Sinergi Pesantren dan Perguruan Tinggi: Puluhan Santri Mansyaul Ulum Jajaki Peluang Karier Global di FAI UMM

MALANG – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan edukasi dari santri Madrasah Aliyah (MA) Pondok Pesantren Mansyaul Ulum pada Rabu, 18 Desember 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk memperluas cakrawala akademik para santri sekaligus mengenalkan ekosistem pendidikan tinggi yang relevan dengan tantangan dunia kerja modern. Sambutan Dekan: Jembatan Menuju Dunia Kerja Acara yang berlangsung di Aula FAI UMM ini dibuka langsung oleh Dekan FAI UMM, Dr. Imamul Hakim, M.Sh. Dalam sambutannya, beliau menyambut hangat kehadiran para santri dan guru pendamping. Dr. Imamul menekankan bahwa pendidikan di perguruan tinggi saat ini tidak hanya soal teori di kelas, melainkan tentang kesiapan menghadapi industri. “Kami sangat bangga menerima kehadiran generasi muda dari Ponpes Mansyaul Ulum. Di FAI UMM, kami memiliki program unggulan bernama Center of Excellence (CoE). Program ini dirancang khusus untuk memastikan mahasiswa memiliki keahlian spesifik yang dibutuhkan pasar kerja, sehingga lulusan kami dapat langsung terserap ke dunia kerja secara profesional,” ujar Dr. Imamul. Beliau juga menambahkan bahwa FAI UMM terus memperluas jejaring kerja sama, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini dilakukan untuk mendukung penuh karier mahasiswa melalui program magang, pertukaran pelajar, hingga penempatan kerja di berbagai lembaga mitra di luar negeri. Harapan Besar dari Mansyaul Ulum Gayung bersambut, Kepala MA Mansyaul Ulum menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penerimaan yang sangat baik dari pihak kampus. Dalam pidatonya, beliau berharap kunjungan ini menjadi langkah awal bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, khususnya di UMM yang dikenal sebagai kampus bereputasi global. “Kami berharap ada santri kami yang nantinya bisa diterima di FAI UMM. Kami sangat tertarik dengan skema beasiswa yang ditawarkan, terutama beasiswa prestasi dan Program Pendidikan Ulama Tarjih (PPUT) yang sangat relevan dengan latar belakang santri kami,” ungkapnya. Pemaparan Komprehensif: Dari Beasiswa hingga Karier Sesi utama informasi akademik dipandu oleh Imroatus Solihah, M.H., selaku PiC Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) FAI UMM. Dalam pemaparannya, Imroatus mengupas tuntas profil Fakultas Agama Islam yang menaungi empat program studi unggulan. Informasi yang disampaikan mencakup: Keunggulan & Fasilitas: Penjelasan mengenai laboratorium, perpustakaan digital, dan lingkungan kampus yang mendukung pembelajaran inklusif. Jalur Pendaftaran & Beasiswa: Tersedia berbagai opsi mulai dari beasiswa dalam negeri, luar negeri, hingga jalur khusus seperti PPUT dan Katamm (Kader Tahfidz Muhammadiyah). Inovasi Kurikulum: Penjelasan mengenai Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL/PKP) yang memudahkan konversi pengalaman menjadi kredit akademik. Pengembangan Diri: Berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang dapat mengasah soft skill santri di luar bidang akademik. Tak lupa, Imroatus juga merinci estimasi pembiayaan yang transparan, prosedur pendaftaran yang kini berbasis digital, serta memberikan kontak person yang bisa dihubungi sewaktu-waktu oleh para santri yang ingin berkonsultasi lebih lanjut. Mengenal Lebih Dekat Prodi PBA dan HKI Untuk memberikan gambaran spesifik mengenai bidang keilmuan, acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan program studi. Ibu Anisatu Thoyyibah memaparkan prospek Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) yang kini tidak hanya mencetak guru, tetapi juga penerjemah dan diplomat. Sementara itu, Nabila Malik, S.H., memberikan penjelasan mendalam mengenai Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) serta bagaimana lulusannya dipersiapkan menjadi praktisi hukum yang handal di pengadilan maupun lembaga konsultasi. Antusiasme dalam Games dan Tur Kampus Menutup rangkaian acara, suasana formal berubah menjadi ceria saat memasuki sesi games interaktif. Para santri terlihat antusias memperebutkan berbagai merchandise eksklusif dari FAI UMM. Acara kemudian diakhiri dengan kegiatan campus tour. Para santri diajak berkeliling melihat langsung kemegahan fasilitas kampus putih UMM, mulai dari gedung perkuliahan, pusat aktivitas mahasiswa, hingga masjid kampus. Kunjungan ini diharapkan mampu memotivasi para santri untuk terus berprestasi dan memantapkan niat mereka untuk meraih masa depan yang gemilang melalui pendidikan tinggi yang berkualitas.
