Workshop Tugas Akhir 2026 Prodi HKI UMM Bekali Mahasiswa Angkatan 2023 Hadapi Penyusunan Skripsi

Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kegiatan Workshop Tugas Akhir 2026 sebagai bentuk persiapan akademik bagi mahasiswa dalam menghadapi proses penyusunan tugas akhir atau skripsi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026, bertempat di Aula Masjid Lantai 2 dan diikuti oleh mahasiswa HKI angkatan 2023. Workshop ini menjadi salah satu langkah strategis Program Studi HKI dalam membekali mahasiswa dengan pemahaman teknis, administratif, serta keterampilan pendukung yang diperlukan dalam penyusunan tugas akhir. Selain memberikan pemahaman mengenai standar akademik penulisan skripsi, kegiatan ini juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital yang relevan untuk mendukung proses penelitian mahasiswa. Kegiatan workshop menghadirkan dua narasumber, yakni Sekretaris Program Studi HKI, R. Tanzil Fawaiq Sayyaf, S.Sy., M.H., serta tenaga pendidik Program Studi HKI, Risqi Evalina, S.T. Kedua narasumber memberikan materi yang dirancang untuk membantu mahasiswa memahami tahapan penyusunan tugas akhir secara komprehensif. Pada sesi pertama, R. Tanzil Fawaiq Sayyaf, S.Sy., M.H. menyampaikan materi terkait template tugas akhir dan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) dalam penelitian akademik. Dalam paparannya, Tanzil menjelaskan pentingnya mahasiswa memahami format atau template tugas akhir yang telah ditetapkan program studi agar proses penulisan skripsi dapat berjalan lebih sistematis, rapi, dan sesuai standar akademik yang berlaku di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang. Ia menekankan bahwa penggunaan template yang benar akan memudahkan mahasiswa dalam menyusun sistematika penulisan, mulai dari bagian pendahuluan, kajian pustaka, metodologi penelitian, hingga penyusunan daftar pustaka. Dengan memahami format sejak awal, mahasiswa dapat meminimalkan kesalahan teknis dalam penulisan skripsi. Selain membahas template tugas akhir, Tanzil juga mengulas perkembangan penggunaan teknologi AI dalam dunia akademik. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami bahwa AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu penelitian, seperti membantu pencarian ide, menyusun kerangka berpikir, melakukan eksplorasi literatur, hingga memperbaiki tata bahasa dalam penulisan akademik. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa penggunaan AI harus dilakukan secara bijak, etis, dan tetap menjunjung tinggi integritas akademik. “AI dapat menjadi alat bantu yang sangat bermanfaat dalam penelitian, tetapi mahasiswa tetap harus memahami substansi penelitian dan tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi. Integritas akademik tetap menjadi hal utama dalam penyusunan tugas akhir,” ungkapnya di hadapan peserta workshop. Sementara itu, pada sesi kedua, Risqi Evalina, S.T. memberikan sosialisasi mengenai penggunaan Sistem Manajemen Tugas Akhir Universitas Muhammadiyah Malang (SAMANTA). Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai fitur yang tersedia dalam sistem tersebut, mulai dari proses pengajuan judul, monitoring bimbingan, unggah dokumen administrasi, hingga mekanisme pelaksanaan seminar proposal dan ujian tugas akhir. Mahasiswa diberikan pemahaman teknis terkait cara mengakses dan menggunakan sistem SAMANTA secara efektif agar tidak mengalami kendala administratif selama proses penyusunan tugas akhir. Risqi juga menegaskan pentingnya ketelitian mahasiswa dalam mengunggah dokumen dan memperhatikan jadwal akademik yang telah ditentukan. Melalui Workshop Tugas Akhir 2026 ini, mahasiswa HKI angkatan 2023 diharapkan memiliki kesiapan yang lebih matang dalam menghadapi tahapan penyusunan skripsi. Dengan pemahaman mengenai template penulisan, pemanfaatan AI secara tepat, serta penggunaan sistem SAMANTA, mahasiswa diharapkan dapat menyusun tugas akhir secara efektif, berkualitas, dan tepat waktu. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Program Studi HKI UMM dalam mendukung peningkatan kualitas akademik mahasiswa serta menciptakan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia pendidikan dan profesional secara adaptif di era digital. (nd)

Safari Rektor ke Fakultas Agama Islam UMM, Lab Syariah HKI Tampilkan Teleskop Losmandy untuk Pengembangan Astrofotografi

