Juara 1 LKTI Tingkat Nasional, Mahasiswi FAI UMM Angkat Isu Keadilan Sosial Perspektif Pancasila dan Alqur’an

Nabila Aprilia Rismara dan Nurul Khotimah, dua Mahasiswi FAI UMM telah meraih Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional Tahun 2021 dengan artikel yang berjudul “Konsep Keadilan Sosial Serta Implementasinya Pada Masyarakat Indonesia (Perspektif Pancasila “Sila Kelima” dan Alqur;an)”. Lomba yang diselenggarakan oleh BEM FAI Universitas Muhammadiyah Sidoarjo NEON 2021 berlangsung sejak 01 Agustus 2021 dengan pengumpulan abstrak sampai 7 September 2021 untuk full paper. “Ada kalanya dalam perlombaan pasti ada menang atau kalah, pastinya harus siap dengan apa yang di dapat nantinya. Disitulah kita diuji kemampuan diri sendiri baik secara kooperatif, dan bisa mengoreksi kembali kesalahan sebelumnya dan memperbaikinya, dengan menulis kita juga mampu melatih kompetensi yang kita punya untuk membahas isu-isu tertentu,” tutur Nabila, Mahasiswi Prodi Hukum Keluarga Islam FAI UMM. “Sesuatu hal yang berharga pastinya adalah pengalaman, Saya percaya bahwa usaha yang maksimal akan menghasilkan hasil yang maksimal juga, Saya sangat bangga dapat menuangkan gagasan yang Ia miliki, tentunya juga bermanfaat untuk orang lain,” ungkap Nurul. Nurul juga mengungkapkan motivasinya mengikuti lomba LKTI ingin menuangkan aspirasi sebagai mahasiswa lewat tulisan dengan tema lomba yang diangkat sangat menarik sesuai dengan isu yang ingin dibahas, yaitu tentang keadilan sosial. “Jangan patah semangat untuk menulis, karena ketika menulis kita akan mengetahui dimana titik kemampuan kita, Menulis itu menyenangkan dengan menulis kita bisa mengungkapkan seluruh pikiran yang terpendam tanpa bersuara, dan jangan pernah lelah untuk mengasah diri karena kemampuan orang tidak ada batasan nya,” pesan mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Arab ini. “Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak, kita hidup di dunia tidak kekal, maka dengan menulis nama dan karya kita tetap selalu diingat selamanya”, ujar Nabila. (LA)

Kolaborasi Webinar Internasional, FAI UMM Undang Pembicara Dari Australia Hingga Amerika

