Dua Mahasiswa FAI UMM Sabet Juara Internasional di Ajang Youth Summit Turki

Maftuh Ikhsan Nanda Kurniawan dan Al Qadar Zain mahasiswa Fakultas Agama Islam prodi Pendidikan Agama Islam berhasil mengharumkan nama Universitas Muhammadiyah Malang (Malang) setelah meraih penghargaan The best project Grup Project memperbaiki Pendidikan Indonesia dalam perlombaan Istanbul Youth summit pada Senin-Kamis (14-17/2/2022). Maftuh Ikhsan Nanda Kurniawan meraih penghargaan The best project Grup Project memperbaiki Pendidikan Indonesia (juara tiga), dan Al qadar Zain yang bergerak bidang public Policy (kebijakan publik) berhasil meraih juara satu. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh YBB (Youth Break Boundaries) di Üsküdar, Istanbul City Turkey. Al qadar Zain mengatakan “Saya tidak menyangka dan sangat bersyukur kepada Allah, karena masih diberi penghargaan Internaisional di Turki. Saya akan Terus berkembang dan bergerak memperbaiki kebijakan publik untuk tanah air tercinta”pungkasnya. Sedangkan Maftuh Ikhsan Nanda Kurniawan, pria yang biasa aktif di Tapak Suci Putera Muhammadiyah ini memenangkan perlombaan tersebut dengan mengusung isu Pendidikan di Indonesia. Dengan projek pendidikan yang mereka garap di Eduteers.id menurutnya hal tersebut tidak lain demi terbentuknya pendidikan yang seimbang dan manu di Indonesia” Tentunya dengan mendapat predikat projek grup terbaik, kata nanda “saya bersama tim akan terus mengembangkan platform kami yaitu Editeers.id yang bergerak di bidang pendidikan berfokus di daerah 3T (Terbelakang, Tertinggal, Terpencil) demi kemajuan Pendidikan Indonesia. Dan kami memiliki motto “WeConnectTheGap”. “Alhamdulillah rasanya sangat bahagia tak terhingga impian yang telah lama dikejar ingin jalan-jalan di Turki namun Allah memberikan lebih”ungkapnya. Dalam kesempatan yang berbeda, menurut Imamul Hakim selaku Wakil Dekan III FAI Bidang kemahasiswaan, menyampaikan bahwa prestasi tersebut merupakan kali kedua yang diraih oleh mahasiswa FAI UMM. Tahun sebelumnya di event yang sama, mahasiswa kita juga berhasil meraih juara yang sabet oleh saudara Fadhilah ahmad Nur di Turki. Dan saya bersyukur prestasi tersebut dapat diteruskan oleh adik adik tingkatnya di Fakultas. Secara terpisah, Bapak Kamaluddin selaku ketua program studi Pendidikan Agama Islam FAI UMM juga mengapresiasi atas keberhasilan mahasiswanya. Hal tersebut selaras dengan visi misi prodi yang ingin mengembangkan potensi akademik maupun non akademik di tingkat Internasional. Selain itu, Ia juga berharap prestasi tersebut diusahakan menjadi tradisi tahunan sehingga mahasiswa-mahasiswa PAI kedepan dapat melanjutkan prestasi di tingkat Internasional. (soni)
FAI UMM Beri Pemantapan Materi dan Metode Pembelajaran Kemuhammadiyahan Bagi Guru ISMUBA Se-Malang Raya

Pada hari Sabtu, tanggal 25 Januari 2025, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI UMM) telah menyelenggarakan kegiatan Pemantapan Materi dan Metode Pembelajaran Kemuhammadiyahan bagi Guru ISMUBA Se-Malang Raya. Kegiatan ini bertempat di Ruang MicroTeaching FAI UMM dan dihadiri oleh 30 peserta yang terdiri dari guru ISMUBA tingkat SD, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK dari berbagai sekolah Muhammadiyah di Malang Raya. Kegiatan ini bertujuan untuk Meningkatkan