dalam melindungi kreativitas dan inovasi bangsa. Saya sebagai mahasiswa, magang di Mavens IP merupakan titik awal untuk mengenal dunia hukum kekayaan intelektual secara lebih mendalam. Jika di bangku kuliah saya hanya belajar teori tentang hak cipta, merek, paten, atau desain industri, di Mavens IP mereka melihat langsung bagaimana teori tersebut diterapkan dalam praktik profesional. Magang ini membuka wawasan bahwa hukum HKI tidak hanya soal pendaftaran dokumen, tetapi juga tentang strategi, analisis, dan tanggung jawab moral dalam menjaga hak pencipta serta pelaku usaha dari pelanggaran. Selama menjalani magang, saya dilibatkan secara langsung dalam kegiatan yang beragam, mulai dari mempersiapkan dokumen pendaftaran hak cipta, memeriksa kelayakan merek, hingga membantu penyusunan tanggapan hukum terhadap keberatan dari pihak ketiga. Dari proses ini, mereka menyadari bahwa perlindungan terhadap kekayaan intelektual bukan hal sederhana. Setiap karya dan inovasi memiliki karakteristik yang unik, sehingga penanganan hukumnya pun membutuhkan ketelitian dan pemahaman yang mendalam terhadap regulasi nasional maupun internasional. Dalam bidang hak cipta, mahasiswa di Mavens IP belajar memahami bagaimana karya seni, tulisan, musik, film, desain grafis, dan karya digital memperoleh perlindungan hukum yang sah. Saya menyadari bahwa hak cipta muncul secara otomatis sejak karya diwujudkan, namun pencatatan tetap diperlukan sebagai bukti kepemilikan di mata hukum. Mahasiswa turut membantu dalam proses pencatatan hak cipta melalui sistem daring milik Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Dari sini saya melihat bahwa hak cipta bukan sekadar perlindungan hukum, melainkan juga bentuk penghargaan terhadap jerih payah dan kreativitas pencipta. Ketika sebuah karya dijiplak atau digunakan tanpa izin, hukum hadir untuk menegakkan keadilan sekaligus menjaga nilai moral dan ekonomi dari karya tersebut. Sementara itu, dalam aspek merek, saya sebagai mahasiswa memahami bahwa merek merupakan identitas suatu produk atau jasa yang membedakan satu usaha dari yang lain. Di Mavens IP, mereka belajar bahwa di balik sebuah logo atau nama dagang yang sederhana, terdapat makna ekonomi dan reputasi yang sangat besar. Mahasiswa terlibat dalam proses pemeriksaan merek untuk memastikan tidak ada kemiripan dengan merek yang sudah terdaftar, serta membantu penyusunan dokumen pendaftaran sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa perlindungan merek tidak hanya mencegah peniruan, tetapi juga melindungi kepercayaan konsumen dan citra perusahaan. Melalui praktik ini, saya sebagai mahasiswa melihat bagaimana konsultan hukum seperti Mavens IP berperan penting dalam membantu pelaku usaha menjaga identitas dan keberlanjutan bisnis mereka (klien). Bidang paten memberikan pengalaman yang tak kalah menarik. Di sinilah mahasiswa diperkenalkan pada konsep invensi, kebaruan, dan langkah inventif — istilah yang sering terdengar di dunia paten. Saya mempelajari bagaimana sebuah inovasi teknologi bisa mendapatkan hak eksklusif dari negara melalui proses pemeriksaan substantif yang ketat. Mahasiswa turut membantu dalam penyusunan dokumen spesifikasi paten yang menjelaskan detail teknis suatu penemuan. Dari pengalaman ini, saya memahami bahwa paten tidak hanya melindungi penemu dari penjiplakan, tetapi juga menjadi motor penggerak kemajuan teknologi nasional. Paten memberi insentif bagi para peneliti dan inventor untuk terus berinovasi, karena karya mereka diakui dan dilindungi secara hukum. Selain itu, bidang desain industri juga menjadi bagian menarik dalam program magang di Mavens IP. Mahasiswa belajar bahwa keindahan visual suatu produk, baik dari bentuk, garis, pola, maupun kombinasi warna, memiliki nilai hukum tersendiri. Selama magang, mereka membantu menyusun