Meriahnya Pembukaan Pesmaba FAI Gen 25 UMM : Mahasiswa Baru Siap Jadi Generasi Ketahanan Pangan dan Energi

Malang – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi menggelar kegiatan Pembukaan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Gen 25 pada Senin 8/10/25. Acara berlangsung meriah dan penuh semangat dihadiri oleh seluruh jajaran dekanat, struktural fakultas, dosen, serta panitia dari mahasiswa. Kegiatan dibuka secara langsung oleh Dekan FAI UMM, Prof. Dr. Khozin, M.Si., yang menekankan pentingnya momen awal ini sebagai titik tolak mahasiswa dalam menempuh perjalanan akademik. Prosesi pembukaan dimulai dengan bacaan basmalah bersama, kemudian dilanjutkan dengan pemukulan gong sebagai tanda resmi dimulainya Pesmaba FAI Gen 25 UMM. “Pesmaba bukan sekadar seremoni penyambutan, melainkan pintu masuk bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus, memahami nilai-nilai akademik, serta membangun jaringan pertemanan. Kami berharap mahasiswa FAI UMM Gen 25 mampu menuntut ilmu dengan kesungguhan dan menjadi generasi penerus yang membawa keberkahan,” ujar Prof. Khozin dalam sambutannya. Tahun ini, FAI UMM menyambut sebanyak 148 mahasiswa baru yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran mereka menunjukkan daya tarik FAI UMM sebagai salah satu fakultas unggulan yang mampu menarik minat calon mahasiswa dari beragam latar belakang. Tidak hanya dari Jawa Timur, mahasiswa baru FAI juga datang dari provinsi lain, seperti Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, hingga Sulawesi. Keragaman ini menjadi kekuatan tersendiri yang memperkaya suasana akademik di lingkungan FAI UMM. Salah satu mahasiswa baru, Muhammad Shabir dari Program Studi Ekonomi Syariah asal Nusa Tenggara Timur, mengaku sangat bahagia dapat bergabung dengan keluarga besar FAI UMM. “Saya sangat senang bisa menjadi mahasiswa baru di FAI Gen 25 UMM. Saya berniat menuntut ilmu dengan baik, mengembangkan diri, dan berkontribusi positif selama menempuh studi di sini,” ungkap Shabir dengan penuh semangat. Kemeriahan acara pembukaan tidak lepas dari kerja keras panitia yang terdiri atas dosen dan mahasiswa. Keduanya bersinergi dalam merancang konsep acara, memastikan kelancaran teknis, hingga mengawal jalannya kegiatan dari awal hingga akhir. Hal ini menunjukkan kolaborasi yang harmonis antara tenaga pendidik dan peserta didik di lingkungan FAI UMM. Ketua Pelaksana Pesmaba FAI Gen 25 UMM, Dr. Muhammad Fadli menyampaikan, “Panitia dosen dan mahasiswa benar-benar bekerja sama dengan baik. Acara ini bisa berjalan lancar dan meriah berkat kebersamaan serta semangat yang tinggi. Ini juga menjadi contoh nyata bagi mahasiswa baru bahwa di FAI UMM, kolaborasi adalah budaya yang dijunjung tinggi,” tegasnya. Materi Pesmaba: Perkenalan, Literasi, hingga Pencegahan Kekerasan Seksual Rangkaian acara Pesmaba FAI Gen 25 tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diisi dengan berbagai materi penting dan relevan. Beberapa agenda utama meliputi: Pemaparan bidang kerja Wakil Dekan I, II, dan III FAI UMM, Pengenalan lingkungan kampus dan fasilitas penunjang kegiatan akademik, Literasi digital untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam mengakses dan mengelola informasi di era teknologi. Potential mapping guna memetakan potensi dan minat mahasiswa baru agar dapat diarahkan sesuai bakat masing-masing. Sosialisasi pencegahan kekerasan seksual di kampus sebagai wujud komitmen UMM terhadap lingkungan belajar yang aman, sehat, dan bermartabat. Perkenalan lembaga intra kampus yang ada di FAI, mulai dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa Prodi Studi (HMPS), hingga LSO (Lembaga Semi Otonom). Selain itu, setiap Ketua Program Studi (Kaprodi) di lingkungan FAI UMM juga turut memperkenalkan diri serta program kerja masing-masing. Dengan paparan tersebut, mahasiswa baru semakin memahami ruang lingkup studi yang akan mereka jalani sekaligus peluang pengembangan diri di masing-masing program studi. Pesmaba FAI Gen 25 bukan hanya menjadi ajang penyambutan, tetapi juga menjadi simbol harapan akan lahirnya generasi baru yang siap berkontribusi. Dekan FAI, Prof. Khozin, menegaskan bahwa mahasiswa baru harus menjadikan kesempatan belajar di UMM sebagai sarana untuk membangun kapasitas diri dan memberi manfaat bagi masyarakat. “Belajarlah dengan sungguh-sungguh, karena tantangan ke depan semakin kompleks. Jadilah mahasiswa yang unggul, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Kami yakin, dengan semangat dan komitmen yang kuat, kalian akan menjadi generasi yang membanggakan FAI UMM,” tegasnya. Dengan semangat kebersamaan, 148 mahasiswa baru FAI UMM resmi memulai perjalanan akademik mereka. Kemeriahan pembukaan Pesmaba menjadi momentum awal yang akan mengantarkan mereka menuju masa depan penuh prestasi dan kontribusi nyata. (im)