Malang — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan dalam rangka Safari Rektor yang berlangsung dengan penuh semangat akademik dan inovasi. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan berbagai capaian dan fasilitas unggulan yang dimiliki oleh FAI, khususnya Laboratorium Syariah Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI). Dalam kunjungan tersebut, perhatian Rektor dan jajaran pimpinan universitas tertuju pada pengembangan laboratorium berbasis integrasi keilmuan, salah satunya Laboratorium Syariah HKI yang menampilkan inovasi di bidang astronomi Islam. Salah satu fasilitas unggulan yang diperkenalkan adalah teleskop Losmandy yang digunakan sebagai penunjang praktikum dan penelitian di bidang astrofotografi. Kepala Laboratorium Syariah HKI menjelaskan bahwa keberadaan teleskop Losmandy ini merupakan bagian dari upaya penguatan keilmuan falak (astronomi Islam) yang relevan dengan kebutuhan akademik mahasiswa, khususnya dalam memahami penentuan waktu ibadah, arah kiblat, hingga rukyat hilal. Selain itu, penggunaan teleskop ini juga dikembangkan untuk kegiatan astrofotografi sebagai bentuk integrasi antara ilmu agama dan sains modern. Dalam sesi demonstrasi, tim laboratorium memperlihatkan bagaimana teleskop Losmandy digunakan untuk mengamati objek langit sekaligus menghasilkan dokumentasi visual berkualitas tinggi. Kegiatan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis, sehingga mahasiswa dapat langsung merasakan pengalaman observasi astronomi secara nyata. Rektor UMM dalam kunjungannya menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan oleh Fakultas Agama Islam, khususnya dalam mengembangkan laboratorium yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Ia menekankan bahwa integrasi antara ilmu keislaman dan sains merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan zaman, serta memperkuat posisi perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan relevan. “Pengembangan laboratorium seperti ini menunjukkan bahwa Fakultas Agama Islam tidak hanya fokus pada kajian normatif, tetapi juga mampu berinovasi dengan memanfaatkan teknologi modern. Ini adalah langkah maju yang patut diapresiasi,” ujarnya. Safari Rektor ini juga menjadi ajang dialog antara pimpinan universitas dengan civitas akademika FAI UMM. Dalam kesempatan tersebut, berbagai masukan dan gagasan disampaikan untuk mendukung pengembangan fakultas ke depan, baik dari aspek akademik, fasilitas, maupun kolaborasi riset. Pihak Fakultas Agama Islam UMM menyampaikan bahwa kehadiran teleskop Losmandy di Laboratorium Syariah HKI diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran yang inspiratif bagi mahasiswa. Tidak hanya untuk mendukung praktikum falak, tetapi juga untuk membuka peluang penelitian di bidang astrofotografi yang semakin berkembang. Selain itu, pengembangan laboratorium ini juga diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi calon mahasiswa yang memiliki minat dalam bidang astronomi Islam. Dengan fasilitas yang memadai, mahasiswa dapat mengembangkan kompetensi secara lebih optimal dan aplikatif. Kegiatan Safari Rektor ditutup dengan peninjauan fasilitas lainnya serta sesi dokumentasi bersama. Suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi tampak dalam kegiatan tersebut, mencerminkan komitmen bersama dalam memajukan Fakultas Agama Islam UMM sebagai pusat keunggulan dalam integrasi ilmu keislaman dan teknologi. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pimpinan universitas dan fakultas dapat terus terjalin dengan baik, sehingga berbagai inovasi yang telah dirintis dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, khususnya dalam pengembangan keilmuan Islam berbasis teknologi. (nm)