pemahaman para guru ISMUBA tentang konsep dan nilai-nilai Kemuhammadiyahan. Mengembangkan metode pembelajaran inovatif dan relevan dalam mengajarkan Kemuhammadiyahan. Memperkuat jaringan komunikasi dan kolaborasi antar guru ISMUBA di wilayah Malang Raya. Kegiatan diawali dengan pembukaan pada pukul 08.00 WIB, yang dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Agama Islam UMM, Prof. Dr. Khozin, M.Si Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran guru ISMUBA dalam menanamkan nilai-nilai Kemuhammadiyahan sebagai landasan moral bagi generasi muda. Setelah sesi pembukaan yang berlangsung khidmat, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian peserta ke dalam kelompok diskusi berdasarkan tingkat pendidikan. Para guru SD mendapatkan pembinaan langsung dari Dr. Saiful Amien, M.Pd.I, sementara guru SMP dipandu oleh Dr. Dina Mardiana, M.Pd.I. Adapun guru SMA mengikuti materi bersama Zulfikar Yusuf, M.Pd.I. Diskusi ini difokuskan pada pembahasan metode pembelajaran yang efektif dan inovatif untuk memperkuat nilai-nilai Kemuhammadiyahan di setiap tingkatan pendidikan. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini, terlihat dari interaksi aktif selama sesi berlangsung. Setelah sesi materi, peserta dibagi ke dalam kelompok diskusi untuk merumuskan metode pembelajaran yang efektif dan kontekstual sesuai dengan kebutuhan masing-masing jenjang pendidikan. Hasil diskusi dipresentasikan di depan seluruh guru ISMUBA yang hadir di semua tingkatan pendidikan. Melalui kegiatan ini, FAI UMM berharap para guru dapat membawa pembaruan dalam pembelajaran ISMUBA yang lebih relevan dan berdampak, seiring dengan tantangan pendidikan di era digital. Fakultas optimistis bahwa kolaborasi dan penguatan kapasitas guru ini akan berkontribusi besar dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan unggul. (dn/ik)
FAI UMM Selenggarakan Coaching Pelatihan Penulisan Artikel Jurnal/Prosiding Internasional

Malang, 6 Februari 2025 – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Coaching Pelatihan Penulisan Artikel Jurnal/Prosiding Internasional di Ruang Micro Teaching FAI UMM. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa, khususnya dalam menulis artikel yang layak diterbitkan di jurnal internasional bereputasi. Acara ini dibuka oleh Dekan FAI UMM, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya penguasaan teknologi dalam dunia akademik. Beliau menyampaikan bahwa “Kita perlu meningkatkan segala aspek, terutama dalam teknologi, karena orang pintar itu bukan hanya karena belajar, tetapi karena banyak belajar.” Pelatihan ini menghadirkan dua pemateri ahli di bidang publikasi ilmiah. Ahmad Fauzi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan materi tentang “Teknik Menulis Artikel Ilmiah & Strategi Memilih Jurnal Internasional Bereputasi”. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa keberhasilan publikasi tidak hanya bergantung pada isi artikel, tetapi juga strategi dalam memilih jurnal yang sesuai. Sesi kedua diisi “Coaching Clinic: Peninjauan dan Pembimbingan Draft Artikel” oleh Thomy Eko S., ST., M.Sc.,. Sesi ini lebih berfokus pada praktik langsung, di mana peserta mendapatkan kesempatan untuk mereview dan memperbaiki draft artikel mereka dengan bimbingan langsung dari pemateri.
