Observasi Azimuth Matahari Oleh Tim Lab. Syariah

Ahad Wage, 16 Agustus 2020 Masehi / 26 Dzulhijjah 1441 H. Syamsu Alam telah memverifikasi azimuth Matahari pada jam 14:44 WIB yang bertempat di Dusun Genitri, Kel. Ngenep, Kec. Karangploso, Kab. Malang, bahwasannya pada jam tersebut tinggi Matahari +38° 08′ 36″ dan azimuth Matahari berada di titik 249° 12′ 43″ dengan azimuth Matahari 249° 12′ 43″, bayangan yang dihasilkan oleh benda tegak lurus/vertikal akan mengarah ke Arah Kiblat 🕋. Verifikasi Azimuth Matahari diambil dengan alat bantu 🔭Teleskop William Optics + Mount Losmandy GM-8 dan 📷 Canon EOS 1200D. Syamsu Alam merupakan salah satu instruktur di Laboratorium Prodi HKI yang aktif di bidang falak, yaitu salah satu bidang ilmu yang dipelajari di Prodi HKI yang berkaitan dengan astronomi. 🔭 Observed by M. Syamsu Alam D @syamsu_aw2601 🏡 Lokasi di Dusun Genitri, Kel. Ngenep, Kec. Karangploso, Kab. Malang 🌏 Posisi Geografis -7° 53′ 22″ LS / 112° 37′ 30″ BT. Dirgahayu Republik Indonesia 🇲🇨 yang ke-75. Semoga 1NDONES1A Maju dan virus covid-19 segera hilang di negeri ini.
Raih 2 Penghargaan Sekaligus, Mahasiswa Prodi PAI Ukir Prestasi Di Tengah Pandemi Dengan Berdakwah

Ahmad Katsiri Agung, Mahasiswa Prodi PAI Fakultas Agama Islam, telah mengharumkan nama UMM dalam kompetisi dakwah di tingkat Nasional. Putra dari pasangan Alm. H. Maswan dan Ibu Herlinah, meraih Juara 1 Lomba Da’i yang diadakan oleh Pondok Pesantren Izzatul Qur’an As’adiyah dan Juara ke 2 Lomba Dakwah Virtual dalam acara gebyar raya FAI UHAMKA. Di tengah kondisi dan situasi pandemi, tidak menyurutkan semangatnya untuk mensyiarkan agama melalui kompetisi dakwah virtual di Indonesia. “Berjuang akan mati dan tidak berjuang pun akan mati, akan lebih baik mati dalam perjuangan”, ujarnya sebagai motto hidup yang menjadi semangatnya untuk terus berprestasi. Ahmad sudah mendalami bakat ini sejak SD kelas 4 yang terinspirasi oleh ayahnya. Ahmad yang lahir di Jakarta pada 12 Februari 1999, mempunyai cita-cita sebagai ilmuwan di bidang Pendidikan Islam. Sebagai salah satu jalan menuju impiannya menjadi seorang ilmuwan di bidang Pendidika Islam, Ahmad memilih untuk kuliah di Prodi PAI FAI UMM. “Namun ayah saya tidak menyaksikan penghargaan ini karena tepat pada tanggal 19 Juli 2020 lalu telah dipanggil oleh Allah SWT karena serangan jantung, dan penghargaan ini saya persembahkan untuk almarhum ayahanda dan untuk kampus UMM,” ungkapnya. Seiring berkembangnya zaman, maka metode dakwah mempunyai cara baru melalui dakwah virtual. Sebagai respon perkembangan zaman, Prodi PAI juga terus ikut mengasah potensi mahasiswa dengan menggali bakat dan minat sesuai dengan kemampuan mahasiswa, serta memberi pendampingan untuk mengikuti berbagai jenis kompetisi sesuai dengan bidangnya masing-masing. (LA)
FAI UMM Menyongsong Tahun Baru Islam 1442 H

Awal bulan Muharam 1442 H. jatuh pada hari Kamis, Pon, 20 Agustus 2020 M. Terbenam Matahari pada jam 17:29:26 WIB dengan azimut Matahari 282° 33′ 07′. Sedangkan bulan terbenam pada jam 17:47:45 WIB, altitude hilal 03° 51′ 23″, elongasi 04° 23′ 47″, azimuth 286° 06 ‘ 22″, lama hilal di atas ufuk 18 menit 19 detik, dan umur hilal setelah ijtimak 07:46:27. Akhir bulan Dzulhijjah pada hari Rabu, Pahing, 19 Agustus 2020, Ijtimak pada jam 09:42:59 WIB (Malang). Hilal sudah diatas ufuk setelah Matahari sudah terbenam yang menandakan berakhirnya Tahun 1441 Hijriyah dan masuk pada 1 Muharram 1442 H. Segenap Sivitas Akademika Fakultas Agama Islam UMM mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram 1442 H