Laboratorium Syariah FAI UMM Lakukan Pengukuran Arah Kiblat di Bakal Masjid 7 Lantai Al Izzah IIBS

[Malang, 11 September 2025] – Laboratorium Syariah Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan kiprahnya dalam memberikan layanan keagamaan bagi masyarakat. Kali ini, tim Laboratorium Syariah dipercaya untuk melakukan pengukuran arah kiblat di lokasi bakal Masjid Al Izzah Islamic International Boarding School (IIBS) yang rencananya akan dibangun megah dengan tujuh lantai. Kegiatan ini dipimpin oleh dosen sekaligus ahli falak, M. Syamsu Alam Darajad, M.A., bersama Kepala Laboratorium Syariah, R. Tanzil Fawaiq Sayyaf. Pengukuran dilakukan dengan metode ilmiah berbasis ilmu falak dan perhitungan astronomi yang akurat, sehingga arah kiblat masjid dapat dipastikan sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Arah Kiblat sebagai Syarat Sah Ibadah Dalam kesempatan itu, M. Syamsu Alam Darajad menjelaskan pentingnya ketepatan arah kiblat dalam ibadah shalat. Menurutnya, pembangunan masjid yang megah harus diiringi dengan ketelitian dalam menentukan arah kiblat. “Arah kiblat adalah syarat sah shalat. Oleh karena itu, sebelum masjid digunakan, langkah paling awal yang harus dipastikan adalah ketepatan arah kiblatnya. Kami merasa terhormat bisa mendampingi Al Izzah IIBS dalam memastikan hal tersebut,” ujarnya. Ia menambahkan, dengan adanya pengukuran secara ilmiah, masyarakat dapat beribadah dengan tenang tanpa keraguan akan keabsahan arah kiblat. Peran Strategis Laboratorium Syariah Sementara itu, Kepala Laboratorium Syariah, R. Tanzil Fawaiq Sayyaf, M.H, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat.“Laboratorium Syariah FAI UMM terbuka untuk melayani masyarakat, baik masjid, mushola, maupun lembaga pendidikan Islam yang membutuhkan jasa pengukuran maupun koreksi arah kiblat. Kami ingin memastikan bahwa setiap tempat ibadah dapat memenuhi syarat-syarat syariat dengan benar,” jelasnya. Ia juga menekankan bahwa laboratorium syariah tidak hanya berfungsi sebagai pusat akademik, tetapi juga menjadi mitra strategis masyarakat dalam berbagai persoalan keagamaan yang memerlukan kepastian hukum dan praktik syariat. Apresiasi dari Pihak Pesantren Pihak Al Izzah IIBS memberikan apresiasi tinggi atas terlaksananya pengukuran arah kiblat ini. Rencana pembangunan masjid tujuh lantai sebagai pusat ibadah dan kegiatan santri menjadi lebih meyakinkan setelah adanya pendampingan dari Laboratorium Syariah FAI UMM.“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim dari UMM, khususnya Laboratorium Syariah FAI. Kehadiran mereka memberi ketenangan bagi kami bahwa masjid yang akan dibangun benar-benar sesuai tuntunan syariat,” ungkap salah satu perwakilan pesantren. Menurut pihak pesantren, masjid tujuh lantai yang akan dibangun bukan hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga ikon baru bagi Al Izzah IIBS. Karena itu, kepastian arah kiblat menjadi sangat penting untuk menjamin kenyamanan dan keyakinan ribuan santri maupun jamaah yang akan beribadah di dalamnya. Kegiatan pengukuran arah kiblat di Al Izzah IIBS semakin meneguhkan peran FAI UMM sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berorientasi akademis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan spiritual. Melalui Laboratorium Syariah, mahasiswa dan dosen berkesempatan mengimplementasikan ilmu yang dipelajari sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Sinergi seperti ini sangat penting. Dunia akademik membutuhkan ruang praktik, sementara masyarakat membutuhkan pendampingan dalam persoalan syariat. Dengan begitu, keduanya dapat berjalan beriringan, saling menguatkan, dan memberikan manfaat luas,” terang Tanzil Fawaiq Sayyaf. Dengan terlaksananya pengukuran arah kiblat ini, diharapkan pembangunan Masjid Al Izzah IIBS dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi seluruh civitas pesantren serta masyarakat sekitar. Laboratorium Syariah FAI UMM pun berharap semakin banyak lembaga yang terbantu melalui layanan pengukuran arah kiblat maupun bimbingan hukum Islam lainnya. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa UMM, melalui FAI dan Laboratorium Syariah, terus berkomitmen menghadirkan peran nyata di tengah umat. Tidak hanya sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai mitra terpercaya masyarakat dalam menjaga kualitas ibadah dan penerapan syariat secara tepat.

