Alhamdulillah, Setelah PAI Kini Prodi Hukum Keluarga Islam UMM Raih Akreditasi UNGGUL.

Kabar gembira datang kembali, sebelumnya Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang berhasil meraih akreditasi Unggul. Kini Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Agama Islam juga berhasil meraih akreditasi Unggul.  Hal ini tertuang dalam Website BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) dikeluarkan pada hari ini. Pengumuman tersebut menyatakan bahwa Program Studi HKI telah memenuhi syarat sebagai Program Studi dengan predikat Unggul. Menurut Permendikbud Nomor 5 Tahun 2020 tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi yang mengubah format A/B/C menjadi format Unggul/Baik Sekali/Baik. Menurut bapak Dr. Fauzan, M.Pd. selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Malang mengatakan bahwa perguruan tinggi merupakan institusi formal yang harus mengikuti aturan yang ada. Salah satu di antaranya adalah mengajukan akreditasi. Dalam hal ini Program Studi juga diwajibkan hal yang sama. Sehingga diusahakan semua Prodi yang ada di lingkungan UMM harus memperoleh Akreditasi Unggul. Secara terpisah, Bapak Dr. Khozin, M.Si selaku ketua UPPS (Unit Pegelola Program Studi) serta Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang turut menyambut gembira dan mengapresiasi prestasi tersebut, sehingga kini terdapat dua Prodi di lingkungan Fakultas Agama Islam yang sudah terakreditasi UNGGUL. Target berikutnya kita mengusahakan agar Prodi Pendidikan Bahasa Arab dan Ekonomi Syariah dapat meraih akreditasi Unggul. hal ini merupakan ikhtiar yang harus dilakukan oleh penyelenggara Pendidikan untuk terus memperbaiki serta meningkatkan kualitas Institusi yang menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain itu beliau juga menyampaikan bahwa prestasi ini tidak lain juga berkat Tim ISK (Instrumen Suplemen Konversi) sebelumnya, yang disupport penuh oleh pimpinan dibawah tonggak kepemimpinan bapak Prof. Tobroni selaku dekan FAI Periode sebelumnya, serta jajaran dekanat lainnya. Karena proses pengerjaan dan pengajuan ISK tersebut memakan banyak waktu hingga pergantian pimpinan. Maka dari itu ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pimpinan periode sebelumnya. Terima kasih juga disampaikan kepada UPT AP (Unit Pengelola Teknis Akreditasi dan Permeringkatan) yang dikelola oleh Dr. Surya Anoraga yang telah mendampingi proses Submit ISK dari awal sampai submit. Tak lupa juga berterima kasih kepada Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan AIK yaitu bapak Prof. Syamsul Arifin, M.Si yang telah mengawal dan mensupport penuh atas pengusulan konversi akreditasi ini. Sehingga Prodi HKI dapat menyusul Prodi Prodi yang sudah terkareditasi Unggul. Hal yang sama juga disampaikan oleh Muhammad Arif Zuhri, Lc., M.HI. selaku ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) menyampaikan bahwa predikat Prodi Unggul bukanlah satu-satunya dari tujuan perguruan tinggi, namun masih banyak tugas serta tanggung jawab turunan yang harus segera diselesaikan dan ditingkatkan. Sehingga predikat tersebut tidak hanya sekedar predikat melainkan benar-benar pantas menyandang predikat unggul yang dirasakan oleh masyarakat. Tak lupa Pak Arif sapaan akrabnya juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pengajuan Akreditasi A ke Akreditasi Unggul, terutama kepada TIM ISK Prodi HKI yang sudah berjuang keras dari hari ke hari, sehingga Prodi HKI berhasil meraih akreditasi Unggul, semoga apa yang sudah dilakukan oleh TIM ISK menjadi amal Jariyah,, Amin, (Soni)