Mahasiswa Magang di LPKNI Dapat Pengalaman Langsung Dunia Praktik Hukum

Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) menjadi salah satu tempat magang yang memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa hukum dalam memahami praktik hukum di Indonesia. Selama menjalani masa magang, para mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas hukum yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat dan proses peradilan. Pada minggu pertama, para peserta magang diperkenalkan dengan sistem kerja internal LPKNI. Mereka mulai memahami bagaimana lembaga ini berperan dalam membantu konsumen yang mengalami permasalahan hukum, khususnya dalam konteks perlindungan hak-hak masyarakat. Para mahasiswa juga diberi kesempatan untuk mempelajari berkas-berkas perkara, membaca arsip pengaduan, serta memahami alur kerja lembaga dalam menangani keluhan dari masyarakat. Memasuki minggu kedua dan seterusnya, kegiatan magang mulai bersifat lebih teknis. Para mahasiswa mendapatkan pembekalan langsung terkait analisis putusan Mahkamah Agung, penyusunan legal opinion, serta pemahaman perbedaan bentuk badan usaha seperti Perseroan Terbatas (PT) dan Commanditaire Vennootschap (CV). Tidak hanya itu, mereka juga dilatih menyusun kontrak kerja, baik Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) maupun Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT), yang menjadi salah satu keterampilan penting dalam praktik hukum ketenagakerjaan. Pengalaman magang semakin intens ketika para mahasiswa mulai terlibat dalam penyusunan dokumen hukum. Mereka belajar membuat berbagai jenis surat, mulai dari surat gugatan, surat kuasa, somasi, hingga pembuatan Surat Keputusan (SK) organisasi. Proses ini memberikan pemahaman yang lebih aplikatif tentang bagaimana dokumen hukum disusun secara sistematis dan sesuai dengan kaidah hukum yang berlaku. Tidak hanya berfokus pada pekerjaan administratif, para peserta magang juga mendapatkan pengalaman praktik langsung di pengadilan. Mereka dilatih mengunggah berkas perkara melalui sistem e-court, sebuah sistem digital peradilan yang kini digunakan secara luas di Indonesia. Selain itu, mereka turut serta menyerahkan berkas secara langsung ke pengadilan dan terlibat dalam rapat-rapat persiapan sidang bersama tim hukum. Pengalaman yang paling berharga dirasakan ketika para mahasiswa berkesempatan menghadiri langsung persidangan pidana. Mereka menyaksikan secara langsung proses pemeriksaan saksi, pemeriksaan terdakwa, hingga tahap pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum, meskipun dalam beberapa kesempatan sidang sempat mengalami penundaan. Kehadiran dalam ruang sidang memberikan gambaran nyata mengenai dinamika persidangan, peran masing-masing pihak, serta pentingnya ketelitian dan profesionalitas dalam proses penegakan hukum. Program magang di LPKNI ini dinilai mampu memberikan pengalaman holistik bagi mahasiswa, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dari sisi praktis. Para peserta magang dilatih untuk berpikir kritis, memahami prosedur, serta mengembangkan etika profesional di bidang hukum. Dengan terjun langsung ke lapangan, para mahasiswa mampu memahami bahwa hukum bukan hanya sebatas teori di bangku kuliah, tetapi sebuah sistem yang hidup dan bekerja untuk melindungi hak-hak masyarakat. Melalui pengalaman ini, para mahasiswa berharap dapat membawa bekal ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama magang untuk menunjang karier mereka di masa depan, baik sebagai praktisi hukum, akademisi, maupun profesi lainnya yang berkaitan dengan dunia hukum dan keadilan.(nm)
MENGUKUHKAN PERAN STRATEGIS PENDIDIKAN BAHASA ARAB: PBA UMM IKUT SERTA DALAM SEMILOKA DAN RAKERNAS PPPBA 2025

PBA UMM News – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (PBA FAI UMM) kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan pendidikan bahasa Arab di tingkat nasional. Pada 5–7 November 2025, perwakilan PBA FAI UMM hadir dan terlibat aktif dalam Semiloka Nasional dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2025 yang digelar oleh Perkumpulan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PPPBA) Indonesia di Kota Batu. Kegiatan yang mengangkat tema “Penguatan Kurikulum Prodi PBA Berbasis Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025 dan Penyiapan Akreditasi Unggul melalui IAPS 2.0”, ini menghimpun para pengelola prodi PBA dari jenjang S1, S2, hingga S3 di seluruh Indonesia. Pada agenda tersebut, PBA FAI UMM diwakili oleh Ketua Program Studi, Mochammad Firdaus, B.Ed., M.Ed., serta Sekretaris Program Studi, Lailatul Mauludiyah, S.S., M.Pd.I.. Keduanya mengikuti rangkaian