Selasa, 31 Agustus 2021 FAI UMM selenggarakan Webinar Internasional dengan tema “Kajian Islam di era Pasca Pandemi Covid-19: Tantangan dan isu Kritis” dengan mengundang pemateri secara virtual dari Australia hingga Amerika. Dekan FAI UMM, Tobroni secara resmi membuka acara webinar dengan menyampaikan sambutan. “Saya sangat bangga dan terima kasih kepada para Keynote Speaker dan peserta yang telah ikut berpartisipasi dalam agenda webinar internasional ini”, ungkap Tobroni. Tobroni menambahkan bahwa FAI UMM merupakan embrio UMM yang berdiri sejak tahun 1964, hingga pada usia ke 57 tahun UMM telah meraih penghargaan sebagai Universitas Islam Terbaik versi 4ICU UniRank. Sebelum sesi pertama dimulai, disampaikan keynote speech dari Universitas Malaya, Datin Prof. Dr. Raihanah Bt Abdullah. “Saya kira saat ini kita belum masuk pada masa post pandemic, namun kita masih berada di tengah masa pandemi, dengan adanya pandemi banyak hal yg harus kita selesaikan, dimana kita harus mencari problem solving dalam hal kemanusiaan, tidak hanya di bidang ekonomi, sosial saja.” kata Professor di Bidang Syari’ah dan Hukum ini. Raihanah juga menegaskan bahwa penemuan secara ilmiah semakin meningkat khususnya dalam fenomena global dalam menghadapi pandemi. Pergeseran ilmu pengetahuan pada abad ini sangat pesat didukung dengan perkembangan metodologi keilmuan dari berbagai bidang khususnya pada metodologi studi islam. Para ilmuwan muslim ikut andil secara progresif dalam mencari problem solving, dengan pendekatan metodologi Islam maka akan ditemukan problem solving dalam menjalani kehidupan ditengah pandemi. “Ijtihad merupakan satu kata yangg mempunyai kekuatan besar dan signifikan dalam segala bidang kehidupan. Hukum Islam kontemporer menjadi suatu jawaban kehidupan untuk menyelamatkan kemanusiaan menghadapi tantangan di masa pandemi. Studi Islam tidak hanya berbicara tentang isu-isu lama namun juga dapat menjadi sebuah jawaban menyelesaikan isu-isu kontemporer,” tambah Raihanah. Saiful Amien sebagai moderator pada sesi pertama mempersilahkan pembicara menyajikan materi dengan subtema “Pendidikan Islam dalam Konteks Global: Pembelajaran, Proses, Teknologi dan Karakter”.  Pemateri pertama disajikan oleh Dr. Muhamad Ali yang merupakan Direktur Program Studi Timur Tengah dan  Islam; Editor Associate dan Associate Professor di Departemen Studi Agama Universitas California, Riverside, AS. Dilanjutkan dengan pembicara dari Tunisia yaitu Prof. Dr. Moncef Ben Abdeljelil (Profesor di Fakultas Sastra dan Ilmu Manusia, Universitas Sousse, Tunisia, dan di sambung oleh pembicara perwakilan dari UMM, Dr. Abdul Haris, MA (Associate Professor di Prodi Pendidikan Bahasa Arab dan Direktur Sekolah Pascasarjana UMM, Indonesia. Materi terakhir di sesi pertama disajikan oleh Prof. Syamsul Arifin, M.Si, Wakil Rektor I UMM dengan judul “Education 4.0 Ideas: The Hopes and Challenges of Muhammadiyah”. Pada sesi kedua dimulai pukul 13.00 WIB,Hasnan Bachtiar selaku moderator mempersilahkan Prof. Dr. Nadirsyah Hosen, Guru Besar Fakultas Hukum, Monash University, Australia untuk menyampaikan materi dengan sub tema “Maqashid dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan”. Kemudian dilanjutkan dengan materi kedua dari Pradana Boy ZTF, Ph.D, Dosen Jurusan Hukum Islam dan Asisten Rektor UMM dengan judul “Maqashid Sharia and Sustainable Development Goals: Identifying,Common Ground and Relevance for Human’s Wellbeing”. Dua Materi terakhir menyajikan bidang keilmuan Ekonomi Syari’ah yang disampaikan oleh Prof. Dr. Khalaf Solaman Alnemari, Guru Besar Ekonomi Islam, Universitas Umm Al-Qura, Arab Saudi dan Dr.Rahmat Hakim. M.MA, Kepala Prodi Ekonomi Syariah UMM dengan naskah yang berjudul “Implentating Islamic Economics Values in the Coronavirus Disease (covid-19) Era and Its Relation to Sharia Objectives and Sustainable Development Goals. (LA)

Mengabdi Untuk Bangsa, FAI UMM Kirim Mahasiswa Magang Ke Pelosok Nusantara

Pada 03 Agustus 2021, FAI UMM kirim mahasiswa magang melalui program Magang yang diselenggarakan oleh Laboratorium Tarbiyah Prodi PAI. Menjalin kerjasama dengan 59 sekolah Tingkat SMP hingga SMA di seluruh wilayah Indonesia bahkan sampai Luar Negeri di Selangor Malaysia. Magang merupakan salah satu program wajib yang harus diikuti oleh Mahasiswa semester Akhir Prodi PAI selama 30 hari aktif sebelum menyusun tugas akhir. Kegiatan Magang yang biasanya dilakukan secara luring harus dilaksanakan secara daring karena situasi pandemi yang belum juga membaik. Salah satu hikmah dibalik pandemi ini, magang dapat dilakukan hingga pelosok Nusantara yang jaraknya mungkin tidak dapat dijangkau oleh Mahasiswa. Misalnya Magang yang dilakukan oleh Kelompok 5 di Tanjung Selor yang dibimbing oleh Zulfikar Yusuf. Kelompok 5 yang terdiri dari enam Mahasiswa ini berada di daerah yang berbeda-beda. “Seluruh laporan dan penguatan skill pengajaran mahasiswa magang/PPL tersentral dalam website aplikasi karya Laboratorium Tarbiyah yang bernama Klik Mengajar” ujar I’anah selaku Kepala Laboratorium Tarbiyah. (LA)      