MENGASAH DAYA SAING MAHASISWA MELALUI PERSONAL BRANDING: KULIAH COE PBA UMM HADIRKAN INSPIRASI KEWIRAUSAHAAN

PBA UMM News – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Muhammadiyah Malang kembali menghadirkan kegiatan inspiratif dalam rangka penguatan kompetensi mahasiswa melalui kuliah Center of Excellence (COE) pada mata kuliah Kewirausahaan Bidang Penerjemah. Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu, 15 April 2026, bertempat di Laboratorium Komputer Fakultas Agama Islam (FAI) UMM. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa semester 6 mendapatkan wawasan berharga dari pemateri istimewa, Ibu Novi Puji Lestari, S.E., M.M., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMM. Beliau membawakan materi bertema Personal Branding, yang relevan tidak hanya dalam pengembangan diri, tetapi juga dalam membangun identitas di dunia bisnis, khususnya di bidang penerjemahan. Suasana perkuliahan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan menyenangkan, Novi mampu menghidupkan kelas dan mendorong partisipasi aktif mahasiswa. Setiap penjelasan disimak dengan seksama, mencerminkan semangat belajar yang tinggi dari mahasiswa PBA UMM. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa personal branding merupakan aset penting yang mengintegrasikan kemampuan, pencapaian, serta kepribadian seseorang untuk membentuk citra diri yang kuat di mata publik. Personal branding tidak hanya sekadar dikenal, tetapi juga menjadi sarana untuk memperluas jaringan, meningkatkan kepercayaan, serta membangun reputasi yang berkelanjutan. Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya memiliki added value atau nilai tambah sebagai pembeda di tengah persaingan yang semakin ketat. Mahasiswa, khususnya yang bergerak di bidang penerjemahan dan kebahasaan, diharapkan mampu menciptakan identitas unik yang melekat dan mudah diingat. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi pelaku, tetapi juga menjadi brand itu sendiri. Selain itu, kesadaran diri (self-awareness) juga menjadi poin penting yang disampaikan. Mahasiswa diajak untuk mengenali kekuatan, memahami kelemahan, serta menggali potensi diri sebagai langkah awal untuk terus bertumbuh dan berkembang, baik secara personal maupun profesional. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen PBA UMM dalam membekali mahasiswa tidak hanya dengan kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. Melalui kuliah COE ini, diharapkan mahasiswa mampu menjadi generasi yang adaptif, kreatif, dan memiliki daya saing tinggi di bidang penerjemahan maupun kewirausahaan. [NS & ATy]

SD Muhammadiyah 5 Jombang Terima Materi “Smart Teaching & Digital Revolution” dari Tim Humas FAI UMM

Malang , SD Muhammadiyah 5 Jombang mendapatkan pengalaman edukatif melalui kegiatan workshop bertajuk Smart Teaching & Digital Revolution yang diselenggarakan oleh Tim Humas Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), pada Selasa, 21 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang Fakultas Agama Islam UMM dan diikuti dengan penuh antusias oleh para guru serta perwakilan peserta dari SD Muhammadiyah 5 Jombang. Workshop ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan edukatif yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital. Dalam kegiatan ini, Tim Humas FAI UMM menghadirkan materi yang relevan dengan perkembangan teknologi pendidikan, khususnya dalam mendukung proses belajar mengajar yang lebih inovatif dan adaptif. Materi pertama disampaikan oleh R. Tanzil Fawaiq Sayyaf, M.H., yang mengangkat tema “Smart Teaching for Smart Generation”. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya guru untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pengembangan bahan ajar. Guru tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan efektif bagi siswa.     Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Nabila Malik Putri A., M.H., yang membahas tentang “Digital Teaching Revolution”. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk mempraktikkan pembuatan media pembelajaran berbasis digital, seperti presentasi interaktif, infografis, hingga desain poster edukatif. Materi ini disambut dengan antusias karena memberikan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Workshop ini dipandu oleh Imroatus Solihah, M.H., yang bertindak sebagai moderator. Dengan suasana yang interaktif dan komunikatif, kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat. Para peserta aktif berpartisipasi, baik dalam sesi diskusi maupun praktik langsung, sehingga tercipta suasana belajar yang dinamis dan menyenangkan. Pihak SD Muhammadiyah 5 Jombang menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Mereka menilai bahwa workshop ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi guru, terutama dalam menghadapi tuntutan pembelajaran di era digital yang terus berkembang. Diharapkan, ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Sementara itu, Tim Humas FAI UMM menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di lingkungan sekolah Muhammadiyah. Melalui kegiatan pengabdian seperti ini, FAI UMM berupaya untuk terus menjalin sinergi dengan lembaga pendidikan dasar dan menengah dalam rangka mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing. Kegiatan workshop ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai bentuk kenang-kenangan atas terselenggaranya kegiatan ini. Suasana keakraban dan semangat kolaborasi tampak jelas dalam momen tersebut, mencerminkan keberhasilan kegiatan yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga inspiratif. Melalui workshop Smart Teaching & Digital Revolution ini, diharapkan para guru SD Muhammadiyah 5 Jombang dapat semakin siap dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital, serta mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. (nm)