FAI UMM Perkuat Digitalisasi dengan Perbaikan dan Internasionalisasi Website UPPS dan Program Studi

Malang, 20 Februari 2025 – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Pelatihan Manajemen Web Berstandar Internasional guna meningkatkan kualitas dan pengelolaan website UPPS serta program studi. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang FAI & Lab. Komputer FAI, dipandu oleh pemateri Silvia Ramadhani, S.Ikom dan Christian Sri Kusuma A., S.Kom., M.Kom.. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas, transparansi, dan kualitas layanan bagi mahasiswa, dosen, serta masyarakat umum. Perbaikan website ini mencakup peningkatan desain, navigasi, serta integrasi sistem akademik yang lebih responsif dan informatif. Dekan FAI UMM menyampaikan bahwa pembaruan ini sejalan dengan visi fakultas dalam memberikan layanan akademik berbasis digital yang lebih efisien “Website bukan hanya bernuansa nasional, namun internasional, maka dari itu perlu adanya peningkatan dan perbaikan. Website menjadi salah satu wajah utama fakultas dan program studi. Dengan perbaikan ini, kami ingin memastikan bahwa informasi akademik, layanan mahasiswa, serta berbagai kegiatan di FAI UMM dapat diakses dengan mudah dan cepat,” ujar Dr. Saiful Emien (Wakil Dekan I FAI UMM). Peningkatan Website dan Strategi Pengelolaan Pelatihan ini menyoroti beberapa aspek utama, di antaranya: Struktur dan Navigasi Website – Website akan diseragamkan dari sisi menu dan sub-menu agar lebih nyaman bagi pengguna. Pembagian Informasi – Website dibagi menjadi informasi statis (profil fakultas, struktur organisasi) dan informasi dinamis (berita, agenda, artikel). Keamanan Sistem – Penggunaan verifikasi OTP akan diterapkan untuk meningkatkan keamanan akses. Fitur Tambahan – Website kini mendukung multi-language, serta memungkinkan penggunaan embed code dari YouTube untuk konten video. SEO Optimization – Teknik optimasi akan diterapkan agar website lebih mudah ditemukan di mesin pencari.Selain itu, internalisasi website juga menjadi bagian dari strategi penguatan branding dan digitalisasi kampus, terutama dalam mendukung akreditasi serta kerja sama akademik di tingkat nasional maupun internasional. Proses ini melibatkan tim IT, tenaga kependidikan, dan dosen guna memastikan konten serta sistem yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan akademik dan administratif. Dengan perbaikan ini, website FAI UMM diharapkan menjadi pusat informasi akademik yang lebih efektif dan profesional, sekaligus mendukung penguatan reputasi fakultas di tingkat nasional dan internasional. (FAI UMM – Humas & Publikasi)
Inisiasi Kerja Sama Prodi PAI UMM dengan Attarkiah Islamiah Institute Thailand

Rabu, 15 Januari 2025, pukul 09.00–11.00 WIB, bertempat di Among Tani, telah diadakan inisiasi kerja sama antara Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Attarkiah Islamiah Institute, Narathiwat, Thailand. Acara tersebut diwakili oleh Sekretaris Prodi PAI UMM, Zulfikar Yusuf, Kepala Laboratorium Tarbiyah Ianatut Thoifah, Kepala American Corner sekaligus PIC Internasionalisasi Pascasarjana, Ria Asih, serta tim BPMI UMM yang dipimpin oleh Umiarso. Tim Prodi PAI UMM juga didampingi oleh Dr. Nur Widodo dari Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Teknologi FKIP UMM, yang juga merangkap sebagai tim Dikdasmen Muhammadiyah. Sementara itu, delegasi dari Thailand diwakili oleh Adul Leesen selaku Wakil Kepala Urusan Internasional, bersama empat siswa dan satu guru. Kehadiran mereka dalam rangka program pertukaran pelajar di Kota Batu yang melibatkan SMP Muhammadiyah 8 Batu selama satu minggu, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Batu. Kerja sama ini dirancang untuk memperluas pengalaman internasional mahasiswa PAI UMM, khususnya melalui program magang internasional yang direncanakan berlangsung selama satu bulan di Narathiwat. Kegiatan tersebut mencakup praktik mengajar di tingkat sekolah menengah, pelaksanaan proyek kolaboratif antara mahasiswa dan sekolah, serta aktivitas pengabdian masyarakat. Pertemuan lanjutan akan diadakan untuk membahas detail rencana kegiatan, persiapan mahasiswa, serta kolaborasi dengan sepuluh universitas Indonesia lainnya yang telah memiliki kegiatan bersama dengan Attarkiah. Narathiwat, yang terletak di wilayah selatan Thailand dengan mayoritas penduduk Muslim (sekitar 90%), berjarak sekitar dua jam dari Songkhla. Kerja sama ini diharapkan dapat mempererat ukhuwah Islamiyah serta memberikan wawasan internasional bagi mahasiswa Pendidikan Agama Islam UMM, sekaligus memperkuat sinergi global dalam bidang pendidikan.