Launching LazisMU KLL FAI UMM : Optimalkan Gerakan ZIS bagi Civitas Akademika FAI UMM dan Dukung Biaya Pendidikan Mahasiswa

  FAI UMM News – Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI UMM) secara resmi meluncurkan Kantor Layanan Lazismu (KLL) FAI UMM pada Senin, 8 September 2025. Peresmian yang berlangsung di Ruang 502 GKB II ini menandai langkah penting FAI UMM dalam memperkuat gerakan filantropi Islam di lingkungan akademik melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang amanah, terarah, dan profesional. Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, serta tenaga kependidikan, dan menjadi momentum bersejarah bagi FAI UMM dalam menghadirkan layanan yang bukan hanya bermanfaat bagi internal kampus, tetapi juga bagi masyarakat luas. Pendirian Lazismu KLL FAI UMM merupakan wujud nyata dari implementasi nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan yang selama ini menjadi fondasi utama pendidikan di UMM. Dengan adanya layanan ini, kampus diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar dan mengajar, tetapi juga pusat pemberdayaan umat melalui gerakan filantropi. Dalam sambutannya, Idaul Hasanah, S.Ag., M.H.I, selaku Wakil Dekan II sekaligus Ketua Lazismu KL FAI UMM, menegaskan pentingnya kesadaran kolektif civitas akademika untuk menjadikan kampus sebagai ruang pengabdian dan pelayanan umat.“Pendirian Lazismu KLL FAI adalah bagian dari upaya kita untuk menghadirkan kampus yang peduli dan berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat. Kampus tidak boleh berhenti pada aktivitas akademik semata, tetapi juga harus menjadi motor penggerak kebaikan sosial,” ujar Idaul Hasanah. Fokus pada Bantuan Pendidikan Mahasiswa Salah satu program utama Lazismu KLL FAI UMM adalah memberikan bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa yang membutuhkan. Program ini lahir dari kepedulian bersama untuk memastikan bahwa kendala ekonomi tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa dalam menyelesaikan studinya. “Tujuan utama pendirian KLL ini adalah memastikan tidak ada mahasiswa FAI yang harus putus studi karena keterbatasan ekonomi. Melalui KLL, kita ingin membuka akses lebih luas agar setiap mahasiswa bisa menyelesaikan pendidikannya dengan baik,” lanjut Idaul Hasanah. Selain program pendidikan, KLL FAI UMM juga akan mengembangkan berbagai kegiatan sosial lain yang bersifat pemberdayaan, seperti santunan bagi masyarakat sekitar, bantuan bencana, serta dukungan untuk kegiatan dakwah dan pengembangan lembaga Islam. Sebagai bagian dari jaringan Lazismu Muhammadiyah, KLL FAI UMM akan beroperasi dengan prinsip akuntabilitas dan transparansi. Setiap dana yang dihimpun dari zakat, infak, maupun sedekah akan dikelola secara profesional dengan laporan keuangan yang jelas dan dapat diakses oleh publik. Dengan pola pengelolaan ini, kepercayaan masyarakat terhadap kampus sebagai lembaga pengelola dana umat akan semakin kuat. Hal ini sekaligus menjadi bentuk tanggung jawab moral bahwa dana yang dihimpun benar-benar disalurkan kepada pihak yang berhak menerima dan sesuai dengan peruntukannya. Role Model Filantropi Kampus Kehadiran Lazismu KLL FAI UMM diharapkan dapat menjadi role model kantor layanan filantropi di lingkungan kampus Muhammadiyah, khususnya di Universitas Muhammadiyah Malang. Ke depan, KLL ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat penghimpunan ZIS di internal fakultas, tetapi juga menginspirasi fakultas lain untuk mengembangkan layanan serupa.Melalui KLL, FAI UMM berkomitmen untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam gerakan filantropi nasional. Kampus tidak hanya melahirkan intelektual Muslim yang unggul, tetapi juga pribadi yang peduli pada persoalan sosial kemasyarakatan. Peresmian KLL ini menjadi awal dari langkah panjang FAI UMM dalam menggerakkan kebaikan yang berkelanjutan. Keberadaan KLL diharapkan mampu membangun budaya berbagi di kalangan civitas akademika, sekaligus mencetak generasi mahasiswa yang sadar akan pentingnya filantropi sebagai bagian dari ibadah dan kontribusi sosial. Dengan semangat memberi untuk negeri, FAI UMM melalui Lazismu KLL bertekad menjadikan kampus sebagai pusat pemberdayaan umat yang berdaya guna, produktif, dan membawa manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. (dev)  