Sosialisasi Magang Industri COE Corporate Law School Prodi HKI UMM: Membangun Peluang Karier Mahasiswa di Dunia Legal Korporasi

Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesiapan karier mahasiswa melalui penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi Magang Industri COE Corporate Law School (CLS) Prodi HKI UMM. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom pada Kamis, 14 Mei 2026 dan diikuti oleh mahasiswa Center of Excellence (COE) HKI Batch 3. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman awal kepada mahasiswa mengenai pelaksanaan magang industri sebagai bagian penting dari penguatan kompetensi profesional mahasiswa, khususnya dalam bidang hukum korporasi (corporate law). Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki gambaran yang lebih jelas terkait arah pengembangan karier serta kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Dalam kegiatan tersebut, hadir dua narasumber utama, yakni Ketua Program Studi HKI, Sony Zakaria, S.Sy., M.H., serta Sekretaris Program Studi HKI sekaligus Person in Charge (PIC) COE Corporate Law School, R. Tanzil Fawaiq Sayyaf, S.Sy., M.H. Pada sesi pertama, Sony Zakaria, S.Sy., M.H. menyampaikan pentingnya menjadikan program magang industri sebagai langkah awal bagi mahasiswa COE untuk memasuki dunia kerja profesional. Menurutnya, pengalaman magang tidak hanya menjadi sarana pembelajaran praktis, tetapi juga dapat membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk mendapatkan pekerjaan di bidang hukum korporasi, baik sebagai corporate lawyer maupun staf legal di berbagai perusahaan dan lembaga. Ia menegaskan bahwa mahasiswa perlu memanfaatkan kesempatan magang industri dengan maksimal sebagai media membangun pengalaman, jejaring profesional, dan penguatan kapasitas diri. “Magang industri harus dipandang sebagai langkah awal mahasiswa COE untuk mendapatkan peluang karier di bidang corporate lawyer maupun staf legal. Pengalaman di lapangan menjadi modal penting untuk menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya,” jelasnya. Lebih lanjut, Sony juga menyampaikan bahwa tantangan pengembangan COE Corporate Law School ke depan akan semakin kompleks. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama dan sinergi yang kuat antara mahasiswa, dosen, praktisi, hingga mitra industri agar program ini dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kompetensi mahasiswa. Menurutnya, keberadaan COE CLS di lingkungan Prodi HKI diharapkan mampu menjadi jembatan yang mendekatkan mahasiswa dengan dunia kerja profesional. Dengan adanya program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan akademik, tetapi juga kesempatan untuk terhubung langsung dengan kebutuhan industri hukum yang terus berkembang. Sementara itu, pada sesi kedua, R. Tanzil Fawaiq Sayyaf, S.Sy., M.H. memberikan penjelasan terkait aspek teknis pelaksanaan magang industri bagi mahasiswa COE HKI Batch 3. Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif mahasiswa dalam membangun jejaring dengan berbagai mitra industri secara mandiri sebagai strategi memperluas peluang kerja di masa depan. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki inisiatif untuk mencari dan menjalin komunikasi dengan calon mitra tempat magang. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperbesar kesempatan memperoleh pengalaman kerja yang relevan sekaligus membuka akses terhadap peluang rekrutmen setelah masa studi selesai. Selain itu, Tanzil juga menjelaskan berbagai persiapan teknis magang industri yang harus dipahami mahasiswa, mulai dari mekanisme pelaksanaan, administrasi, hingga etika profesional selama menjalani program magang. Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa COE HKI Batch 3 diharapkan dapat memahami pentingnya program magang industri sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik dan profesional. Dengan dukungan sinergi antara kampus, mahasiswa, praktisi, dan mitra industri, COE Corporate Law School Prodi HKI UMM diharapkan mampu mencetak lulusan yang unggul, kompetitif, dan siap berkontribusi di dunia hukum korporasi. (nd)

Konsistensi Akademik Prof. Ishomuddin: Panelis Terbanyak dalam Diskusi Daring Internasional tentang Islam Cetak Rekor MURI