sesi diskusi, lokakarya, dan perumusan langkah strategis untuk memperkuat arah pengembangan kurikulum PBA ke depan. Pembahasan dalam forum difokuskan pada penyelarasan kurikulum berbasis Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025, penerapan Outcome-Based Education (OBE), serta strategi untuk mencapai standar Akreditasi Unggul melalui instrumen IAPS 2.0. Kehadiran PBA FAI UMM dalam forum nasional ini menegaskan komitmen prodi untuk terus memperbarui kualitas akademik dan memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman. Ketua Umum PPPBA Indonesia, Prof. Dr. Hanik Mahliatussikah, M.Hum., menilai bahwa forum ini menjadi wadah penting untuk mempertemukan gagasan dan menyamakan arah kebijakan antarprodi PBA di seluruh Indonesia. “Pertemuan ini memberikan ruang untuk meninjau kembali arah Pendidikan Bahasa Arab secara lebih menyeluruh. Dengan adanya Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025, kita memiliki dasar yang kuat untuk mengembangkan kualitas prodi. Karena itu, kerja sama antarlembaga menjadi unsur yang harus dijaga agar penguatan mutu dapat berjalan konsisten”, tutur Hanik. Selain sesi akademik, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperluas jaringan kolaborasi antarprodi melalui penandatanganan MoU dan Implementation Agreement (IA). Kesepakatan bersama ini membuka peluang kerja sama dalam berbagai bidang, mulai dari penelitian, pengabdian masyarakat, pertukaran dosen, hingga publikasi ilmiah. Keterlibatan Kaprodi dan Sekprodi PBA FAI UMM dalam rangkaian agenda tersebut, memperkuat posisi prodi sebagai salah satu unit akademik yang aktif terlibat dalam penguatan kebijakan tingkat nasional. Partisipasi ini diharapkan dapat memperkaya perspektif pengembangan kurikulum di PBA FAI UMM sekaligus memperkuat langkah menuju capaian akreditasi Unggul. [NS & ATy]
Intrenship Gallery – Transformasi Pembelajaran Hukum Korporasi: Pengalaman Mahasiswa CoE HKI UMM dalam Praktik Profesional di HSR Law Office

Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan hukum yang relevan dengan kebutuhan dunia profesional. Melalui program Center of Excellence (CoE) Corporate Law School pada Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), mahasiswa diberikan kesempatan untuk memahami praktik hukum kontemporer secara langsung melalui kegiatan magang di berbagai firma hukum profesional. Salah satunya adalah HSR Law Office, sebuah firma hukum yang berlokasi di Kota Malang dan berfokus pada pengembangan layanan hukum korporasi, perdata, dan administrasi. Pada periode magang tahun ini, dua mahasiswi CoE HKI UMM, yaitu Uswatun Hasanah (202210020311004) dan Eka Nadya Yunira Putri (202210020311020), mengikuti kegiatan magang intensif selama tiga bulan di bawah bimbingan tim advokat profesional HSR Law Office. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kompetensi lintas bidang antara hukum Islam dan hukum korporasi, sekaligus ruang pembelajaran yang memperkaya pemahaman mahasiswa tentang dinamika kerja hukum di dunia nyata. Selama menjalani magang, para mahasiswa mendapatkan pengalaman komprehensif mengenai penerapan hukum korporasi dalam berbagai konteks profesional. Mereka mempelajari struktur organisasi firma hukum, pembagian divisi kerja, serta memahami bagaimana koordinasi antarbidang dilakukan dalam penyelesaian kasus hukum perusahaan. Mahasiswa juga dibimbing untuk melakukan kajian terhadap berbagai regulasi perusahaan, termasuk menelaah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK), memahami syarat pendirian lembaga pembiayaan, serta mengidentifikasi aspek-aspek kepatuhan yang wajib dipenuhi oleh entitas bisnis. Tidak hanya itu, para mahasiswa mendapat kesempatan memperdalam keterampilan analitis melalui kegiatan audit dokumen hukum, seperti menelaah legal advice, memeriksa kelengkapan dan keabsahan dokumen perusahaan, hingga mengidentifikasi potensi risiko hukum. Mereka juga mempelajari berbagai jenis berkas penting seperti surat pengakuan hutang, perjanjian kerja sama, dokumen administrasi perusahaan, serta dokumen kontraktual lainnya. Dalam proses tersebut, mahasiswa dilatih untuk memeriksa aspek formil dan materiil, mendeteksi potensi wanprestasi, dan menafsirkan ketentuan hukum yang relevan dengan kasus yang sedang ditangani. Pengalaman paling berkesan datang ketika mahasiswa diberi kesempatan menganalisis kasus nyata, termasuk perkara investasi fiktif yang melibatkan lembaga keuangan. Mereka mempelajari alur penyelesaian masalah mulai dari proses identifikasi kronologi, analisis kerugian, hingga strategi penyelesaian kredit macet. Hal ini meliputi pendekatan restrukturisasi, negosiasi