Dari Ruang Sidang ke Alam Lawu, Mahasiswa UMM Temukan Makna Hukum dan Kehidupan

Tiga mahasiswa Program Studi Hukum Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelesaikan program magang di Pengadilan Agama (PA) Magetan selama satu bulan, sejak 4 Agustus hingga 4 September 2025. Mereka adalah Izza El-Dien, Muhammad Ilham, dan Salman Roihan, mahasiswa semester tujuh yang tengah menapaki pengalaman profesional di ranah praktik hukum Islam. Selama magang, ketiganya terlibat dalam berbagai aktivitas pengadilan. Mereka rutin mengikuti persidangan perkara perceraian, sengketa harta bersama, hingga hak asuh anak. Selain itu, mereka juga mempelajari administrasi kepaniteraan, mulai dari pencatatan perkara, penyusunan berkas sidang, hingga tata cara pembuatan akta cerai. Diskusi bersama hakim dan staf pengadilan memperkaya pemahaman mereka tentang penerapan hukum keluarga Islam di Indonesia. “Pengalaman ini membuka pandangan baru bagi kami. Apa yang kami pelajari di kelas terasa hidup saat melihat langsung bagaimana hukum Islam dijalankan dalam penyelesaian sengketa,” ujar salah satu mahasiswa. Di sela kesibukan, ketiganya juga menyempatkan diri menjelajahi alam Magetan. Pada salah satu akhir pekan, mereka mendaki Gunung Lawu dan Bukit Mongkrang. “Naik Gunung Lawu bukan hanya untuk refreshing, tapi juga menenangkan pikiran. Di puncak, kami merenungi kembali hakikat keadilan dan tanggung jawab sebagai calon sarjana hukum Islam,” kata Salman Roihan. Muhammad Ilham menambahkan bahwa kegiatan alam memberi keseimbangan dalam belajar. “Belajar hukum itu berat, tapi dengan momen kontemplatif seperti ini, semuanya terasa lebih bermakna,” ungkapnya. Pihak PA Magetan turut mengapresiasi. Miftakul Khoriyah SHI MH, dosen pamong sekaligus hakim, menilai ketiga mahasiswa memiliki antusiasme tinggi dan cepat beradaptasi. “Magang ini bukan hanya soal teknis hukum, tapi juga pembentukan karakter dan kepekaan sosial,” ujarnya. Kegiatan magang ini menjadi langkah konkret menjembatani teori dan praktik, sekaligus memperkuat integritas, etika, dan tanggung jawab sosial mahasiswa. Dari ruang sidang hingga puncak Lawu, mereka membawa pulang ilmu sekaligus pengalaman hidup berharga sebagai calon praktisi hukum Islam.

