Awali Tahun Ajaran Baru, FAI UMM Tambah Doktor Di Bidang Ilmu Qur’an & Tafsir

Selasa, 06 Oktober 2020 telah dilaksanakan sidang promosi doktor salah satu dosen FAI UMM, Syamsurizal Yazid, di Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya yang berlangsung secara daring pada pukul 08.00-11.00 WIB. Seluruh civitas Akademika Fakultas AgamaIslam mengucapkan Tahniah dan Selamat atas diraihnya Gelar Doktor kepada Dr. Syamsurizal Yazid,M.A

Arabic Language Festival (ALAFEST) 03: Revolusi dalam Syiar Bahasa Arab

Program Studi Pendidikan Bahasa Arab FAI UMM kembali mengadakan kegiatan Syiar Bahasa Arab bertajuk Syiar Bahasa Arab Dari sejuknya Malang untuk samudra peradaban. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 8-10 Maret 2020. Adapun rangkaian kegiatannya berupa  Lomba Ghina al Arabi, Pidato bahasa Arab, Debat Bahasa Arab, Khat al Arabi,  Olimpiade, dan Qiro’ah al akhbar al-Araby. Selain berbagai perlombaan tersebut, Seminar Nasional bertemakan “Revolusi Syiar Bahasa Arab untuk menghadapi Era Society 5.0” juga ikut memeriahkan rangkaian dari kegiatan ini. Seminar ini diisi oleh pemateri dari dalam dan luar negeri. Adapun para pakar yang mengisi kegiatan ini adalah Prof.  Dr. Faisal Mahmud Adam dari Sudan, Dr. Abdul Haris, M.A,(Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab FAI) dan Dr. Muhammad Kholison M.Pd.I (Direktur lisan Arabi). Dalam seminar ini, terdapat beberapa sasaran penting terkait dengan strategi pembelajaran Bahasa Arab di era milenial ini, yaitu: 1. Mensyiarkan bahasa Arab sebagai bahasa umat Islam. 2. Meningkatkan kecintaan kepada bahasa Arab. 3. Menjalin silaturahim antara pecinta bahasa Arab. 4. Mengasah kompentensi mahasiswa bahasa arab melalui perlombaan di bidang kebahasaaraban Kegiatan ini ditutup dengan penampilan dari mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab. Adapun bentuk penampilannya berupa Qhina al-Arabi dan Musikalisasi puisi yang sangat menyentuh hati. [FMM]             Shared:

Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap COVID-19, FAI UMM Sediakan Handsanitizer di Lingkungan Fakultas

Mulai Hari Ini, Senin 16 Maret 2020, sebagian besar kegiatan perkuliahan di lingkungan kampus UMM sudah memberlakukan pembelajaran jarak jauh/online dengan menggunakan berbagai media, seperti Google Classroom, Edmodo, Canvas, Grup WA, dll. Hal ini merupakan respon dari dikeluarkannya SE Rektor No 483/2020 tentang Kewaspadaan terhadap COVID-19. Hal ini juga merupakan bagian dari respon dari instruksi Bapak Walikota Malang yang meliburkan instansi sekolah mulai 16 Maret 2020 hingga 14 hari ke depan. Sebagai penguatan, jajaran dekanat FAI UMM juga menerbitkan Surat Edaran No 147/2020 untuk memberlakukan perkuliahan jarak jauh dengan berbagai media daring yang ada. Selain mengeluarkan surat edaran, sebagai langkah peningkatan kewaspadaan, kantor-kantor di lingkungan fakultas juga kini dilengkapi dengan handsanitizer. Hal ini guna meningkatkan kebersihan tangan para karyawan dan dosen yang memiliki keperluan di kampus.   Dalam menyikapi kasus COVID-19 ini, PP Muhammadiyah juga telah membentuk Muhammadiyah COVID-19 Command Center (MCCC). Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap COVID 19, MCCC telah mengeluarkan Panduan Kesiapsiagaan COVID-19. Adapun buku panduan tersebut dapat di download dengan klik di sini. Semoga badai COVID-19 segera berlalu, dan kegiatan muamalah kembali berjalan normal. Aamiin. [FMM]

Tim Rektorat UMM Kunjungi Fakultas Agama Islam: Meninjau Kebijakan Unit Pasca Surat Edaran Rektor