dengan debitur, serta mekanisme penyelesaian formal melalui jalur litigasi maupun non-litigasi. Pembelajaran ini memberikan gambaran utuh mengenai bagaimana advokat menangani perkara yang kompleks dan berdampak pada kepentingan publik maupun institusi. Selain pengalaman teknis, magang ini juga menjadi sarana pengembangan soft skills yang sangat penting bagi calon praktisi hukum. Mahasiswa belajar berkomunikasi secara profesional dengan klien, mengelola dokumen hukum dengan rapi, memahami etika profesi, serta bekerja sama dalam tim untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. Mereka juga merasakan langsung bagaimana disiplin kerja, ketepatan waktu, dan ketelitian menjadi kunci utama dalam dunia kerja hukum. Pengalaman magang di HSR Law Office ini membuktikan bahwa mahasiswa HKI UMM mampu beradaptasi secara efektif dengan kompleksitas praktik hukum korporasi modern. Meskipun berasal dari latar belakang hukum Islam, para mahasiswa mampu menunjukkan kapasitas analitis dan kemampuan memahami regulasi hukum positif secara seimbang. Hal ini sekaligus menguatkan bahwa sinergi antara hukum Islam dan hukum korporasi dapat terwujud dalam praktik profesional yang menekankan nilai integritas, akuntabilitas, dan keadilan. Program magang ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi mahasiswa HKI UMM dalam mempersiapkan diri menjadi calon praktisi hukum yang kompeten dan berintegritas. Dengan bekal pengetahuan hukum yang kuat, pengalaman lapangan yang kaya, serta nilai-nilai syariah yang terus melekat, mahasiswa CoE HKI UMM diharapkan mampu berkontribusi dalam berbagai sektor hukum, khususnya dalam menghadapi tantangan hukum korporasi di era yang semakin dinamis dan kompetitif.(nm)
Prodi PAI UMM Pembekalan PKL Mahasiswa

Usai sambutan pelepasan dari Dekan Fakultas Agama Islam (FAI), rangkaian pembekalan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) dilanjutkan dengan sesi pelatihan bertajuk “Service Excellence and Hospitality”. Materi ini disampaikan oleh Teguh Hadi Saputro, M.A.—dosen Bahasa Inggris FKIP UMM sekaligus General Manager Hotel Kapal UMM dan My Dormy Hostel. Dalam paparannya, Teguh menyampaikan bahwa layanan prima dan sikap hospitality merupakan bagian penting dalam dunia pendidikan, terutama dalam membentuk citra sekolah dan kepribadian tenaga kependidikan. Mengangkat tema “Building trust through your professionalism”, Teguh menjelaskan bahwa sekolah sejatinya juga merupakan lingkungan jasa. “Kita melayani siswa, guru, staf administrasi, hingga orang tua. Setiap tindakan kita berkontribusi terhadap citra pribadi dan reputasi institusi,” tegasnya Pemateri menggarisbawahi bahwa sekolah sejatinya adalah tempat berbagai elemen sivitas akademika memberikan pelayanan terbaik kepada siswa, orang tua, dan masyarakat. “Pelayanan yang baik berdampak langsung pada citra sekolah dan branding pribadi kita sebagai pendidik,” ungkapnya. Lebih jauh, Teguh menekankan bahwa hospitality menjadi poin penting yang harus dibangun di sekolah, dan hal itu tidak bisa dilepaskan dari sikap personal individu. Menurutnya, ketika seseorang memiliki attitude value yang positif, maka personal branding akan terbangun dengan sendirinya. Dalam konteks pendidikan, hospitality bisa diwujudkan melalui pelayanan ramah dan profesional dari pimpinan hingga tenaga kependidikan di sekolah. Peserta pelatihan diajak untuk memahami lima pilar utama layanan prima, yaitu: Penampilan Profesional, Komunikasi Efektif, Sikap Positif, Konsistensi dan Keandalan, serta Antisipasi dan Empati. Menurut Teguh, pelayanan yang baik bukan hanya urusan teknis, tetapi mencerminkan hati dan sikap. “Hospitality itu bukan sekadar tugas, tapi sikap. Kita tidak hanya memberi instruksi, tetapi juga memberikan kepedulian,” jelasnya di hadapan peserta. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan praktis, Teguh juga mengajak mahasiswa PAI FAI UMM untuk melakukan simulasi pelayanan langsung dan refleksi diri. Salah satu pertanyaan yang menggugah peserta adalah: “What kind of intern do you want to be remembered as?” Pelatihan ini menjadi bekal awal penting bagi mahasiswa PAI untuk siap menghadapi dinamika dunia kerja, khususnya saat menjalani PKL. Sebagaimana disampaikan dalam penutupnya, Teguh mengajak peserta untuk memiliki komitmen pelayanan yang berlandaskan integritas dan kepedulian: “I commit to serve with kindness, patience, and integrity.” Rangkaian pembekalan ini menjadi salah satu bentuk keseriusan Prodi PAI FAI UMM dalam mempersiapkan mahasiswanya tidak hanya secara akademis, tetapi juga secara profesional dan etis dalam dunia pendidikan yang semakin kompetitif.