Dekan FAI Kenalkan Pimpinan Prodi Baru Periode 2021-2025

Sabtu, 4 Desember 2021. Setelah pergantian Pimpinan di tingkat Wakil Dekan kini Pimpinan Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang memperkenalkan wajah baru Pimpinan Program Studi di lingkungan Fakultas Agama Islam Periode 2021-2025. Selain mengenalkan pimpinan baru acara ini juga ditandai dengan serah terima jabatan antara Pimpinan lama dengan pimpinan baru. Di FAI sendiri terdapat empat Program Studi yaitu Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI), Prodi Ekonomi Syariah (Ekos), dan Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Berdasarkan Surat Keputusan yang ditanda tangani langsung oleh Rektor Uiversitas Muhammadiyah Malang terdapat tambahan struktur yaitu Sekretaris Prodi di dua Prodi, Prodi Hukum Keluarga Islam dan Prodi Pendidikan Bahasa Arab. Sebelumnya dua Prodi tersebut hanya memiliki Ketua Program Studi. Sehingga dalam periode sekarang semua Prodi di lingkungan Fakultas Agama Islam memiliki Ketua Program Studi dan juga Sekretaris Prodi. Menurut bapak Dr. Khozin, M.Si selaku Dekan Fakultas Agama Islam menyambut gembira atas diterimanya usulan penambahan struktur tersebut. Tambahan struktur sekretaris Prodi tidak lain untuk memperkuat kinerja di masing-masing Prodi mengingat beban kerja yang harus dihadapi Prodi sangat berat dan banyak tantangan program yang harus segera diselesaikan. Selain menjelaskan hal tersebut bapak Dekan juga memberikan ucapan selamat kepada Pimpinan Prodi yang baru. Pimpinan tersebut di antaranya Pertama, Bapak Kamaluddin, M.Si sebagai Kaprodi dan Bapak Zulfikar Yusuf, M.Pd.I sebagai Sekretaris Prodi Pendidikan Agama Islam. Kedua, Bapak M. Arif Zuhri, Lc., M.H.I. sebagai Kaprodi dan Bapak Soni Zakaria, S.Sy., M.H sebagai Sekretaris Prodi Hukum Keluarga Islam. Ketiga, Bapak Dr. Rahmad Hakim sebagai Kaprodi dan Bapak Novi Rifa’i., M.A., M.E. sebagai Sekretaris Prodi Ekonomi Syariah. Dan terakhir Bapak M. Firdaus, M.Ed sebagai Kaprodi dan Ibu Lailatul Maulidia, M.Pd.I sebagai Sekretaris Prodi Pendidikan Bahasa Arab. Tak lupa Bapak Dekan juga mengucap terima kasih kepada Pimpinan Prodi yang lama khususnya kepada Bapak Ahmad Fatoni, Lc., M.Pd.I Kaprodi lama PBA dan juga kepada Bapak Dr. Umiarso, M.Pd.I. Kaprodi lama PAI atas pengabdian dan dedikasinya dalam menjalankan tugas sebagai Pimpinan Prodi. Acara serah terima jabatan yang berlangsung di Aula Lantai 6 GKB 3 ini, dihadiri oleh seluruh Dosen dan Karyawan di lingkungan Fakultas Agama Islam. Kemudian diakhiri dengan foto bersama Keluarga Besar Dosen dan Karyawan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang. (ST).