  Guru Besar Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI UMM), Ishomuddin, kembali mencatatkan prestasi membanggakan melalui kontribusinya dalam forum diskusi internasional bertajuk International Deliberation on Islam. Ia tercatat sebagai panelis berkesinambungan terbanyak dalam forum tersebut, dengan total keikutsertaan mencapai 97 kali sejak tahun 2018 hingga saat ini. Kegiatan diskusi ini diselenggarakan secara daring setiap dua minggu sekali oleh organisasi nasional Jam’iyyatul Islamiyah. Forum ini menjadi wadah pertukaran gagasan, pemikiran, serta kajian keislaman yang melibatkan peserta dari berbagai latar belakang, baik dari tingkat lokal, nasional, hingga internasional. Keikutsertaan Prof. Ishomuddin secara konsisten menunjukkan dedikasi tinggi dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan berwawasan luas. Sebagai seorang akademisi yang mendalami sosiologi masyarakat Islam, Prof. Ishomuddin menjadikan forum ini sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Tidak hanya sebagai sarana berbagi ilmu, tetapi juga sebagai media untuk memperkuat dialog lintas budaya dan pemahaman keislaman di tingkat global. “Diskusi dan penyebaran ilmu tentang Islam merupakan tanggung jawab bersama, baik individu maupun organisasi,” menjadi prinsip yang terus dipegang dalam setiap keterlibatannya. Konsistensi dalam mengikuti forum internasional ini menjadi bukti komitmen Prof. Ishomuddin dalam dunia akademik dan dakwah intelektual. Ia tidak hanya aktif sebagai panelis, tetapi juga mampu menghadirkan perspektif yang relevan dengan perkembangan zaman, khususnya dalam menghadapi tantangan globalisasi dan dinamika sosial umat Islam. Sebelum meraih capaian sebagai panelis terbanyak, Prof. Ishomuddin juga dikenal sebagai dosen berprestasi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang. Ia pernah meraih penghargaan sebagai dosen dengan Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) terbanyak. Prestasi tersebut merupakan hasil dari ketekunannya dalam meneliti, menulis, dan mengembangkan berbagai karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Sejak tahun 2013, Prof. Ishomuddin telah menghasilkan sekitar 100 karya yang tercatat sebagai Hak Kekayaan Intelektual. Karya-karya tersebut meliputi pamflet, leaflet, hingga buku yang berfokus pada kajian sosial keislaman. Selain itu, tulisannya juga banyak dipublikasikan di berbagai jurnal nasional dan internasional, yang semakin memperkuat posisinya sebagai akademisi produktif. Aktivitas meneliti, mengajar, dan mengabdi kepada masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan akademiknya. Ia meyakini bahwa ilmu pengetahuan harus terus disebarluaskan agar dapat memberikan manfaat yang nyata. Melalui berbagai forum, baik nasional maupun internasional, ia terus berupaya menghadirkan pemikiran yang konstruktif dan solutif bagi umat. Capaian sebagai panelis berkesinambungan terbanyak dalam forum International Deliberation on Islam bukan hanya sekadar angka, tetapi mencerminkan dedikasi, konsistensi, serta komitmen dalam menyebarkan ilmu dan nilai-nilai Islam. Hal ini juga menjadi inspirasi bagi kalangan akademisi lainnya untuk terus aktif berkontribusi dalam forum ilmiah, baik di tingkat nasional maupun global. Dengan rekam jejak yang kuat dalam bidang akademik dan pengabdian, Prof. Ishomuddin diharapkan dapat terus memberikan kontribusi positif, tidak hanya bagi Universitas Muhammadiyah Malang, tetapi juga bagi perkembangan pemikiran Islam di dunia internasional. (ik)

Dua Mahasiswi UMM Raih Emas di Paku Bumi Championship 2026, Bukti Disiplin dan Semangat Juang Tinggi

