Fakultas Agama Islam Menggelar Rapat Kerja Pimpinan Di Kapal Garden Hotel

FAI-UMM, Guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi kinerja unit-unit lebaga pada Fakultas Agama Islam, digelar Rapat Kerja Pimpinan (RAKERPIM). Pada acara ini, dijabarkan kinerja unit-unit lembaga (Prodi, Lab dan Unit Lain seperti PPUT dan Markaz Dakwah) selama tahun 2018 dan juga rencana strategis dan operasional kinerja yang akan dilakukan. Selain itu, acara ini juga berfungsi sebagai ajang untuk konsolidasi segenap pejabat struktural di lingkungan Fakultas Agama Islam. Acara ini berlokasi di Kapal Garden Hotel, Sengkaling-UMM, Malang Pada Hari Senin-Selasa, 5-6 Februari 2019. Partisipan dalam acara ini adalah para pimpinan Fakultas, Program Studi dan Unit-Unit lainnya berjumlah 30 orang. Diharapkan dengan acara ini, “Unit-unit kerja pada Fakultas Agama Islam dapat menjadi lebih baik dari waktu ke waktu”, ujar Dekan Fakultas Agama Islam, Prof. Dr. Tobroni, M.Si.

Pelantikan Kaprodi dan Sekretaris Prodi di Lingkungan Fakultas Agama Islam-UMM

FAI-UMM -Kahlil Gibran berucap, “Cinta, jika tidak senantiasa diperbarui akan menjadi perbudakan”. Begitulah spirit yang digaungkan oleh Fakultas Agama Islam-UMM. Dengan keberadaan pimpinan baru pada tingkat Fakultas maupun Program Studi maka diperlukan pembaruan dalam program dan rencana kegiatan dan anggarannya; baik fakultas maupun prodi. Maka dilaksanakan Rapat Kerja Pimpinan (RAKERPIM) tahun 2018. Acara yang dilaksanakan tepat setelah pelantikan Kaprodi dan Sekretaris Prodi Baru ini membahasa secara panjang lebar, mendetail dan mendalam terkait dengan rencana program kegiatan dan anggaran biaya yang diperlukan tiap-tiap program. Acara ini dihadiri oleh kepala lembaga yang berada pada naungan Fakultas Agama Islam seperti Program Studi, Program Pengkaderan Ulama’ Tarjih (PPUT), Laboratorium Bahasa Arab, dan Markaz Dakwah Islamiyyah. Dengan terlaksananya REKERPIM ini semoga Fakultas Agama Islam menjadi lebih baik dari sebelumnya; berkah, manfaat dan menjadi rahmat untuk ummat. Amin!.

Alumnus HKI bakar semangat Calon Wisudawan

UMM – jika setelah gelap terbitlah terang, begitu pula setelah pertemuan akan datang perpisahan. Sabtu 10 Februari 2018 Fakultas Agama Islam menyelanggarakan Yudisum Wisudawan angkatan 87, Periode Ke-I. Acara ini nampak berbeda dibanding pda acara sebelumnya, sebab menghadirkan alumni FAI sendiri, yaitu Ibu Hermin Wulandari, S.H.I., M.H.I Hakim Pengadilan Agama, Kepanjen. Kehadiran para Alumnus diharapkan mampu ‘membakar’ semangat para calon wisudawan, sehingga mampu berbuat dan bermanfaat untuk ummat. Dalam pemaparannya, Ibu Hermin menyatakan pentingnya sebuah niat dan cita-cita yang tinggi. “think what you wan to be”, tegas alumnu Syariah tahun 2005 ini. Acara ini di hadiri oleh 40 calon wisudawan dan jajaran pimpinan beserta dosen di lingkungan Fakultas Agama Islam-UMM.