Workshop Manajemen dan Analisis Data dengan NVivo 12 Bagi Dosen, FAI UMM Meningkatkan Skill Formulasi Data

Dalam rangka meningkatkan skill formulasi data bagi seluruh dosen di lingkungan FAI UMM, Laboratorium Komputer Terpadu telah melaksanakan workshop Manajemen dan Analisis Data dengan NVivo 12. Workshop dilaksanakan dalam dua sesi, sesi pertama pada Jum’at 20 Agustus sedangkan sesi kedu pada Kamis, 26 Agustus 2021. Workshop berlangsung secara offline di ruang Laboratorium Komputer Terpadu FAI UMM yang berlokasi di GKB 3 Lantai5. Salahudin, sebagai pemateri yang telah mempunyai track record penelitian berbasis aplikasi analisis data. “Aplikasi olah data kuantitatif sudah banyak digunakan namun belum banyak sivitas akademik yang menggunakan aplikasi olah data untuk memvirtualkan data kualitatif, maka NVivo 12 ini merupakan suatu aplikasi data untuk menggambarkan data kualitatif secara visual dan menarik,” ungkap Salahudin. Fahrudin sebagai Kepala Laboratorium Komputer Terpadu secara langsung mendampingi para dosen FAI selama workshop berlangsung selama dua sesi. Para dosen sangat antusias dalam mengikuti workshop untuk meningkatkan skill serta menyajikan karya ilmiah yang lebih menarik dan kontributif. (LA)

Bosan Belajar Online, Mahasiswa PAI FAI UMM Ciptakan Media Pembelajaran Konvensional

Untuk mengurangi kebosanan dalam belajar online, Septi Nurjanah salah satu Mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PPL) Laboratorium Tarbiyah, Program Studi Pendidikan Agama Islam, kelompok 11 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan media pembelajaran konvensional. “Rainbow Quiz”, media pembelajaran yang terdiri dari 30 nomor dengan warna yang berbeda. Setiap baris terdapat bintang/siswa terbebas dari menjawab pertanyaan yang disajikan. Selain bintang juga terdapat soal-soal ringan terkait materi sebelumnya. “Media ini digunakan untuk mereview ulang materi yang telah saya sampaikan di pekan sebelumnya, sehingga saya dapat mengetahui sejauh mana pemahaman siswa dalam menangkap materi tersebut, Alhamdulillah mayoritas siswa memberikan respons yang positif, dan mereka terlihat sangat antusias untuk menjawab pertanyaan-pertanya” ungkap Septi. Menurut Septi, langkah-langkah pembuatannya bisa dimulai seperti ini: pertama, gunting kertas origami berwarna cerah membentuk persegi panjang sebanyak 30 buah, kemudian sisihkan. Kedua, gunting kertas origami berwarna hitam/gelap membentuk lingkaran kecil sebanyak 30 buah dan garis panjang sebanyak 6 buah, kemudian sisihkan. Ketiga, gunting kertas origami berwarna kuning membentuk bintang sebanyak 8 buah. Keempat, ambil kertas kosong A4, tempelkan semua kertas origami garis panjang berwarna hitam dengan menggunakan double tip. Selanjutnya, kelima, kemudian tempelkan kertas origami berwarna cerah pada garis panjang yang sudah ditempelkan menggunakan double tip. Keenam, tulis soal/pertanyaan ringan pada kertas persegi panjang tersebut kemudian tempelkan juga 8 buah bintang secara acak. Ketujuh, gunakan potongan kertas origami yang berbentuk lingkaran kecil hitam sebagai penutupnya, lalu rekatkan dengan double tip. Terakhir kedelapan, beri nomor pada masing-masing kertas berwarna cerah. “Selain cocok digunakan sebagai media pembelajaran, cara pembuatan media ini juga sangat mudah. Bahan-bahan yang digunakan adalah kertas kosong A4, kertas origami, dan double tip, setelah itu, media pembelajaran ini siap digunakan,”tutupnya. (LA)