Qurban di Masa Pandemi, Ini Kata Dosen FAI UMM

Menyambut hari raya Idul Adha, umat Islam akan melaksanakan ibadah penyembelihan hewan kurban. Ibadah kurban mempunyai makna bahwa setiap perbuatan yang menambah kedekatan seorang hamba dalam kehidupan untuk menggapai ridho Allah. Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah yang jatuh pada hari Jumat, 31 Juli 2020, tidak lepas dari sejarah penting prosesi pelaksanaan penyembelihan hewan kurban. Ketiga peristiwa tradisional tersebut adalah ibadah haji, salat ‘Id dan penyembelihan hewan kurban, yang menjadi spirit hari raya Idul Adha (hari Raya Kurban) itu sendiri. Idul Adha merupakan refleksi atas ketulusan dan loyalitas Nabi Ibrahim terhadap perintah-perintah Allah SWT. Perayaan Idul Adha di tengah pandemi tidak menyurutkan spirit untuk meningkatkan keimanan, dan kepasrahan kita pada Tuhan dalam Konteks kehidupan masyarakat sehari-hari. Ahmad Fatoni, Salah satu Dosen FAI UMM menjelaskan bahwa cita cita universal Nabi Ibrahim merupakan momentum sejarah yang menentukan perjalanan hidup manusia sampai sekarang. “Ketundukannya terhadap tata aturan Ilahiyah menjadi pedoman hidup sepanjang masa bagi umat manusia yang mengisyaratkanagar generasi sesudahnya mau menerima secara utuh perintah Allah dan istiqomah terhadap ajaran syari’at,” ungkapnya Menurut Ahmad Fatoni, dalam situasi negeri yang sedang menghadapi berbagai permasalahan, menjadikan perayaan Idul Adha sangat bermakna d tengah kondisi pandemi covid-19. Banyak hikmah yang dapat diambil dari kisah Nabi Ibrahim yang bersejarah dapat diterjemahkan dalam kehidupan bermasyarakat. “Menyebarnya pandemi covid-19 dan penerapan PSBB di berbagai daerah, tidak sedikit masyarakat dari golongan manapun yang terdampak dan mengalami penuruna pendapatan sampai harus kehilangan pekerjaan, terlebih golongan pekerja informal yang bergantung pada bantuan orang lain. Kendati pemerintah sudah melakukan berbagai tindakan untuk menyelamatkan masyarakat terdampak, hal itu sebuah kemustahilan tanpa didukung oleh orang-orang yang mempunyai kesadaran untuk saling berbagi,” ujarnya. Kesediaan manusia untuk berkorban sebaiknya jauh melampaui daripada sekedar prosesi penyembelihan hewan kurban, diantaranya adalah berjuang melawan hawa nafsu kebinatangan dan ikhlas berbagi kepada sesama manusia yang membutuhkan bantuan.
Milad 111 Muhammadiyah, Refleksi dan Kontribusi Mencerdaskan Bangsa

Muhammadiyah yang berdiri sejak 08 Dzulhijjah 1330 H kini merayakan milad ke 111 tahun yang bertepatan dengan tanggal 29 juli 2020. Organisasi Islam yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan di Kampung Kauman Yogyakarta telah ikut berkontribusi mencerdaskan kehidupan Bangsa. “Selamat dan tahniah Muhammadiyah ke 111, alhamdulillah dalam berbagai cobaan gelombang kehidupan yang terkadang sangat keras dan menyakitkan engkau tetap suci dan kokoh”, ungkap Tobroni (Dekan FAI UMM). Ucapan selamat dan doa mengalir dari seluruh warga Muhammadiyah maupun masyarakat dan tokoh-tokoh organisasi lainnya. Persyarikatan Muhammadiyah berdiri untuk memurnikan ajaran Islam yang saat itu banyak dipengaruhi kepercayaan mistik yang sering disebut dengan TBC (takhayul, bid’ah dan khurafat). Selain itu, Muhammadiyah berperan besar dalam kemajuan Bangsa dalam pelbagai bidang melalui amal usaha yang didirikan, dantaranya pusat pendidikan mulai dari TK bingga perguruan tinggi.
