FAI UMM News – Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI UMM) secara resmi meluncurkan Kantor Layanan Lazismu (KLL) FAI UMM pada Senin, 8 September 2025. Peresmian yang berlangsung di Ruang 502 GKB II ini menandai langkah penting FAI UMM dalam memperkuat gerakan filantropi Islam di lingkungan akademik melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang amanah, terarah, dan profesional.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, serta tenaga kependidikan, dan menjadi momentum bersejarah bagi FAI UMM dalam menghadirkan layanan yang bukan hanya bermanfaat bagi internal kampus, tetapi juga bagi masyarakat luas. Pendirian Lazismu KLL FAI UMM merupakan wujud nyata dari implementasi nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan yang selama ini menjadi fondasi utama pendidikan di UMM. Dengan adanya layanan ini, kampus diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar dan mengajar, tetapi juga pusat pemberdayaan umat melalui gerakan filantropi.
Dalam sambutannya, Idaul Hasanah, S.Ag., M.H.I, selaku Wakil Dekan II sekaligus Ketua Lazismu KL FAI UMM, menegaskan pentingnya kesadaran kolektif civitas akademika untuk menjadikan kampus sebagai ruang pengabdian dan pelayanan umat.“Pendirian Lazismu KLL FAI adalah bagian dari upaya kita untuk menghadirkan kampus yang peduli dan berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat. Kampus tidak boleh berhenti pada aktivitas akademik semata, tetapi juga harus menjadi motor penggerak kebaikan sosial,” ujar Idaul Hasanah.
Fokus pada Bantuan Pendidikan Mahasiswa
Salah satu program utama Lazismu KLL FAI UMM adalah memberikan bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa yang membutuhkan. Program ini lahir dari kepedulian bersama untuk memastikan bahwa kendala ekonomi tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa dalam menyelesaikan studinya.
“Tujuan utama pendirian KLL ini adalah memastikan tidak ada mahasiswa FAI yang harus putus studi karena keterbatasan ekonomi. Melalui KLL, kita ingin membuka akses lebih luas agar setiap mahasiswa bisa menyelesaikan pendidikannya dengan baik,” lanjut Idaul Hasanah. Selain program pendidikan, KLL FAI UMM juga akan mengembangkan berbagai kegiatan sosial lain yang bersifat pemberdayaan, seperti santunan bagi masyarakat sekitar, bantuan bencana, serta dukungan untuk kegiatan dakwah dan pengembangan lembaga Islam.
Sebagai bagian dari jaringan Lazismu Muhammadiyah, KLL FAI UMM akan beroperasi dengan prinsip akuntabilitas dan transparansi. Setiap dana yang dihimpun dari zakat, infak, maupun sedekah akan dikelola secara profesional dengan laporan keuangan yang jelas dan dapat diakses oleh publik. Dengan pola pengelolaan ini, kepercayaan masyarakat terhadap kampus sebagai lembaga pengelola dana umat akan semakin kuat. Hal ini sekaligus menjadi bentuk tanggung jawab moral bahwa dana yang dihimpun benar-benar disalurkan kepada pihak yang berhak menerima dan sesuai dengan peruntukannya.
Role Model Filantropi Kampus
Kehadiran Lazismu KLL FAI UMM diharapkan dapat menjadi role model kantor layanan filantropi di lingkungan kampus Muhammadiyah, khususnya di Universitas Muhammadiyah Malang. Ke depan, KLL ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat penghimpunan ZIS di internal fakultas, tetapi juga menginspirasi fakultas lain untuk mengembangkan layanan serupa.Melalui KLL, FAI UMM berkomitmen untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam gerakan filantropi nasional. Kampus tidak hanya melahirkan intelektual Muslim yang unggul, tetapi juga pribadi yang peduli pada persoalan sosial kemasyarakatan.
Peresmian KLL ini menjadi awal dari langkah panjang FAI UMM dalam menggerakkan kebaikan yang berkelanjutan. Keberadaan KLL diharapkan mampu membangun budaya berbagi di kalangan civitas akademika, sekaligus mencetak generasi mahasiswa yang sadar akan pentingnya filantropi sebagai bagian dari ibadah dan kontribusi sosial. Dengan semangat memberi untuk negeri, FAI UMM melalui Lazismu KLL bertekad menjadikan kampus sebagai pusat pemberdayaan umat yang berdaya guna, produktif, dan membawa manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. (dev)
