Semarakkan Ramadhan, Markaz dakwah FAI UMM Salurkan Bantuan Mushaf Al Qur’an

Markaz Dakwah FAI UMM bekerja sama dengan Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) dalam meningkatkan minat baca al Quran pada masyarakat di Kabupaten Malang dengan mendistribusikan bantuan berupa al Quran dari Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta. Momentum Bulan Suci Ramadhan sebagai sarana umat Islam dalam meraih pahala sebanyak-banyaknya. Salah satu amal ibadah yang dapat dilakukan dalam Bulan Ramadhan adalah tilawah al Quran. Markaz Dakwah FAI UMM menggandeng GPMB Kabupaten Malang dalam acara sederhana yang diikuti oleh sebagian besar anggota GPMB Kabupaten Malang. Jamal menjelaskan bahwa kerja sama dengan GPMB bgtu luar biasa. Menurutnya GPMB bgtu peduli terhadap literasi masyarakat kabupaten malang. Sehingga layak diberikan apresiasi. Kerja sama ini harapannya juga membantu masyarakat sadar akan pentingnya al Qur’an sebagai sumber literasi, juga kedepan harapannya mengentaskan masyarakat muslim Kabupaten Malang yang buta aksara Quran. GPMB yang diwakili oleh Dosen Prodi Kesahjetaraan Sosial, Hutri, Begitu antusias dan mengapresiasi langkah umm yang dapat memberikan kontribusi nyata dengan membagikan mushaf al Qur’an kepada masyarakat Kabupaten Malang. Kerja sama ini bukan yang pertama dan terakhir kali nya akan tetapi akan terua berlanjut dengan program yang lebih baik lagi. (LA)

Markaz Dakwah FAI UMM Bantu Korban Gempa Melalui Pembagian Paket Sembako Dan Kurma

Markaz Dakwah FAI UMM kembali santuni korban bencana gempa di Kabupaten Malang dengan membagikan paket sembako dan Kurma yang dilaksanakan sepanjang Bulan Ramadhan sejak 17 April 2021 sampai berakhirnya Bulan Ramadhan. “Kami memang berniat memberikan bantuan paket sembako dan kurma ke daerah yang menjadi korban gempa sebagai salah satu program rutin setiap Bulan Ramadhan tiba,” kata Jamal. Paket sembako dan kurma yang dibagikan selama Bulan Ramadhan kali ini bekerjasama dengan Yayasan I’marul Masjid Malang untuk memudahkan koordinasi tempat pembagian paket sembako yang sesuai sasaran. Kepala Markaz Dakwah kelahiran Banyuwangi ini berharap dengan adanya bantuan paket sembako dan kurma ini, masyarakat korban gempa tetap dapat menjalankan ibadah puasa serta bersyukur dengan datangnya Bulan Ramadhan meskipun dalam keadaan duka. Paket sembako ini akan disalurkan kepada masyarakat dengan target 25 paket setiap harinya. Muhsinin merupakan donatur paket sembako dan kurma kali ini berasal dari Timur Tengah melalui perantara Sholeh Assytsry. Markaz Dakwah FAI UMM sebagai tangan panjang dari Universitas Muhammadiyah Malang beharap dengan adanya bantuan ini menjadi sarana dakwah mengenalkan Muhammadiyah di berbagai pelosok Kabupaten Malang. Sehingga dapat menjalin program kerjasama dalam bidang sosial dapat terus terjalin antara Muhammadiyah dan masyarakat serta pihak donatur. (LA)

Harumkan Nama Kampus Di Kancah Internasional, Mahasiswa FAI UMM Angkat Isu Lingkungan