Kembangkan Inovasi Media Pembelajaran, Mahasiswa PAI FAI UMM Produktif Di Masa Pandemi

Mahasiswa praktek kerja lapangan (PPL) Laboratorium  Tarbiyah program studi Pendidikan Agama Islam kelompok 2 Universitas Muhammadiyah Malang munculkan inovasi untuk membantu siswa SMP Muhammadiyah 8 Batu. Inisiatif tersebut dilatarbelakangi karena siswa SMP Muhammadiyah 8 Batu alami kesulitan dalam proses pembelajaran, berawal dari keluhan tersebut, maka mahasiswa PPL menghadirkan inovasi media pembelajaran yang tidak biasa untuk membangkitkan semangat belajar siswa SMP Muhammadiyah 8 batu. “Siswa kesulitan dalam belajar online di masa pandemi covid-19 disebabkan metode dan media pembelajaran yang digunakan, Gaya belajar yang dilakukan secara berulang-ulang dapat menyebabkan siswa merasa Belajar di bawah tekana”, ungkap Andi Bagaiya, sebagai pelaku magang. Dalam membantu proses belajar siswa perlu di lakukan pengembangan dari metode dan media yang digunakan, tidak hanya menggunakan media belajar zoom dan google meet, akan tetapi Mahasiswa UMM juga kembangkan media lainnya seperti penggunaan video dan gambar yang menarik, sehingga siswa tidak merasa bosan dalam proses pembelajaran. Hal tersebut juga didukung oleh dosen pendamping PPL Laboratorium Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam kelompok 2 Universitas Muhammadiyah Malang, “Hal tersebut sangat perlu dilakukan agar tercapainya sebuah keberhasilan proses pembelajaran” Ujar Umiarso. (LA)

Mahasiswa PPL Prodi PAI FAI UMM Turut Aktif Latih Drumband di SMP Muhamadiyah Boarding School At-Tanwir Maronge NTB

Fadillah Ahmad Nur dan Fiqri Rabuna, Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang yang sedang melaksanakan magang di SMP Muhamadiyah Boarding School At-Tanwir Maronge NTB tak hanya mengajar di kelas tapi juga aktif dalam melatih Drum Corps Symphony At-Tanwir (DCSA). Ahad, 8 Agustus 2021, pada acara Pekan Perkenalkan Khutbatul Arsy SMP MBS At-Tanwir Maronge, penampilan drumband santri-santriah begitu memukau para hadirin dengan memberikan tepuk tangan yang meriah. Kegiatan Pekan Perkenalkan Khutbatul Arsy atau Apel Tahunan merupakan kegiatan tahunan dalam rangka memperkenalkan santri/ah baru akan kegiatan Pesantren. Pada tahun 2021, SMP MBS At-Tanwir mengangkat tema “Dari At-Tanwir untuk Indonesia Tangguh”. Kegiatan Pada tahun ini dengan berbagai penampilan dari Paskibraka, Drumband, Tapak Suci, Bhineka Tunggal Ika, Hizbul Wathan, dan Tabloid Olahraga. Para orang tua atau wali Santri bisa menyaksikan melalui media sosial atau zoom yang telah di sediakan pesantren, penonton daring karena demi menjaga kesehatan dan terhindar dari virus Covid-19. Dosen Pembimbing Lapang (DPL) M. Kamaludin mengapresiasi Mahasiswa PPL, karena membantu proses perkembangan anak tak hanya di dalam kelas kegiatan akademik, tapi juga pada kegiatan non akademik yang mampu meningkatkan skill para siswa/i atau santri/ah menyongsong masa depan yang lebih baik. (LA)