Perkuat Profesionalisme Dosen, 13 Dosen FAI UMM Resmi Mendapatkan Jabatan Fungsional Baru

Senin (20/07/2020), 13 Dosen FAI UMM resmi mendapatkan Jabatan Fungsional baru. Dengan Jabatan Fungsional ini diharapkan akan menambah profesionalisme dosen-dosen di FAI UMM. Sebagai informasi, Jabatan Fungsional merupakan jabatan akademik yang resmi dikeluarkan oleh Kemendikti-BRIN untuk dosen-dosen di seluruh Indonesia. Dosen dengan Jabatan Fungsional artinya dosen tersebut secara profesi dan kepakaran sudah diakui secara nasional, bahkan internasional. “Diharapakan dosen-dosen dengan Jabatan Fungsional dapat mendorong Prodi dan Fakultas, terutama dalam memenuhi aspek caturdharma pendidikan.” pesan Prof. Tobroni, Dekan Fakultas Agama Islam. Sebagai tambahan, caturdharma merupakan istilah khas sebagai peran dosen di Universitas Muhammadiyah Malang. Secara umum, perguruan tinggi mengenal istilah tridharma, terdiri dari pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Akan tetapi, Perguruan Tinggi Muhammadiyah menambahkan satu peran lagi bagi dosen, yaitu pengabdian dalam al-Islam dan Kemuhammadiyahan. (FMM).
Siapkan Perkuliahan New Normal, Tim Helpdesk LMS FAI UMM Susun Langkah-Langkah Strategis

Jumat (17/07/2020), Tim Helpdesk LMS FAI UMM melakukan rapat kecil untuk mempersiapkan pembelajaran di semester ganjil 2020/2021. Rapat ini dihadiri oleh Pak Zulfikar (Prodi PAI), Pak Agus Supriadi (Prodi HKI), Pak Fadilla Muhammad (Prodi ES), Pak Ainur (Prodi PBA), dan Pak Ferry (Prodi PBA). Dalam rapat tersebut dibahas langkah-langkah strategis untuk persiapan perkuliahan dengan menggunakan LMS (learning management system) UMM, terutama untuk dosen-dosen yang mengampu mata kuliah semeseter 1. “Perlu dipetakan dosen-dosen yang mengampu mata kuliah semester satu agar dapat menggunakan media lms ini dengan baik” ujar Pak Agus Supriadi, dosen Hukum Keluarga Islam FAI UMM. Selain itu, secara umum perlu juga dilakukan pelatihan penggunaan LMS dengan mengkategorikan dosen yang melek teknologi dengan dosen yang belum melek teknologi. “Perlu ada pelatihan yang terpisah antara dosen yang melek dan belum melek terhadap aplikasi LMS ini” tambah Pak Zulfikar, dosen Pendidikan Agama Islam FAI UMM. Pelatihan dan pendampingan penggunaan LMS ini rencananya akan diberikan secara merata kepada seluruh dosen pengampu mata kuliah, baik dosen tetap maupun dosen luar biasa. Materi yang diberikan nanti, selain penggunaan LMS juga dijelaskan tentang konsep Polysyncronous Learning dalam perkuliahan semester ganjil nanti. (FMM)
Sambut Idul Adha 2020, PP Muhammadiyah Anjurkan Sedekah Uang Daripada Sembelih Hewan Qurban

Menyambut Idul Adha 1441 H, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan surat edaran untuk mengutamakan sedekah uang daripada menyembelih hewan qurban. Disampaikan dalam surat edaran Nomor 01/MLM/I.0/E/2020, membantu dhuafa maupun berkurban keduanya mendapatkan pahala di sisi Allah SWT, namun berdasarkan beberapa dalil, memberi sesuatu yang lebih besar manfaatnya untuk kemaslahatan adalah yang lebih diutamakan. PP Muhammadiyah menyarankan urutan skala prioritas terkait dengan alternatif berkurban saat pandemi Covid-19, sebagai berikut : kurban sebaiknya dikonversi berupa dana dan disalurkan melalui Lazismu untuk didistribusikan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan di daerah tertinggal, terpencil, dan terluar atau diolah menjadi kornet (kemasan kaleng); penyembelihan hewan kurban dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) agar lebih sesuai syariat dan higienis; jumlah hewan yang disembelih di luar RPH hendaknya dibatasi (tidak terlalu banyak) untuk menghindari kemubaziran dan distribusi yang merata, disembelih oleh tenaga profesional, mengurangi kerumunan massa, dan pemenuhan protokol kesehatan yang ketat sehingga dapat menjamin keamanan dan keselamatan bersama; hewan kurban berupa kambing atau domba sebaiknya disembelih di rumah masing-masing oleh tenaga profesional dan apabila mampu dapat disembelih sendiri oleh orang yang berkurban (ṣāhibul-qurbān); dan pembagian daging kurban diantar oleh panitia ke rumah masing-masing penerima dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Sekretaris PP Muhammadiyah, Agung Danarto, menjelaskan hukum ibadah kurban adalah sunah muakadah bagi Muslim yang telah memiliki kemampuan untuk berkurban dengan tata cara sesuai tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Namun pandemi Covid-19 menimbulkan masalah sosial ekonomi dan meningkatnya jumlah kaum dhuafa. PP Muhammadiyah juga menyampaikan bahwa 1 Zulhijah 1441 H jatuh pada 22 Juli 2020. Hari Arafah pada 9 Zulhijah 1441 H jatuh pada 30 Juli 2020. Kemudian Idul Adha pada 10 Zulhijah 1441 H jatuh pada 31 Juli 2020.