Pasca dikeluarkannya Surat Edaran Rektor No. 483 tentang Kewaspadaan dan Pencegahan Penyebaran Wabah Covid-19 serta Pengelolaan di Universitas Muhammadiyah Malang, setiap fakultas mulai menerapkan blended learning dengan memanfaatkan media daring. Pun Fakultas Agama Islam, Dekanat secara resmi mengeluarkan Surat Edaran Dekan dan mendorong agar seluruh dosen memberikan perkuliahan dengan menggunakan media-media seperti Edmodo, Google Class, Canvas, dll.   Siang tadi (17/03/2020), Tim Rektorat yang diwakili oleh Pak Syamsul Arifin (Warek 1) dan Pak Rahmat Wijaya (Ka. BAA) mengunjungi berbagai unit di universitas, termasuk Fakultas Agama Islam. Adapun maksud dari kunjungan ini sebagai bentuk tinjauan, koordinasi, dan konsolidasi atas surat edaran rektor tersebut. Dari kunjungan tersebut, tim universitas memberikan tanggapan positif terhadap langkah-langkah yang telah ditempuh oleh fakultas, “Saya mengapresiasi langkah-langkah yang diambil FAI” ujar Warek 1. Sebagai penguatan terhadap pembelajaran berbasis media daring, pihak universitas juga sudah menambah kapasitas wifi guna memaksimalkan penggunaan internet.   Beliau juga menegaskan, momentum pembelajaran dengan media daring ini harus dimanfaatkan untuk dosen-dosen dalam meningkatkan kemampuan memberikan pembelajaran berbasis internet. “Saya menekankan agar SER (Surat Edaran Rektor) dijadikan moment untuk mengembangkan kemampuan dosen dalam menggunakan perkuliahan berbasis daring dengan berbagai platform” pungkasnya.   Dengan ditetapkannya Surat Edaran Rektor ini, beliau menegaskan bahwa dosen dan karyawan tidak berarti libur. Pelayanan kepada mahasiswa dan pekerjaan administratif masih berjalan seperti biasa, hanya perkuliahan saja dilakukan secara online. “UMM telah menyiapkan upaya pencegahan dan pelayanan terkait penyebaran Covid-19” pungkasnya. Seperti yang diberitakan sebelumnya, lingkungan kantor FAI sudah menyediakan handsanitizer. Kemudian, secara khusus universitas juga sudah memproduksi sendiri handsanitizer untuk diberikan gratis kepada seluruh sivitas akademika. [FMM]  

Raker Penerimaan Maba UMM 2020

Rabu, 26 Februari 2020, Universitas Muhammadiyah Malang melakukan Rapat Kerja di Rayz Hotel Malang. Topik yang dibahas dalam kegiatan ini adalah mengenai kondisi dan strategii terkait peningkatan pendaftaran mahasiswa baru di Universitas Muhammadiyah Malang. Hadir dalam pertemuan ini yaitu Rektorat (Rektor, WR 1, WR 2, dan WR 3), Dekanat (Dekan, WD 1, WD 2, dan WD 3), tim penerimaan mahasiswa baru, serta tim PIC Humas Fakultas. Dalam pertemuan ini, diungkapkan beberap data terkait pendaftaran calon mahasiswa UMM, kemudian setiap dekan menyampaikan paparan mengenai strategi untuk menjaring calon mahasiswa baru UMM. Prof Tobroni, selaku dekan Fakultas Agama Islam, secara khusus menyampaikan strategi dan aksi yang telah dilakukan FAI untuk meningkatkan minat calon mahasiswa baru UMM untuk mendaftar. Adapun strategi yang digunakan adalah sebagai berikut: 1.  Menyasar generasi milenial 2.  Menyasar basis-basis sekolah melalui peran alumni 3.  PMB berdasarkan basis wilayah 4.  PMB melalui jemput bola: undangan dan jaringan alumni 5.  Kerja sama dengan berbagai stake holder\ 6.  Basis prodi diperkuat [fmm]

Kuliah Profesor Moncef Abdeljelil di Fakultas Agama Islam: Etika Global Hans Kung

