Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang kembali menorehkan kebanggaan melalui perjalanan karier salah satu alumninya, Adv. Ahmad Reza Setiawan, S.H, yang kini berkiprah sebagai corporate lawyer dan terlibat dalam berbagai
pekerjaan yang berskala nasional hingga internasional. Perjalanan Reza memberikan gambaran tentang bagaimana lulusan HKI mampu menembus dunia hukum korporasi yang dinamis dan penuh tantangan, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa yang ingin mengikuti jejak serupa. Perjalanan karier Reza dimulai dari ketertarikannya pada dunia bisnis serta bagaimana hukum memainkan peran penting dalam menjaga transparansi dan kepastian bagi perusahaan. Setelah menyelesaikan studi, ia memilih untuk terjun langsung ke dunia praktik melalui magang di sebuah firma hukum yang berfokus pada bidang corporate & commercial practice.

Dari pengalaman awal inilah, Reza banyak belajar tentang legal drafting, teknik negosiasi, dan analisis regulasi yang menjadi fondasi utama pekerjaannya saat ini. Ia mengakui bahwa tantangan terbesar pada awal karier bukanlah pada kompleksitas materinya, melainkan bagaimana ia harus beradaptasi dengan ritme kerja yang sangat cepat dan tuntutan akurasi yang
tinggi.Dunia korporasi bergerak dengan tenggat waktu yang ketat, dokumen yang tebal dan kompleks, serta koordinasi dengan berbagai divisi perusahaan maupun klien. Menjaga kualitas analisis sambil tetap memenuhi target waktu menjadi latihan penting yang membentuk profesionalisme dirinya hingga kini.Dalam menjalani karier sebagai corporate lawyer, Reza merasakan betul bagaimana kompetensi yang ia dapatkan dari HKI UMM memberi kontribusi besar.

Menurutnya, kemampuan analisis yang terbangun melalui pembelajaran logika hukum sangat membantu dalam membaca regulasi, menafsirkan klausul kontrak, hingga melihat risiko hukum dari berbagai perspektif. Selain itu, mata kuliah seperti mediasi dan negosiasi yang selama ini sering dianggap sederhana, ternyata memiliki relevansi kuat dalam dunia komersial. Banyak aktivitas korporasi yang melibatkan komunikasi formal, penyusunan dokumen bisnis, hingga penyelesaian perbedaan kepentingan antar pihak. Fondasi keilmuan inilah yang membantu Reza memahami struktur persoalan dengan lebih sistematis dan komunikatif.

Seiring berkembangnya kariernya, Reza semakin banyak terlibat dalam pekerjaan yang bersentuhan langsung dengan klien asing, dokumen berbahasa Inggris, serta kontrak yang mengacu pada standar internasional. Pengalaman ini menjadi tantangan tersendiri karena melibatkan perbedaan sistem hukum, budaya bisnis, serta ekspektasi klien dari berbagai negara. Untuk menanganinya, Reza menerapkan pendekatan yang lebih komprehensif dengan memperbanyak referensi hukum internasional, memahami standar global dalam penyusunan kontrak, serta memastikan seluruh dokumen tetap sejalan dengan hukum Indonesia. Komunikasi yang jelas, profesional, dan terstruktur menjadi kunci dalam menjalin hubungan kerja dengan klien luar negeri.

Dalam pandangan Reza, seorang lawyer masa kini harus memiliki kemampuan global untuk dapat bersaing di tengah perkembangan dunia bisnis yang semakin terintegrasi. Penguasaan bahasa Inggris profesional menjadi keharusan, terutama dalam proses drafting dan negosiasi. Selain itu, pemahaman mengenai hukum internasional, mekanisme arbitrase, prinsip kontrak common law, serta aspek compliance seperti anti-bribery, anti-money laundering, hingga perlindungan data, merupakan bekal penting untuk memasuki dunia kerja yang berstandar global. Kemampuan berkomunikasi dengan lintas budaya juga menjadi nilai tambah, mengingat hubungan bisnis tidak lagi dibatasi oleh wilayah geografis.

Sebagai alumni HKI, Reza percaya bahwa mahasiswa dan lulusan UMM memiliki peluang besar untuk masuk ke dunia kerja korporasi selama mereka mau membangun kompetensi dan pengalaman sejak awal. Ia menekankan pentingnya portofolio, baik melalui magang, proyek organisasi, maupun kegiatan riset yang relevan. Kemampuan bahasa Inggris juga perlu terus diasah, khususnya dalam legal English dan terminologi bisnis. Menurutnya, dunia hukum korporasi sangat cepat berubah karena pengaruh perkembangan teknologi dan regulasi. Oleh sebab itu, mahasiswa perlu terus memperbarui wawasan tentang isu-isu kontemporer seperti fintech, cybersecurity, privacy law, dan penggunaan artificial intelligence. Selain itu, perlu pula membangun jaringan profesional melalui forum, seminar, maupun komunitas hukum tingkat nasional maupun internasional.
Sebagai penutup, Reza memberikan pesan bagi mahasiswa HKI UMM untuk selalu membuka diri terhadap peluang belajar di luar kelas. Dunia korporasi membutuhkan pribadi yang mampu berpikir kritis, bekerja dengan cepat, namun tetap menjaga profesionalisme. Ia menegaskan bahwa tidak perlu menunggu kesempatan besar untuk memulai langkah; magang kecil, proyek sederhana, atau riset ringan pun dapat menjadi pintu awal menuju karierinternasional. Yang terpenting, menurutnya, adalah membangun karakter yang kuat, integritas,ketelitian, dan kemampuan beradaptasi. Semua itu adalah bekal utama untuk menembus dunia korporasi modern dan bahkan tampil di kancah global.(nm)