Ahlan Wa Sahlan New Normal

Dengan ditetapkannya status New Normal oleh pemerintah NKRI, Universitas Muhammadiyah Malang mempersiapkan berbagai hal untuk menyambut perkuliahan di era new normal. Tentu, hal ini tidak hanya sebatas ikut-ikutan trend, tetapi juga dibarengi dengan penyediaan fasilitas yang mendukung protokol kesehatan Covid-19. Secara umum, kampus-kampus di UMM sudah dilengkapi dengan fasilitas penunjang yang lengkap, seperti handsanitizer, wastafel, termo-gun, dan pelapisan tembaga pada tombol lift. Secara detail, UMM telah menyediakan wastafel pada 55 titik di area outdoor kampus III. Wastafel ini juga ke depannya akan disediakan dengan model wastafel berpedal, sehingga dapat mengurangi adanya kontak tubuh manusia dengan wastafel tersebut. Untuk bagian Indoor, UMM juga menyediakan hand sanitizer di Lorong-lorong kelas, dalam kelas, serta ruang perkantorannya. Tim perlengkapan UMM juga senantiasa memantau isi dari hand sanitizer tersebut agar tidak kosong. Wastafel indoor juga disediakan sebanyak 85 unit indoor yang tersebar di Gedung perkuliahan, perkantoran, dan pusat kegiatan mahasiswa. Kemudian guna meningkatkan kenyamanan penggunaan lift, pihak perlengkapan UMM sudah melapisi tombol lift dengan tembaga pada setiap lift di lingkungan UMM, seperti kampus, rumah sakit, dan hotel. Hal ini disebabkan karena mikroorganisme hanya bertahan maksimal 3 jam pada permukaan tembaga, sementara pada permukaan logam lain bisa bertahan sampai 4 hari. Selanjutnya, UMM juga membatasi akses keluar-masuk UMM guna memudahkan pengendalian pengunjung yang hendak masuk ke area kampus UMM. Petugas satpam juga akan mengecek suhu tubuh setiap pengunjung, baik masyarakat umum, dosen, dan karyawan dengan menggunakan thermo-gun. Untuk memasuki area kampus UMM, pengunjung, dosen, dan karyawan juga diwajibkan untuk mengenakan masker dan dianjurkan menggunakan face-shield terutama bagi karyawan lini depan. Pelaksanaan proses pembelajaran di semester ganjil 2020-2021 juga tak luput dari perhatian kampus. Ruang-ruang kelas, selain disediakan hand-sanitizer, juga rutin dilakukan pembersihan dengan menggunakan disinfektan setiap harinya. Jumlah mahasiswa per kelas dibatasi menjadi 30 mahasiswa per kelas dengan jarak antara bangku diatur menjadi 1-2 meter. Fasilitas umum di lingkungan kampus III, seperti kantin dan hotspot area juga diterapkan protocol Kesehatan. Untuk area kantin, diberikan jarak satu meja yang dibiarkan kosong. Kemudian, hotspot area diberikan pembatas-pembatas plastik di setiap bangkunya. Dengan dipersiapkannya berbagai fasilitas pendukung protokol kesehatan ini diharapkan proses perkuliahan di era new normal dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. Sehingga, bagi para mahasiswa dan calon mahasiswa tidak perlu merasa khawatir untuk beraktivitas di area kampus UMM, khususnya di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang. Hal ini karena semua ikhtiar terbaik sudah dilakukan, maka sivitas akademik UMM tinggal bertawakal (FMM)
Hasnan Bachtiar: Dosen Berprestasi Tingkat Fakultas, Bercita-cita Ingin Menjadi Guru Sekolah Dasar