Dua mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengukir prestasi membanggakan di kancah nasional. Balqies Al Mulkiyah, mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam angkatan 2023, bersama Rosyidatul Hasanah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam angkatan 2025, berhasil meraih medali emas dalam ajang Paku Bumi Championship 2026 pada kategori Seni Ganda Putri. Keberhasilan ini tidak diraih secara instan. Keduanya menjalani persiapan yang disiplin dan terstruktur dengan berlatih setiap hari, baik pada sore maupun malam hari. Lokasi latihan dilakukan secara bergantian di sport center (SC) maupun di lapangan. Balqies mengungkapkan bahwa sebelum memulai latihan, ia selalu menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya terlebih dahulu agar dapat fokus penuh saat berlatih. Rangkaian latihan yang dilakukan meliputi pemanasan, peningkatan kelincahan, ketahanan fisik, hingga ketangkasan gerakan. “Bagi saya, kuliah tetap menjadi prioritas utama. Namun, saya juga tidak meninggalkan tanggung jawab saya di Tapak Suci. Karena itu, kemampuan mengatur waktu menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya. Hal ini menunjukkan komitmen keduanya dalam menjaga keseimbangan antara akademik dan non-akademik. Dalam prosesnya, berbagai kendala juga sempat mereka hadapi. Rasa lelah, malas, serta tekanan dari tenggat waktu tugas kuliah menjadi tantangan yang tidak mudah. Balqies mengaku pernah mengalami kesulitan dalam membagi waktu antara latihan dan kewajiban akademik. Namun, berkat dukungan dari pelatih dan rekan-rekan di Tapak Suci, ia mampu melewati masa tersebut. “Rasa malas dan capek itu pasti datang. Tapi saya selalu mengingat orang tua dan perjuangan saya selama ini, itu yang membuat saya kembali semangat untuk latihan,” tambahnya. Motivasi internal tersebut menjadi kunci dalam menjaga konsistensi hingga mencapai hasil maksimal. Pengalaman mengikuti kejuaraan ini juga menjadi momen berharga bagi keduanya. Balqies mengungkapkan bahwa ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti lomba tingkat nasional sejak menjadi mahasiswa UMM. Sebelumnya, ia hanya mengikuti kejuaraan antar sekolah dan tingkat regional. Rasa gugup, takut, hingga kekhawatiran akan kemungkinan hal-hal tak terduga sempat dirasakan menjelang pertandingan. Selain itu, melihat banyaknya peserta dengan kemampuan tinggi juga sempat membuatnya merasa tertekan. Namun, hal tersebut justru menjadi pemicu untuk terus berkembang. “Saya jadi sadar bahwa masih banyak orang yang jauh lebih hebat. Itu membuat saya harus lebih giat lagi dalam berlatih,” ungkapnya. Prestasi yang diraih di ajang Paku Bumi Championship 2026 ini semakin melengkapi catatan prestasi Balqies sebelumnya. Saat masih di bangku SMA, ia pernah meraih Juara 2 kategori tanding tingkat nasional IPSI di Polinema Malang, serta Juara 3 kategori seni solo kreatif antar sekolah. Kini, medali emas di kategori Seni Ganda Putri menjadi pencapaian penting dalam perjalanan kariernya di dunia pencak silat. Ke depan, Balqies dan Rosyidatul berharap prestasi ini dapat menjadi awal yang baik untuk meraih pencapaian-pencapaian berikutnya. Mereka berkomitmen untuk terus berlatih dan mengikuti berbagai kompetisi selama masa perkuliahan. Tidak hanya itu, mereka juga berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi. “Semoga dengan prestasi pertama ini saya bisa lebih semangat lagi untuk berlatih dan mengikuti lomba. Dan saya juga berharap bisa memotivasi banyak orang agar terus berkembang dan tidak mudah menyerah,” tutup Balqies. Prestasi yang diraih kedua mahasiswi ini menjadi bukti bahwa dengan disiplin, manajemen waktu yang baik, serta tekad yang kuat, mahasiswa mampu meraih kesuksesan baik di bidang akademik maupun non-akademik. (ik)

Semangat dan Konsistensi Nurdin Doni Tupen Al-Rusli: Mahasiswa FAI UMM Berprestasi Menuju Atlet Profesional

  Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI UMM) angkatan 2025, Nurdin Doni Tupen Al-Rusli, terus menunjukkan komitmennya dalam dunia olahraga bela diri melalui berbagai persiapan matang dan pengalaman bertanding yang berharga. Dalam upayanya menghadapi berbagai ajang perlombaan, Nurdin menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara fisik, mental, dan spiritual. Dalam kesehariannya, Nurdin mempersiapkan diri dengan menjaga kesehatan, berdoa, serta menjalani latihan secara rutin. Ia mengatur jadwal latihan sebanyak satu hingga dua kali dalam sehari, khususnya dari hari Senin hingga Jumat. Disiplin dan sikap istiqamah menjadi kunci utama yang selalu ia pegang dalam menjalani proses tersebut. Baginya, konsistensi latihan bukan hanya soal fisik, tetapi juga membangun mental yang kuat untuk menghadapi kompetisi. Namun, perjalanan Nurdin tidak selalu berjalan mulus. Ia mengakui adanya berbagai kendala yang harus dihadapi selama menjalani latihan. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan waktu akibat padatnya aktivitas di luar latihan. Selain itu, kendala transportasi juga menjadi hambatan yang cukup signifikan. Karena belum memiliki kendaraan pribadi, ia terkadang mengalami keterlambatan, terutama ketika lokasi latihan berada di luar kampus dengan jarak yang cukup jauh. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berlatih dan berkembang. Di balik berbagai tantangan tersebut, Nurdin telah memperoleh banyak pengalaman berharga, khususnya dalam hal bertanding. Ia mengungkapkan bahwa salah satu hal tersulit adalah melawan rasa takut dan keraguan saat berada di arena. Namun, melalui proses tersebut, ia belajar untuk lebih percaya diri dan yakin terhadap kemampuan diri sendiri. Tidak hanya itu, dunia pertandingan juga memberinya kesempatan untuk menjalin relasi baru. Lawan yang awalnya dianggap sebagai musuh, justru bisa menjadi teman yang saling berbagi ilmu dan pengalaman. Prestasi yang telah diraih Nurdin menjadi bukti dari kerja keras dan dedikasinya. Ia berhasil meraih Juara 2 dalam Koni Cup Batu V, Juara 1 dalam Batu Championship 2, Juara 3 dalam Malang Championship 2, Juara 2 dalam Malang Championship 3, serta Juara 2 dalam Kejuaraan Daerah Tapak Suci. Deretan prestasi ini menunjukkan bahwa ia memiliki potensi besar untuk terus berkembang di tingkat yang lebih tinggi. Ke depan, Nurdin memiliki harapan besar untuk meningkatkan kemampuannya. Ia bercita-cita dapat mengikuti berbagai perlombaan baik di tingkat nasional maupun internasional. Tidak hanya itu, ia juga berharap bisa menjadi atlet profesional yang mampu membawa nama baik diri sendiri, kampus, dan keluarga. Dengan semangat, kerja keras, serta tekad yang kuat, Nurdin optimis dapat meraih impian tersebut. Perjalanan Nurdin Doni Tupen Al-Rusli menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi. Justru dengan disiplin, konsistensi, dan keyakinan, setiap tantangan dapat diubah menjadi peluang untuk meraih kesuksesan. (ik)

Nuzulul Qur’an Bukan Sekadar Seremonial, Dosen UMM Ajak Umat Hidupkan Nilai Al-Qur’an di Tengah Krisis Moral

Peringatan Nuzulul Qur’an pada bulan Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai tradisi keagamaan, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi umat Islam untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman kehidupan. Momentum ini dinilai penting untuk meneguhkan kembali peran Al-Qur’an dalam membimbing kehidupan spiritual sekaligus sosial umat. Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang (PBA UMM), Dr. Ahmad Fatoni, Lc., M.Ag., menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an seharusnya tidak berhenti pada aspek seremonial semata. Menurutnya, peristiwa turunnya wahyu pertama justru menjadi pengingat agar umat Islam terus menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. “Nilai-nilai Qur’ani memiliki potensi transformatif dalam membangun kehidupan yang lebih adil, beretika, dan berkeadaban,” ujarnya. Secara etimologis, Fatoni menjelaskan bahwa istilah Nuzulul Qur’an berasal dari kata Arab nazala yang berarti “turun”, sedangkan Al-Qur’an berasal dari kata qara’a yang bermakna “bacaan”. Istilah tersebut merujuk pada peristiwa turunnya wahyu Allah kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi umat manusia. Peristiwa itu dimulai dengan turunnya wahyu pertama berupa Surah Al-‘Alaq ayat 1–5 kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril. Dalam kajian Ulumul Qur’an, turunnya wahyu dipahami sebagai proses penyampaian firman Allah kepada Nabi Muhammad, baik secara sekaligus maupun bertahap sesuai dengan kebutuhan dakwah pada masa itu. “Peristiwa ini menandai dimulainya risalah kenabian Nabi Muhammad SAW,” jelasnya. Mayoritas ulama tafsir juga berpendapat bahwa Nuzulul Qur’an terjadi pada malam 17 Ramadhan, sekitar tahun ke-13 sebelum Hijrah, ketika Nabi Muhammad SAW berusia 40 tahun. Peristiwa tersebut berlangsung di Gua Hira, Makkah, tempat Nabi melakukan perenungan spiritual sebelum menerima wahyu pertama. Ia menambahkan bahwa turunnya Al-Qur’an secara bertahap memiliki hikmah besar, salah satunya untuk memperkuat spiritualitas Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan misi kenabian serta memudahkan umat memahami ajaran Al-Qur’an secara kontekstual sesuai kondisi sosial masyarakat saat itu. “Proses turunnya wahyu yang bertahap memudahkan umat Islam memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an,” katanya. Karena itu, ia mengajak umat Islam menjadikan momentum Nuzulul Qur’an sebagai sarana memperkuat hubungan spiritual dengan Allah melalui peningkatan kualitas ibadah, memperbanyak tilawah, memahami tafsir Al-Qur’an, serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Nuzulul Qur’an tidak hanya dipahami sebagai peristiwa historis dalam perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai pengingat bagi umat Islam untuk terus menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah berbagai tantangan kehidupan modern.(*/ARM)