Mahasiswa PAI FAI UMM Laksanakan Praktek Kerja Lapang di MTS Muhammadiyah 1 Kota Malang

  Senin (02/08/2021), Prodi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang menyerahkan mahasiswa magang secara resmi  kepada Truli Maulida. W.  di M.Ts Muhammadiyah 01 Malang melalui Google Meet. Dina Mardiana, selaku dosen pembimbing kelompok 4 yang terdiri dari 6 anggota, yaitu Danar Wiokongko, sebagai ketua, Yahya Adyan sebagai wakil ketua, sedangkan anggota dari kelompok 4 tersebut, yaitu Anjani Pustakawati, Yeni Arum Adiningsih, Alifianty Nur Laily, dan Ani Roisatul Muna. Penyerahan mahasiswa ke lembaga pendidikan ini dilakukan secara daring dan dihadiri oleh pihak sekolah yang bersangkutan termasuk kepala sekolah, guru waka kurikulum juga dua guru pamong, dosen pembimbing juga ikut serta dalam mendampingi saat acara dimulai. Truli sebagai kepala sekolah di lembaga pendidikan tersebut menerima dan menyambut kehadiran peserta magang dengan baik dalam melaksanakan tugas. “Saya di angkat sebagai kepala sekolah bukan berarti saya yang paling baik dan paling banyak pengalaman, saya juga banyak kekurangan jadi semoga kalian di sini mendapatkan pengalaman magang kalian dengan baik dan dijadikan sebagai pelajaran bagi  kalian,” kata Truli. Sebagai Dosen Pembimbing, Dina berpesan bahwa untuk tetap menjaga nama baik kampus ketika berada di luar termasuk saat kegiatan ini berlangsung.  Dengan adanya kondisi pandemi ini, Heppy Ikmalul Mukhlasin sebagai Waka Kurikulum juga menyatakan bahwa saat musibah berlangsung sekolah tersebut menggunakan kurikulum darurat yang diberikan oleh kebijakan pemerintah dan mahasiswa yang saat ini berkegiatan juga dapat menerapkannya supaya tahu bagaiamana proses yang dihadapai oleh guru saat pandemi ini. Mahasiswa PAI FAI UMM sangat berantusias dalam menjalankan program kampus yaitu magang atau dikenal dengan sebutan kegiatan PPL (Praktik Pengalaman Lapangan). Sesuai dengan programnya, bahwa mahasiswa memiliki tugas yang sangat penting dari seluruh apa yang didapatkan selama mengikuti proses perkulihan yaitu dengan menerapkan atau  menunjukkan kemampuan mereka dengan terjun langsung di sebuah lembaga pendidikan. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring sesuai dengan  kebijakan pemerintah di masa pandemi selama diberlakukan PPKM.

FAI UMM Tandatangai MoU dengan Muhammadiyah Islamic College Singapore: Langkah Menuju Taraf Internasional