Berdasarkan SK Rektor No 118.b/SK-DP/III/2020 ditetapkan 4 dosen Fakultas Agama Islam, menjadi dosen berprestasi tingkat fakultas, yaitu Peringkat 1, Hasnan Bachtiar,MIMWAdv (Prodi Hukum Keluarga Islam), 2. Dr. Umiarso (Prodi Pendidikan Agama Islam), 3. Ahmad Fatoni, M.Ag (Prodi Pendidikan Bahasa Arab), dan 4. Dr. Rahmad Hakim (Prodi Ekonomi Syariah). Dalam kesempatan ini, kami mewawancara Pak Hasnan terkait hal-hal yang mendorongnya menjadi dosen berprestasi tingkat fakultas. 1. Bagaimana Perasaannya terpilih menjadi dosen prestasi 1 tingkat fakultas? Alhamdulillah. Saya bersyukur kepada Allah. Saya tidak pernah menduga sebelumnya 2. Bagaimana proses mengajar di kelas? Mata Kuliah apa yg diajarkan dan bagaimana metode pembelajarannya? Dalam mengajar, saya menerapkan metode “Blended Learning Berbasis Critical Thinking” (BLBCT). Metode pembelajaran ini diterapkan pada matakuliah “Teori Hukum Islam Kontemporer.” Metode pembelajaran ini diimplementasikan dalam rangka membangun empat bidang utama, yakni paradigma (hukum progresif dan keindonesiaan), intelektualisme, sikap dan karya. Sementara itu, proses pembelajaran di kelas dibagi menjadi dua tahapan, yakni: Focus Group Discussion (FGD) dan Panel Discussion. Interaksi intensif terjadi pada proses FGD, sementara Panel Discussion adalah sarana untuk debat akademik terbuka di dalam kelas. Kedua proses ini sangat efektif dalam rangka mengevaluasi secara kritis teori-teori kunci yang diajarkan, thesis statement yang diajukan, argumentasi yang dibangun (yang menyokong thesis), evidence yang digunakan (untuk membangun argumentasi). 3. Bagaimana bentuk pengabdian masyarakat yang telah atau sedang berjalan? Pengabdian yang selama ini dilakukan adalah, membuat kelompok-kelompok diskusi sistemik yang saling berkaitan satu sama lain dalam rangka membangun kapasitas dan kapabilitas intelektual mahasiswa. Kelompok yang dimaksud adalah Akademos. Melalui kelompok ini, terdapat dua puluh mahasiswa UMM dari berbagai jurusan. Kami “belajar bersama” dan “saling berbagi” pengetahuan dan pengalaman mengenai (1) bidang kajian yang kami miliki, (2) semangat berkarya, (3) penguasaan bahasa asing, (4) aplikasi beasiswa. Melalui berbagai kegiatan Akademos, kami berhasil mengantarkan semua anggotanya meraih penghargaan internasional (international recognition), karena memenangkan berbagai beasiswa bergengsi di seluruh dunia, terutama di Eropa, Amerika, Australia dan Asia Yang kedua, kami merupakan salah seorang pendiri dan anggota organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah “Around the World.” Organisasi ini penting sekali, dalam rangka memperkuat dan memperluas jaringan aktivis-intelektual Muhammadiyah yang tersebar di berbagai universitas terbaik di seluruh dunia. Melalui organisasi ini kami saling berbagi informasi, pengetahuan dan pengalaman, serta bahu-membahu memberikan kontribusi akademik yang bermanfaat bagi dunia global. Sementara itu, yang ketiga, kami menjadi mentor alumni HKI untuk kuliah ke luar negeri. Sebagai mentor, kami bersedia berbagi berbagai hal mengenai memenangkan beasiswa ke luar negeri. Saat ini, tercatat terdapat empat alumni HKI yang pernah dan sedang kuliah di the Australian National University (ANU), Australia. 4. Apa kepakaran yang Anda miliki, dan bagaimana kegiatan penelitiannya? Saya tertarik mendalami syariah di ruang publik, hukum perang dan hubungan internasional dalam tradisi Islam (Siyar) dan filsafat hukum. Sebagian besar karya-karya akademik yang dihasilkan, selalu berkaitan dengan tema tersebut. Karya-karya tersebut, beberapa sudah dipublikasikan di berbagai jurnal internasional bereputasi (Scopus Q1) dan juga jurnal nasional bereputasi (Sinta 1 dan Sinta 2). Saya masih berhasrat menerbitkan karya-karya terbaik di jurnal internasional terindeks Web of Science (WoS), indeksasi jurnal ilmiah tertinggi. Saat ini, saya menjadi asisten peneliti untuk program penelitian yang didukung oleh European University Institute (EUI) Florence, Italia. Sementara, program penelitian di mana saya menjadi peneliti utama (principal investigator) didukung oleh The Middle East Institute (MEI), National University of Singapore dan juga program lain yang didukung oleh LaTrobe University, Australia. 