Kunjungan Pondok Pesantren An Naba’ ke Fakultas Agama Islam UMM

Malang — Pondok Pesantren An Naba’ melaksanakan kunjungan edukatif ke Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Ahad, 19 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula GKB IV lantai 4 ini diikuti oleh para santri dengan penuh semangat dan antusiasme tinggi. Kunjungan ini menjadi salah satu upaya strategis dalam memperluas wawasan pendidikan para santri, khususnya terkait dunia perguruan tinggi. Kegiatan diawali dengan penyambutan hangat dari pihak Fakultas Agama Islam UMM yang diwakili oleh jajaran dosen dan panitia. Dalam sambutannya, perwakilan FAI UMM menyampaikan apresiasi atas kunjungan Pondok Pesantren An Naba’ serta menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan pesantren dan perguruan tinggi dalam mencetak generasi yang unggul, berakhlak mulia, dan berdaya saing global. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata kepada para santri mengenai kehidupan akademik di perguruan tinggi, khususnya di lingkungan Fakultas Agama Islam UMM. Para peserta mendapatkan pemaparan komprehensif mengenai profil fakultas, program studi yang tersedia, sistem pembelajaran, hingga berbagai kegiatan kemahasiswaan yang mendukung pengembangan potensi diri. Informasi terkait beasiswa, fasilitas kampus, serta peluang karier lulusan juga turut disampaikan untuk memberikan motivasi tambahan bagi para santri. Selama kegiatan berlangsung, para santri tampak aktif mengikuti setiap sesi yang diberikan. Interaksi yang terjalin dalam sesi tanya jawab menjadi salah satu momen penting, di mana para santri mengajukan berbagai pertanyaan seputar proses perkuliahan, kehidupan mahasiswa, hingga tantangan dan peluang yang dihadapi di dunia akademik. Hal ini menunjukkan tingginya minat dan rasa ingin tahu para santri terhadap jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Selain sesi pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan pengenalan lingkungan kampus secara umum. Para santri diperkenalkan dengan berbagai fasilitas penunjang yang dimiliki UMM, seperti ruang perkuliahan modern, perpustakaan, serta sarana kegiatan mahasiswa. Pengenalan ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata tentang suasana belajar di perguruan tinggi sehingga para santri semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan. Pihak Pondok Pesantren An Naba’ menyampaikan bahwa kegiatan kunjungan ini merupakan bagian dari program pembinaan santri agar memiliki visi pendidikan yang luas dan terarah. Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan para santri tidak hanya memahami pentingnya pendidikan tinggi, tetapi juga mampu mempersiapkan diri sejak dini untuk menghadapi tantangan akademik di masa depan. Sementara itu, pihak Fakultas Agama Islam UMM menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk sinergi yang positif antara pesantren dan perguruan tinggi. Kerja sama semacam ini dinilai penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang saling mendukung, khususnya dalam mencetak generasi muslim yang tidak hanya unggul dalam bidang keilmuan, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan nilai-nilai keislaman yang kokoh. Kegiatan kunjungan ini ditutup dengan sesi dokumentasi dan foto bersama antara para santri dan pihak Fakultas Agama Islam UMM. Suasana kebersamaan dan kehangatan tampak jelas dalam momen tersebut, mencerminkan keberhasilan kegiatan yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga inspiratif. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang berkelanjutan antara Pondok Pesantren An Naba’ dan Fakultas Agama Islam UMM. Lebih dari itu, kunjungan ini diharapkan mampu menjadi langkah awal bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi serta berkontribusi dalam membangun masyarakat yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.
