HKI UMM Antarkan Mahasiswa Magang CoE CLS ke Kantor Mavens IP Consulting Service

Pererat Kerjasama, FAI UMM Dorong Mahasiswa Siap Terjun di Dunia Profesional HAKI Malang – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam memfasilitasi mahasiswa untuk belajar langsung di dunia kerja. Pada Selasa, 29 Juli 2025, FAI UMM secara resmi mengantarkan mahasiswa program unggulan Center of Excellence (CoE) Corporate Law Firm (CLS) untuk memulai kegiatan magang di Kantor Mavens Intellectual Property Consulting Service, sebuah kantor konsultan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) terkemuka di Kota Malang. Kegiatan pengantaran ini dilakukan langsung oleh Dosen Pendamping Lapang, Imroatus Solihah, S.H., S.Sy., M.H. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapannya agar mahasiswa dapat memperoleh pengalaman kerja yang bermakna, serta mengasah keterampilan hukum praktis khususnya di bidang kekayaan intelektual. “Mahasiswa kami kami titipkan untuk benar-benar digembleng dan ditempa dengan pengalaman nyata di dunia kerja, khususnya di bidang hukum kekayaan intelektual yang menjadi fokus Mavens IP Consulting Service. Kami berharap kerjasama ini tidak hanya berhenti pada magang, tetapi dapat berlanjut dalam bentuk Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Arrangement (IA) ke depan. Tentu harapan kami yang terbesar, mahasiswa CoE CLS FAI UMM dapat diserap menjadi tenaga profesional di Mavens setelah lulus,” tutur Imroatus Solihah di hadapan tim Mavens dan mahasiswa peserta magang. Profesionalisme Mavens IP Consulting Service di Bidang HAKI Dalam kesempatan yang sama, Konsultan HAKI senior dari Mavens Intellectual Property Consulting Service, Moh. Fahrial Amrulla, S.H., M.H., turut menyambut kehadiran para mahasiswa dengan antusias. Dalam penjelasannya, Fahrial menyampaikan bahwa dunia kerja khususnya di bidang HAKI menuntut profesionalisme tinggi, ketelitian, dan pemahaman mendalam mengenai regulasi dan praktik kekayaan intelektual baik di level nasional maupun internasional. “Di Kota Malang, hanya ada tiga konsultan HAKI resmi yang aktif, dan saya salah satunya. Artinya, kesempatan untuk belajar langsung di kantor seperti Mavens ini adalah peluang langka. Di sini kami telah terbiasa menangani klien dari berbagai sektor, baik individu kreatif, perusahaan lokal, hingga institusi yang ingin melindungi merek dagang, paten, hak cipta, dan desain industri mereka. Kami harap adik-adik mahasiswa dapat belajar secara maksimal, dan tidak hanya memahami teori, tapi juga praktik profesional dalam melayani klien,” ujar Fahrial. Ia menambahkan, Mavens Intellectual Property Consulting Service berkomitmen untuk memberikan pengalaman terbaik bagi mahasiswa magang agar mereka memiliki kesiapan mental dan kompetensi untuk bersaing di dunia kerja yang kompetitif, terutama di ranah hukum kekayaan intelektual yang semakin vital di era digital. Mahasiswa Senang dan Antusias Magang di Mavens Tiga mahasiswa CoE CLS FAI UMM yang akan menjalani magang, yaitu Bagus, Uwais Al Qorni dan Agid Yukafi Ghinan, menyampaikan rasa syukur dan antusiasme mereka. Bagi Uwaiq, magang di Mavens merupakan realisasi dari keinginannya untuk belajar langsung dari praktisi HAKI. “Saya sangat senang dan bersyukur bisa diterima magang di Mavens. Ini benar-benar sesuai dengan fokus pembelajaran CoE Corporate Law Firm yang kami jalani di kampus. Saya ingin memperdalam ilmu tentang HAKI dan mendapatkan pengalaman langsung dalam menangani kasus-kasus nyata di bidang ini,” ungkap Uwais al Qorni. Sementara itu, Agid Yukafi Ghinan menyampaikan kesan positifnya terhadap suasana kantor dan tim di Mavens IP Consulting Service. Menurutnya, lingkungan kerja yang nyaman akan mempengaruhi semangat dan produktivitas. “Saya merasa sangat diterima dengan baik di sini. Tim di Mavens sangat ramah, dan suasana kantor estetik seperti kafe