Fadillah Ahmad Nur, Mahsiswa FAI UMM berhasil meraih The Honorable Mention Project pada Konferensi Internasional Istanbul Youth Summit 2021. Konferensi tersebut berlangsung dari tanggal 22-25 Maret dan diikuti oleh 132 pelajar dan mahasiswa dari berbagai negara. The Honorable Mention Project merupakan penghargaan penghormatan terhadap project yang membahas tentang isu terkini di dunia, pada acara tersebut ia dan tim membentuk social project bernama Action.id (climate change organization). Mahasiswa asal Sumbawa ini mengangkat isu lingkungan dengan program unggulan dalam projek tersebut bernama Action Challenge. Program ini akan berisi lomba mengenai inovasi dan teknologi terbarukan untuk mengatasi masalah lingkungan dan perubahan iklim. “Seperti yang kita tahu, masalah tentang lingkungan telah menjadi isu global yang sulit teratasi. Karena hal itu, kami memberi solusi untuk membentuk sebuah organisasi yang bergerak di bidang lingkungan. Organisasi tersebut kami beri nama Action.id,” ujar Adil. Anak pertama dari tiga bersaudara ini menjelaskan bahwa perjuangan untuk sampai di konferensi tersebut sangat luar biasa. Mulai dari  pendaftaran hingga mencari dan mendapatkan sponsor sendiri untuk berangkat ke Turki. “Pendidikan di NTB menempati peringkat kedua terbawah di seluruh provinsi di Indonesia. karena hal tersebut, saya dan teman-teman membentuk organisasi bernama Sasambo Youth Education (SYE). Saya harap dengan apa yang saya lakukan sekarang dapat meningkatkan kualitas pendidikan di NTB kedepannya,”  tandasnya. Adil mengungkapkan bahwa dirinya akan fokus ke Non-Governmental Organization (NGO) bidang pendidikan yang dirintisnya di Nusa Tenggara Barat (NTB). (LA)

Dosen FAI UMM Terbitkan Karya : Multidimensi Ramadhan Dari Ritual Menuju Spiritual

Menjelang bulan suci Ramadhan, Dosen FAI UMM terbitkan karya tulis berjudul “Multidimensi Ramadhan Dari Ritual Menuju Spiritual”. Buku yang ditulis pada bulan suci Ramadhan tahun 2020 membahas fenomena masyarakat yang hanya sibuk menjalankan ibadah secara ritual saja. Mereka tidak sepenuhnya memahami secara mendalam makna dari Ramadhan itu sendiri. Menurut Rahmad Hakim, bulan suci Ramadhan menjadi kesempatan emas untuk menabung pahala kebaikan, bulan Ramadhan juga memuat ibadah multidimensi. Resolusi Kaprodi Ekos pada Ramadhan tahun 2020 untuk menerbitkan suatu karya tulis ditengah pandemi dengan berkomitmen menulis 1 hari 1 artikel selama 30 hari di bulan puasa, sehingga dirilisnya buku ini. “Buku ini sebenarnya sudah terbit bulan Februari lalu. Isinya secara umum tentang makna ramadhan tahun lalu ketika melewati ramadhan, belum ada satu karyapundihasilkan,” ungkap Rahmad. Rahmad mengungkapkan bahwa banyak orang yang semakin sehat dan bahkan sembuh saat menjalankan puasa. Imunitas tubuh juga meningkat karena terbiasa berpuasa. Sementara dari aspek ekonomi dan sosial, ia melihat ekonomi makin stabil. Hal itu karena banyak orang yang berlomba-lomba saling berbagi. Multidimensi ritual dapat menunjang masyarakat untuk menggapai multidimensi spiritual. Nantinya, lama kelamaan masyarakat mampu memahami makna ramadhan dan melaksanakan keberkahan tertinggi. Beberapa di antaranya membaca Alquran serta mendapatkan lailatul Qadr. “Malam Lailatul Qadar bisa menambah umur hingga 1.000 bulan atau 86 tahun. Sejatinya, Umur rata-rata manusia hanya mencapai 60 tahun. Namun karena kita melakukan kebaikan, umur kita betambah dan mendapat keberkahan dari Allah SWT,” pungkasnya. (LA)       Shared:

Undang Tokoh ESQ, Student Day UMM 2021 Ajak Mahasiswa Berkarakter Adaptif

Mahasiswa Baru Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Malang angkatan 2020 tampak antusias mengikuti pembukaan Student Day secara daring dengan platform zoom dan luring yang bertempat di Dome UMM pada Minggu, 14 Maret 2021. Student Day tahun ini mengangkat tema “Menyiapkan Kepribadian Tangguh dalam Menghadapi Tantangan dan Ketidakpastian Global”. Acara ini diawali dengan sambutan dari Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Dr. Fauzan, M.Pd., kemudian dibuka oleh Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI) dan dilanjutkan dengan pembicara dari tokoh ESQ, Dr. Ary Ginanjar Agustian. Pendiri ESQ Leadersip Center mengajak para mahasiswa baru untuk menguasai lima karakter agar mempunyai kepribadian tangguh dalam mengahadapi tantangan dan ketidakpastian Global. Pertama, Change agility, mampu beradaptasi dengan perubahan apapun. Kedua, Mental agility, mampu bertahan dalam kondisi apapun. Ketiga, people agility, mampu bekerjasama dengan siapapun. Keempat, learning agility, mampu memahami dan mempelajari hal baru dengan cepat. Kelima, result agility, mampu tetap berprestasi dalam kondisi apapun. Acara dibuka dengan lagu “Sang Surya” berbahasa Mandarin yang ditampilkan oleh Tim Gita Surya terlaksana dengan lancar. Para mahasiswa tampak antusias menyimak materi yang disajikan oleh Ary Ginanjar dan tim, sehingga acara ini dapat memberi motivasi bagi mahasiswa untuk membentuk karakter yang adaptif di tengah kondisi pandemi yang belum berakhir.(LA)

Kajian Bulanan PPUT FAI-UMM : “Implementasi Tarjih di Masa Pandemi, Penerapan Kaidah-Kaidah Tarjih dalam Isu-Isu Ibadah”

Tidak terasa pandemi Covid-19 memasuki usia satu tahun. Beberapa aspek kehidupan telah  mengalami perubahan yang cukup signifikan. ini tak lepas dari kebijakan pemerintah yang menetapkan status darurat secara nasional pandemi Covid-19. Salah satu yang terkena imbasnya ialah pada aspek ibadah. Di beberapa masjid bahkan ada yang ditutup demi memutus rantai penularan virus Corona. Namun, di era New Normal ini masjid-masjid dibuka kembali dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Menanggapi itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah telah mengambil sikap dengan mengeluarkan beberapa tuntunan seputar peribadatan selama Pandemi Covid-19 berlangsung. Tuntunan ibadah ini diharapkan mampu menjadi solusi agar warga Muhammadiyah dan umat Islam lainnya dapat tetap beribadah dengan nyaman dan aman. Pada Kamis, 11 Maret 2021, Program Pendidikan Ulama Tarjih (PPUT) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan pengajian bulanan dengan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah dengan tema “Implementasi Tarjih di Masa Pandemi, Penerapan Kaidah-Kaidah Tarjih dalam Isu-Isu Ibadah”. Kajian bulanan yang diberi nama KITAB ini diisi oleh salah satu anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, yakni Ustadz Asep Shalahudin, S.Ag., M.Pd.I. yang dimoderatori oleh Ustadz Agus Supriadi, Lc., M.H.I. selaku Koordinator PPUT-UMM. Pada kesempatan tersebut, Ustadz Asep menjelaskan bahwa agama Islam itu mudah dan dapat menyesuaikan dengan segala kondisi. Ia mencontohkan pada kondisi darurat, kasus sholat Jumat dapat diganti dengan sholat Dzuhur di rumah sebanyak empat rakaat. Hal ini merupakan penerapan dari salah satu Qaidah Fiqhiyyah, yaitu Idza ta’adzdzara al-Ashlu yushoru ila al-Badal, artinya “Apabila yang pokok tidak dapat dilaksanakan, maka beralih kepada pengganti. Penerapan kaidah tersebut bukan tanpa alasan. Mengingat bahayanya virus corona ini, maka hal ini telah menimbulkan Masyaqqah atau kesulitan. Sehingga, umat Islam mendapat keringanan untuk menjalankan sholat Dzuhur di rumah saja. Dalam kasus lain yang umum terjadi, seseorang yang dalam kondisi tidak sehat diizinkan untuk berbuka. Ini merupakan kemurahan dari Allah untuk hamba-hamba-Nya. Menjelang berakhirnya pengajian, Ustadz Asep sempat menjelaskan kembali mengenai Putusan, Fatwa dan Wacana dalam Muhammadiyah. Ini penting untuk dipahami oleh semua kalangan warga Muhammadiyah untuk dapat membedakan ketiga istilah tersebut.