5. Bagaiman tips dan trik agar aktif menulis, baik dalam bentuk artikel maupun jurnal ilmiah? Saya hanya memiliki sedikit waktu untuk menulis. Mungkin hanya satu sampai dua jam setiap harinya. Sementara untuk membaca buku, saya minimal menghabiskan waktu 12 jam setiap harinya. Jadi, saya sewaktu belajar di ANU, saya ditraining 12+1. Artinya 12 jam membaca, satu jam menulis. Semuanya saya lakukan secara rutin dan disiplin. Apa yang saya lakukan ini merupakan tips rahasia. 6. Bagaimana bentuk kontribusi Anda terhadap Persyarikatan Muhammadiyah? Saat di Australia, saya mendirikan dan menjadi ketua pertama Pimpinan Cabang Istimewa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Australia dan Oceania. Sepulangnya ke tanah air, saya terpilih sebagai salah seorang Presidium Nasional Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah. Di jaringan inilah kami bersama-sama para aktivis lainnya memperjuangkan nilai-nilai Islam Berkemajuan ke dalam berbagai bidang kehidupan, terutama politik, ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Di UMM, kami terlibat dalam berbagai kegiatan Cendekiawan Muda Muhammadiyah, sayap intelektual Muhammadiyah yang lahir di Malang. Saya juga terhitung sebagai kolumnis Suara Muhammadiyah, khususnya kolom “dunia Islam.” Di samping itu, saya adalah bagian dari dewan redaksi IBTimes.ID website wacana keislaman yang memperjuangkan Islam Berkemajuan, yang dikelola oleh para aktivis muda Muhammadiyah. Sementara itu dalam konteks struktural Muhammadiyah, saya bersama dengan kolega, Dr Ahmad Najib Burhani, menerjemahkan berbagai naskah resmi persyarikatan ke dalam bahasa Inggris, sebagai salah satu bagian dari program internasionalisasi Muhammadiyah. 7. Selama masa pandemic covid-19, bagaimana cara Anda menjaga produktivitas? Sebenarnya, tidak ada kiat khusus untuk menjaga stamina akademik dan produktivitas. Saya hanya merasa bahwa, tugas seorang sarjana di samping mengajar di kampus, adalah membaca dan menulis (meneliti dan menerbitkan karya). Dalam setiap tahun, target saya adalah menyelesaikan satu naskah buku (modul/buku ajar), dua naskah artikel jurnal (internasional/nasional), satu book chapter, dan satu artikel Op-Ed (untuk media massa online atau cetak) setiap bulannya. Selama pandemik berlangsung, ada banyak kegiatan yang dilakukan. Terutama mempersiapkan bahan untuk mengajar daring, menulis untuk media massa, mengedit jurnal, mengerjakan proyek penelitian dan mempersiapkan dua buku, yang insya Allah akan lahir di awal tahun 2021. 8. Ketika menjadi mahasiswa, apakah pernah terpikir untuk menjadi dosen, apalagi menjadi dosen berprestasi seperti saat ini? Saat saya menjadi mahasiswa, saya tidak pernah berpikir menjadi dosen. Cita-cita saya adalah menjadi guru di sekolah dasar. Dan mimpi tertinggi saya adalah mengajar di kelas rendah (kelas satu atau kelas dua). Saya pikir menjadi guru adalah tugas yang paling mulia. Tanpa guru, tidak akan pernah ada dosen atau profesor. Tetapi mungkin takdir Allah berkata lain. Saya harus menekuni bidang kesarjanaan dan pembangunan ilmu pengetahuan. Bagi saya, itulah yang terbaik. Semua yang Allah berikan, hanya perlu diterima dengan penuh syukur. (FMM)