modern. Bekerja di tempat seperti ini tentu tidak membuat bosan, malah membuat saya semakin semangat. Saya yakin akan banyak belajar di sini dan bisa mengasah keterampilan hukum secara langsung,” ujar Agid. Menuju Kerjasama Strategis Berkelanjutan Kegiatan pengantaran mahasiswa magang ini tidak hanya menjadi momen awal pembelajaran lapangan, namun juga menjadi bagian dari upaya strategis FAI UMM untuk menjalin dan memperkuat kerjasama dengan dunia industri hukum. Imroatus Solihah menegaskan pentingnya kolaborasi kampus dengan dunia kerja sebagai bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). “Ke depan kami ingin MoA dan IA dengan Mavens segera terwujud agar sinergi antara FAI UMM dan Mavens IP Consulting Service dapat terus berkembang. Tidak hanya untuk magang, tapi juga riset bersama, seminar, dan peluang kerja bagi lulusan kami,” imbuh Imroatus Solihah. Dengan program CoE Corporate Law Firm, FAI UMM menargetkan lahirnya lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki soft skill dan hard skill yang dibutuhkan di dunia industri hukum, termasuk di bidang kekayaan intelektual yang terus berkembang. Kegiatan magang ini dijadwalkan berlangsung selama tigabulan ke depan, dan diharapkan menjadi pijakan awal bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dalam dunia hukum kekayaan intelektual serta membangun jejaring profesional demi masa depan karir yang gemilang. (im)
PELEPASAN MAHASISWA MAGANG INTERNASIONAL BATCH 3, PBA-UMM SIAP MELANGKAH GLOBAL

PBA UMM News – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara resmi mengadakan seremoni pelepasan Mahasiswa Magang Internasional Batch 3. Acara yang dilaksanakan pada Senin, 14 Juli 2025, pukul 09.00 WIB di Ruang Fakultas FAI UMM, menandai kesiapan enam mahasiswa terpilih untuk memulai pengalaman magang di luar negeri. Khususnya untuk gelombang ini, durasi magang diperpanjang dua bulan lebih panjang dari program sebelumnya dengan harapan dapat memberikan dampak yang lebih baik dalam pembelajaran kepada mahasiswa magang maupun sekolah tempat magang mahasiswa tersebut. Seremoni pelepasan ini juga menjadi momen penting dalam menindaklanjuti perpanjangan kerjasama dengan ITB Malaysia. Para mahasiswa ini akan bertugas sebagai asisten pengajar dan membawa program unggulan UMM, termasuk pengembangan dan penguatan bahasa, pelatihan tarannum (seni membaca Al-Qur’an), dan program baca kitab kuning (membaca kitab-kitab klasik Islam). Hadir dalam acara tersebut Dekan FAI (Prof. Dr. Khozin, M.S.i) dan Kaprodi PBA (Mochammad Firdaus, M.Ed) yang memberikan pesan motivasi dan dukungan penuh terhadapa kegiatan ini. Program Magang Internasional ini sangat strategis dalam upaya PBA FAI UMM untuk mencetak lulusan yang kompeten secara global. Dengan magang ini, mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mengajar dan kompetensi berbahasa, serta memperdalam pemahaman lintas budaya. Program ini sekaligus memperkuat jaringan internasional universitas, dengan tujuan menghasilkan akademisi dan praktisi Bahasa Arab yang unggul dan siap bersaing di kancah global. Adapun enam mahasiswa terpilih untuk magang di Malaysia ialah Khoirul Anam, Muhammad Alfaridzi, Yusuf Tirta Ali, Amelia Dalallul Hanan, Innassatun Nabila, Zakiah Salsabilla. [MFM & ATy]
Tim Mahasiswa Ekonomi Syariah UMM Raih Juara 2 Business Model Canvas di Divakara Expo 2025 Lewat Produk Inovatif Cibom