PBA FAI-UMM Gelar Seminar Internasional, Hadirkan Profesor Dari Timur Tengah

Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Agama Islam,Universitas Muhammadiyah Malang gelar internasional virtual webinar dengan tema “اللغة العربية : قواعد أم مهارات؟ (The Arabic Language: Grammar or Skill?)” yang menghadirkan keynote speaker dari berbagai negara dan universitas internasional ternama. Empat keynote speaker yang diundang yaitu Prof. Dr. Shaleh Al Shitsri (King Khalid Millitary Collage Riyadh, Saudi Arabia), Dr. Ahmed Mohamed Elthoukhy (University of Mansoura, Egypt), Syeikh Muhammad Al Hamzawi, Lc. (University of Bilad Al-Syam Damaskus, Suriah), dan Pembicara internal yaitu Dr. Abdul Haris, MA (University of Muhammadiyah Malang, Indonesia) dengan moderator dari dosen Prodi PBA UMM, Dr. Achmad Tito Rusady, SS., M.Pd. Melalui video conference (zoom)dan live streaming youtube ALAFEST 04 PBA UMM. Diselenggarakan pada 8 Maret 2021 bertepatan dengan kegiatan lomba 4th Arabic Language Festival(4thALAFEST). Kegiatan International Webinar ini menarik banyak peminat dari kalangan pelajar, guru, dosen, dan mahasiswa. Tidak heran jika views live streaming youtube untuk international webinar hampir mencapai 700 views. Empat pemateri inilah yang menjadi magnet tersendiri dalam webinar pertama secara internasional yang diadakan secara virtual di prodi PBA. “Semoga ALAFEST bisa mengadakan seminar seperti ini lagi, karena saya yang notabenenya baru belajar bahasa Arab jadi ingin terus mempelajari bahasa Arab sampai mahir seperti para pamateri”, ungkap Ajeng, salah satu peserta seminar. “Seminar kali ini sangat bagus, pematerinya maasyaa Allah semua ya, mereka menyampaikan materi juga sudah bagus banget gitu, bermanfaat banget buat kita-kita yang memang sedang dan telah belajar bahasa Arab”, ujar  Salsabila salah satu peserta yang hadir secara offline di Aula GKB 4 Lantai 6. Di tengah kondisi pandemi yang belum berakhir, tidak menjadi sebuah halangan bagi Prodi PBA FAI-UMM untuk terus produktif meningkatkan kualitas akademik mahasiswa dengan memberi fasilitas seminar internasional. Dengan harapan, semakin banyak para pecinta dan pembelajar Bahasa Arab mendapat wawasan dan pengetahuan baru dari para pembicara yang kompeten di Bidang Bahasa Arab.

Koordinasi Perkuliahan Semester Genap 2021, Dekan FAI: Sebagai Pendidik, Dosen Adalah Warosatul Anbiya’,