Alumni Update – Kiprah Alumni HKI UMM di Dunia Korporasi Internasional: Perjalanan Karier Adv. Ahmad Reza Setiawan, S.H
Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang kembali menorehkan kebanggaan melalui perjalanan karier salah satu alumninya, Adv. Ahmad Reza Setiawan, S.H, yang kini berkiprah sebagai corporate lawyer dan terlibat dalam berbagai pekerjaan yang berskala nasional hingga internasional. Perjalanan Reza memberikan gambaran tentang bagaimana lulusan HKI mampu menembus dunia hukum korporasi yang dinamis dan penuh tantangan, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa yang ingin mengikuti jejak serupa. Perjalanan karier Reza dimulai dari ketertarikannya pada dunia bisnis serta bagaimana hukum memainkan peran penting dalam menjaga transparansi dan kepastian bagi perusahaan. Setelah menyelesaikan studi, ia memilih untuk terjun langsung ke dunia praktik melalui magang di sebuah firma hukum yang berfokus pada bidang corporate & commercial practice. Dari pengalaman awal inilah, Reza banyak belajar tentang legal drafting, teknik negosiasi, dan analisis regulasi yang menjadi fondasi utama pekerjaannya saat ini. Ia mengakui bahwa tantangan terbesar pada awal karier bukanlah pada kompleksitas materinya, melainkan bagaimana ia harus beradaptasi dengan ritme kerja yang sangat cepat dan tuntutan akurasi yang tinggi.Dunia korporasi bergerak dengan tenggat waktu yang ketat, dokumen yang tebal dan kompleks, serta koordinasi dengan berbagai divisi perusahaan maupun klien. Menjaga kualitas analisis sambil tetap memenuhi target waktu menjadi latihan penting yang membentuk profesionalisme dirinya hingga kini.Dalam menjalani karier sebagai corporate lawyer, Reza merasakan betul bagaimana kompetensi yang ia dapatkan dari HKI UMM memberi kontribusi besar. Menurutnya, kemampuan analisis yang terbangun melalui pembelajaran logika hukum sangat membantu dalam membaca regulasi, menafsirkan klausul kontrak, hingga melihat risiko hukum dari berbagai perspektif. Selain itu, mata kuliah seperti mediasi dan negosiasi yang selama ini sering dianggap sederhana, ternyata memiliki relevansi kuat dalam dunia komersial. Banyak aktivitas korporasi yang melibatkan komunikasi formal, penyusunan dokumen bisnis, hingga penyelesaian perbedaan kepentingan antar pihak. Fondasi keilmuan inilah yang membantu Reza memahami struktur persoalan dengan lebih sistematis dan komunikatif. Seiring berkembangnya kariernya, Reza semakin banyak terlibat dalam pekerjaan yang bersentuhan langsung dengan klien asing, dokumen berbahasa Inggris, serta kontrak yang mengacu pada standar internasional. Pengalaman ini menjadi tantangan tersendiri karena melibatkan perbedaan sistem hukum, budaya bisnis, serta ekspektasi klien dari berbagai negara. Untuk menanganinya, Reza menerapkan pendekatan yang lebih komprehensif dengan memperbanyak referensi hukum internasional, memahami standar global dalam penyusunan kontrak, serta memastikan seluruh dokumen tetap sejalan dengan hukum Indonesia. Komunikasi yang jelas, profesional, dan terstruktur menjadi kunci dalam menjalin hubungan kerja dengan klien luar negeri. Dalam pandangan Reza, seorang lawyer masa kini harus memiliki kemampuan global untuk dapat bersaing di tengah perkembangan dunia bisnis yang semakin terintegrasi. Penguasaan bahasa Inggris profesional menjadi keharusan, terutama dalam proses drafting dan negosiasi. Selain itu, pemahaman mengenai hukum internasional, mekanisme arbitrase, prinsip kontrak common law, serta aspek compliance seperti anti-bribery, anti-money laundering, hingga perlindungan data, merupakan bekal penting untuk memasuki dunia kerja yang berstandar global. Kemampuan berkomunikasi dengan lintas budaya juga menjadi nilai tambah, mengingat hubungan bisnis tidak lagi dibatasi oleh wilayah geografis. Sebagai alumni HKI, Reza percaya bahwa mahasiswa dan lulusan UMM memiliki peluang besar untuk masuk ke dunia kerja korporasi selama mereka mau membangun kompetensi dan pengalaman sejak awal. Ia menekankan pentingnya portofolio, baik melalui magang, proyek organisasi, maupun kegiatan riset yang relevan. Kemampuan bahasa Inggris juga perlu terus diasah, khususnya dalam legal English dan terminologi bisnis. Menurutnya, dunia hukum korporasi sangat cepat berubah karena pengaruh perkembangan teknologi dan regulasi. Oleh sebab itu, mahasiswa perlu terus memperbarui wawasan tentang isu-isu kontemporer seperti fintech, cybersecurity, privacy law, dan penggunaan artificial intelligence. Selain itu, perlu pula membangun jaringan profesional melalui forum, seminar, maupun komunitas hukum tingkat nasional maupun internasional. Sebagai penutup, Reza memberikan pesan bagi mahasiswa HKI UMM untuk selalu membuka diri terhadap peluang belajar di luar kelas. Dunia korporasi membutuhkan pribadi yang mampu berpikir kritis, bekerja dengan cepat, namun tetap menjaga profesionalisme. Ia menegaskan bahwa tidak perlu menunggu kesempatan besar untuk memulai langkah; magang kecil, proyek sederhana, atau riset ringan pun dapat menjadi pintu awal menuju karierinternasional. Yang terpenting, menurutnya, adalah membangun karakter yang kuat, integritas,ketelitian, dan kemampuan beradaptasi. Semua itu adalah bekal utama untuk menembus dunia korporasi modern dan bahkan tampil di kancah global.(nm)