FAI UMM Antarkan Mahasiswa Magang ke AM Law Firm. Perkuat Kolaborasi, Mahasiswa Siap Hadapi Dunia Profesional Hukum Islam

Malang – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul dan siap bersaing di dunia kerja. Pada Kamis, 4 September 2025, FAI UMM secara resmi mengantarkan mahasiswa untuk menjalani magang di AM Law Firm, sebuah kantor advokat profesional di Kota Malang yang banyak menangani perkara hukum, khususnya terkait Hukum Islam. Kegiatan pengantaran ini dihadiri langsung oleh Dosen Pendamping Lapang, Imroatus Solihah, S.H., S.Sy., M.H. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa magang merupakan jembatan penting antara teori yang diperoleh mahasiswa di bangku kuliah dengan praktik nyata di lapangan. “Mahasiswa kami titipkan untuk benar-benar digembleng di sini. Harapannya mereka bisa belajar secara mendalam, mengasah keterampilan, dan memahami etika kerja profesional. Tentu kami juga berharap kerjasama dengan AM Law Firm dapat berlanjut dalam bentuk Memorandum of Agreement (MoA) maupun Implementation Arrangement (IA), sehingga tidak hanya magang, tapi juga peluang riset bersama dan rekrutmen lulusan. Harapan terbesar kami, mahasiswa FAI UMM dapat terserap kerja di AM Law Firm setelah lulus,” ujar Imroatus Solihah. Ia menambahkan bahwa FAI UMM melalui berbagai program unggulannya, termasuk Center of Excellence, ingin menghadirkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia hukum. “Dengan pengalaman magang, mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga keterampilan praktis dan pemahaman konteks sosial,” imbuhnya. AM Law Firm Tangani Banyak Kasus Hukum Islam Advokat AM Law Firm, Faris Aldiano, S.H., M.H., menyambut baik kehadiran mahasiswa FAI UMM. Dalam pengantaran tersebut, Faris menjelaskan bahwa dunia kerja advokat penuh dinamika dan tantangan, khususnya dalam menangani kasus yang berkaitan langsung dengan masyarakat. “Di kantor kami, banyak perkara yang terkait dengan Hukum Islam. Mulai dari hibah, wakaf, hingga penetapan ahli waris. Semua ini membutuhkan kejelian dan pemahaman hukum yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga implementatif. Oleh karena itu, kehadiran mahasiswa magang akan sangat bermanfaat. Mereka bisa belajar langsung bagaimana kasus-kasus ini ditangani, sekaligus memahami kompleksitasnya di lapangan,” jelas Faris. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam menangani kasus hukum. “Menjadi seorang advokat bukan sekadar memahami peraturan, tetapi juga mampu memberikan solusi yang adil, bijaksana, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Itulah yang kami ingin tularkan kepada mahasiswa magang di sini,” tambahnya. Antusiasme Mahasiswa Magang Mahasiswa FAI UMM yang menjalani magang di AM Law Firm, Fatih Toriqul Ziad, menyampaikan rasa syukur dan semangatnya. Menurutnya, kesempatan ini merupakan langkah awal yang sangat berarti untuk mendalami dunia hukum Islam dalam praktik nyata. “Saya sangat senang bisa diterima magang di AM Law Firm. Ini sesuai dengan keinginan saya dan fokus pembelajaran yang saya jalani di kampus, khususnya di bidang Hukum Islam. Dengan magang di sini, saya bisa melihat langsung bagaimana teori yang saya pelajari di kelas diaplikasikan dalam penanganan kasus nyata, terutama terkait hibah, wakaf, dan ahli waris,” ungkap Fatih penuh semangat. Fatih juga berharap bahwa pengalaman magang ini akan memperkuat kompetensinya sebagai calon sarjana hukum Islam. “Saya ingin benar-benar belajar, memperluas wawasan, dan memperoleh keterampilan praktis. Saya yakin pengalaman ini akan menjadi bekal berharga bagi karir saya ke depan,” tambahnya. Jembatan Akademik dan Dunia Praktik Pengantaran mahasiswa magang ke AM Law Firm bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi wujud nyata implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang mendorong mahasiswa untuk belajar langsung di luar kelas. Dengan terjun langsung di dunia kerja, mahasiswa mendapatkan kesempatan memperluas perspektif, melatih keterampilan, dan memahami etika profesional. Dosen Pendamping Lapang, Imroatus Solihah, menegaskan bahwa pengalaman magang ini diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang matang secara akademis maupun praktis. “Kami ingin mahasiswa bisa beradaptasi dengan ritme kerja kantor hukum, belajar menghadapi klien, serta mampu berpikir kritis dalam memberikan solusi hukum. Dengan begitu, lulusan FAI UMM akan lebih siap menghadapi persaingan global,” jelasnya. Membangun Sinergi Jangka Panjang Kegiatan magang ini juga menjadi pintu awal bagi FAI UMM dan AM Law Firm untuk membangun sinergi yang lebih kuat. Kerjasama yang berkelanjutan diharapkan tidak hanya berfokus pada magang mahasiswa, tetapi juga mencakup seminar, pelatihan, dan penelitian bersama. Dengan begitu, mahasiswa bisa terus mendapatkan manfaat dari jejaring profesional yang luas, sementara kantor hukum mendapat kesempatan berkontribusi dalam pengembangan dunia pendidikan. Dengan adanya program ini, FAI UMM menegaskan visinya untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul di bidang keilmuan, tetapi juga siap memberikan kontribusi nyata di masyarakat. Pengalaman magang di AM Law Firm menjadi salah satu langkah strategis untuk mewujudkan visi tersebut, sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan karir profesional di dunia hukum Islam. Kegiatan magang ini akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan. Selama periode tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menyerap ilmu sebanyak mungkin, memperkaya pengalaman, dan menjadikan setiap proses pembelajaran sebagai investasi penting dalam perjalanan karir mereka.