Perkuliahan Semester genap tahun 2021 akan dilaksanakan pada Senin, 01 Maret 2021. FAI UMM lakukan rapat koordinasi persiapan kuliah secara luring dengan melaksanakan protokol kesehatan. Rapat ini dihadiri oleh seluruh sivitas akademika Pimpinan Dekanat, Kaprodi, Sekprodi, kabag TU, Kasubag Akademik dan seluruh dosen pengajar di FAI UMM. Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Muhammad Sarif, M.Ag, selaku Wakil Dekan 2 bidang Sumber Daya Manusia. Rapat koordinasi (22/02) diawali dengan sambutan dari Prof. Dr. Tobroni, M.Si,  selaku Dekan Fakultas Agama Islam. Beliau menyampaikan arahan bahwa doen sebagai pendidik merupakan warosatul anbiya’, sehingga dosen diharapkan menjadi pembawa kabar gembira bagi peserta didik yang mencerahkan dengan mempersiapkan perkuliahan semester genap 2021 dengan baik secara mental dan spiritual meskipun mengajar dalam kondisi pandemi. “Mengorganisasikan mahasiswa untuk disiplin dan mengikuti perkuliahan dengan baik, tidak sekedar formalitas hadir dalam kelas online, namun mahasiswa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dalam proses perkuliahan. Ijtihad, melakukan daya upaya, inovasi, kreatif dan menggembirakan dalam update keilmuan yang disampaikan kepada mahasiswa,” pesan Tobroni. Mempersiapkan modul yang dapat diambil dari jurnal atau karya ilmiah yang telah diterbitkan oleh dosen menjadi salah satu strategi mempersiapkan pembelajaran yang efektif, sehingga mahasiswa mendapatkan silabus, modul dan materi pembelajaran selama satu semester ke depan. “Jihad, berjuang sekuat tenaga untuk mencetak generasi berkemajuan, seperti bertani, mulai dari membajak tanah, menyirami, kemudian merawat agar menuai hasil yang baik dan bermanfaat. Mendidik sarjana sampai menjadi anak yang berguna bagi agama, Bangsa dan Negara. Manfaat, ilmu yang bermanfaat, sehingga bukan hanya gelar yang didapat setelah mahasiswa lulus dari universitas. Berkah, menjadi seorang pendidik merupakan sebuah keberkahan yang tidak bisa dinilai secara materi,” ujarnya. (LA)

Kajian PPUT : “Membumikan Manhaj Tarjih Muhammadiyah” : Manhaj Tarjih sebagai Solusi Keberagaman Masyarakat Berkemajuan

Kamis, 11 Februari 2021, Program Pendidikan Ulama Tarjih Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Malang (PPUT-UMM) menggelar pengajian umum bersama Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengajian ini dikemas dalam format Kajian Tarjih Bulanan (KITAB) dan rencananya akan diselenggarakan satu bulan sekali. Tujuan dari KITAB ini antara lain sebagai wadah sosialisasi, diskusi dan pendalaman konsep serta aplikasi tarjih Muhammadiyah. Selain itu, pengajian KITAB ini diharapkan dapat menjadi mata rantai visi dan misi Muhammadiyah dari tingkat pimpinan pusat hingga ke tingkat pimpinan ranting. Pengajian KITAB tersebut dihadiri oleh Prof. Dr. Syamsul Anwar, MA, selaku narasumber yang dimoderatori oleh Koordinator PPUT-UMM, Agus Supriadi, Lc., M.H.I.  Turut hadir pula Dekan FAI-UMM, Prof. Dr. Tobroni, M.S.I. yang memberikan sambutan sekaligus meresmikan pengajian KITAB yang pertama ini. Pada kesempatan tersebut, Prof. Syamsul menegaskan kembali bahwa ciri utama yang mutlak harus ada pada masyarakat Islam berkemajuan adalah selalu berlandaskan al-Qur’an dan al-Sunnah dalam setiap geraknya. Ini sejalan dengan prinsip Muhammadiyah yang merupakan gerakan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar serta gerakan tajdid yang bersumber dari al-Qur’an dan al-Sunnah. Mengembangkan pemikiran keagamaan pada saat ini sangat dibutuhkan demi menjaga dan merawat masyarakat yang berkemajuan. Beliau menambahkan bahwa yang bertugas untuk melakukan pengembangan keagamaan tersebut ialah Majelis Tarjih dan Tajid. Tugas Majelis Tarjih dan Tajdid kata beliau yaitu melakukan pengkajian terhadap ajaran agama Islam untuk memberikan tuntunan kepada masyarakat. Selain itu, melakukan pengkaderan terhadap ulama-ulama tarjih merupakan bagian yang tak terpisahkan, di samping dari tugas menyusun tuntunan dalam bentuk putusan maupun fatwa. Dalam melakukan pengkajian, Majelis Tarjih dan Tajdid berpedoman pada kaidah Manhaj Tarjih yang telah disusun sebelumnya. Manhaj Tarjih adalah suatu sistem yang terdiri atas empat unsur, yaitu wawasan, sumber, pendekatan dan prosedur teknis yang menjadi landasan bertarjih atau dengan kata lain melakukan pengkajian sosial kemanusiaan dari perspektif Islam. Dari pengertian tersebut, dapat dismpulkan bahwa Tarjih tidak sekedar mengambil salah satu dalil/pendapat ulama madzhab yang dianggap lebih kuat. Prof. Syamsul juga menekankan pentingnya memahami realitas dan persoalan di masyarakat, sehingga kita bisa mendapatkan pemahaman agama sesuai dengan kebutuhan serta kemajuan di masyarakat. (AS)