Workshop Tugas Akhir 2026 Prodi HKI UMM Bekali Mahasiswa Angkatan 2023 Hadapi Penyusunan Skripsi

Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kegiatan Workshop Tugas Akhir 2026 sebagai bentuk persiapan akademik bagi mahasiswa dalam menghadapi proses penyusunan tugas akhir atau skripsi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026, bertempat di Aula Masjid Lantai 2 dan diikuti oleh mahasiswa HKI angkatan 2023. Workshop ini menjadi salah satu langkah strategis Program Studi HKI dalam membekali mahasiswa dengan pemahaman teknis, administratif, serta keterampilan pendukung yang diperlukan dalam penyusunan tugas akhir. Selain memberikan pemahaman mengenai standar akademik penulisan skripsi, kegiatan ini juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital yang relevan untuk mendukung proses penelitian mahasiswa. Kegiatan workshop menghadirkan dua narasumber, yakni Sekretaris Program Studi HKI, R. Tanzil Fawaiq Sayyaf, S.Sy., M.H., serta tenaga pendidik Program Studi HKI, Risqi Evalina, S.T. Kedua narasumber memberikan materi yang dirancang untuk membantu mahasiswa memahami tahapan penyusunan tugas akhir secara komprehensif. Pada sesi pertama, R. Tanzil Fawaiq Sayyaf, S.Sy., M.H. menyampaikan materi terkait template tugas akhir dan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) dalam penelitian akademik. Dalam paparannya, Tanzil menjelaskan pentingnya mahasiswa memahami format atau template tugas akhir yang telah ditetapkan program studi agar proses penulisan skripsi dapat berjalan lebih sistematis, rapi, dan sesuai standar akademik yang berlaku di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang. Ia menekankan bahwa penggunaan template yang benar akan memudahkan mahasiswa dalam menyusun sistematika penulisan, mulai dari bagian pendahuluan, kajian pustaka, metodologi penelitian, hingga penyusunan daftar pustaka. Dengan memahami format sejak awal, mahasiswa dapat meminimalkan kesalahan teknis dalam penulisan skripsi. Selain membahas template tugas akhir, Tanzil juga mengulas perkembangan penggunaan teknologi AI dalam dunia akademik. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami bahwa AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu penelitian, seperti membantu pencarian ide, menyusun kerangka berpikir, melakukan eksplorasi literatur, hingga memperbaiki tata bahasa dalam penulisan akademik. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa penggunaan AI harus dilakukan secara bijak, etis, dan tetap menjunjung tinggi integritas akademik. “AI dapat menjadi alat bantu yang sangat bermanfaat dalam penelitian, tetapi mahasiswa tetap harus memahami substansi penelitian dan tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi. Integritas akademik tetap menjadi hal utama dalam penyusunan tugas akhir,” ungkapnya di hadapan peserta workshop. Sementara itu, pada sesi kedua, Risqi Evalina, S.T. memberikan sosialisasi mengenai penggunaan Sistem Manajemen Tugas Akhir Universitas Muhammadiyah Malang (SAMANTA). Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai fitur yang tersedia dalam sistem tersebut, mulai dari proses pengajuan judul, monitoring bimbingan, unggah dokumen administrasi, hingga mekanisme pelaksanaan seminar proposal dan ujian tugas akhir. Mahasiswa diberikan pemahaman teknis terkait cara mengakses dan menggunakan sistem SAMANTA secara efektif agar tidak mengalami kendala administratif selama proses penyusunan tugas akhir. Risqi juga menegaskan pentingnya ketelitian mahasiswa dalam mengunggah dokumen dan memperhatikan jadwal akademik yang telah ditentukan. Melalui Workshop Tugas Akhir 2026 ini, mahasiswa HKI angkatan 2023 diharapkan memiliki kesiapan yang lebih matang dalam menghadapi tahapan penyusunan skripsi. Dengan pemahaman mengenai template penulisan, pemanfaatan AI secara tepat, serta penggunaan sistem SAMANTA, mahasiswa diharapkan dapat menyusun tugas akhir secara efektif, berkualitas, dan tepat waktu. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Program Studi HKI UMM dalam mendukung peningkatan kualitas akademik mahasiswa serta menciptakan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia pendidikan dan profesional secara adaptif di era digital. (nd)
Safari Rektor ke Fakultas Agama Islam UMM, Lab Syariah HKI Tampilkan Teleskop Losmandy untuk Pengembangan Astrofotografi
