
Malang, 24 September 2025 — Tiga mahasiswa angkatan semester 7 dari Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi mengikuti program magang kerja di perusahaan teknologi yang berbasis di Bekasi, yaitu PT Regynet Data Solusindo. Kegiatan magang berlangsung mulai Agustus hingga September 2025.
Adalah Azka Rafi Fauqulizzi, Naufal Syarif Hidayatullah, dan Mochamad Hamim Mahfudi yang memilih magang di bidang teknologi akuntansi di perusahaan tersebut. Dalam masa magang, mereka tidak hanya belajar tentang akuntansi tradisional, tetapi juga dibekali pengetahuan tentang teknologi internet, pemasaran digital, serta perpajakan.
Menurut Azka, materi magang sangat selaras dengan kurikulum yang telah mereka pelajari di kampus. “Kami belajar mengaplikasikan teori akuntansi dan perpajakan, tetapi juga melihat bagaimana teknologi menjadi pendorong dalam berbagai bidang seperti pemasaran digital dan pengelolaan data,” jelasnya.
Center for Future Works: Landasan Magang Inovatif
Program magang ini tak lepas dari dukungan Center for Future Works (CFW) yang dihadirkan oleh Prodi Ekonomi Syariah UMM. CFW memfokuskan pada pengembangan lima kompetensi unggulan:
-
Digital marketing & fintech syariah
-
Perencanaan keuangan syariah
-
Perbankan dan keuangan syariah
-
Industri halal & produk halal
-
Manajemen filantropi
Dengan dukungan dosen yang kompeten di bidang ekonomi Islam serta fasilitas digitalisasi praktikum, mahasiswa diharapkan mampu menjembatani ilmu kampus dengan praktik industri nyata.
Manfaat & Harapan
Melalui program magang ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman teknis, tetapi juga jaringan profesional di dunia industri. Magang seperti ini dapat meningkatkan daya saing lulusan dalam pasar kerja, terutama di era transformasi digital di sektor ekonomi syariah.
Dekan Fakultas Agama Islam UMM menyatakan bahwa upaya seperti magang berbasis teknologi menjadi bagian dari strategi fakultas untuk mendorong agar lulusan lebih siap memasuki dunia industri, terutama dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah.
Lebih jauh lagi, kolaborasi antara universitas dan industri (seperti dengan Regynet Data Solusindo) diharapkan bisa diperluas, tidak hanya di bidang teknologi-akuntansi, tapi juga ke ranah fintech, data analytics, dan riset ekonomi Islam yang lebih maju. (Humas Ekos/NS)