Malang, 2 Juli 2025 – Prestasi kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang (Ekos UMM) dalam dunia kewirausahaan. Tim mahasiswa yang terdiri dari Najwa Syahida Nahumarury, Adien Savina Edyana, dan Eisya Lathifatul Ilmiah, sukses meraih Juara 2 Lomba Business Model Canvas pada ajang Divakara Expo 2025 yang diselenggarakan oleh Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) PT Universitas Muhammadiyah Malang. Ketiganya merupakan mahasiswa semester empat yang aktif mengikuti kegiatan akademik dan non-akademik di lingkup Prodi Ekonomi Syariah. Dalam ajang tersebut, tim Ekos UMM mengangkat ide bisnis berbasis makanan ringan inovatif yang diberi nama Cibom — singkatan dari Cireng Bom. Produk ini merupakan pengembangan dari makanan tradisional cireng yang dikombinasikan dengan isian keju dan sambal bawang khas, menciptakan cita rasa gurih-pedas yang kekinian dan digemari anak muda. Menurut keterangan Najwa Syahida Nahumarury selaku perwakilan tim, ide Cibom berawal dari tugas mata kuliah Kewirausahaan (KWU) yang kemudian mereka kembangkan dalam bentuk proposal bisnis dan dipresentasikan dalam format Business Model Canvas di ajang expo. “Mata kuliah kewirausahaan ini sangat aplikatif, kami belajar merancang ide bisnis dari nol, lalu menyusunnya menjadi strategi bisnis yang layak untuk dijalankan. Bahkan kami sampai membuat produk secara nyata dan menjualnya ke masyarakat,” ujar Najwa. Divakara Expo 2025 sendiri merupakan ajang kompetisi dan pameran yang mengusung tema Digitalisasi dan Dinamika Nilai Rupiah. Ajang ini menjadi wadah kreativitas mahasiswa dalam membangun model bisnis yang inovatif, kompetitif, dan berdampak sosial. Dengan penghargaan ini, tim Ekos UMM tidak hanya membawa pulang hadiah senilai Rp 1.500.000, tetapi juga mengharumkan nama Prodi Ekonomi Syariah UMM di kancah wirausaha mahasiswa tingkat universitas. Capaian ini membuktikan bahwa pembelajaran di kelas mampu melahirkan output nyata yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha saat ini. (Humas Ekos/NS)
Mahasiswi Ekonomi Syariah UMM, Mugirahayu Ratnainsu, Torehkan Prestasi Sebagai Finalis Putri Hijab Jawa Timur 2025

Malang, 21 Juli 2025 – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Mugirahayu Ratnainsu, mahasiswi Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mahasiswi yang akrab disapa Ayu ini berhasil masuk sebagai finalis dalam ajang bergengsi Putri Hijab Jawa Timur 2025 yang digelar pada akhir Juni lalu. Tak hanya aktif dalam kegiatan non-akademik, Ayu juga merupakan sosok inspiratif yang dikenal memiliki prestasi akademik gemilang. Ia sebelumnya terpilih sebagai Duta Fakultas Agama Islam (FAI) UMM 2024, menunjukkan konsistensinya dalam mengembangkan potensi diri baik di tingkat kampus hingga regional. Dalam ajang Putri Hijab Jatim, Ayu membawa visi keislaman dan intelektualitas sebagai ciri khas mahasiswi Ekonomi Syariah UMM. Ajang ini tidak hanya menilai kecantikan luar, namun juga mengedepankan wawasan keislaman, public speaking, dan kontribusi sosial terhadap masyarakat. Ayu menyampaikan rasa syukur atas dukungan lingkungan akademik Ekos UMM yang mendorong mahasiswa untuk tumbuh dan berkembang melalui berbagai program unggulan, seperti Center for Future Works (CFW) yang fokus pada digital marketing, fintech syariah, dan manajemen filantropi Islam. “Saya bersyukur dapat belajar di tempat yang mendukung seluruh potensi mahasiswanya,” ujar Ayu. Keikutsertaan Ayu di ajang Putri Hijab Jatim 2025 juga menjadi pengalaman berharga yang memperluas relasi serta memperkuat kepercayaan diri sebagai duta muslimah berdaya dan berprestasi. Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, Ayu menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat. (Humas Ekos/NS)
Ruang Sidang Simulasi Jadi Panggung Belajar: Mahasiswa COE Berlatih Litigasi dan Arbitrase Bersama Praktisi

