Malang, 22 Juli 2025 – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme tenaga kependidikan (tendik) dengan menggelar Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 22 Juli 2025, bertempat di Ruang Microteaching FAI UMM, dan diikuti oleh 15 tendik, 4 kepala laboratorium, serta 4 tenaga part timer.
Pelatihan ini diselenggarakan sebagai bentuk pembekalan kepada seluruh personel pendukung akademik di lingkungan FAI agar mampu menyusun laporan keuangan dengan baik, benar, dan akuntabel, sekaligus memahami prosedur administrasi keuangan sesuai standar universitas. Hal ini penting sebagai bagian dari akuntabilitas program kerja serta untuk mendukung proses audit sebagai bagian dari sistem organisasi yang sehat dan transparan.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan II FAI UMM, Idaul Hasanah, S.Ag., M.H.I., yang dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya fakultas dalam menciptakan budaya kerja yang profesional dan bertanggung jawab.
“Pelatihan ini bertujuan membekali tenaga kependidikan dalam menyusun laporan keuangan secara baik dan benar, memahami SOP pengajuan keuangan di lingkungan UMM, dan yang tidak kalah penting, mampu menyusun laporan pertanggungjawaban kegiatan yang dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun etik. Kita ingin semua laporan keuangan bisa menghadapi audit dengan sistem yang sehat dan sesuai standar,” tegas Idaul Hasanah.
Sementara itu, Dekan FAI UMM, Prof. Dr. Khozin, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan pelatihan ini mencerminkan nilai-nilai dasar yang dianut oleh Muhammadiyah sebagai organisasi Islam modern, yakni berbasis tauhid, serta menjunjung tinggi prinsip egaliter dan demokratis dalam tata kelola organisasi. Menurutnya, aspek pertanggungjawaban keuangan tidak hanya bersifat administratif tetapi juga merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual.
“Kita ingin seluruh civitas, termasuk tendik, memegang prinsip bahwa segala aktivitas, termasuk pengelolaan keuangan, harus bermuara pada nilai-nilai tauhid. Keterbukaan, akuntabilitas, dan ketaatan pada sistem adalah bagian dari cara kita menjaga marwah institusi ini,” ujar Prof. Khozin.
Materi Teknis dan Praktik Langsung
Pelatihan ini menghadirkan beberapa narasumber berkompeten yang memberikan materi secara teknis dan aplikatif. Narasumber pertama, Agustin Dwi Haryanti, S.E., MM., CA., CSRS., CSRA., memaparkan pentingnya komitmen dalam peningkatan kualitas laporan keuangan serta pengelolaan keuangan yang lebih baik di masa mendatang. Ia juga menekankan pentingnya menindaklanjuti setiap temuan dari audit atau pemeriksaan internal sebagai bagian dari siklus peningkatan mutu.
“Kalau ada temuan, kita tindak lanjuti. Kalau ada kesalahan, kita perbaiki. Komitmen untuk menjadi lebih baik di periode mendatang adalah bentuk tanggung jawab kita sebagai bagian dari institusi,” jelas Agustin.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman teknis mengenai penggunaan sistem laporan keuangan BPI yang disampaikan oleh Lia Candra Inata, S.Ak., M.Ak.. Dalam sesi ini, Lia menjelaskan secara detail bagaimana menginput data keuangan, membuat laporan pertanggungjawaban kegiatan, serta langkah-langkah penggunaan sistem secara digital.
Tak kalah penting, Farida Reza Hidayati, S.P., turut memberikan materi mengenai SOP pencairan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Ia menekankan pentingnya kelengkapan dokumen, ketepatan waktu pengajuan, dan koordinasi lintas unit dalam proses pencairan dana.
“Banyak kendala pencairan disebabkan kurangnya pemahaman mengenai alur SOP. Maka dari itu, pemahaman yang utuh akan SOP pencairan RAB menjadi sangat penting untuk kelancaran kegiatan fakultas,” ungkap Farida.
Komitmen Peningkatan Kinerja Tendik
Peserta tampak antusias mengikuti pelatihan yang disusun dalam bentuk sesi materi dan praktik langsung. Beberapa tendik menyampaikan bahwa pelatihan semacam ini sangat membantu mereka dalam memahami kewajiban administratif sekaligus meningkatkan keterampilan teknis.
Melalui kegiatan ini, FAI UMM berharap seluruh tenaga kependidikan, kepala laboratorium, dan part timer memiliki pemahaman menyeluruh mengenai laporan keuangan, mampu menyusun dokumen pertanggungjawaban kegiatan secara profesional, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja.
Di akhir kegiatan, panitia menyampaikan bahwa pelatihan ini tidak hanya menjadi agenda sekali waktu, tetapi akan menjadi bagian dari program berkelanjutan dalam rangka penguatan kapasitas SDM di lingkungan FAI. Selain itu, hasil evaluasi dari pelatihan ini akan menjadi dasar untuk merancang pelatihan lanjutan dengan fokus yang lebih mendalam di bidang keuangan dan administrasi.
Dengan pelatihan ini, FAI UMM menegaskan posisinya sebagai fakultas yang berkomitmen membangun budaya kerja yang akuntabel, profesional, dan berintegritas tinggi, sejalan dengan semangat Muhammadiyah dalam membangun tata kelola organisasi yang berbasis nilai-nilai tauhid dan akhlak mulia. (im)