MENEGUHKAN KOLABORASI AKADEMIK MENUJU MUTU BERKELANJUTAN: PBA UMM BERPARTISIPASI DALAM RAKER FPS-PBA KOPERTAIS IV 2025

PBA UMM News – Rapat Kerja Forum Prodi Pendidikan Bahasa Arab (FPS-PBA) Kopertais Wilayah IV Surabaya yang berlangsung di Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung, Banyuwangi, pada 1–2 November 2025 menghadirkan ruang dialog yang hangat dan berdaya dorong bagi pengembangan mutu prodi. Pertemuan ini mempertemukan para pengelola Program Studi PBA dari sejumlah PTKIS wilayah Jawa Timur, untuk membahas arah kurikulum, memperkuat jejaring akademik, dan menyusun langkah strategis menghadapi dinamika Pendidikan Bahasa Arab yang terus bergerak. Pada forum ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang hadir melalui Kaprodi PBA FAI UMM, Mochammad Firdaus, B.Ed., M.Ed., bersama Sekprodi PBA FAI UMM, Lailatul Mauludiyah, S.S., M.Pd.I. yang dalam hal ini diundang sebagai salah satu pemateri dalam kegitan tersebut. Mengusung tema “Review Kurikulum KKNI MBKM OBE dan Bedah Instrumen 2.0 Menuju Akreditasi Unggul”, raker tersebut membuka percakapan mendalam mengenai bagaimana kurikulum berbasis capaian pembelajaran dapat diselaraskan dengan sistem akreditasi terbaru dan tuntutan profil lulusan masa kini. Sesi pengarahan pembuka, Ketua Umum FPS-PBA Kopertais IV Surabaya, Dr. Mualim Wijaya, M.Pd.I., menekankan bahwa peningkatan mutu tidak dapat dicapai secara terpisah, melainkan melalui kerja sama yang terbangun dengan baik antarprogram studi. Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan beragam pandangan dari para narasumber. Lailatul Mauludiyah, S.S., M.Pd.I., menguraikan strategi penulisan artikel ilmiah yang dapat mendorong penguatan tradisi akademik di lingkungan prodi. Prof. Danial Hilmi, M.Pd., memberikan analisis kritis terkait instrumen akreditasi Lamdik 2.0, sementara Dr. Ahsanuddin, M.Pd., memaparkan penguatan kurikulum KKNI–MBKM berbasis OBE yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu bahasa Arab. Raker menghasilkan beberapa kesepahaman bersama, antara lain penguatan kultur riset dan publikasi, perluasan kolaborasi dosen, hingga penyelenggaraan kegiatan akademik untuk mahasiswa pada tingkat regional. Komitmen bersama ini menjadi penanda kesiapan prodi-prodi PBA di wilayah Kopertais IV untuk terus bergerak menuju standar mutu yang lebih tinggi. Bagi PBA UMM, keikutsertaan dalam forum ini mempertegas langkah proaktif dalam memperluas jejaring, memperkaya perspektif pengembangan kurikulum, serta menyokong kontribusi yang lebih luas pada kemajuan pendidikan bahasa Arab di Indonesia. [NS & ATy]
HKI UMM Mantapkan Langkah Menuju Akreditasi Internasional melalui Materi “A Framework for Strengthening the Islamic Family Law Study Program Toward International Accreditation”
Malang, 5 Desember 2025 – Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan mutu akademik dan langkah strategis menuju akreditasi internasional. Salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut adalah penyelenggaraan materi bertema “A Framework for Strengthening the Islamic Family Law Study Program Toward International Accreditation”, yang berlangsung pada Jumat, 5 Desember 2025 di Hall Shanaya Resort, Kota Batu. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Brainstorming Internasionalisasi Bidang Akademik HKI UMM 2025, sekaligus momentum penting bagi HKI UMM untuk merumuskan strategi jangka panjang dalam peningkatan kualitas program studi. Acara ini menghadirkan narasumber utama Zulfatman, M.Eng., Ph.D, seorang akademisi yang memiliki pengalaman luas dalam pengembangan program studi berorientasi internasional. Beliau dikenal aktif dalam penelitian dan proyek penguatan mutu pendidikan tinggi pada level nasional maupun global. Materi dipandu oleh Imroatus Solihah, S.H., S.Sy., M.H, dosen HKI UMM yang bertindak sebagai moderator dan memfasilitasi jalannya diskusi secara interaktif dan produktif. Dalam penyampaiannya, Dr. Zulfatman menekankan bahwa internasionalisasi bukan sekadar tren global, tetapi kebutuhan strategis bagi perguruan tinggi, khususnya