Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) inisiasi pelatihan public speaking bagi dosen dan mahasiswa PBA UMM angkatan 2022 pada Selasa, 8 Juli 2025 pukul 08.30-15.00 melalui laman Zoom Meeting.

Kegiatan ini dibagi menajdi tiga termin. Pertama, pembukaan oleh Mochammad Firdaus, M.Ed (Kaprodi PBA UMM). Kedua, pemberian materi oleh Adjeng Dinanti (Announcer & Lead Mentor Voice Institue Indonesia). Ketiga, praktik dan latihan public speaking bersama Binta Nadhila & Syuli Karina (Co-Mentor dari Voice Institue Indonesia) dalam breakout room.

Metode dalam public speaking ada 3 yaitu memoriter (menghafal), manuscript (pointer), impromptu (spontan tanpa persiapan). Dalam sebuah komunikasi ada communication anatomy ada word (kata-kata) 10%, voice (suara) 20%, dan visual (gabungan) 70%. Diusahakan kalau tampil harus presentable atau menarik.

“Kalau dalam public speaking harus punya sence bodo amat, feel good, percaya diri, menggunakan pakain yang nyaman, meskipun kita akan di judge tapi itu salah satu solusi untuk public speaking”, ucap Adjeng.

Agar public speaking lancar dibutuhkan seperti persiapan optimal, minimalisir nervous (kenali audiens, persiapan materi, persiapan teknis, persiapan diri sendiri). Mendapat kepercayaan audiens dengan senyum, antusiasme, percaya diri.

Teknik speaking artikulasi (kejelasan pengucapan kata), intonasi (nada dalam kalimat), speed (tempo keceptan berbicara), aksentuasi (penekanan menunjukkan kata penting dalam kalimat), dan smiling voice (berbicara sambil tersenyum).

Solusi dalam mengasah artikulasi seperti lion face, rrrr, motor boad. Selain itu body language juga penting dalam public speaking.

Menjalankan komunikasi yang efektif bisa dengan metode CLEAR yaitu concise (ringkas), logical (logis & tersetruktur), enganging (menarik & interaktif), accurate (akurat), dan relevant (relevan dengan audiens).

Semoga dengan adanya pelatihan ini, bisa memperkuat public speaking. [ATy]