Sabtu pagi, 15 Februari 2020, Fakultas Agama Islam menyelenggarakan program akademik rutin, Halaqah Sabtu Pagi (HSP). Didaulat sebagai narasumber dalam program tersebut, Profesor Moncep Ben Abdeljelil dari Ecole Normale Superiure (ENS), Tunisia. Tema yang diangkat adalah tema yang hangat di percaturan wacana keagamaan modern, yakni “etika global Hans Kung.” Dalam program tersebut, Dr Moh. Nurhakim berkesempatan memberikan kuliah iftitah (pembukaan), sementara bertindak sebagai moderator adalah Agus Supriyadi, Lc, M.H.I. Etika global ini digagas di tengah konteks globalisasi, maraknya konflik keagamaan dan etnis, diangkatnya isu pertarungan peradaban dan pasar dunia yang hegemonik. Itu semua mengakibatkan ketidakstabilan, ketidakadilan, hilangnya kearifan lokal, merebaknya kemiskinan dan lenyapnya nilai-nilai moral. Dalam rangka merespon itu semua, Hans Kung berpikir bahwa spirit keagamaan masih relevan. Karena itulah, ia mencoba menggali “nilai-nilai kemanusiaan yang dapat dipahami bersama.” Sementara metode yang ia gunakan adalah hermeneutika keagamaan. Berkaitan dengan ini semua, Hans Kung menandaskan, “Terjadi pembunuhan, kekerasan dan perampasan hak-hak asasi manusia atas nama agama.” Karena itu, yang harus dibangun adalah dialog antaragama, antarnegara dan antarmanusia. Pada 11-27 September 1893, pernah diinisiasi pertemuan dunia pertama etika global di Chicago, Amerika Serikat. Inisiasi itu, disebut “World Religion Parliament.” Hans Kung yang lahir di Swiss pada 1928, diangkat sebagai presiden the Foundation of the Global Ethics (Stiftung Weltethos). Saat ini ia berusia 93 tahun dan dikenal sebagai teolog yang paling kritis, karena mempertanyakan “kemaksuman” pastur. Hans Kung dan banyak orang lainnya menyaksikan adanya aktivitas nir-moral (konflik dan perang) yang mengorbankan alam dan kemanusiaan. Hal yang paling tampak di permukaan adalah terjadinya penghancuran hutan dan krisis kemanusiaan. Menurut Profesor Moncef, Hans Kung mengajukan solusi-solusi atas masalah krusial tersebut. Agama harus berkontribusi. Di samping itu, dialog peradaban dan perumusan etika global yang dapat disepakati oleh semua orang. Tetapi, dari mana sumber etika yang akan dirumuskan? Pertama adalah etika yang berasal dari agama-agama dan yang kedua, dari kebudayaan kemanusiaan yang unggul. Dasar-dasar yang terpenting dari etika global adalah, kemerdekaan, saling menghormati, kejujuran dan integritas yang sempurna. Sementara tantangan atas itu semua adalah berkaitan dengan wacana kebenaran. Misalnya, hal itu berwujud persepsi mengenai iman dan agama di tengah konteks pluralitas. Sementara tantangan lainnya adalah pertentangan antara etika kemanusiaan dengan etika keagamaan.[HB]

SARASEHAN PERGURUAN TINGGI MUHAMMADIYAH Se-JAWA TIMUR

Tepat pada Jum’at 7 Februari 2020, Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menyelenggarakan Sarasehan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di lingkungan Muhammadiyah (PTKIM) se-Jawa Timur. Sarasehan yang dipimpin FAI UMM ini mengambil tema “Penguatan PTKIM Menuju Perguruan Tinggi Berkemajuan.” Menurut Dr Fauzan, selaku Rektor UMM yang membuka acara tersebut, “Sudah saatnya PTM menjadi subyek perubahan. Bukan obyek. Karenanya, sudah saatnya bertarung dalam gelanggang; dinamika pendidikan tinggi yang terus berubah.” Secara lebih jauh, “Konsolidasi ini penting digunakan untuk menata niat, tekad dan semangat PTKIM dalam rangka menjadi yang terdepan dalam inovasi dan prestasi,” tutur Dr Fauzan. Narasumber kunci, Prof A. Malik Fadjar menandaskan bahwa dalam rangka membawa PTKIM sebagai yang terdepan, memerlukan keberanian dan soliditas. “Dalam menata PTKIM ini, kita harus berani berwawasan inklusif dan menanggalkan sektarianisme,” tegasnya. Prof Malik mengamati bahwa, secara historis, banyak di antara kelahiran Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) bermula dari FAI. Hal ini diamini oleh Prof Achmad Jainuri. Bahkan, di banyak universitas terkemuka di dunia, juga berawal dari program studi agama (divinity school). Sayangnya dalam perkembangannya, pengelolaannya di Indonesia, tidak se-profesional fakultas lainnya. Prof Malik berkomentar, “Karena itu, harus dikelola secara jauh lebih baik. FAI adalah yang pertama. FAI yang menjadi perekat agar kita semua solid.” Sebenarnya, saat ini tantangan kehidupan begitu berat. Dinamika sosial, politik dan ekonomi di era teknologi 4.0, juga harus direspon dan digerakkan oleh FAI. Prof Malik menyatakan bahwa, “FAI adalah aset. Aset yang penting untuk mengupayakan pencerahan umat, kemanusiaan dan peradaban.” Dalam rangka menyambut segala tantangan yang ada, Prof Tobroni, selaku Dekan FAI UMM menjelaskan bahwa FAI akan menghadapi akreditasi dengan sembilan standar. Standar ini menekankan luaran dan capaian mahasiswa. Menurutnya, “Jika FAI mampu meluluskan anak-anak bangsa yang pandai, cerdas, produktif, memiliki karya yang mewarnai gelanggang akademik, lalu siap kerja, maka institusi kita dianggap sudah sesuai standar.” Hal ini ditambah juga dengan, “Tri-Pasti: pasti berakhlak-mulia, pasti lulus dan pasti bermanfaat (kerja),” tambahnya. Dalam rangka menuju hal itu, maka FAI UMM dan PTKIM, menekankan pentingnya publikasi karya ilmiah, bukan hanya bagi dosen, namun juga para mahasiswa. “Hal ini tentu selaras dengan kebijakan Mas Menteri, Nadhim Makarim,” ungkap Prof Tobroni.[]