uraian bentuk dan dokumentasi visual untuk keperluan pendaftaran desain industri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memahami bahwa inovasi tidak selalu berupa teknologi rumit, tetapi juga bisa berasal dari kreativitas visual yang memperindah produk dan menarik minat konsumen. Perlindungan desain industri menjadi penting agar pencipta desain tidak kehilangan hak atas keunikan karyanya ketika diproduksi secara massal. Selain memperluas pengetahuan tentang aspek hukum kekayaan intelektual, magang di Mavens IP juga membentuk karakter profesional para mahasiswa. Saya belajar berkomunikasi dengan klien, memahami kebutuhan hukum yang kompleks, serta bekerja dalam tim lintas disiplin. Kegiatan ini menanamkan etika kerja, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam setiap tindakan hukum yang dilakukan. Para pembimbing di Mavens IP tidak hanya memberikan arahan teknis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai integritas dan kejujuran, yang menjadi dasar utama profesi konsultan hukum. Mahasiswa belajar bahwa menjaga kerahasiaan klien dan memberikan pendapat hukum yang objektif adalah bagian dari kode etik yang tidak boleh dilanggar. Lebih jauh lagi, magang di Mavens IP menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perlindungan terhadap karya dan inovasi anak bangsa. Mahasiswa menyadari bahwa banyak karya kreatif Indonesia yang memiliki potensi besar di pasar internasional, namun sering kali terhambat oleh kurangnya kesadaran akan pendaftaran HKI. Melalui bimbingan para konsultan berpengalaman, mereka belajar bahwa hukum bukan sekadar alat pembatas, melainkan instrumen yang melindungi nilai ekonomi dan moral sebuah karya. Setiap hak cipta, merek, paten, dan desain industri memiliki peran penting dalam memperkuat daya saing nasional di tengah persaingan global. Program magang ini juga membuka mata mahasiswa bahwa hukum kekayaan intelektual bersifat dinamis dan berkembang seiring kemajuan teknologi. Dalam dunia digital saat ini, pelanggaran hak cipta dapat terjadi hanya dalam hitungan detik, dan kasus sengketa merek bisa muncul lintas negara. Oleh karena itu, pemahaman terhadap regulasi internasional seperti TRIPS Agreement dan Madrid Protocol menjadi semakin penting. Di Mavens IP, mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai bagaimana sistem internasional ini bekerja, serta bagaimana konsultan hukum berperan dalam membantu klien mengurus perlindungan HKI hingga ke luar negeri. Pada akhirnya, magang di Mavens IP bukan sekadar program kerja praktik, tetapi juga perjalanan pembelajaran yang membuka cara pandang baru terhadap dunia hukum modern. Melalui pengalaman ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga menyaksikan bagaimana hukum benar-benar bekerja untuk melindungi kreativitas, inovasi, dan reputasi seseorang atau perusahaan. Mereka menyadari bahwa hukum kekayaan intelektual adalah bidang yang hidup dan terus berkembang, membutuhkan dedikasi, ketelitian, serta
Dedikasi Prof. Dr. Khozin, M.Si. sebagai Dekan FAI UMM Masa Bhakti 2021–2025

Malang – Syukur dan rasa terima kasih yang mendalam disampaikan civitas akademika Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) atas kepemimpinan dan dedikasi Prof. Dr. Khozin, M.Si. selama menjabat sebagai Dekan periode 2021–2025. Di bawah kepemimpinannya, FAI UMM berhasil mencatat berbagai prestasi gemilang yang memperkuat posisi fakultas sebagai salah satu institusi pendidikan Islam unggulan di Indonesia. Ucapan “Syukran wal Hamdulillah” menggambarkan rasa syukur atas amanah yang telah dijalankan dengan baik. Selama empat tahun terakhir, Prof. Khozin tidak hanya membawa semangat baru dalam tata kelola fakultas, tetapi juga menorehkan capaian prestasi yang bersejarah, baik di bidang akreditasi, pengelolaan keuangan, kehumasan, maupun pengembangan jurnal ilmiah. Raihan Prestasi Akreditasi dan Internasionalisasi Salah satu pencapaian yang paling membanggakan adalah keberhasilan Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) FAI UMM meraih FIBAA Quality Seal, sebuah pengakuan internasional yang diberikan oleh lembaga akreditasi asal Jerman. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan di FAI UMM mampu bersaing secara global, sekaligus membuka peluang yang lebih luas untuk menjalin kerja sama akademik lintas negara. Tak hanya itu, seluruh program studi di FAI UMM juga berhasil mengantongi predikat Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Keempat prodi tersebut meliputi Pendidikan Agama Islam (PAI), Hukum Keluarga Islam (HKI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), serta Ekonomi Syariah. Capaian ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta kepemimpinan visioner Prof. Khozin yang selalu mendorong perbaikan berkelanjutan. Prestasi dalam Pengelolaan Fakultas Selain di bidang akademik, FAI UMM juga berhasil meraih peringkat 1 atas kinerja pengelolaan dan pelaporan keuangan tahun anggaran 2024. Hal ini menunjukkan adanya transparansi, akuntabilitas, serta manajemen keuangan yang sehat di lingkungan fakultas. Keberhasilan tersebut menjadi contoh tata kelola yang baik (good governance) di lingkup perguruan tinggi. Di bidang kehumasan, FAI UMM turut menorehkan prestasi dengan meraih peringkat 1 Humas Fakultas Terbaik Tahun 2024. Penghargaan ini mencerminkan keseriusan fakultas dalam membangun komunikasi publik yang efektif, menyampaikan informasi secara transparan, dan memperkuat citra positif FAI UMM di mata masyarakat luas. Peningkatan Mutu Publikasi Ilmiah Tidak kalah penting, FAI UMM juga menunjukkan keseriusan dalam pengembangan publikasi ilmiah. Sejumlah jurnal yang dikelola fakultas berhasil menembus peringkat nasional dan internasional, di antaranya: Jurnal Idzihar yang meraih Sinta 1, Jurnal Progresiva yang menempati Sinta 2 sekaligus terindeks EBSCO, serta Jurnal Falah yang memperoleh Sinta 3. Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan internal, tetapi juga membuka peluang kontribusi akademik lebih luas dari para dosen dan peneliti FAI UMM dalam khazanah ilmu pengetahuan Islam. Kepemimpinan yang Humanis dan Visioner Selama menjabat, Prof. Khozin dikenal sebagai sosok pemimpin yang humanis, rendah hati, dan visioner. Ia tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memperhatikan aspek spiritualitas dan penguatan karakter sivitas akademika. Dalam banyak kesempatan, beliau menekankan pentingnya integrasi antara ilmu, iman, dan amal sebagai fondasi pendidikan Islam. Di bawah arahannya, FAI UMM semakin aktif mengadakan kegiatan akademik dan sosial, mulai dari kuliah tamu internasional, seminar, pengabdian masyarakat, hingga penguatan kerja sama dengan berbagai lembaga dalam dan luar negeri. Upaya ini sejalan dengan misi UMM sebagai kampus unggul dan berdaya saing global. Atas segala dedikasi dan kerja keras tersebut, seluruh civitas akademika FAI UMM menyampaikan rasa syukur dan doa terbaik bagi Prof. Khozin. “Semoga Allah Swt senantiasa memberikan kesehatan, keselamatan, dan keberkahan dalam setiap langkah beliau,” demikian pesan yang tertuang dalam pernyataan resmi fakultas. Prestasi yang diraih pada periode kepemimpinan 2021–2025 menjadi warisan berharga bagi FAI UMM. Lebih dari sekadar capaian administratif, keberhasilan ini membuktikan bahwa kepemimpinan yang amanah dan penuh dedikasi mampu membawa perubahan nyata dalam dunia pendidikan tinggi Islam. Dengan fondasi yang sudah kuat, FAI UMM optimistis dapat terus melanjutkan tradisi prestasi dan inovasi, menjawab tantangan zaman, serta berkontribusi dalam melahirkan generasi cendekiawan Muslim yang berintegritas dan bermanfaat bagi umat serta bangsa.