Malang — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan dalam rangka Safari Rektor yang berlangsung dengan penuh semangat akademik dan inovasi. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan berbagai capaian dan fasilitas unggulan yang dimiliki oleh FAI, khususnya Laboratorium Syariah Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI). Dalam kunjungan tersebut, perhatian Rektor dan jajaran pimpinan universitas tertuju pada pengembangan laboratorium berbasis integrasi keilmuan, salah satunya Laboratorium Syariah HKI yang menampilkan inovasi di bidang astronomi Islam. Salah satu fasilitas unggulan yang diperkenalkan adalah teleskop Losmandy yang digunakan sebagai penunjang praktikum dan penelitian di bidang astrofotografi. Kepala Laboratorium Syariah HKI menjelaskan bahwa keberadaan teleskop Losmandy ini merupakan bagian dari upaya penguatan keilmuan falak (astronomi Islam) yang relevan dengan kebutuhan akademik mahasiswa, khususnya dalam memahami penentuan waktu ibadah, arah kiblat, hingga rukyat hilal. Selain itu, penggunaan teleskop ini juga dikembangkan untuk kegiatan astrofotografi sebagai bentuk integrasi antara ilmu agama dan sains modern. Dalam sesi demonstrasi, tim laboratorium memperlihatkan bagaimana teleskop Losmandy digunakan untuk mengamati objek langit sekaligus menghasilkan dokumentasi visual berkualitas tinggi. Kegiatan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis, sehingga mahasiswa dapat langsung merasakan pengalaman observasi astronomi secara nyata. Rektor UMM dalam kunjungannya menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan oleh Fakultas Agama Islam, khususnya dalam mengembangkan laboratorium yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Ia menekankan bahwa integrasi antara ilmu keislaman dan sains merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan zaman, serta memperkuat posisi perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan relevan. “Pengembangan laboratorium seperti ini menunjukkan bahwa Fakultas Agama Islam tidak hanya fokus pada kajian normatif, tetapi juga mampu berinovasi dengan memanfaatkan teknologi modern. Ini adalah langkah maju yang patut diapresiasi,” ujarnya. Safari Rektor ini juga menjadi ajang dialog antara pimpinan universitas dengan civitas akademika FAI UMM. Dalam kesempatan tersebut, berbagai masukan dan gagasan disampaikan untuk mendukung pengembangan fakultas ke depan, baik dari aspek akademik, fasilitas, maupun kolaborasi riset. Pihak Fakultas Agama Islam UMM menyampaikan bahwa kehadiran teleskop Losmandy di Laboratorium Syariah HKI diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran yang inspiratif bagi mahasiswa. Tidak hanya untuk mendukung praktikum falak, tetapi juga untuk membuka peluang penelitian di bidang astrofotografi yang semakin berkembang. Selain itu, pengembangan laboratorium ini juga diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi calon mahasiswa yang memiliki minat dalam bidang astronomi Islam. Dengan fasilitas yang memadai, mahasiswa dapat mengembangkan kompetensi secara lebih optimal dan aplikatif. Kegiatan Safari Rektor ditutup dengan peninjauan fasilitas lainnya serta sesi dokumentasi bersama. Suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi tampak dalam kegiatan tersebut, mencerminkan komitmen bersama dalam memajukan Fakultas Agama Islam UMM sebagai pusat keunggulan dalam integrasi ilmu keislaman dan teknologi. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pimpinan universitas dan fakultas dapat terus terjalin dengan baik, sehingga berbagai inovasi yang telah dirintis dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, khususnya dalam pengembangan keilmuan Islam berbasis teknologi. (nm)
MENGASAH DAYA SAING MAHASISWA MELALUI PERSONAL BRANDING: KULIAH COE PBA UMM HADIRKAN INSPIRASI KEWIRAUSAHAAN

PBA UMM News – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Muhammadiyah Malang kembali menghadirkan kegiatan inspiratif dalam rangka penguatan kompetensi mahasiswa melalui kuliah Center of Excellence (COE) pada mata kuliah Kewirausahaan Bidang Penerjemah. Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu, 15 April 2026, bertempat di Laboratorium Komputer Fakultas Agama Islam (FAI) UMM. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa semester 6 mendapatkan wawasan berharga dari pemateri istimewa, Ibu Novi Puji Lestari, S.E., M.M., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMM. Beliau membawakan materi bertema Personal Branding, yang relevan tidak hanya dalam pengembangan diri, tetapi juga dalam membangun identitas di dunia bisnis, khususnya di bidang penerjemahan. Suasana perkuliahan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan menyenangkan, Novi mampu menghidupkan kelas dan mendorong partisipasi aktif mahasiswa. Setiap penjelasan disimak dengan seksama, mencerminkan semangat belajar yang tinggi dari mahasiswa PBA UMM. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa personal branding merupakan aset penting yang mengintegrasikan kemampuan, pencapaian, serta kepribadian seseorang untuk membentuk citra diri yang kuat di mata publik. Personal branding tidak hanya sekadar dikenal, tetapi juga menjadi sarana untuk memperluas jaringan, meningkatkan kepercayaan, serta membangun reputasi yang berkelanjutan. Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya memiliki added value atau nilai tambah sebagai pembeda di tengah persaingan yang semakin ketat. Mahasiswa, khususnya yang bergerak di bidang penerjemahan dan kebahasaan, diharapkan mampu menciptakan identitas unik yang melekat dan mudah diingat. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi pelaku, tetapi juga menjadi brand itu sendiri. Selain itu, kesadaran diri (self-awareness) juga menjadi poin penting yang disampaikan. Mahasiswa diajak untuk mengenali kekuatan, memahami kelemahan, serta menggali potensi diri sebagai langkah awal untuk terus bertumbuh dan berkembang, baik secara personal maupun profesional. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen PBA UMM dalam membekali mahasiswa tidak hanya dengan kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. Melalui kuliah COE ini, diharapkan mahasiswa mampu menjadi generasi yang adaptif, kreatif, dan memiliki daya saing tinggi di bidang penerjemahan maupun kewirausahaan. [NS & ATy]
SD Muhammadiyah 5 Jombang Terima Materi “Smart Teaching & Digital Revolution” dari Tim Humas FAI UMM

Malang , SD Muhammadiyah 5 Jombang mendapatkan pengalaman edukatif melalui kegiatan workshop bertajuk Smart Teaching & Digital Revolution yang diselenggarakan oleh Tim Humas Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), pada Selasa, 21 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang Fakultas Agama Islam UMM dan diikuti dengan penuh antusias oleh para guru serta perwakilan peserta dari SD Muhammadiyah 5 Jombang. Workshop ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan edukatif yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital. Dalam kegiatan ini, Tim Humas FAI UMM menghadirkan materi yang relevan dengan perkembangan teknologi pendidikan, khususnya dalam mendukung proses belajar mengajar yang lebih inovatif dan adaptif. Materi pertama disampaikan oleh R. Tanzil Fawaiq Sayyaf, M.H., yang mengangkat tema “Smart Teaching for Smart Generation”. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya guru untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pengembangan bahan ajar. Guru tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan efektif bagi siswa. Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Nabila Malik Putri A., M.H., yang membahas tentang “Digital Teaching Revolution”. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk mempraktikkan pembuatan media pembelajaran berbasis digital, seperti presentasi interaktif, infografis, hingga desain poster edukatif. Materi ini disambut dengan antusias karena memberikan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Workshop ini dipandu oleh Imroatus Solihah, M.H., yang bertindak sebagai moderator. Dengan suasana yang interaktif dan komunikatif, kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat. Para peserta aktif berpartisipasi, baik dalam sesi diskusi maupun praktik langsung, sehingga tercipta suasana belajar yang dinamis dan menyenangkan. Pihak SD Muhammadiyah 5 Jombang menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Mereka menilai bahwa workshop ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi guru, terutama dalam menghadapi tuntutan pembelajaran di era digital yang terus berkembang. Diharapkan, ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Sementara itu, Tim Humas FAI UMM menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di lingkungan sekolah Muhammadiyah. Melalui kegiatan pengabdian seperti ini, FAI UMM berupaya untuk terus menjalin sinergi dengan lembaga pendidikan dasar dan menengah dalam rangka mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing. Kegiatan workshop ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai bentuk kenang-kenangan atas terselenggaranya kegiatan ini. Suasana keakraban dan semangat kolaborasi tampak jelas dalam momen tersebut, mencerminkan keberhasilan kegiatan yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga inspiratif. Melalui workshop Smart Teaching & Digital Revolution ini, diharapkan para guru SD Muhammadiyah 5 Jombang dapat semakin siap dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital, serta mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. (nm)