Koordinasi Perkuliahan: Persiapan Mengajar para Milenial

 Menjelang dimulainya ajaran baru di semester genap 2019-2020, Fakultas Agama Islam (FAI) UMM menyelenggarakan koordinasi perkuliahaan yang akan dimulai tanggal 10 Feb 2020. Kegiatan ini dibuka oleh Pak Agus Purwadi, M.Si selaku Wadek I bidang akademik. Dalam pembukaannya, Pak Agus mengingatkan untuk mengoptimalkan metode pembelajaran, salah satunya dengan metode blended learning. Selanjutnya, Wadek I juga menyampaikan untuk membuat buku ajar sendiri.            Dalam kegiatan ini juga, Pak Dekan, Prof. Tobroni memberikan arahan bahwa perlu ada inovasi dalam pengajaran di kelas. Hal ini mengingat generasi yang sekarang diajari adalah generasi milenial. Perlu dilakukan penyesuaian dari student center learning menjadi konsep kampus merdeka. Penilaian kepada mahasiswa jangan terlalu ditekankan pada aspek kognitif, tapi perlu dipertimbangkan aspek kecerdasan lainnya. Pengajarana di kelas harus memicu mahasiswa untuk memiliki jiwa Entrepreneur, Kreatif, dan Kepemimpinan. Perlu juga dicontohkan mengenai kedisiplinan, dari yang paling sederhana seperti datang tepat waktu. Siapkan juga diri untuk mengajar, siap secara mental, materi, dan tampilan. Sebagai tambahan, Pak Dekan memberikan arahan agar tugas-tugas mahasiswa bisa diarahkan menjadi jurnal bereputasi.         Shared:

Workshop Internasionalisasi UMM

Person in charge (PIC) Internasionalisasi UMM delegasi Fakultas Agama Islam, Hasnan Bachtiar, MIMWADV bersama dengan PIC lainnya dari seluruh fakultas, mengikuti “Workshop on Internationalization University of Muhammadiyah Malang.” Program yang dihelat di Hotel Kapal Garden, Sengkaling pada Rabu 29/01/2020 ini, menurut Profesor Syamsul Arifin selaku Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, merupakan langkah strategis untuk mendorong UMM menuju kampus terakreditasi internasional. Mathieu Mergans, Asisten Rektor UMM Bidang Internasionalisasi menyatakan bahwa, “Sebaiknya, fakultas-fakultas kita perlu menggalakkan kerjasama dengan berbagai fakultas lain dari kampus-kampus ternama di dunia. Kita perlu membuat kerjasama dalam bentuk kolaborasi riset, pertukaran mahasiswa, magang, KKN atau pengabdian dan lain sebagainya.” Sementara itu, Dr Latipun, Kepala International Relations Office (IRO), menjelaskan bahwa, melalui PIC masing-masing fakultas, UMM mencoba melakukan assessment awal dan akan memonitoring seluruh perkembangan internasionalisasi semua fakultas. Saat mempresentasikan datanya di hadapan hadirin, Hasnan menjelaskan bahwa, saat ini FAI – melalui Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) – sedang berkolaborasi riset dengan European Institute University (EUI), Florence, Italia, di bidang “Agama, globalisasi dan sekularitas.” Program ini diproyeksikan akan menghasilkan publikasi di penerbit Routledge pada 2021 mendatang. Di samping itu, FAI juga memiliki kolaborasi akademik dengan Department of Malay Studies, National University of Singapore (NUS). Kedua belah pihak telah menggelar beberapa public lecture, seminar dan workshop di bidang agama, kehidupan sosial dan aktivisme mahasiswa. Sementara itu, bentuk kerjasama lainnya adalah visiting profesor, yakni Profesor Moncef Ben Abdeljelil dari Ecole Normale Superiure, Tunisia, yang sedang menyelenggarakan riset tentang Muhammadiyah di UMM. Di samping itu, berbagai universitas dari Arab Saudi juga secara rutin mengirim dosen-dosennya dalam rangka mengajar bahasa Arab di fakultas. Bentuk kerjasama lainnya yang sedang dijajaki oleh FAI adalah, mencoba bekerjasama dengan berbagai lembaga pendidikan di Singapura dan Malaysia, yang akan mengirimkan para mahasiswanya untuk belajar di FAI UMM. Menurut Profesor Tobroni, Dekan FAI, hal ini sangat penting dan signifikan dalam menyongsong akreditasi program studi “Sembilan Kriteria” dan akreditasi internasional universitas. Sebagai hasil dari workshop yang ada, para narasumber, fasilitator dan peserta menyadari bahwa penguasaan bahasa internasional (khususnya Inggris) oleh dosen dan mahasiswa mutlak diperlukan. Lalu yang terpenting juga ada tiga hal: pertama adalah iklim akademik yang serius (riset-riset berkualitas global), publikasi internasional yang massif (melibatkan mahasiswa) dan jaringan internasional yang luas.

Konsulat Jenderal Australia Kunjungi UMM

Sabtu pagi, 1/2/2020, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan koordinator Australia Global Alumni UMM, Ahmad Amin Sulaiman, M.Ed, menerima Konsulat Jenderal Australia di Surabaya, Chris Barnes yang berkunjung beserta isteri. Chris datang ke Ausie Banget Corner (ABC) UMM dalam rangka memantau perkembangan berbagai program ABC tersebut. Di samping itu, ia membicarakan prospek kerjasama Australia-Indonesia, khususnya dalam bidang pendidikan, kebudayaan dan perdagangan. Dr Listiari, Sekretaris International Relations Office (IRO), melaporkan perkembangan program yang sudah berjalan. Program-program tersebut antara lain adalah sosialisasi Australia Awards Scholarship, bedah dan diskusi film, menyelenggarakan kelas international cross-cultural understanding. Sementara itu, Mathieu Mergans, selaku Staf Khusus Rektor Bidang Internasionalisasi UMM, menyatakan bahwa UMM siap membangun berbagai kerjasama, terutama untuk magang mahasiswa, ekonomi kreatif dan entrepreneurship. Menurut Chris, selama ini banyak kerjasama telah dilakukan dengan pemerintah Indonesia dan juga berbagai lembaga pendidikan tinggi di kota-kota besar di Indonesia. Hanya saja, “Malang” dan Jawa Timur secara umum, sebagai destinasi yang penting untuk mempererat hubungan kedua negara, menjadi prioritas Australia. Hasnan Bachtiar, MIMWADV, selaku representasi Australia Banget Corner (ABC) mengusulkan bahwa ABC bukan hanya penting menjadi pusat informasi beasiswa Australia bagi para mahasiswa UMM. Tetapi juga jembatan kerjasama di bidang pengembangan produk mutakhir universitas, yang bernilai ekonomi tinggi. Chris berjanji akan sering datang ke UMM dan ABC. Ia juga mengundang para anggota ABC untuk menonton festival film Australia yang diselenggarakan Konjen Australia di Surabaya. Di samping itu, juga memberikan kesempatan para mahasiswa dan dosen di bidang perfilman untuk mengikuti kursus selevel master. Akhirnya, meskipun Chris menyadari bahwa bencana alam kebakaran hutan telah terjadi di Australia, tetapi hal itu sudah diatasi. Dan ia mengundang UMM untuk datang ke Australia dalam rangka menjalin berbagai kerjasama yang lebih menarik di kemudian hari.[t]