Alumni Ekos UMM Ulul Albab Berhasil Mengembangkan Usahanya Bos Molek Shoes Care

13 Februari 2025 – Alumni Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang (Ekos UMM), Muhammad Ulul Albab, telah membuktikan bahwa hobi dapat menjadi ladang usaha yang menguntungkan. Dengan semangat dan dedikasi, Ulul berhasil mengembangkan usaha cuci sepatu yang diberi nama Bos Molek Shoes Care. Usaha ini bermula dari kecintaannya terhadap sepatu dan keinginannya untuk memberikan layanan terbaik bagi para pecinta sepatu di Kota Malang. Bersama rekannya, memulai perjalanan bisnis ini dengan modal awal yang tidak besar, namun dengan visi yang jelas untuk memberikan layanan berkualitas. Ulul mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari pendidikan dan bimbingan yang ia terima selama menempuh studi di Ekos UMM. Ia merasa bahwa ilmu yang didapatkan, terutama dalam manajemen dan pemasaran, sangat berperan dalam mengembangkan usahanya. Selain itu, dukungan dari teman-teman alumni dan komunitas juga menjadi faktor penting dalam perjalanan bisnisnya. Dengan satu karyawan yang membantu operasional, Bos Molek Shoes Care terus berinovasi untuk meningkatkan layanan dan menjangkau lebih banyak pelanggan. Ulul berharap, ke depannya, usaha ini dapat berkembang lebih besar lagi dan memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Kisah sukses Ulul Albab menjadi inspirasi bagi banyak mahasiswa dan alumni lainnya untuk berani mengambil langkah dalam dunia wirausaha. Dengan tekad dan kerja keras, tidak ada yang tidak mungkin untuk dicapai. Bos Molek Shoes Care adalah contoh nyata bahwa dari hobi bisa lahir sebuah bisnis yang sukses. (Humas Ekos / NS)
Dakwah Fikih Lingkungan, FAI UMM Goes To Pondok Pesantren PERSIS Bangil Pasuruan

Pasuruan, 16 Februari 2025 – Pondok Pesantren PERSIS Bangil Pasuruan menggelar acara edukatif pada Ahad (16/2), yang diikuti oleh santri kelas 1, 2, dan 3 Madrasah Aliyah. Acara ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai Fikih Lingkungan serta memperkenalkan program akademik Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI UMM) kepada para santri sebagai calon mahasiswa potensial. Dalam kegiatan ini, Wakil Dekan I FAI UMM, Idaul Hasanah, M.H.I, memaparkan materi tentang Fikih Lingkungan dengan fokus pada dampak jangka panjang sampah, pengelolaan sampah, upaya meminimalisir barang, serta cara memperpanjang usia barang agar lebih bermanfaat. Materi ini diharapkan dapat membangun kesadaran lingkungan di kalangan santri dan menanamkan kebiasaan peduli lingkungan sejak dini. Selain itu, sesi pengenalan program akademik FAI UMM juga menjadi bagian penting dalam acara ini. Humas dan PMB FAI UMM, Imroatus Solihah, M.H., menekankan bahwa banyak alumni Pondok Pesantren PERSIS yang telah melanjutkan studi di UMM. “Kami berharap dengan adanya sosialisasi ini, jumlah calon mahasiswa baru dari kalangan santri semakin meningkat,” ujar Imroatus Solihah. Sementara itu, Humas dan PMB Prodi Ekonomi Syariah FAI UMM, Afifah Nur Millatina, S.E.I., M.E.I., memaparkan keunggulan serta profil Program Studi Ekonomi Syariah di FAI UMM. Ia menjelaskan berbagai peluang kerja yang tersedia bagi lulusan, skema tugas akhir yang fleksibel, serta prestasi yang telah diraih oleh mahasiswa Ekonomi Syariah. Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, program ini diharapkan mampu menarik minat para santri yang ingin melanjutkan studi di bidang ekonomi berbasis syariah. Sebagai penutup, acara ini juga diisi dengan sesi tanya jawab yang memungkinkan santri untuk menggali lebih dalam mengenai materi yang telah disampaikan. Tak hanya itu, kegiatan semakin meriah dengan adanya sesi permainan dan pembagian doorprize bagi para santri yang aktif berpartisipasi. Antusiasme tinggi dari para peserta terlihat sepanjang acara berlangsung, mencerminkan ketertarikan mereka terhadap materi yang disampaikan serta peluang studi di FAI UMM. Adapun tujuan utama dari acara ini adalah untuk membuka stand informasi dan pendaftaran bagi calon mahasiswa baru FAI UMM tahun ajaran 2025. Satgas PMB FAI UMM berupaya memberikan akses informasi secara langsung kepada santri agar mereka lebih memahami jalur masuk serta berbagai beasiswa yang tersedia. Harapannya, langkah ini dapat semakin meningkatkan jumlah pendaftar dari kalangan santri Pondok Pesantren PERSIS dan memperkuat kontribusi UMM dalam mencetak generasi unggul di bidang keislaman dan ekonomi syariah. Lebih lanjut, pihak FAI UMM juga berencana menjalin kerja sama yang lebih erat dengan Pondok Pesantren PERSIS Bangil Pasuruan dalam berbagai aspek pendidikan dan penelitian. Diharapkan, sinergi ini dapat memberikan manfaat lebih luas bagi santri, khususnya dalam hal peningkatan kualitas akademik dan pengembangan wawasan keislaman yang lebih mendalam. Program-program berbasis riset dan pelatihan keagamaan juga akan terus ditingkatkan guna memberikan nilai tambah bagi calon mahasiswa dari pesantren. Dengan adanya kegiatan sosialisasi seperti ini, FAI UMM semakin memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang inklusif dan berorientasi pada pengembangan kualitas sumber daya manusia. Langkah-langkah strategis dalam menjaring calon mahasiswa dari kalangan pesantren diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan Islam di Indonesia serta membangun generasi unggul yang siap bersaing di berbagai bidang keilmuan dan profesionalisme.
Tempuh S3 di King Saud University, Arab Saudi: Perjuangan, Inspirasi, dan Dedikasi Dosen PBA UMM dalami Studi Bahasa Arab

Menempuh pendidikan hingga jenjang doktoral merupakan impian banyak akademisi, terutama bagi mereka yang ingin terus mengembangkan ilmu dan memberikan kontribusi lebih besar bagi dunia pendidikan. Namun, perjalanan menuju S3 bukanlah hal yang mudah. Selain membutuhkan dedikasi tinggi, seseorang juga harus memiliki motivasi kuat, kesiapan akademik, serta kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Bagi seorang dosen Pendidikan Bahasa Arab, studi lanjut di Arab Saudi bukan hanya sekadar meningkatkan keilmuan, tetapi juga menjadi bagian dari misi besar dalam memperdalam pemahaman tentang Bahasa Arab secara mendalam dan aplikatif. Dalam wawancara ini, kita akan mengenal lebih dekat perjalanan seorang dosen Prodi PBA FAI UMM yang saat ini sedang menempuh studi S3 di King Saud University di Riyadh, Arab Saudi, Murdiono, S.S.,M.PdI. Mulai dari motivasi yang mendorongnya untuk melanjutkan pendidikan, tantangan yang dihadapi, hingga pengalaman unik selama studi. Semoga kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi para akademisi dan mahasiswa yang bercita-cita untuk melanjutkan studi ke luar negeri, khususnya di negeri yang menjadi pusat keilmuan Islam dan Bahasa Arab. Apa yang menjadi motivasi utama Anda untuk melanjutkan studi S3 di Arab Saudi? Motivasi utama saya untuk melanjutkan studi S3 di Arab Saudi adalah untuk memperdalam pemahaman saya tentang Bahasa Arab secara komprehensif, baik dari aspek linguistik, filologi, maupun penerapannya dalam pendidikan. Sebagai dosen, saya merasa perlu untuk terus mengembangkan keilmuan agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi dunia akademik, khususnya dalam penelitian terkait Bahasa Arab. Selain itu, Arab Saudi memiliki lingkungan akademik yang sangat kondusif dengan akses langsung ke sumber-sumber primer dalam kajian Bahasa Arab. Universitas-universitas di sana juga memiliki para pakar dan akademisi terkemuka yang dapat menjadi pembimbing dalam riset saya. Dengan studi di Arab Saudi, saya berharap dapat membawa wawasan baru ke Indonesia, baik dalam