Kepemimpinan Moderat

FAI-UMM- “al-jami’atu la yanamu Abadan”, begitulah kiranya ungkapan arab yang menyatakan bahwa kampus, harus terus ‘hidup’ dengan berbagai kegiatan. “jika tidak, maka ya akan seperti kuburan”, ujar Prof. H. A. Malik Fadjar dalam suatu kesempatan. Sabtu, 11 November 2017, bertepatan dengan acara Athfal Competition Nasional 2017, Fakultas Agama Islam (FAI) kehadiran tamu dari Makkah al-Mukarromah, Dr. Muhammad Ibrahim Kazem -dosen Universitas Umm al-Qura’, Makkah sekaligus Kepala Kantor urusan Haji asia Selatan. dalam pemaparannya, beliau menyatakan bahwa Islam di Indonesia adalah yang terbesar di dunia, sunggupun demikian; “potensi yang besar selalu berbanding lurus dengan tugas berat yang harus di emban”, ungkap pakar kepemipinan di Universitas Umm Al-Qura’, Makkah ini. Selain itu, beliau menyatakan bahwa ummat Islam adalah ‘ummatan washatan (pertengahan)’; makna washatan (pertengahan) disini bukan tengah antara dua sisi (kanan dan kiri), melainkan adalah yang tertinggi; sebagaimana rasulullah saw bersabda “washata al-jannah, a’laha” sisi paling tengah di surge, adalah tempat yang paling atas. Maka demikian, penting bagi ummat muslim untuk menjadi pelopor dan pemimpin dalam segala bidang. Terkait dengan hal ini, beliau lantas menjelaskan bahwa memimpin harus dibekali dengan dua sifat utama, sebagaimana dinyatakan dalam al-Qur’an (QS. Al-Anbiya’) menyatakan, “wahai ayahku, pekerjakan olehmu orang yang kuat lagi terpercaya (al-qowiyu al-amin)”. Maka dari itu, dua sifat kunci yang harus dimiliki dalam kepemimpinan adalah: kuat dan terpercaya. Kuat diartikan dengan an-nafs al-mutamakkin bi ilmihi’ (yang kompeten di bidangnya), sedangkan ‘amin’ di artikan dengan kerja ikhlas, terhindar dari sifat khianat, pamrih dan lain sebagainya. Menyinggung perihal ini, beliau lantas menjelasakan bahwa kepemimpinan dapat di lihat dari tiga faktor penting: yakni quwwatul mausim (kekuatan jabatan), quwwatu as-syakhsiyyah (kekuatan kepribadian) dan quwwatu al-‘ilm (kekuatan ilmu); akan tetapi kekuatan terpenting adalah kekuatan ilmu. Sebab dengan kekuatan ilmu, dua kekuatan lain pasti akan dicapai, sementara jika hanya bertumpu kepada kekuatan jabatan dan kepribadian, maka akan tidak berarti apa-apa. Selain tiga faktor diatas, dua hal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, yaitu; sabar dan memiliki visi kedepan –yang menembus kenyataaan, dan apa yang akan terjadi 10-20 tahun ke depan. Hal ini sudah di contohkan oleh Rasulullah Saw. Ketika beliau bertanya kepada salah seorang sahabat, perihal ‘keterakhirannya dalam masuk Islam’. Terakhir, beliau menyatakan bahwa penting kiranya untuk tidak melakukan ‘takfir’ dan mengkotak-kotakkan antar golongan sesama muslim. Sebab rasulullah saw pernah ‘barangsiapa telah mengucapka kata “Lailaha Illa Allah, wa Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah,maka diharamkan atasnya: darahnya, hartanya dan keturunannya (untuk di bunuh)” [RH]