Lantik Fungsionaris Lembaga Intra, Dekan FAI: Jaga Empat Hal

Prof. Dr. Tobroni, M.Si,Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI UMM) menyampaikan pesan kepada Fungsionaris Lembaga Intra yang baru dilantik kemarin (8/2). Ia meminta kepada Fungsionaris Lembaga Intra untuk menjaga empat hal. Empat hal tersebut adalah Niat, memelihara jamaah, ijtihad untuk memberikan inovasi, dan jihad atau bersungguh-sungguh dalam menjaga amanah. “Jadi luruskan niat. Dengan niat yang lurus, Anda akan dapat menjaga amanah. Yang kedua adalah peliharalah jamaah. Komunitas yang Anda pimpin itu dijaga, yang ketiga adalah ijtihad, Anda harus berinovasi untuk menemukan program-program, yang keempat adalah jihad, Anda harus bersungguh-sungguh,” Kata Tobroni dalam pelantikan, Senin, 8 Februari 2021. Selain itu Tobroni juga mengharapkan Fungsionaris lembaga intra dapat menjaga amanah. Sehingga ke depannya dapat menjadi pemimpin masyarakat. “Mereka (Fungsionaris Lembaga Intra 2021-2022) supaya menjaga amanah dengan sebaik-baiknya. Karena kalau mereka (Fungsionaris Lembaga Intra 2021-2022) sukses memimpin mahasiswa, maka mereka insya Allah akan sukses memimpin masyarakat,” Kata Thobroni dalam wawancara, Senin, 8 Februari 2021. Hal itu disampaikannya saat melantik Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMFA), Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), Ketua Lembaga Semi Otonom (LSO), dan Anggota Senat Mahasiswa Fakultas (SEMFA) Fakultas Agama Islam di Aula Teknik GKB III Universitas Muhammadiyah Malang. Pelantikan Fungsionaris Lembaga Intra 2020-2021 merupakan peresmian Fungsionaris Lembaga Intra yang baru. Pelantikan ini dihadiri oleh Dekan FAI UMM, Wakil Dekan I, II, dan III Fakultas Agama Islam,  Kepala Program Studi (Kaprodi) Hukum Keluarga Islam, Kaprodi Pendidikan Agama Islam, Kaprodi Ekonomi Syariah dan Sekretaris, Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab, Staff Administrasi FAI UMM, dan Fungsionaris Lembaga intra 2019-2020. Salah satu Fungsionaris Lembaga Intra 2021-2022 adalah Anggit Wasesa Praja. Mahasiswa yang kerap disapa Anggit itu dilantik menjadi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMFA) menggantikan Maulana Rahmat Fajar. Anggit menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinannya, ia bertekad mengembangkan potensi mahasiswa. Anggit mengutamakan potensi menulis dalam programnya. Potensi tersebut diyakini dapat menunjang potensi akademik mahasiswa. “Jadi nanti kita mengembangkan potensi ke depannya. Utamanya potensi menulis, membuat jurnal dan (jenis) tulisan lainnya. Jadi kita fokus ke seminar-seminar online dan kajian-kajian online, dan nanti ada satu pelatihan untuk mengasah potensi mahasiswa yakni dengan menulis. Karena kalau mereka menulis akan membantu mereka untuk menunjang akademik,” Kata Anggit. Sebagai tindak lanjut dari pelantikan, BEMFA bertugas membentuk kepengurusan selambat-lambatnya 14 hari sejak tanggal ditetapkan. Sebagaimana Surat Keputusan Dekan FAI UMM Nomor E.6.m/043/FAI-UMM/II/2021 tanggal 4 Februari 2021. (AFA)