metode pembelajaran Bahasa Arab maupun dalam pengembangan kurikulum yang lebih kontekstual dan relevan. Tidak kalah penting, melanjutkan studi di Arab Saudi juga menjadi bagian dari upaya saya untuk lebih mendalami warisan intelektual Islam yang banyak tertulis dalam Bahasa Arab. Dengan demikian, ilmu yang saya peroleh nantinya tidak hanya bermanfaat secara akademik, tetapi juga dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat. Sebagai tambahan, ada bonus istimewa bagi mahasiswa yang belajar di Arab Saudi, yaitu kesempatan untuk berhaji secara gratis dan beribadah umroh kapan saja. Ini merupakan keistimewaan yang sangat berharga, karena selain menimba ilmu, kita juga memiliki peluang untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhana wata’ala dengan lebih mudah. Keberadaan di tanah suci memberikan pengalaman spiritual yang mendalam, yang semakin memperkaya perjalanan akademik dan kehidupan saya secara keseluruhan. Mengapa Anda memilih universitas dan program studi ini? Saya memilih King Saud University di Riyadh, Arab Saudi, karena universitas ini merupakan salah satu institusi terkemuka dalam studi Bahasa Arab, khususnya dalam bidang al-Lughah wa Nahwu. Sebagai pusat keilmuan yang memiliki sejarah panjang dalam pengajaran dan penelitian bahasa, King Saud University menawarkan lingkungan akademik yang sangat kondusif dengan akses luas ke literatur klasik dan penelitian mutakhir. Fokus saya pada al-Lughah wa Nahwu di Fakultas al-Ulum al-Insaniyah wal-Ijtima’iyah bukan hanya sekadar pilihan akademik, tetapi juga merupakan bagian dari misi saya dalam memperdalam pemahaman tentang struktur dan perkembangan Bahasa Arab. Dengan belajar di tempat ini, saya memiliki kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para pakar di bidang linguistik Arab, serta mengakses manuskrip dan referensi otoritatif yang menjadi rujukan utama dalam studi bahasa. Selain itu, Riyadh sebagai pusat intelektual dan budaya Arab memberikan pengalaman belajar yang autentik. Penggunaan Bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan akademik maupun sosial, menjadi keuntungan tersendiri dalam memperkaya kemampuan saya dalam memahami dan menganalisis bahasa secara lebih mendalam. Saya berharap, melalui studi ini, saya dapat membawa kontribusi yang berarti dalam pengembangan keilmuan Bahasa Arab, baik di Indonesia maupun dalam skala internasional. Bagaimana perjalanan Anda hingga akhirnya mendapatkan kesempatan untuk studi di Riyadh Saudi Arabia? Perjalanan saya hingga akhirnya mendapatkan kesempatan studi di King Saud University, Riyadh, adalah sebuah proses panjang yang penuh dengan ketekunan dan doa. Sejak tahun 2021, saya telah mempersiapkan diri dengan serius untuk mendaftar, tidak hanya dengan memenuhi persyaratan akademik, tetapi juga dengan terus menjalin komunikasi dengan pihak universitas. Saya sering menghubungi mereka melalui email, menanyakan perkembangan status aplikasi saya, serta memastikan bahwa semua dokumen yang dibutuhkan telah terpenuhi. Proses ini bukan tanpa tantangan, tetapi saya yakin bahwa setiap langkah yang saya tempuh adalah bagian dari perjuangan menuju tujuan yang lebih besar. Hingga akhirnya, pada bulan Agustus 2024, saya menerima Letter of Acceptance yang telah saya nantikan selama bertahun-tahun. Kabar ini bukan hanya sebuah pencapaian pribadi, tetapi juga sebuah kehormatan besar, karena pada tahun 2024, terdapat 14 mahasiswa Indonesia yang diterima di King Saud University, dan saya dan teman dari jurusan manjemen pendidikan yang berhasil mendapatkan kesempatan untuk menempuh studi di jenjang doktoral. Kesempatan ini semakin memotivasi saya untuk memberikan yang terbaik, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk masyarakat akademik di Indonesia. Saya percaya bahwa