3 Mahasiswa PKP HKI UMM Soroti persoalan infrastruktur Pasar besar Kota Malang

Malang – Tiga mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), memulai Praktek Kerja Profesional (PKP) di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PDM Kota Malang. Kegiatan Praktek kerja profesional (PKP) selama 30 hari kerja yang dimulai pada 16 Juli 2025 ini menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk mengaplikasikan Ilmu yang telah dipelajari selama di bangku kuliah ke dalam realita di masyarakat. Tiga mahasiswa tersebut adalah Ali zulfikar, Farid Maulana dan Habib Mubaraq yang terlibat dalam penanganan persoalan infrastruktur Pasar Besar Kota Malang. Kondisi Pasar Besar Kota Malang kembali menjadi perhatian publik. Tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tengah menjalani Praktek Kerja Profesional (PKP) menyoroti persoalan infrastruktur pasar besar di Kota Malang itu, yang dinilai belum tertangani dengan baik. Dari hasil pengamatan lapangan, mereka menemukan sejumlah persoalan yang sering dikeluhkan pedagang dan pengunjung. Mulai dari kerusakan bangunan, saluran air hingga menyebabkan genangan saat hujan, hingga fasilitas umum yang dinilai tidak memadai. “Pasar Besar adalah salah satu pusat roda ekonomi masyarakat kota Malang, tetapi kondisinya masih perlu untuk dibenahi,” Ujar Farid Maulana Selain kenyamanan, faktor keamanan juga menjadi sorotan. Beberapa bagian bangunan disebut sudah mengalami keretakan dan berpotensi membahayakan aktivitas jual beli. Menurut Ali Zulfikar, “Pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret untuk melakukan revitalisasi. Revitalisasi Pasar Besar penting, tidak hanya untuk memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga agar aktivitas ekonomi di dalamnya berjalan lancar dan aman,” tambahnya. Mahasiswa PKP HKI UMM ini juga menilai perbaikan pasar harus dilakukan dengan perencanaan matang, serta memperhatikan kebutuhan pedagang kecil. Mereka mengingatkan agar program revitalisasi tidak hanya sekedar proyek pembangunan, tetapi benar-benar berpihak kepada masyarakat kota Malang. Kehadiran Pasar Besar sebagai pusat perdagangan tradisional di Kota Malang dinilai sangat vital. Dengan kondisi infrastruktur yang lebih baik, pasar ini diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi pengunjung sekaligus mendukung perekonomian warga. (ali zulfikar)
Magang di Kantor Hukum, Mahasiswa HKI UMM Belajar Langsung dari Kasus Dissenting Opinion

Tiga mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Agama Islam (UMM), Puan Nabila, Fildan Ahmadan, dan Kholid Alfiansyah, mendapatkan wawasan mendalam tentang praktik hukum melalui program magang di Neratja Law Office, Kota Malang. Kegiata tersebut berlangsung dari Juli hingga September 2025. Selama magang, mereka terlibat langsung dalam penyusunan Kontra Memori Banding dan menemukan banyak hal baru, terutama terkait dengan fenomena ‘Dissenting Opinion’ atau perbedaan pendapat hakim. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi mereka untuk mengaplikasikan teori yang didapat selama enam semester perkuliahan. Mereka tidak hanya mempelajari cara membuat Kontra Memori Banding, tetapi juga strategi untuk membantah dalil yang diajukan pihak lawan. Namun, yang paling menarik perhatian ketiganya adalah adanya dissenting opinion dalam putusan pengadilan tingkat pertama yang menjadi dasar bagi Pembanding. Fildan Ahmadan menyoroti urgensi dissenting opinion dalam proses hukum. “Ternyata, perbedaan pendapat