Malang – Ketukan palu sidang, suara lantang pembacaan gugatan, dan adu argumentasi antar “pengacara” mahasiswa menghiasi salah satu sesi perkuliahan yang paling dinamis dalam program COE Corporate Law School Universitas Muhammadiyah Malang: Praktek Peradilan Perdata dan Arbitrase. Dipandu langsung oleh Dian Aminudin, S.H., M.H., seorang advokat senior sekaligus praktisi arbitrase, mahasiswa dibawa memasuki simulasi nyata penyelesaian sengketa keperdataan. Di sinilah teori bertemu dengan praktik, dan mahasiswa ditantang menjadi aktor hukum yang sesungguhnya—bukan sekadar pengamat pasal-pasal. Perkuliahan ini membedah dua jalur penyelesaian sengketa: litigasi di pengadilan dan penyelesaian alternatif melalui arbitrase. Mahasiswa tidak hanya mempelajari struktur peradilan dan yurisdiksi, tetapi juga menyusun surat gugatan, jawaban, replik, duplik, hingga pembuktian. Pada saat yang sama, mereka dikenalkan pada mekanisme arbitrase sebagai solusi cepat dan rahasia dalam dunia bisnis. “Di dunia praktik, klien tidak ingin teori. Mereka ingin hasil. Maka penting bagi kalian untuk bisa bicara hukum secara strategis, taktis, dan bisa diterapkan,” ujar Dian Aminudin dalam salah satu sesi pengantar simulasi sidang. Ia menekankan pentingnya penguasaan teknis dan etika beracara dalam menciptakan profesional hukum yang andal. Dalam beberapa pertemuan, mahasiswa dibagi menjadi tim kuasa hukum penggugat dan tergugat, lalu diberi kasus sengketa fiktif yang kompleks. Mereka harus menyiapkan strategi, menyusun dokumen perkara, memeriksa saksi, bahkan menanggapi interupsi dari “hakim” yang diperankan secara bergilir. Tak sedikit mahasiswa yang mengakui bahwa pengalaman ini membentuk keberanian mereka dalam berbicara hukum secara langsung. Yang menarik, perkuliahan ini juga menyentuh dinamika arbitrase internasional, termasuk klausul arbitrase dalam kontrak bisnis dan pemilihan forum penyelesaian sengketa. Mahasiswa diajak berpikir cepat, efisien, dan adaptif dalam menjawab tantangan penyelesaian sengketa di luar sistem pengadilan formal. Melalui pendekatan berbasis simulasi dan praktik langsung, mata kuliah ini bukan hanya memperkenalkan prosedur hukum, tetapi juga menanamkan keterampilan litigasi, kepercayaan diri, dan kemampuan komunikasi hukum yang menjadi bekal utama dalam dunia profesional. Di bawah bimbingan praktisi seperti Dian Aminudin, ruang kelas pun berubah menjadi arena pembentukan karakter advokat masa depan. (sz)
Keren!! Semua Karya Mahasiswa COE Corporate Law School Batch II Raih Sertifikat Hak Cipta dari Kemenkumham

Malang – Sebuah pencapaian membanggakan diraih oleh mahasiswa Program Center of Excellence (COE) Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam mata kuliah Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Melalui proses pembelajaran yang aplikatif, para mahasiswa berhasil menerbitkan karya orisinal yang kemudian secara resmi terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Karya-karya tersebut memperoleh Surat Pencatatan Ciptaan yang dikeluarkan oleh Direktur Hak Cipta dan Desain Industri, Agung Damarsasongko, S.H., M.H. Hal ini menandai bahwa karya mahasiswa tidak hanya selesai sebagai tugas kuliah, tetapi juga telah memperoleh pengakuan hukum secara nasional sebagai ciptaan yang sah dan dilindungi. Dosen pengampu mata kuliah HAKI dalam program COE HKI, Tinuk Dwi Cahyani dan Luciana Anggreani, menjelaskan bahwa capaian ini adalah bukti nyata integrasi antara teori dan praktik dalam kurikulum COE. “Kami tidak hanya membekali mahasiswa dengan konsep dasar perlindungan kekayaan intelektual, tetapi juga mendorong mereka menghasilkan karya orisinal dan memprosesnya hingga terdaftar secara hukum,” ungkapnya. Beberapa karya yang telah terdaftar mencakup beragam bidang, mulai dari karya tulis ilmiah, buku ajar, desain grafis, hingga karya multimedia. Pendaftaran dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa melalui sistem daring Kementerian Hukum dan HAM, dengan arahan dan supervisi dosen praktisi. Para mahasiswa mengaku bangga dan termotivasi dengan capaian ini. Selain mendapatkan nilai akademik, mereka juga memperoleh pengalaman langsung dalam prosedur hukum perlindungan hak cipta. Hal ini sejalan dengan visi COE HKI UMM dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara konseptual, tetapi juga memiliki pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri hukum kekayaan intelektual. Pihak Program Studi Hukum Keluarga Islam FAI UMM menyambut baik prestasi ini sebagai langkah penting dalam membangun budaya akademik yang produktif dan inovatif. Selain itu, pencapaian ini menjadi modal kuat bagi mahasiswa untuk meniti karier sebagai konsultan HAKI, praktisi hukum, atau pelaku kreatif yang paham regulasi hukum secara mendalam. Ke depan, Program COE HKI UMM akan terus memperkuat integrasi kurikulum berbasis praktik dan regulasi mutakhir. Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa HKI UMM mampu bersaing di ranah hukum kekayaan intelektual nasional dan siap menjadi agen perubahan dalam perlindungan karya intelektual di Indonesia. (sz)
Fakultas Agama Islam UM Metro Lampung Kunjungi FAI UMM, Pererat Kerja Sama dan Tingkatkan Sinergi Antar Perguruan Tinggi Muhammadiyah

Malang, 24 Juli 2025 – Suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi terasa di Aula GKB 3 Lantai 5 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) saat Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Metro Lampung melakukan kunjungan akademik ke FAI UMM, Kamis (24/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi antar institusi sekaligus memperkuat jejaring kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM). Acara yang diselenggarakan oleh FAI UMM ini dihadiri oleh berbagai elemen sivitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan (tendik), mahasiswa, hingga jajaran struktural FAI UMM dan UM Metro Lampung. Selain itu, kegiatan juga diwarnai dengan sesi diskusi interaktif dan sharing session mengenai pengelolaan fakultas, pengembangan prodi, hingga keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan akademik maupun non-akademik. Sambutan Hangat dan Harapan Kolaborasi Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV UM Metro Lampung, Dr. M. Ihsan Dacholfany, M.Ed. menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas sambutan hangat dari FAI UMM. Ia menekankan bahwa UMM, sebagai salah satu kampus unggulan Muhammadiyah di Indonesia, telah memberikan inspirasi dalam berbagai aspek pengelolaan institusi, termasuk dalam pengembangan sumber daya dosen. “Di UM Metro, saat ini kami memiliki dua guru besar, dan kami berharap bisa terus belajar dan mencontoh UMM dalam membangun kualitas SDM. Kunjungan ini menjadi momen belajar bersama dan saling menginspirasi,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Rektor I UMM, Prof, Ahsanul In’am. Ph.D. menyambut baik kehadiran rombongan UM Metro dan berharap kunjungan ini menjadi awal dari sinergi yang lebih erat antar PTM, terutama dalam hal pengembangan akademik dan peningkatan kualitas pendidikan Islam. Ia juga menyampaikan peluang melanjutkan studi di UMM bagi mahasiswa S1 dari UM Metro. “Kami membuka peluang studi lanjut S2 dan S3 di UMM, dan saat ini ada promo spesial senilai 15 juta rupiah all in untuk pendaftaran. Kami berharap mahasiswa dari UM Metro bisa melanjutkan pendidikan tinggi di UMM dan menjadi bagian dari jejaring keilmuan yang lebih luas,” jelasnya. FAI UM Metro Ingin Belajar dari UMM Dekan FAI UM Metro Lampung, Muhammad Nur, M.Kom.I, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa pihaknya ingin belajar dan mencontoh sistem pengelolaan dan tata kelola pendidikan di FAI UMM. Ia menjelaskan bahwa FAI UM Metro memiliki program studi yang sejenis, yakni PAI, KPI, dan PIAUD, serta sedang terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan, termasuk mendorong akreditasi unggul bagi prodi-prodi yang ada. “FAI UM Metro saat ini telah memiliki akreditasi Unggul untuk Prodi PAI, dan kami ingin terus belajar dari FAI UMM dalam pengelolaan akademik dan peningkatan kualitas. Kami juga sudah memiliki dua mahasiswa asing di Prodi KPI, dan kami mohon restu serta dukungan untuk keberlanjutan pengembangan fakultas. Kami juga berkomitmen agar dosen PAI bisa segera melanjutkan