FAI UMM Terima Kunjungan Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Ponorogo, Perkuat Silaturahmi dan Rencana Edukasi Santri

Malang – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran pengurus Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Ponorogo pada Jumat, 10 April 2026. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membahas rencana kegiatan edukatif bagi para santri. Rombongan pengurus Pondok Pesantren Walisongo Ngabar disambut langsung oleh pimpinan FAI UMM bersama jajaran dosen. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sejak awal pertemuan, mencerminkan hubungan historis dan emosional yang telah terjalin antara kedua institusi pendidikan Islam tersebut. Menariknya, dalam penyambutan tersebut turut hadir salah satu dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) FAI UMM yang merupakan alumni dari Pondok Pesantren Walisongo Ngabar. Kehadiran alumni ini menjadi jembatan emosional yang semakin mempererat komunikasi dan membangun kedekatan antara kedua pihak. Agenda utama dalam kunjungan ini adalah silaturahmi serta pembahasan rencana kunjungan santri Pondok Pesantren Walisongo Ngabar ke FAI UMM yang dijadwalkan berlangsung pada 29 April 2026. Rencana ini disambut dengan penuh antusias oleh kedua belah pihak sebagai bentuk kolaborasi dalam pengenalan dunia perguruan tinggi kepada para santri. Dalam pertemuan tersebut, pimpinan Pondok Pesantren Walisongo Ngabar menyampaikan harapan agar kunjungan santri nantinya dapat memberikan wawasan baru terkait pendidikan tinggi, khususnya di lingkungan Fakultas Agama Islam UMM. Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi para santri untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi serta mengenal lebih dekat suasana akademik di perguruan tinggi. Sementara itu, Dekan FAI UMM menyampaikan apresiasi dan sambutan hangat atas kunjungan silaturahmi tersebut. Ia menegaskan bahwa FAI UMM senantiasa terbuka bagi siapa saja, baik dari kalangan pesantren, sekolah, maupun masyarakat umum, yang ingin melakukan kunjungan edukatif maupun menjalin kerja sama. “FAI UMM dengan senang hati menerima kunjungan dari Pondok Pesantren Walisongo Ngabar. Kami terbuka untuk siapa saja yang ingin mengenal lebih dekat dunia akademik di kampus kami, termasuk para santri yang memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan,” ujarnya. Lebih lanjut, Dekan juga menambahkan bahwa kegiatan kunjungan santri nantinya akan dikemas secara edukatif dan inspiratif, dengan menghadirkan berbagai sesi pengenalan program studi, lingkungan kampus, serta peluang pengembangan diri yang dapat ditempuh oleh para mahasiswa. Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka peluang sinergi yang lebih luas antara pesantren dan perguruan tinggi. Kolaborasi semacam ini dinilai penting dalam menciptakan kesinambungan pendidikan, khususnya dalam membangun generasi muslim yang unggul, berilmu, dan berakhlak. Dengan adanya rencana kunjungan santri pada akhir April mendatang, diharapkan hubungan antara Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Ponorogo dan FAI UMM semakin erat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan inspirasi bagi para santri untuk terus mengembangkan potensi diri dan berkontribusi di tengah masyarakat. FAI UMM terus berkomitmen untuk menjadi ruang terbuka bagi kolaborasi pendidikan dan pengembangan keilmuan Islam, baik di tingkat lokal maupun nasional. Kunjungan ini menjadi salah satu bukti nyata dari upaya tersebut dalam memperluas jejaring dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan Islam. (ik)