Tri Pasti menuju FAI Sang Pelopor

FAI-UMM- 05 November 2017, dalam rangka memperkenalkan jajaran dekanat beserta visi, dan misinya dilakukan acara audiensi dengan mahasiswa, BEM Senat Fakultas dan LSO pada lingkungan Fakultas Agama Islam. Acara yang dilaksanakan di Aula masjid lantai 2 ini, dimulai dengan perkenalan jajaran dekanat periode 2017-2021, yaitu: Prof. Dr. Tobroni (dekan), Drs. Agus Purwadi (wakil dekan 1), Drs. M. Syarif, M.Ag (wakil dekan 2) dan Drs. M. Nurul Humaidi, M.Ag (wakil dekan 3). Selanjutnya adalah pengenalan visi dan misi yang dilakukan. Pada periode ini, jajaran dekanat baru mengangkat dua semboyan yang visioner, yaitu: ‘Tri Pasti’ dan ‘FAI sang pelopor’. Tri pasti merupakan ‘artikulasi’ dari tiga tujuan yang ‘pasti’ akan diterima mahasiswa, yaitu: (1) pasti cepat lulus, pasti diterima bekerja, dan pasti berakhlak mulia. Sedangkan FAI sang pelopor bermakna –bahwa seluruh jajaran, baik para staff dosen, pegawai dan mahasiswa harus memiliki spirit kepeloporan. Sebab dari sononya, FAI itu sudah pelopor keberadaannya di UMM ini, “tidak ada UMM kalo tidak ada FAI”, ujar bapak dekan Prof. Dr. Tobroni, M.Si. Selain melakukan sosialisasi diri dan sosialisasi visi dan misi,dalam acara ini juga dilakukan sosialisasi terkait tiga keputusan rektor, yaitu: SK Rektor terkait Pelaksanaan Deteksi Plagiasi pada Karya Ilmiah Dosen dan Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang, SK Rektor terkait Etika dalam Pembimbingan Kegiatan Akademik tugas Akhir Mahasiswa, dan Ekuivalensi Karya Kreatif dan Inovatif Mahasiswa ke dalam Kegiatan Kurikuler. Khusus untuk peraturan yang terakhir ini, “sangat memungkinkan bagi mahasiwa untuk lulus tanpa tugas akhir atau skripsi”, ungkap bapak wakil dekan 1, Drs. Agus Purwadi, M.Si. Acara yang terakhir, adalah sharing dan audiensi terkait dengan keberadaan sarana-prasarana (sarpras), laboratorium dan segala instrument yang dapat memudahkan mahasiswa dalam studi maupun melakukan berbagai kegiatan di kampus. Intinya, para jajaran dekanat ingin agar mahasiswa ‘kerasan’ di kampus. Belajar tenang, prestasi pun insyaallah segera datang [RH]

FAI Berperan Penting di RS UMM

Sebanyak 124 mahasiswa baru Fakultas Agama Islam (FAI) mengikuti kegiatan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) tahun 2012/2013. Acara yang mengusung tema “Mencetak Intelektual Profetik Menuju Peradaban Baru” ini untuk pertama kalinya bertempat di Hall Lantai II Gedung Pendukung Rumah Sakit Pendidikan UMM. Hal ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pesmaba FAI selalu bertempat di Masjid AR. Fachrudin. Ketua pelaksana, Shofrony Hidayat mengemukakan bahwa FAI juga memiliki peran penting di Rumah Sakit Pendidikan UMM. Selain terlibat sebagai kepengurusan di Masjid Kyai Bedjo Darmolaksono yang berada di kawasan Rumah Sakit UMM, FAI juga berperan dalam kepengurusan Jenazah berdasarkan cara-cara islami. Sementara itu, Anhar Firmansyah, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FAI juga menuturkan bahwa pesmaba tahun ini turut mengenalkan mahasiswa baru di kawasan Rumah Sakit UMM, yang nantinya menjadi salah satu peluang bagi mahasiswa FAI. “Alhamdulilah, tempatnya sangat kondusif dan mendukung serta tidak membosankan karena jika mahasiswa merasa jenuh bisa menikmati pemandangan indah dari lantai 3 ini,” pungkas mahasiswa Jurusan Tarbiyah tersebut. Sesuai dengan tradisi pesmaba FAI sebelumnya, diakhir pesmaba mahasiswa baru diwajibkan untuk membawa 2 kado berbungkus koran, satu untuk panitia dan satu untuk tukar kado sesama peserta. Lebih lanjut, Anhar menjelaskan bahwa salah satu agenda ini bertujuan untuk mengakrabkan sesama antar mahasiswa baru dan panitia, “Dari sini, mereka dengan panitia bisa mempererat silaturahmi,” tuturnya. enik