Mahasiswa Ekonomi Syariah UMM Fasilitasi Puluhan UMKM Bendosari Dapatkan NIB & Sertifikat Halal

Agustus 2025 – Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) sukses memfasilitasi puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Dusun Dadapan Wetan, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, untuk memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal. Kegiatan ini dipimpin oleh Parizal Wadi bersama tim yang terdiri dari Adien Savina Edyana (Humas), Khansa Daimatul Minan (Sekretaris), Muhammad Supriandi (Bendahara), serta Nabilah Nur Shahada Rahman (PDD), dengan bimbingan dosen pendamping lapangan, Tutu April Ariani, SKp., M.Kes., Ph.D. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) melalui pendampingan Bagus Pranata sebagai P3H (Pendamping Proses Produk Halal). Tim melakukan survei dan pendampingan langsung kepada sepuluh UMKM untuk pengajuan sertifikasi halal dan penerbitan NIB dengan skema self declare. Sejak 14 Agustus 2025, seluruh UMKM binaan telah berhasil memperoleh NIB, sementara proses sertifikat halal diperkirakan rampung dalam tiga bulan mendatang. Program ini tidak hanya membantu UMKM meningkatkan legalitas dan daya saing produk, tetapi juga menumbuhkan kesadaran pelaku usaha akan pentingnya sertifikasi halal bagi keberlangsungan bisnis. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran nyata dalam mengasah kemampuan sosial, komunikasi, dan kepemimpinan. (Humas Ekos/NS)

Sayyaf, Atlet Silat Prodi Ekonomi Syariah UMM Raih Juara di Kanjuruhan Fighter Competition 2025