hakim ini bisa dijadikan dasar kuat oleh pihak Pembanding untuk mengajukan banding. Ini adalah pengetahuan yang sangat baru bagi kami dan menunjukkan betapa pentingnya setiap detail dalam putusan,” kata Fildan. Sementara itu, Kholid Alfiansyah, anggota kelompok magang lainnya, merasakan langsung manfaat praktik di lapangan. “Selama ini kami hanya belajar teori. Di sini, kami sadar bahwa banyak hal yang tidak tertulis di buku ajar. Istilah-istilah khusus seperti dissenting opinion ini baru kami pahami urgensinya saat berhadapan langsung dengan kasus nyata. Pengalaman ini membuat kami merasa masih ‘fakir’ ilmu dan harus terus belajar,” ungkap Kholid. Pengalaman magang ini, khususnya dalam menangani kasus dengan dissenting opinion, semakin menegaskan pentingnya proses peradilan yang adil dan transparan. Ketiga mahasiswa ini menyadari bahwa praktik hukum memerlukan ketelitian, pemahaman yang mendalam, dan kemauan untuk terus mengasah ilmu. Dengan demikian, mereka merasa lebih siap untuk menghadapi dunia kerja di bidang hukum setelah lulus nanti. (Puan Nabila)
Mahasiswa Ekonomi Syariah UMM Jalani Magang Teknologi & Akuntansi di Regynet Data Solusindo

Malang, 24 September 2025 — Tiga mahasiswa angkatan semester 7 dari Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi mengikuti program magang kerja di perusahaan teknologi yang berbasis di Bekasi, yaitu PT Regynet Data Solusindo. Kegiatan magang berlangsung mulai Agustus hingga September 2025. Adalah Azka Rafi Fauqulizzi, Naufal Syarif Hidayatullah, dan Mochamad Hamim Mahfudi yang memilih magang di bidang teknologi akuntansi di perusahaan tersebut. Dalam masa magang, mereka tidak hanya belajar tentang akuntansi tradisional, tetapi juga dibekali pengetahuan tentang teknologi internet, pemasaran digital, serta perpajakan. Menurut Azka, materi magang sangat selaras dengan kurikulum yang telah mereka pelajari di kampus. “Kami belajar mengaplikasikan teori akuntansi dan perpajakan, tetapi juga melihat bagaimana teknologi menjadi pendorong dalam berbagai bidang seperti pemasaran digital dan pengelolaan data,” jelasnya. Center for Future Works: Landasan Magang Inovatif Program magang ini tak lepas dari dukungan Center for Future Works (CFW) yang dihadirkan oleh Prodi Ekonomi Syariah UMM. CFW memfokuskan pada pengembangan lima kompetensi unggulan: Digital marketing & fintech syariah Perencanaan keuangan syariah Perbankan dan keuangan syariah Industri halal & produk halal Manajemen filantropi Dengan dukungan dosen yang kompeten di bidang ekonomi Islam serta fasilitas digitalisasi praktikum, mahasiswa diharapkan mampu menjembatani ilmu kampus dengan praktik industri nyata. Manfaat & Harapan Melalui program magang ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman teknis, tetapi juga jaringan profesional di dunia industri. Magang seperti ini dapat meningkatkan daya saing lulusan dalam pasar kerja, terutama di era transformasi digital di sektor ekonomi syariah. Dekan Fakultas Agama Islam UMM menyatakan bahwa upaya seperti magang berbasis teknologi menjadi bagian dari strategi fakultas untuk mendorong agar lulusan lebih siap memasuki dunia industri, terutama dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah. Lebih jauh lagi, kolaborasi antara universitas dan industri (seperti dengan Regynet Data Solusindo) diharapkan bisa diperluas, tidak hanya di bidang teknologi-akuntansi, tapi juga ke ranah fintech, data analytics, dan riset ekonomi Islam yang lebih maju. (Humas Ekos/NS)