
Dua mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengukir prestasi membanggakan di kancah nasional. Balqies Al Mulkiyah, mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam angkatan 2023, bersama Rosyidatul Hasanah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam angkatan 2025, berhasil meraih medali emas dalam ajang Paku Bumi Championship 2026 pada kategori Seni Ganda Putri.
Keberhasilan ini tidak diraih secara instan. Keduanya menjalani persiapan yang disiplin dan terstruktur dengan berlatih setiap hari, baik pada sore maupun malam hari. Lokasi latihan dilakukan secara bergantian di sport center (SC) maupun di lapangan. Balqies mengungkapkan bahwa sebelum memulai latihan, ia selalu menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya terlebih dahulu agar dapat fokus penuh saat berlatih. Rangkaian latihan yang dilakukan meliputi pemanasan, peningkatan kelincahan, ketahanan fisik, hingga ketangkasan gerakan.
“Bagi saya, kuliah tetap menjadi prioritas utama. Namun, saya juga tidak meninggalkan tanggung jawab saya di Tapak Suci. Karena itu, kemampuan mengatur waktu menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya. Hal ini menunjukkan komitmen keduanya dalam menjaga keseimbangan antara akademik dan non-akademik. Dalam prosesnya, berbagai kendala juga sempat mereka hadapi. Rasa lelah, malas, serta tekanan dari tenggat waktu tugas kuliah menjadi tantangan yang tidak mudah. Balqies mengaku pernah mengalami kesulitan dalam membagi waktu antara latihan dan kewajiban akademik. Namun, berkat dukungan dari pelatih dan rekan-rekan di Tapak Suci, ia mampu melewati masa tersebut.
“Rasa malas dan capek itu pasti datang. Tapi saya selalu mengingat orang tua dan perjuangan saya selama ini, itu yang membuat saya kembali semangat untuk latihan,” tambahnya. Motivasi internal tersebut menjadi kunci dalam menjaga konsistensi hingga mencapai hasil maksimal.
Pengalaman mengikuti kejuaraan ini juga menjadi momen berharga bagi keduanya. Balqies mengungkapkan bahwa ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti lomba tingkat nasional sejak menjadi mahasiswa UMM. Sebelumnya, ia hanya mengikuti kejuaraan antar sekolah dan tingkat regional. Rasa gugup, takut, hingga kekhawatiran akan kemungkinan hal-hal tak terduga sempat dirasakan menjelang pertandingan. Selain itu, melihat banyaknya peserta dengan kemampuan tinggi juga sempat membuatnya merasa tertekan. Namun, hal tersebut justru menjadi pemicu untuk terus berkembang. “Saya jadi sadar bahwa masih banyak orang yang jauh lebih hebat. Itu membuat saya harus lebih giat lagi dalam berlatih,” ungkapnya.
Prestasi yang diraih di ajang Paku Bumi Championship 2026 ini semakin melengkapi catatan prestasi Balqies sebelumnya. Saat masih di bangku SMA, ia pernah meraih Juara 2 kategori tanding tingkat nasional IPSI di Polinema Malang, serta Juara 3 kategori seni solo kreatif antar sekolah. Kini, medali emas di kategori Seni Ganda Putri menjadi pencapaian penting dalam perjalanan kariernya di dunia pencak silat. Ke depan, Balqies dan Rosyidatul berharap prestasi ini dapat menjadi awal yang baik untuk meraih pencapaian-pencapaian berikutnya. Mereka berkomitmen untuk terus berlatih dan mengikuti berbagai kompetisi selama masa perkuliahan. Tidak hanya itu, mereka juga berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi.
“Semoga dengan prestasi pertama ini saya bisa lebih semangat lagi untuk berlatih dan mengikuti lomba. Dan saya juga berharap bisa memotivasi banyak orang agar terus berkembang dan tidak mudah menyerah,” tutup Balqies. Prestasi yang diraih kedua mahasiswi ini menjadi bukti bahwa dengan disiplin, manajemen waktu yang baik, serta tekad yang kuat, mahasiswa mampu meraih kesuksesan baik di bidang akademik maupun non-akademik. (ik)