Malang 31 Agustus 2025 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Sayyaf Syaddad Al Fathinullah, atlet pencak silat dari Program Studi Ekonomi Syariah, berhasil mengharumkan nama kampus dengan meraih juara pada ajang Kanjuruhan Fighter Competition 2. Sayyaf bersama timnya sukses menjuarai kategori Semi Beregu Putra Prestasi Tingkat Dewasa, setelah tampil gemilang dalam pertandingan. Perjuangan ini semakin bermakna karena sebelumnya Sayyaf sempat mengalami cedera patah tulang bahu yang membuatnya harus beristirahat dari dunia silat. Namun, semangat dan kegigihannya untuk bangkit kembali membawanya mampu tampil optimal di kejuaraan bergengsi tersebut. “Syukur alhamdulillah, usaha latihan yang selama ini dijalani akhirnya membuahkan hasil, khususnya di kategori beregu. Pencapaian ini menjadi penyemangat bagi saya untuk berlatih lebih keras lagi, agar ke depan bisa meraih prestasi yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Sayyaf. Selain di ajang ini, Sayyaf juga sebelumnya menorehkan prestasi di berbagai kompetisi, di antaranya Rector Cup 2024 serta juara di kelas D putra pada Piala Ketua IPSI Kota Batu 2024. Keberhasilan Sayyaf ini diharapkan mampu menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik, serta membawa nama baik Prodi Ekonomi Syariah UMM di kancah nasional. (Humas Ekos/NS)

Lab Syariah FAI UMM Gandeng Mahasiswa PPUT Prodi HKI UMM Lakukan Pengukuran Arah Kiblat di Masjid Kampus 2 UMM

[Malang, 4 Mei 2025] – Laboratorium Syariah Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali melaksanakan kegiatan pengabdian dengan melibatkan mahasiswa. Kali ini, mahasiswa peserta Program Penguatan Ulama Tarjih (PPUT) Prodi HKI UMM melakukan pengukuran arah kiblat di Masjid Kampus 2 UMM yang berada di Jalan Bendungan Sutami, Kota Malang. Kegiatan ini dipandu langsung oleh Kepala Laboratorium Syariah, R. Tanzil Fawaiq Sayyaf, yang memberikan arahan teknis serta supervisi lapangan. Para mahasiswa PPUT mendapat kesempatan praktik secara langsung menggunakan metode falak modern untuk memastikan arah kiblat masjid sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Menurut R. Tanzil Fawaiq Sayyaf, keterlibatan mahasiswa PPUT dalam kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran aplikatif. “Laboratorium Syariah bukan hanya tempat riset, tetapi juga wadah pengembangan keterampilan mahasiswa. Melalui praktik pengukuran arah kiblat, mahasiswa PPUT belajar bagaimana ilmu falak dan hukum Islam diterapkan secara nyata dalam kehidupan masyarakat,” jelasnya. Para mahasiswa peserta PPUT mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari kegiatan ini. Selain memahami aspek teoretis, mereka dapat mengasah kemampuan praktik di lapangan. Salah satu mahasiswa menyampaikan, “Kami sangat senang bisa terlibat langsung dalam kegiatan ini. Ilmu yang biasanya hanya kami pelajari di kelas kini dapat kami praktikkan untuk kepentingan umat.” Pihak pengelola Masjid Kampus 2 UMM menyambut baik inisiatif ini. Mereka merasa terbantu dengan adanya pengukuran ulang arah kiblat, sekaligus bangga melihat mahasiswa ikut andil dalam layanan keagamaan. “Kami berterima kasih kepada Lab Syariah FAI UMM dan mahasiswa PPUT Prodi HKI yang telah membantu memastikan arah kiblat masjid. Hal ini menambah keyakinan kami dalam memfungsikan masjid sebagai pusat ibadah civitas akademika,” ujar salah satu pengurus masjid. Kegiatan ini memperlihatkan bagaimana UMM melalui Laboratorium Syariah berkomitmen menggabungkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Dengan melibatkan mahasiswa, pengukuran arah kiblat tidak hanya bermanfaat bagi jamaah masjid, tetapi juga menjadi media pembelajaran langsung bagi calon ulama dan praktisi hukum Islam.

Laboratorium Syariah FAI UMM Lakukan Pengukuran Arah Kiblat di PRM Gading Kulon Dau