studi S3 demi peningkatan kualitas pendidikan,” ungkapnya. Mahasiswa Antusias Bertanya dan Berdiskusi Sesi kunjungan ini juga menghadirkan diskusi interaktif antara mahasiswa FAI UM Metro dan pimpinan FAI UMM, yang difasilitasi dalam bentuk tanya jawab. Beberapa mahasiswa mengajukan pertanyaan seputar keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan akademik dan riset di UMM, hingga kesempatan beasiswa dan penerimaan mahasiswa asing. Pertanyaan pertama diajukan terkait sejauh mana keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kampus di FAI UMM. Menanggapi hal ini, pihak dekanat FAI UMM menjelaskan bahwa mahasiswa di UMM sangat aktif terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari organisasi kemahasiswaan (HMPS), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), hingga kegiatan pengabdian masyarakat. Selain itu, dosen secara aktif memberikan bimbingan dan arahan kepada mahasiswa, termasuk dalam merancang dan mengelola kegiatan organisasi. “Tentunya dosen memiliki peran penting dalam mendampingi mahasiswa, terutama dalam kegiatan HMPS dan penelitian. Kami mendorong mahasiswa untuk aktif, dan dosen kami siap membimbing,” ujar Wakil Dekan III FAI UMM, Dr. Imamaul Hakim, M.Sh. Pertanyaan kedua mengenai keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dan ketersediaan beasiswa S2 dijawab dengan penjelasan bahwa mahasiswa UMM didorong untuk terlibat dalam berbagai riset dosen, bahkan menjadi asisten peneliti, serta memiliki peluang memperoleh beasiswa penuh S2, baik dari kampus maupun lembaga luar. Pertanyaan ketiga menyangkut penerimaan mahasiswa asing, apakah ada pembatasan kuota. Pihak FAI UMM menjelaskan bahwa penerimaan mahasiswa asing tetap terbuka, dan tidak ada pembatasan kuota, selama calon mahasiswa memenuhi persyaratan administratif dan akademik. Pertanyaan terakhir berkaitan dengan peran dosen dalam membimbing mahasiswa, terutama dalam kegiatan HMPS, dijawab dengan penegasan bahwa FAI UMM memiliki sistem pendampingan di mana dosen pembimbing kemahasiswaan secara rutin memberikan arahan dan memastikan kegiatan mahasiswa berjalan sejalan dengan visi fakultas. Penutup: Souvenir dan Harapan Sinergi Berkelanjutan Kegiatan ditutup dengan sesi sharing session bersama dekanat FAI UMM, di mana berbagai pengalaman dan praktik baik dibagikan, termasuk sistem pelaporan kegiatan, strategi pencapaian akreditasi unggul, serta pengelolaan kegiatan mahasiswa. Sebagai bentuk apresiasi, dilakukan pembagian souvenir kepada seluruh peserta dari UM Metro. Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan mewarnai penutupan acara yang menjadi awal dari sinergi yang lebih erat antar fakultas dan kampus Muhammadiyah. Melalui kunjungan ini, diharapkan tercipta kerja sama konkret antar FAI UMM dan FAI UM Metro Lampung, baik dalam pengembangan kurikulum, peningkatan mutu SDM, hingga pertukaran mahasiswa dan dosen. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan semangat kolaborasi, egaliter, dan demokratis, sejalan dengan nilai-nilai dasar Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan. (im)
FAI UMM Gelar Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan bagi Tenaga Kependidikan

Malang, 22 Juli 2025 – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme tenaga kependidikan (tendik) dengan menggelar Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 22 Juli 2025, bertempat di Ruang Microteaching FAI UMM, dan diikuti oleh 15 tendik, 4 kepala laboratorium, serta 4 tenaga part timer. Pelatihan ini diselenggarakan sebagai bentuk pembekalan kepada seluruh personel pendukung akademik di lingkungan FAI agar mampu menyusun laporan keuangan dengan baik, benar, dan akuntabel, sekaligus memahami prosedur administrasi keuangan sesuai standar universitas. Hal ini penting sebagai bagian dari akuntabilitas program kerja serta untuk mendukung proses audit sebagai bagian dari sistem organisasi yang sehat dan transparan. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan II FAI UMM, Idaul Hasanah, S.Ag., M.H.I., yang dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya fakultas dalam menciptakan budaya kerja yang profesional dan bertanggung jawab. “Pelatihan ini bertujuan membekali tenaga kependidikan dalam menyusun laporan keuangan secara baik dan benar, memahami SOP pengajuan keuangan di lingkungan UMM, dan yang tidak kalah penting, mampu menyusun laporan pertanggungjawaban kegiatan yang dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun etik. Kita ingin semua laporan keuangan bisa menghadapi audit dengan sistem yang sehat dan sesuai standar,” tegas Idaul Hasanah. Sementara itu, Dekan FAI UMM, Prof. Dr. Khozin, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan pelatihan ini mencerminkan nilai-nilai dasar yang dianut oleh Muhammadiyah sebagai organisasi Islam modern, yakni berbasis tauhid, serta menjunjung tinggi prinsip egaliter dan demokratis dalam tata kelola organisasi. Menurutnya, aspek pertanggungjawaban keuangan tidak hanya bersifat administratif tetapi juga merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual. “Kita ingin seluruh civitas, termasuk tendik, memegang prinsip bahwa segala aktivitas, termasuk pengelolaan keuangan, harus bermuara pada nilai-nilai tauhid. Keterbukaan, akuntabilitas, dan ketaatan pada sistem adalah bagian dari cara kita menjaga marwah institusi ini,” ujar Prof. Khozin. Materi Teknis dan Praktik Langsung Pelatihan ini menghadirkan beberapa narasumber berkompeten yang memberikan materi secara teknis dan aplikatif. Narasumber pertama, Agustin Dwi Haryanti, S.E., MM., CA., CSRS., CSRA., memaparkan pentingnya komitmen dalam peningkatan kualitas laporan keuangan serta pengelolaan keuangan yang lebih baik di masa mendatang. Ia juga menekankan pentingnya menindaklanjuti setiap temuan dari audit atau pemeriksaan internal sebagai bagian dari siklus peningkatan mutu. “Kalau ada temuan, kita tindak lanjuti. Kalau ada kesalahan, kita perbaiki. Komitmen untuk menjadi lebih baik di periode mendatang adalah bentuk tanggung jawab kita sebagai bagian dari institusi,” jelas Agustin. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman teknis mengenai penggunaan sistem laporan keuangan BPI yang disampaikan oleh Lia Candra Inata, S.Ak., M.Ak.. Dalam sesi ini, Lia menjelaskan secara detail bagaimana menginput data keuangan, membuat laporan pertanggungjawaban kegiatan, serta langkah-langkah penggunaan sistem secara digital. Tak kalah penting, Farida Reza Hidayati, S.P., turut memberikan materi mengenai SOP pencairan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Ia menekankan pentingnya kelengkapan dokumen, ketepatan waktu pengajuan, dan koordinasi lintas unit dalam proses pencairan dana. “Banyak kendala pencairan disebabkan kurangnya pemahaman mengenai alur SOP. Maka dari itu, pemahaman yang utuh akan SOP pencairan RAB menjadi sangat penting untuk kelancaran kegiatan fakultas,” ungkap Farida. Komitmen Peningkatan Kinerja Tendik Peserta tampak antusias mengikuti pelatihan yang disusun dalam bentuk sesi materi dan praktik langsung. Beberapa tendik menyampaikan bahwa pelatihan semacam ini sangat membantu mereka dalam memahami kewajiban administratif sekaligus meningkatkan keterampilan teknis. Melalui kegiatan ini, FAI UMM berharap seluruh tenaga kependidikan, kepala laboratorium, dan part timer memiliki pemahaman menyeluruh mengenai laporan keuangan, mampu menyusun dokumen pertanggungjawaban kegiatan secara profesional, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja. Di akhir kegiatan, panitia menyampaikan bahwa pelatihan ini tidak hanya menjadi agenda sekali waktu, tetapi akan menjadi bagian dari program berkelanjutan dalam rangka penguatan kapasitas SDM di lingkungan FAI. Selain itu, hasil evaluasi dari pelatihan ini akan menjadi dasar untuk merancang pelatihan lanjutan dengan fokus yang lebih mendalam di bidang keuangan dan administrasi. Dengan pelatihan ini, FAI UMM menegaskan posisinya sebagai fakultas yang berkomitmen membangun budaya kerja yang akuntabel, profesional, dan berintegritas tinggi, sejalan dengan semangat Muhammadiyah dalam membangun tata kelola organisasi yang berbasis nilai-nilai tauhid dan akhlak mulia. (im)