bagi program studi yang ingin mencapai rekognisi internasional. Merujuk pada Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025, beliau menjelaskan bahwa internasionalisasi pendidikan tinggi kini sudah menjadi fokus utama pemerintah melalui penguatan akreditasi global, kolaborasi riset internasional, pertukaran mahasiswa, hingga program double degree. Hal ini sejalan dengan instrumen akreditasi BAN-PT dan LAM yang kini menempatkan internasionalisasi sebagai salah satu indikator kinerja penting dalam Tridharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, Program Studi HKI memiliki peluang besar untuk masuk dalam ekosistem internasionalisasi, terutama melalui penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), penyelarasan capaian pembelajaran pada level global, serta penajaman keunggulan akademik yang relevan dengan isu-isu kontemporer dalam hukum keluarga Islam. Dr. Zulfatman juga menyoroti kebutuhan untuk memperbanyak kolaborasi internasional baik dalam bentuk riset bersama, visiting professor, student mobility, maupun publikasi di jurnal bereputasi internasional. Langkah-langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan visibilitas dan kepercayaan global terhadap mutu akademik HKI UMM. Selanjutnya, beliau menekankan pentingnya pemetaan SDM secara sistematis untuk mendukung program internasionalisasi. Dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa harus didorong memiliki orientasi global melalui pelatihan, sertifikasi internasional, serta peningkatan kemampuan bahasa. Selain itu, atmosfer akademik yang mendukung termasuk budaya penelitian, layanan akademik berstandar internasional, dan lingkungan pembelajaran yang adaptif harus dibangun secara konsisten. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi HKI UMM untuk menyinergikan strategi internasionalisasi dengan arah kebijakan institusi. UMM, melalui Rencana Induk Pengembangan (RIP) dan Renstra 2022–2026, menargetkan masuk QS Asia University Rankings 2027 (Top 500) dan QS World University Rankings 2028 (Top 1500). Untuk mencapai target tersebut, setiap program studi, termasuk HKI, perlu memastikan bahwa seluruh aspek akademik, penelitian, dan layanan pendidikan berada pada standar global. Dalam konteks ini, HKI UMM berkomitmen untuk menjadi bagian dari proses tersebut dengan merancang roadmap yang jelas, terstruktur, dan berbasis indikator kinerja internasional. Pada sesi diskusi yang dipandu oleh moderator, peserta kegiatan yang terdiri dari dosen HKI UMM, tim penjaminan mutu, dan perwakilan civitas akademika menunjukkan antusiasme tinggi. Berbagai pertanyaan muncul terkait tantangan implementasi OBE, strategi efektif membangun jejaring luar negeri, hingga upaya meningkatkan output publikasi internasional. Moderator memberikan ruang yang luas bagi peserta untuk menggali konsep lebih dalam, sehingga diskusi berjalan dinamis dan menghasilkan gagasan konkret untuk pengembangan program studi. Kegiatan ini diakhiri dengan penegasan bahwa internasionalisasi bukan hanya tujuan, tetapi sebuah proses berkelanjutan yang harus melibatkan seluruh elemen program studi. Dengan keseriusan, sinergi, dan strategi yang tepat, HKI UMM optimis dapat memasuki level internasional dan menjadi rujukan dalam pengembangan ilmu Hukum Keluarga Islam pada tataran global.Melalui penyelenggaraan kegiatan strategis ini, HKI UMM menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan daya saing program studi, sekaligus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan keilmuan hukum keluarga Islam yang adaptif dan berkelas dunia.(nm)
Penutupan Magang CoE dan Penandatanganan Kerjasama Majelis Dikdasmen PDM Bojonegoro
Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), melaksanakan acara penutupan magang Center of Excellence (CoE) PAI UMM sekaligus penandatanganan kerjasama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Dikdasmen dan Sekolah-sekolah Muhammadiyah Bojonegoro pada hari Kamis, 11 Desember 2025. Acara yang bertempat di Aula PDM Bojonegoro ini berlangsung penuh semangat dan optimisme. Acara dibuka dengan laporan masing-masing kelompok CoE dari sekolah yang berbeda, kemudian dilanjutkan sambutan hangat dari Ketua Prodi PAI UMM, Zulfikar Yusuf, S.Pd.I., M.Pd.I. menyampaikan rasa syukur dan bangga atas perjalanan magang para mahasiswa. “Ini bukan akhir, tapi justru gerbang awal. Pengalaman nyata yang kalian dapat di sekolah-sekolah selama magang adalah bekal paling berharga untuk jadi guru masa kini yang relevan dan kreatif. Kerjasama ini kita jadikan momentum untuk terus membangun sinergi yang konkret, bukan sekadar seremonial.” Semangat kolaborasi ini dikuatkan oleh Dekan FAI UMM, Dr. Imamul