Sosialisasi Magang Industri COE Corporate Law School Prodi HKI UMM: Membangun Peluang Karier Mahasiswa di Dunia Legal Korporasi

Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesiapan karier mahasiswa melalui penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi Magang Industri COE Corporate Law School (CLS) Prodi HKI UMM. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom pada Kamis, 14 Mei 2026 dan diikuti oleh mahasiswa Center of Excellence (COE) HKI Batch 3. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman awal kepada mahasiswa mengenai pelaksanaan magang industri sebagai bagian penting dari penguatan kompetensi profesional mahasiswa, khususnya dalam bidang hukum korporasi (corporate law). Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki gambaran yang lebih jelas terkait arah pengembangan karier serta kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Dalam kegiatan tersebut, hadir dua narasumber utama, yakni Ketua Program Studi HKI, Sony Zakaria, S.Sy., M.H., serta Sekretaris Program Studi HKI sekaligus Person in Charge (PIC) COE Corporate Law School, R. Tanzil Fawaiq Sayyaf, S.Sy., M.H. Pada sesi pertama, Sony Zakaria, S.Sy., M.H. menyampaikan pentingnya menjadikan program magang industri sebagai langkah awal bagi mahasiswa COE untuk memasuki dunia kerja profesional. Menurutnya, pengalaman magang tidak hanya menjadi sarana pembelajaran praktis, tetapi juga dapat membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk mendapatkan pekerjaan di bidang hukum korporasi, baik sebagai corporate lawyer maupun staf legal di berbagai perusahaan dan lembaga. Ia menegaskan bahwa mahasiswa perlu memanfaatkan kesempatan magang industri dengan maksimal sebagai media membangun pengalaman, jejaring profesional, dan penguatan kapasitas diri. “Magang industri harus dipandang sebagai langkah awal mahasiswa COE untuk mendapatkan peluang karier di bidang corporate lawyer maupun staf legal. Pengalaman di lapangan menjadi modal penting untuk menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya,” jelasnya. Lebih lanjut, Sony juga menyampaikan bahwa tantangan pengembangan COE Corporate Law School ke depan akan semakin kompleks. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama dan sinergi yang kuat antara mahasiswa, dosen, praktisi, hingga mitra industri agar program ini dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kompetensi mahasiswa. Menurutnya, keberadaan COE CLS di lingkungan Prodi HKI diharapkan mampu menjadi jembatan yang mendekatkan mahasiswa dengan dunia kerja profesional. Dengan adanya program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan akademik, tetapi juga kesempatan untuk terhubung langsung dengan kebutuhan industri hukum yang terus berkembang. Sementara itu, pada sesi kedua, R. Tanzil Fawaiq Sayyaf, S.Sy., M.H. memberikan penjelasan terkait aspek teknis pelaksanaan magang industri bagi mahasiswa COE HKI Batch 3. Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif mahasiswa dalam membangun jejaring dengan berbagai mitra industri secara mandiri sebagai strategi memperluas peluang kerja di masa depan. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki inisiatif untuk mencari dan menjalin komunikasi dengan calon mitra tempat magang. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperbesar kesempatan memperoleh pengalaman kerja yang relevan sekaligus membuka akses terhadap peluang rekrutmen setelah masa studi selesai. Selain itu, Tanzil juga menjelaskan berbagai persiapan teknis magang industri yang harus dipahami mahasiswa, mulai dari mekanisme pelaksanaan, administrasi, hingga etika profesional selama menjalani program magang. Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa COE HKI Batch 3 diharapkan dapat memahami pentingnya program magang industri sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik dan profesional. Dengan dukungan sinergi antara kampus, mahasiswa, praktisi, dan mitra industri, COE Corporate Law School Prodi HKI UMM diharapkan mampu mencetak lulusan yang unggul, kompetitif, dan siap berkontribusi di dunia hukum korporasi. (nd)