FAI UMM resmi menandatangani kerjasama dengan Muhammadiyah Islamic College Singapore, memorandum persefahaman antara MIC dan FAI UMM dilakukan secara online pada 28 Juni 2021. Kerjasama tersebut merupakan program ijazah sambilan yang akan dilaksanakan selama 4 tahun, pendaftaran program ini akan dibuka mulai bulan depan dengan kuota peserta didik sebanyak 7- 15 mahasiswa. Tobroni menyampaikan bahwa Majlis Konvokesyen adalah untuk meraikan kejayaan graduan dan saat yang dinanti-nantikan setiap graduan kerana Skrol yang diterima merupakan hasil ‘tuaian’ selama dua ke empat tahun berada di Kolej Islam Muhammadiyah dan juga merupakan ‘tiket’ untuk meneruskan perjuangan seterusnya. MIC didirikan oleh Persatuan Muhammadiyah (MA), merupakan sebuah organisasi nirlaba yang berdiri sejak tahun 1957, MIC adalah salah satu dari sekian banyak lembaga yang MA didirikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Muhammadiyah Islamic College (MIC) adalah lembaga yang berkomitmen untuk memberikan kualitas pendidikan Islam pasca sekolah menengah untuk massa di Singapura. MIC telah mencapai beberapa tonggak sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam di Singapura. Sejak dimulai pada tahun 2000, telah menghasilkan 7 angkatan lulusan dengan Gelar Sarjana, Diploma dan Sertifikat. MIC terdaftar di Kementerian Pendidikan dan merupakan Pusat dan Penyedia Pendidikan Islam (IECP) Bersertifikat lembaga juga. MIC mengisi celah kunci dalam komunitas Muslim untuk Pendidikan Islam Tersier. Sebagai Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memberikan pengetahuan holistik yang akan membentuk nilai dan kualitas pemimpin masa depan kita. Dengan demikian, MIC akan menjadi sebuah Lembaga Pendidikan Islam yang relevan. Pendidikan yang ditawarkan MIC bersifat holistik dan mengintegrasikan pembelajaran dengan relevansi kontekstual untuk aplikasi kehidupan dan pengembangan karir. Nilai Agama bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah serta warisan yang kaya dari Peradaban Islam kita menjadi hidup sepanjang pendidikan siswa di Kampus. “Seiring dengan perkembangan pendidikan Islam, pengukuhan dan pemerkasaan Sistem Pendidikan Islam telah dilaksanakan agar sepanjang tempoh pengajian tersebut, para graduan telah dicurahkan dengan segala ilmu, pengalaman dan kemahiran dari segenap aspek dalam bidang yang diceburi dalam mempersiapkan diri menghadapi cabaran kerja atau hidup yang sebenar,” ujar Dekan FAI UMM. (LA)

Markaz Dakwah FAI UMM Wujudkan Pembangunan Masjid Pesantren Nurul Sholah

Pimpinan pondok Pesantren Nurul Sholah bekerja sama dengan Markaz Dakwah FAI UMM dalam melengkapi fasilitas pesantren melalui pembangunan masjid. Setelah beberapa waktu akhirnya proposal pembangunan diterima oleh donatur dari Arab Saudi. Selama ini penyumbang terbesar proyek yang dilaksanakan oleh Markaz Dakwah wa khidamtul Mujtama’ di dominasi oleh donatur Arab Saudi. Meningkatnya minat masyarakat terhadap Pendidikan pesantren, dari tahun ke tahun di berbagai daerah menjamur pula pendirian pesantren baik yang menggunakan sistem tradisional maupun yang modern. Salah satunya adalah pondok pesantren nurul sholah yang berada di kawasan Pakistaji- Banyuwangi dengan dukungan dari masyarakat sekitar pondok pesantren pihak penyelenggara mampu membangun asrama dan ruang kelas. Pembangunan masjid di komplek Pesantren Nurul Sholah dimulai pada hari Rabu, 26 Mei 2021. Dalam acara tersebut turut hadir pimpinan pesantren dan direktur Markaz Dakwah FAI UMM. Peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya proses pembangunan. Jamal selaku direktur Markaz Dakwah FAI UMM berharap pembangunan masjid berjalan dengan lancar. “MDKM FAI UMM sebagai fasilitator memang fokus pada pembangunan masjid dan pengabdian masyrakat. Harapannya masyarakat dapat menjadikan masjid sebagai pusat dakwah dan kegiatan masyarakat muslim, Termasuk di pesntren masjid menjadi pusat kegiatan santri,” ujarnya. Selanjutnya rasa terima kasih yang tak terkira disampaikan oleh pimpinan pondok pesantren Kyai Sairun, kepada MDKM FAI UMM yang bersedia membantu mewujudkan pembangunan masjid yang sudah diimpikan sejak 2 tahun silam.  Beliau juga mengatakan semoga MDKM tetap dipercaya oleh para donatur Timur tengah dalam menditribusikan bantuan dan donasi. Beliau juga berterima kasih kepada donatur yang sudah bersdia membantu dan memberikan kepercayaan kepada pihak pesantren. Pembangunan masjid ini diperkirakan membutuhkan waktu 3 bulan sehingga dapat diresmikan dan mulai digunakan untuk kegiatan pesantren.