
Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kegiatan Workshop Tugas Akhir 2026 sebagai bentuk persiapan akademik bagi mahasiswa dalam menghadapi proses penyusunan tugas akhir atau skripsi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026, bertempat di Aula Masjid Lantai 2 dan diikuti oleh mahasiswa HKI angkatan 2023.
Workshop ini menjadi salah satu langkah strategis Program Studi HKI dalam membekali mahasiswa dengan pemahaman teknis, administratif, serta keterampilan pendukung yang diperlukan dalam penyusunan tugas akhir. Selain memberikan pemahaman mengenai standar akademik penulisan skripsi, kegiatan ini juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital yang relevan untuk mendukung proses penelitian mahasiswa.
Kegiatan workshop menghadirkan dua narasumber, yakni Sekretaris Program Studi HKI, R. Tanzil Fawaiq Sayyaf, S.Sy., M.H., serta tenaga pendidik Program Studi HKI, Risqi Evalina, S.T. Kedua narasumber memberikan materi yang dirancang untuk membantu mahasiswa memahami tahapan penyusunan tugas akhir secara komprehensif.
Pada sesi pertama, R. Tanzil Fawaiq Sayyaf, S.Sy., M.H. menyampaikan materi terkait template tugas akhir dan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) dalam penelitian akademik. Dalam paparannya, Tanzil menjelaskan pentingnya mahasiswa memahami format atau template tugas akhir yang telah ditetapkan program studi agar proses penulisan skripsi dapat berjalan lebih sistematis, rapi, dan sesuai standar akademik yang berlaku di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang.

Ia menekankan bahwa penggunaan template yang benar akan memudahkan mahasiswa dalam menyusun sistematika penulisan, mulai dari bagian pendahuluan, kajian pustaka, metodologi penelitian, hingga penyusunan daftar pustaka. Dengan memahami format sejak awal, mahasiswa dapat meminimalkan kesalahan teknis dalam penulisan skripsi.
Selain membahas template tugas akhir, Tanzil juga mengulas perkembangan penggunaan teknologi AI dalam dunia akademik. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami bahwa AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu penelitian, seperti membantu pencarian ide, menyusun kerangka berpikir, melakukan eksplorasi literatur, hingga memperbaiki tata bahasa dalam penulisan akademik. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa penggunaan AI harus dilakukan secara bijak, etis, dan tetap menjunjung tinggi integritas akademik.
“AI dapat menjadi alat bantu yang sangat bermanfaat dalam penelitian, tetapi mahasiswa tetap harus memahami substansi penelitian dan tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi. Integritas akademik tetap menjadi hal utama dalam penyusunan tugas akhir,” ungkapnya di hadapan peserta workshop.
Sementara itu, pada sesi kedua, Risqi Evalina, S.T. memberikan sosialisasi mengenai penggunaan Sistem Manajemen Tugas Akhir Universitas Muhammadiyah Malang (SAMANTA). Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai fitur yang tersedia dalam sistem tersebut, mulai dari proses pengajuan judul, monitoring bimbingan, unggah dokumen administrasi, hingga mekanisme pelaksanaan seminar proposal dan ujian tugas akhir.
Mahasiswa diberikan pemahaman teknis terkait cara mengakses dan menggunakan sistem SAMANTA secara efektif agar tidak mengalami kendala administratif selama proses penyusunan tugas akhir. Risqi juga menegaskan pentingnya ketelitian mahasiswa dalam mengunggah dokumen dan memperhatikan jadwal akademik yang telah ditentukan.
Melalui Workshop Tugas Akhir 2026 ini, mahasiswa HKI angkatan 2023 diharapkan memiliki kesiapan yang lebih matang dalam menghadapi tahapan penyusunan skripsi. Dengan pemahaman mengenai template penulisan, pemanfaatan AI secara tepat, serta penggunaan sistem SAMANTA, mahasiswa diharapkan dapat menyusun tugas akhir secara efektif, berkualitas, dan tepat waktu.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Program Studi HKI UMM dalam mendukung peningkatan kualitas akademik mahasiswa serta menciptakan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia pendidikan dan profesional secara adaptif di era digital. (nd)