Yudisium FAI, Datangkan Alumni Yang Menjadi Dosen UPI Bandung

Akhirnya setelah perjalanan perkuliahan yang ditempuh selama empat tahun, kini mereka para Calon Wisudawan/Wisudawati Fakultas Agama Islam resmi dinyatakan lulus. Kelulusan tersebut sebagaimana yang tertera dalam Surat Keputusan Dekan Fakultas Agama Islam yang dibacakan langsung oleh Bapak Pradana Boy ZTF, M.A., Ph.D selaku Wakil Dekan 1 Bidang Akademik Fakultas Agama Islam. Acara Yudisium yang digelar di Aula Lantai VI GKB 3 ini dihadiri oleh Seluruh Calon Wisudawan Wisudawati Fakultas Agama Islam dari empat Program Studi. Tercatat dari empat Program Studi tersebut  meluluskan Mahasiswa dan Mahasiswi sejumlah 58. Jumlah itu terdiri dari Program Stud Pendidikan Agama Islam 17 mahasiswa, Prodi Hukum Keluarga Islam 11, Prodi Ekonomi Syariah 23, dan Terakhir dari Prodi Pendidikan Bahasa Arab sejumlah 7 mahasiswa. Dari Calon Wisudawan/Wisudawati yang Yudisium, Lulusan terbaik tingkat Fakultas dipegang oleh Saudara Nadhif Hibatullah dengan perolehan IPK tertinggi 3.97. Mahasiswa lulusan terbaik tersebut berasal dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab. Yudisium ini disambut langsung oleh Bapak Dr. Khozin, M.Si selaku Dekan Fakultas Agama Islam. Beliau mengucapkan selamat kepada adik -adik semua yang hari ini resmi telah dikukuhkan kelulusannya sehingga resmi menyandang gelar Sarjana strata satu. Dalam kesempatan ini Bapak Dekan juga memberikan beberapa nasehat penting kepada para calon Wisudawan/Wisudawati. Beliau menyampaikan bahwa setidaknya setelah lulus para Sarjana harus memiliki tiga hal kompetensi. Pertama Kompetensi Sikap, Kedua Kompetensi Pengetahuanm dan Ketiga Kompetensi Ketrampilan. Kompetensi pertama yaitu kompetensi sikap, alumnus FAI harus memiliki sikap sebagai bentuk tanggung jawab moral di masyarakat harus dapat mencerminkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, Kompetensi Pengetahuan. Alumnus FAI harus tetap menjaga kompetensi keilmuannya yang sudah dibagun selama kuliah ini dengan tetap terus belajar dan menjaga standing akademiknya sebagai seorang sarjana. Dan terakhir Alumnus FAI harus memiliki kompetensi Ketrampilan. Menurut beliau terdapat dua ketrampilan yang harus dimiliki oleh alumnus FAI yaitu ketrampilan teknis dan subtantif. Ketrampilan Teknis yang dimaksud adalah Hard Skill. Artinya para alumni harus memiliki hard skill terutama dalam penguasaan digital sehingga dapat beradaptasi di dunia yang mengandalkan teknologi. Ketrampilan berikutnya adalah ketrampilan Subtanstif atau bahasa lainnya adalah Soft Skill. Jadi Soft skill ini sangat penting, karena ketrampilannya tidak tampak tapi sangat berpengaruh dalam kehidupan. Sebagai contoh ketrampilan dalam memanaj waktu, memanaj stress, dan lain-lain. Selain prosesi Yudisium angkatan 102 periide IV Tahun 2021 Fakultas Agama Islam, acara ini juga mendatangkan narasumber dari alumni untuk memberikan motivasi kepada seluruh Calon Wisudawan/Wisudawati FAI. Dalam kesempatan acara ini mengundang Bapak M. Ariez Musthofa, S.Ag, M.Si. Beliau merupakan alumni Prodi Pendidikan Agama Islam yang sekarang menjadi Dosen Psikologi di Fakultas Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia Bandung. Acara Yudisium, Pelepasan dan Ramah Tamah ini diselenggarakan secara Luring dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan dihadiri oleh seluruh Pimpinan Fakultas dan Program Studi serta diikuti oleh seluruh Calon Wisudawan/Wisudawati. Akhir dari acara ini dimeriahkan dengan foto bersama antar Calon Wisudawan/Wisudawati beserta Dosen dan Pimpinan Fakultas dan Prodi FAI UMM. Kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama

FAI UMM Undang Alumni Yang Sukses Berkarir di BUMN Yudisium Angkatan 101 Periode III Tahun 2021