Hakim, SE., M.Sh. Beliau menekankan pentingnya link and match antara kampus dan dunia pendidikan nyata. “FAI UMM, khususnya Prodi PAI, punya komitmen kuat untuk menghasilkan lulusan yang siap pakai dan menjadi problem solver. Kerjasama strategis dengan PDM dan sekolah di Bojonegoro ini adalah buktinya. Kita ingin kampus kita tidak berada di menara gading, tapi benar-benar turun tangan membangun kualitas pendidikan di daerah.” Dari pihak mitra, Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PDM Bojonegoro, Mustadjid, S.Ag., menyambut baik kolaborasi ini. “Kami di PDM Bojonegoro sangat berharap kegitaan ini tidak hanya berhenti di 4 sekolah tetapi dibeberapa sekolah lainnya dengan inovasi dan energi segar dari mahasiswa PAI UMM. Kehadiran adik-adik mahasiswa CoE memberi warna baru. Semoga kerjasama ini bisa berkelanjutan, tidak hanya magang, tapi juga riset bersama, pengembangan metode pembelajaran, dan hal lain yang upgrade kualitas sekolah kita.*” Ketua PDM Bojonegoro, Drs. H. Suwito, M.Si., menutup rangkaian sambutan dengan penegasan dukungan penuh. “PDM Bojonegoro selalu terbuka dan siap menjadi ‘rumah’ dan laboratorium praktik terbaik untuk mahasiswa PAI UMM. Penandatanganan MoU hari ini adalah ikrar kita bersama untuk membangun pendidikan yang lebih baik, yang berakar pada keislaman dan kemuhammadiyahan, namun maju dan mengikuti zaman.” Acara yang dihadiri juga oleh jajaran Dosen Prodi PAI UMM, guru-guru dari sekolah mitra, dan tentunya seluruh mahasiswa CoE PAI UMM angkatan kedua ini, punya tujuan untuk memperkuat jembatan antara teori di kampus dengan praktik di lapangan, menciptakan ekosistem pendidikan yang saling mendukung, dan membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa PAI UMM untuk berkontribusi langsung dalam peningkatan mutu pendidikan Islam, khususnya di Bojonegoro. Tidak hanya penutupan magang Mahasiswa Coe, tetapi juga penandatanganan Kerjasama antara PAI dengan PDM Dikdasmen Bojonegoro dan 4 sekolah Muhammadiyah, yaitu SMPM 2 Bojonegoro, SMPM 4 Balen Bojonegoro, MTsM 1 Banjaranyar, dan MIM 26 Mudung Bojonegoro. Dengan ditutupnya program magang CoE dan dibukanya lembaran kerjasama baru, Prodi PAI UMM menunjukkan komitmennya untuk terus memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan.
Kuliah Praktisi Ekonomi Syariah UMM Bahas Peran SIAPIK dalam Akses Pembiayaan UMKM

Malang, 9 Desember 2025 –Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menyelenggarakan kegiatan Kuliah Praktisi sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis pengalaman lapangan. Acara ini menghadirkan narasumber profesional Elviera Dewiyanti Surya Putri, selaku Konsultan PUMKM Bank Indonesia Malang, dengan tema “Peran SIAPIK dalam Menentukan Keputusan Bisnis serta Akses Pembiayaan bagi UMKM.” Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 9 Desember 2025, mulai pukul 08.15 hingga 11.00 WIB, bertempat di Aula GKB 4 Lantai 4, Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Malang. Kuliah praktisi ini ditujukan khusus bagi mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah angkatan 2023. Dalam sesi kuliah ini, narasumber menjelaskan secara mendalam mengenai peran aplikasi SIAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan) yang dikembangkan oleh Bank Indonesia sebagai alat bantu bagi pelaku UMKM dalam mencatat, menganalisis, dan mengambil keputusan bisnis secara lebih tepat. Melalui SIAPIK, UMKM dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan mereka, sehingga mempermudah akses terhadap pembiayaan dari lembaga keuangan, termasuk lembaga keuangan syariah. Selain membahas aspek teknis penggunaan SIAPIK, Elviera juga menekankan pentingnya literasi keuangan dan pencatatan akuntansi sederhana bagi UMKM, agar usaha kecil dan menengah mampu tumbuh berkelanjutan di era digital. Ia mencontohkan bagaimana pelaku usaha yang menerapkan SIAPIK dapat lebih mudah dalam memperoleh kredit usaha rakyat (KUR) dan pembiayaan syariah karena memiliki rekam jejak keuangan yang jelas. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa, terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi aktif mengenai praktik pembiayaan UMKM serta strategi penguatan ekonomi berbasis syariah. Kuliah praktisi ini juga menjadi bagian dari komitmen Prodi Ekonomi Syariah UMM untuk memperkuat kolaborasi dengan lembaga keuangan dan dunia industri melalui kegiatan akademik yang aplikatif. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Ekonomi Syariah tidak hanya memahami teori ekonomi Islam, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam dunia nyata, terutama dalam mendukung pengembangan sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.(Humas Ekos/NS).