  [Malang, 4 September 2023] – Laboratorium Syariah Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian masyarakat. Kali ini, tim Laboratorium Syariah melaksanakan pengukuran arah kiblat di masjid yang dikelola Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Gading Kulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dipimpin oleh M. Syamsu Alam Darajad, M.A., bersama Kepala Laboratorium Syariah, R. Tanzil Fawaiq Sayyaf. Dengan metode perhitungan ilmiah berbasis falak, astronomi, dan teknologi pendukung, tim memastikan bahwa arah kiblat masjid PRM Gading Kulon akurat sesuai ketentuan syariat. Dalam penjelasannya, M. Syamsu Alam Darajad menegaskan bahwa arah kiblat adalah pondasi utama sahnya shalat. “Kiblat bukan hanya simbol, tetapi bagian dari syarat sah ibadah. Karena itu, masjid maupun mushola perlu melakukan verifikasi arah kiblat secara ilmiah agar jamaah bisa lebih khusyuk dan tenang dalam beribadah,” ujarnya. Kepala Laboratorium Syariah, R. Tanzil Fawaiq Sayyaf, menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan misi UMM untuk hadir di tengah masyarakat. “Laboratorium Syariah tidak hanya menjadi wadah akademik, tetapi juga sarana pengabdian. Kami siap melayani masyarakat, baik Muhammadiyah maupun umum, untuk pengukuran maupun koreksi arah kiblat,” jelasnya. Pihak PRM Gading Kulon menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi yang mendalam. Mereka menilai bahwa kehadiran tim Laboratorium Syariah UMM memberikan manfaat nyata dan menambah keyakinan jamaah. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada FAI UMM. Dengan adanya pengukuran ini, jamaah di PRM Gading Kulon semakin tenang, karena arah kiblat masjid telah dipastikan sesuai,” tutur salah satu pengurus PRM. Kegiatan ini tidak hanya memastikan kebenaran arah kiblat, tetapi juga mempererat hubungan antara perguruan tinggi dengan organisasi masyarakat Islam. Melalui kegiatan semacam ini, Laboratorium Syariah FAI UMM berharap dapat terus memberikan kontribusi bagi pembangunan spiritual masyarakat serta menjadi rujukan terpercaya dalam bidang hukum Islam dan praktik keagamaan. (im)

Laboratorium Syariah FAI UMM Lakukan Pengukuran Arah Kiblat di PP Al Furqon Malang

[Malang, 20 November 2024] – Laboratorium Syariah Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus aktif memberikan layanan kepada masyarakat dalam bidang keagamaan. Kali ini, tim Laboratorium Syariah melaksanakan pengukuran arah kiblat di Pondok Pesantren (PP) Al Furqon Malang. Kegiatan pengukuran ini dipimpin oleh M. Syamsu Alam Darajad, M.A., serta didampingi oleh Kepala Laboratorium Syariah, R. Tanzil Fawaiq Sayyaf. Dengan menggunakan metode pengukuran berbasis ilmu falak dan perhitungan astronomi, tim memastikan arah kiblat di area pondok pesantren sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Dalam keterangannya, M. Syamsu Alam Darajad menjelaskan bahwa arah kiblat merupakan hal mendasar dalam ibadah shalat yang harus dipastikan kebenarannya. “Shalat tidak akan sempurna tanpa menghadap kiblat yang benar. Maka, penting bagi pondok pesantren dan masyarakat untuk melakukan verifikasi dan pengukuran ulang arah kiblat, terutama ketika membangun atau merenovasi tempat ibadah,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Laboratorium Syariah FAI UMM, R. Tanzil Fawaiq Sayyaf, menekankan bahwa layanan pengukuran ini merupakan bentuk pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. “Laboratorium Syariah UMM berkomitmen hadir di tengah umat untuk membantu memberikan kepastian dalam hal-hal yang berkaitan dengan hukum Islam, salah satunya arah kiblat. Kami membuka diri untuk membantu masjid, mushola, maupun lembaga pendidikan Islam yang membutuhkan,” jelasnya. Pihak PP Al Furqon Malang menyambut dengan penuh rasa syukur atas terlaksananya kegiatan ini. Mereka merasa terbantu karena arah kiblat di pondok pesantren sangat vital sebagai penunjang ibadah para santri. “Kami sangat berterima kasih kepada tim dari FAI UMM yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk membantu pondok kami. Pengukuran arah kiblat ini memberi ketenangan batin, karena santri-santri kami dapat beribadah dengan lebih yakin,” ujar perwakilan pengasuh pondok. Kegiatan pengukuran arah kiblat di PP Al Furqon Malang ini semakin meneguhkan peran Laboratorium Syariah FAI UMM dalam mendukung kebutuhan umat sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dengan masyarakat. Ke depan, Lab Syariah berharap semakin banyak masjid, mushola, maupun lembaga pendidikan Islam yang mendapatkan manfaat dari layanan pengukuran arah kiblat ini. (im)