ilmu yang saya peroleh di King Saud University akan menjadi bekal berharga dalam mengembangkan studi Bahasa Arab serta berkontribusi bagi dunia pendidikan di tanah air. Ceritakan pengalaman Anda selama studi S3, mencakup hal yang sulit dihadapi hingga hal unik yang pernah anda alami! Perjalanan studi S3 di King Saud University adalah pengalaman yang penuh tantangan sekaligus pembelajaran berharga. Langkah pertama yang paling berat adalah meninggalkan keluarga, sesuatu yang tidak mudah bagi siapa pun yang harus merantau jauh demi menuntut ilmu. Namun, saya sadar bahwa setiap pengorbanan ini adalah bagian dari perjalanan menuju impian yang lebih besar. Setibanya di Arab Saudi, tantangan berikutnya adalah beradaptasi dengan lingkungan baru. Iklim Riyadh yang ekstrem, dengan musim panas yang menyengat dan musim dingin yang menusuk, memerlukan penyesuaian fisik dan mental. Tidak hanya itu, kehidupan sehari-hari yang sepenuhnya menggunakan Bahasa Arab juga menjadi tantangan tersendiri. Meskipun saya bisa Bahasa Arab secara akademik, menggunakannya dalam percakapan sehari-hari dengan berbagai dialek dan gaya bahasa masyarakat setempat adalah pengalaman baru yang membutuhkan waktu untuk terbiasa. Hal yang paling mendasar adalah berhadapan langsung dengan para dosen asli Arab. Cara mereka mengajar, kecepatan berbicara, dan kedalaman materi yang disampaikan terkadang membuat saya harus bekerja ekstra untuk memahami setiap detail pelajaran. Namun, seiring waktu dan pembiasaan, semua mulai terasa
Kisah Inspiratif Adel, Mahasiswa Ekonomi Syariah UMM yang Sukses Kuliah Sambil Bekerja Serta Berhasil Sabet Lulusan Terbaik FAI dengan Predikat Cumlaude

Malang, 5 Februari 2025 – Seorang mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), telah menjadi contoh nyata bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, impian untuk meraih pendidikan tinggi dan prestasi akademik yang gemilang dapat terwujud. Meskipun harus membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan, Adel berhasil menyelesaikan studinya dengan predikat cumlaude, sebuah pencapaian yang sangat membanggakan. Sejak awal perkuliahan, Adel sudah memiliki komitmen yang kuat untuk tidak hanya belajar, tetapi juga mendapatkan pengalaman kerja yang berharga. Ia mengambil pekerjaan paruh waktu di sebuah lembaga keuangan syariah, yang tidak hanya membantunya secara finansial, tetapi juga memberikan wawasan praktis tentang teori-teori yang dipelajarinya di kelas. Dengan jadwal yang padat, Adel harus pintar-pintar mengatur waktu antara kuliah, pekerjaan, dan kegiatan organisasi di kampus. Setelah melalui perjalanan yang penuh liku, Adel akhirnya berhasil meraih gelar sarjana dengan predikat cumlaude. Momen wisuda menjadi puncak kebahagiaan bagi Adel dan keluarganya, yang selalu mendukungnya sepanjang perjalanan akademik. Dalam pidato wisudanya, Adel berbagi pengalaman dan motivasinya kepada teman-teman seangkatan, mengingatkan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh latar belakang, tetapi juga oleh tekad dan kerja keras. Kisah Adel menjadi inspirasi bagi banyak mahasiswa lainnya, terutama mereka yang juga ingin mengejar pendidikan sambil bekerja. Ia membuktikan bahwa dengan manajemen waktu yang baik dan semangat yang tinggi, tidak ada yang tidak mungkin. Kini, Adel siap melangkah ke dunia profesional dengan bekal ilmu dan pengalaman yang telah ia peroleh, serta harapan untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
FAI UMM Gelar Yudisium Periode VI Tahun 2024 dan Periode I Tahun 2025