Halaqah Ilmiah Sabtu Pagi (HISP) FAI UMM: Hakikat Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam

SABTU, 22 Juli 2023. Gelaran Halaqah Ilmiah Sabtu Pagi (HISP) FAI-UMM kali ini mengambil tema “Hakikat Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam”. Bertindak sebagai pemateri Prof. Dr. Ishomuddin, M.Si dan didampingi oleh Zulfikar Yusuf, M. Pd.I sebagai moderator. Bertempat di GKB III Lt. 5 Ruang 502 UMM, Prof. Ishomuddin selaku pemateri mengawali paparan dengan mengulas pemaknaan Muhammadiyah dalam konteks eksoteris maupun esoteris. Dipaparkan oleh Guru Besar bidang sosiologi tersebut, Muhammadiyah dalam konteks yang pertama memiliki makna persyarikatan sebagai sarana mencapai tujuan hidup. Lain halnya dengan pemaknaannya yang kedua, Muhammadiyah bermakna transenden yang notabene berkaitan dengan posisinya sebagai makhluk bertuhan. Dalam konteks perkembangannya dewasa ini, gerakan Muhammadiyah kian menapaki kekokohannya, baik dalam arti profan maupun transenden. “Secara garis besar, pendidikan Muhammadiyah saat ini dapat kita terjemahkan dalam tataran holistik, The structure of Muhammadiyah education in holistic approach“, ungkapnya. Pada akhir sesi, Zulfikar Yusuf selaku moderator berhasil memandu sesi dialog dan tanya-jawab dengan baik. Para peserta HISP tampak antusias mengajukan pertanyaan kepada pemateri, dan dapat ditanggapi secara tuntas oleh Prof. Ishomuddin. (DM)
PUBLIC SPEAKING: PBA UMM KUATKAN SKILL BERBICARA MAHASISWA DAN CAPACITY BUILDING DOSEN

Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) inisiasi pelatihan public speaking bagi dosen dan mahasiswa PBA UMM angkatan 2022 pada Selasa, 8 Juli 2025 pukul 08.30-15.00 melalui laman Zoom Meeting. Kegiatan ini dibagi menajdi tiga termin. Pertama, pembukaan oleh Mochammad Firdaus, M.Ed (Kaprodi PBA UMM). Kedua, pemberian materi oleh Adjeng Dinanti (Announcer & Lead Mentor Voice Institue Indonesia). Ketiga, praktik dan latihan public speaking bersama Binta Nadhila & Syuli Karina (Co-Mentor dari Voice Institue Indonesia) dalam breakout room. Metode dalam public speaking ada 3 yaitu memoriter (menghafal), manuscript (pointer), impromptu (spontan tanpa persiapan). Dalam sebuah komunikasi ada communication anatomy ada word (kata-kata) 10%, voice (suara) 20%, dan visual (gabungan) 70%. Diusahakan kalau tampil harus presentable atau menarik. “Kalau dalam public speaking harus punya sence bodo amat, feel good, percaya diri, menggunakan pakain yang nyaman, meskipun kita akan di judge tapi itu salah satu solusi untuk public speaking”, ucap Adjeng. Agar public speaking lancar dibutuhkan seperti persiapan optimal, minimalisir nervous (kenali audiens, persiapan materi, persiapan teknis, persiapan diri sendiri). Mendapat kepercayaan audiens dengan senyum, antusiasme, percaya diri. Teknik speaking artikulasi (kejelasan pengucapan kata), intonasi (nada dalam kalimat), speed (tempo keceptan berbicara), aksentuasi (penekanan menunjukkan kata penting dalam kalimat), dan smiling voice (berbicara sambil tersenyum). Solusi dalam mengasah artikulasi seperti lion face, rrrr, motor boad. Selain itu body language juga penting dalam public speaking. Menjalankan komunikasi yang efektif bisa dengan metode CLEAR yaitu concise (ringkas), logical (logis & tersetruktur), enganging (menarik & interaktif), accurate (akurat), dan relevant (relevan dengan audiens). Semoga dengan adanya pelatihan ini, bisa memperkuat public speaking. [ATy]