
Malang — Dunia akademik tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga menuntut kemampuan menerapkan ilmu di lapangan. Hal inilah yang dirasakan oleh Bagus Adi Pratama, mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), saat menjalani magang di Mavens IP Consulting, sebuah lembaga konsultan yang bergerak di bidang Kekayaan Intelektual (Intellectual Property/IP). Melalui program Center of Excellence (COE) UMM, Bagus mendapatkan kesempatan untuk bertransformasi dari pembelajar akademik menjadi memahami hukum dalam praktik nyata.
Tugas dan Pengalaman Magang
Selama magang, Bagus terlibat dalam berbagai kegiatan yang mencerminkan luasnya cakupan dunia hukum kekayaan intelektual. Ia bertanggung jawab dalam penyusunan berkas pendaftaran merek dagang, pengecekan dokumen hak cipta, serta pembuatan berkas pendaftaran desain industri dan paten. Selain itu, Bagus juga mempelajari prosedur penyelesaian sengketa HKI, mulai dari tahap mediasi hingga persiapan dokumen hukum. Dalam proses ini, ia harus memahami regulasi nasional serta ketentuan internasional seperti perjanjian TRIPs dan sistem Madrid Protocol. “Magang di Mavens memberikan pengalaman langsung tentang bagaimana perlindungan kekayaan intelektual dijalankan secara profesional, mulai dari proses administratif hingga aspek hukum yang lebih teknis,” jelas Bagus Adi Pratama.
Manfaat dan Pembelajaran
Melalui pengalaman ini, Bagus tidak hanya menguasai aspek hukum tertulis, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, ketelitian administrasi, dan tanggung jawab profesional. Ia belajar memahami bahwa setiap karya—baik berupa logo, desain, musik, maupun inovasi teknologi—memiliki nilai hukum dan ekonomi yang perlu dilindungi.
“Dunia hukum kekayaan intelektual sangat dinamis. Saya belajar pentingnya ketepatan waktu, komunikasi dengan klien, serta kesesuaian dokumen dengan regulasi yang berlaku,” tambahnya.
Adelia Anggita Priskilla, Manager Mavens IP Consulting, menyampaikan apresiasinya terhadap mahasiswa magang dari UMM. “Kami melihat potensi luar biasa dari mahasiswa COE. Mereka datang dengan semangat tinggi, dan kami berupaya memberikan pengalaman kerja yang nyata agar siap terjun ke dunia profesional,” ungkapnya.
Dosen pembimbing, Imroatus Sholihah, juga menegaskan pentingnya sinergi akademik dan praktik. “Program COE UMM hadir untuk memberikan ruang bagi mahasiswa agar bisa belajar langsung dari praktisi. Kolaborasi dengan Mavens menjadi contoh nyata bagaimana kampus menyiapkan lulusan yang kompeten dan berintegritas,” jelasnya.
Sinergi Kampus dan Industri
Program magang ini menjadi bukti nyata keberhasilan sinergi antara COE UMM dan Mavens IP Consulting dalam membentuk ekosistem pembelajaran yang berorientasi pada dunia kerja. Melalui kemitraan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal realitas hukum kekayaan intelektual, berinteraksi dengan klien internasional, dan memahami tantangan industri hukum modern.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran kampus dalam menghasilkan lulusan yang siap menghadapi era profesional, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan dunia hukum di Indonesia.
Profil Institusi
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) — Melalui program Center of Excellence (COE), UMM berkomitmen menyiapkan mahasiswa unggul dan siap kerja dengan menggabungkan pembelajaran akademik dan pengalaman profesional.
Mavens IP Consulting — Lembaga konsultan hukum yang berfokus pada perlindungan kekayaan intelektual, meliputi merek, hak cipta, desain industri, paten, dan penyelesaian sengketa.