Malang, 4 Februari 2025 – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Yudisium Periode IV Tahun 2024 dan Periode I Tahun 2025 pada Selasa (4/2) di Aula GKB 3 UMM. Acara ini dihadiri oleh seluruh calon wisudawan dan dosen FAI UMM sebagai bentuk apresiasi terhadap pencapaian akademik mahasiswa sebelum prosesi wisuda. Yudisium merupakan salah satu rangkaian akademik yang menandai kelulusan mahasiswa sebelum diwisuda secara resmi. Acara ini bertujuan untuk memberikan pengakuan atas kerja keras para mahasiswa serta membangun rasa kebersamaan di antara lulusan FAI UMM. Selain itu, yudisium juga menjadi momentum refleksi bagi para lulusan dalam menghadapi tantangan di dunia profesional maupun akademik selanjutnya. Mewakili Dekan, Wakil Dekan I FAI UMM, Dr.Saiful Amien dalam piodato pembukaannya menyampaikan pesan dan nasihat yang Panjang untuk para calon wisudawan/I FAI UMM, pidato tersebut terangkum dalam teks berikut : “Di era yang semakin kompetitif ini, persaingan dalam dunia kerja dan akademik semakin ketat. Untuk menghadapi tantangan tersebut, setiap individu perlu memiliki keahlian tambahan yang mendukung bidang keilmuannya. Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI-UMM) berkomitmen untuk memberikan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) guna menambah kompetensi lulusan, sehingga mereka tidak hanya memiliki ijazah tetapi juga keterampilan tambahan yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat”. “Dalam perkembangan keilmuan saat ini, batas antar-disiplin ilmu semakin memudar. Seorang guru, misalnya, kini dapat merambah ke berbagai profesi lain selama memiliki kompetensi yang memadai dalam bidang tersebut. Oleh karena itu, penting bagi setiap lulusan untuk terus memperkuat keterampilan di berbagai sektor agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan memanfaatkan peluang yang ada”. “Transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan dalam dunia modern. Inovasi di bidang teknologi membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan dan profesi. Oleh karena itu, setiap individu, khususnya lulusan FAI-UMM, harus mampu memahami dan memanfaatkan teknologi dengan bijak agar tetap relevan dalam menghadapi tantangan global”. “Namun, di tengah kemajuan tersebut, kita juga dihadapkan pada tantangan besar berupa kemunduran nilai moral. Nilai-nilai moral, etika, dan akhlak mulai tergerus oleh arus globalisasi yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, sebagai lulusan FAI-UMM, kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi agen perubahan yang menyebarkan ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits, serta menjaga nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat”. “Terakhir, saya ingin mengingatkan bahwa Universitas Muhammadiyah Malang bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi juga almamater yang menjadi ibu kedua bagi kita semua. Kampus ini adalah bagian dari diri kita, sebagaimana ibu kandung yang selalu melekat dalam kehidupan kita. Jagalah nama baik UMM, karena dari sinilah kita lahir sebagai sarjana yang siap berkontribusi bagi agama, bangsa, dan negara. Dimanapun kita berada, kita adalah cerminan dari almamater kita, UMM”. Dalam yudisium kali ini, FAI UMM memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik dari masing-masing periode. Sabrina Aoraline Adelia Putri, S.E. dari Program Studi Ekonomi Syariah dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Periode I Tahun 2025 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,83. Sementara itu, predikat Wisudawan Terbaik Periode IV Tahun 2024 diraih oleh Jazaa Indriani Sumilan, S.H. dari Program Studi Hukum Keluarga Islam dengan IPK 3,89. Dengan terselenggaranya yudisium ini, diharapkan para lulusan FAI UMM dapat terus mengembangkan diri dan berkontribusi dalam berbagai bidang, baik di sektor akademik, sosial, maupun profesional. Prosesi wisuda yang akan datang menjadi langkah selanjutnya bagi mereka untuk mengukuhkan perjalanan pendidikan ke tahap yang lebih tinggi. (ik)