Rabu, 29 September 2021, FAI UMM melangsungkan yudisium, ramah ramah sekaligus pelepasan calon wisudawan/wisudawati Angkatan ke-101 Periode 3 Tahun 2021. Acara yang digelar di Aula GKB 3 Lantai VI berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh jajarang Dekanat, Ketua Prodi dan Sekprodi. Calon wisudawan dari masing-masing prodi 43 mahasiswa Prodi PAI, 16 mahasiswa Prodi HKI, 28 mahasiswa Prodi Ekonomi Syari’ah dan 12 mahasiswa Prodi PAI sehingga jumlah keseluruhan 99 mahasiswa hadir secara luring dan daring. Acara yang diawali dengan sambutan oleh Dekan FAI UMM kali ini mengundang Alumni dari Prodi HKI, Herman, S.H.I, S.H yang sukses berkarir di BUMN sebagai vice president PT. BTPN. “Apapun latar belakang pendidikan Anda, dari Prodi PAI, Prodi HKI, Prodi Ekonomi Syari’ah ataupun Prodi PBA semua mempunyai potensi yang sama untuk meraih kesuksesan di masyarakat, latar belakang pendidikan bukan halangan untuk meniti karir sesuai dengan bidang akademik, bisa menjadi enterpreneur atau membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar” motivasi Herman kepada para calon wisudawan. Selesai sesi motivasi dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan bagi wisudawan terbaik Fakultas yang diraih oleh Iis Mualawati, mahasiswi Prodi HKI denga IPK 3,97 predikat kelulusan dengan pujian. Iis telah berhasil menyelesaikan tugas akhir dengan menerbitkan artikel ilmiah yang berjudul “Kontekstualisasi Riba dalam Jual Beli Emas Online: Studi Terhadap Distributor Mini Gold”. Artikel yang terbit di Jurnal El-Faqih: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam ini mengkaji tentang jual beli emas online yang dilakukan oleh distributor emas mini yang dibeli secara online mulai dari 0,05 gram. Sementara itu, Mahasiswa terbaik dari masing-masing Prodi diraih oleh Nur Fuadah dari Prodi PBA dengan IPK 3,96, Muhammad Fajar Hidayat dengan IPK 3.94 dari Prodi PAI dan Syifa Nadhifa Bahasyim dari Prodi Ekonomi Syari’ah dengan IPK 3,94. Acara dilanjutkan dengan pembagian SK Kelulusan dan Transkrip Nilai Sementara kepada seluruh calon wisudawan/wisudawati. Sebelum acara berakhir, Syifa Nadhifa menyampaikan sambutannya sebagai perwakilan dari Wisudawan Terbaik. Yudisium yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan ini ditutup dengan doa, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan ramah tamah.(luc)

Selesai sesi motivasi dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan bagi wisudawan terbaik Fakultas yang diraih oleh Iis Mualawati, mahasiswi Prodi HKI denga IPK 3,97 predikat kelulusan dengan pujian. Iis telah berhasil menyelesaikan tugas akhir dengan menerbitkan artikel ilmiah yang berjudul “Kontekstualisasi Riba dalam Jual Beli Emas Online: Studi Terhadap Distributor Mini Gold”. Artikel yang terbit di Jurnal El-Faqih: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam ini mengkaji tentang jual beli emas online yang dilakukan oleh distributor emas mini yang dibeli secara online mulai dari 0,05 gram. Sementara itu, Mahasiswa terbaik dari masing-masing Prodi diraih oleh Nur Fuadah dari Prodi PBA dengan IPK 3,96, Muhammad Fajar Hidayat dengan IPK 3.94 dari Prodi PAI dan Syifa Nadhifa Bahasyim dari Prodi Ekonomi Syari’ah dengan IPK 3,94. Acara dilanjutkan dengan pembagian SK Kelulusan dan Transkrip Nilai Sementara kepada seluruh calon wisudawan/wisudawati. Sebelum acara berakhir, Syifa Nadhifa menyampaikan sambutannya sebagai perwakilan dari Wisudawan Terbaik. Yudisium yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan ini ditutup dengan doa, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan ramah tamah.(luc)

Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Tobroni secara resmi membuka Pengenalan Mahasiswa Baru (Pesmaba) yang dilaksanakan pada kamis, 23 September 2021. Pesmaba kali ini bertajuk “Gelorakan Spirit Religiusitas dan Intelektualitas Guna Membangun Mahasiswa Unggul”. Dalam sambutannya, Tobroni mengungkap bahwa FAI merupakan fakultas cikal bakal berdirinya UMM sebagai salah satu kampus Islam berkemajuan, FAI mempunyai andil dalam sejarah kemajuan UMM sampai meraih predikat sebagai kampus Islam terbaik nomor 1 dunia versi UniRank. “FAI merupakan sang Pelopor yang mencerminkan UMM sebagai kampus Islam berkemajuan, dengan berbagai capaian di lingkup kampus, regional, nasional maupun internasional,” tutur Tobroni dalam sambutannya. Pesmaba tahun ini merupakan kedua kalinya UMM menerapkan metode Blended, secara luring dan daring. Mahasiswa baru FAI tahun ini berjumlah 250 mahasiswa, 225 mahasiswa mengikuti pesmaba secara daring, sedangkan 25 mahasiswa lainnya hadir secara luring di rusunawa 1 UMM.

Sambut Tahun Ajaran Baru 2021/2022, FAI UMM Selenggarakan Koordinasi Persiapan Perkuliahan Semester Ganjil

Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang menyelenggarakan Rapat Koordinasi Persiapan Perkuliahan Semester Ganjil 2021, pada Sabtu 19 September 2021 di Aula Lantai 6 GKB III, UMM Kampus III. Prof. Dr. Tobroni selaku dekan menyatakan bahwa perkuliahan di tengah pandemi Covid-19 akan diselenggarakan secara “Luritas” atau Luring Terbatas. Tentu saja, itu semua dilakukan melalui protokol kesehatan yang ketat. Sementara itu, platform pengajaran online yang akan digunakan adalah LMS UMM. Proses pendidikan ini, harus selaras dengan Standar Mutu institusi (SPMI 4.0) yang sudah ditentukan. “Pada saat pelaksanaannya nanti, para dosen mesti mengidentifikasi dan menganalisis berbagai faktor pendukung dan penghambatnya, serta mengukur tingkat keberhasilannya” papar Tobroni. Secara lebih lanjut, “Semua itu, kemudian disertai dengan media perekaman dan publikasi yang baik.” tambahnya. Sementara itu, Imamul Hakim, M. Sh selaku Wakil Dekan 1 bidang akademik menjelaskan bahwa “Meskipun 70% mahasiswa FAI sudah divaksin, namun sebagian besar masih berada di daerah asalnya masing-masing. Sedangkan kebijakan PPKM masih berlaku hingga saat ini.” Mengenai penyelenggaraan perkuliahan secara Luritas, akan menjangkau kurang lebih 30% dari mahasiswa yang ada. Di dalam agenda pertemuan tersebut, juga disampaikan mengenai evaluasi penyelenggaraan perkuliahan online semester lalu. Imamul Hakim, M.Sh menyatakan bahwa inovasi yang kreatif dalam perkuliahan perlu diupayakan. Para dosen juga didorong agar terbiasa dengan kompleksitas perkuliahan dengan media digital. “Penyesuaian atau adaptasi dengan berbagai fasilitas new media dan dunia internet, sekaligus dunia milenial sangatlah penting” tutur pria kelahiran Lamongan tersebut. Hal-hal yang secara detil harus diperhatikan adalah proses perkuliahan yang ada harus berbasis “student centered approach”. Artinya, kreativitas, inovasi dan semangat belajar harus dimulai dari mahasiswa. Dalam konteks ini, dosen adalah fasilitator sekaligus mentor dalam memahami dan mendalami pengetahuan tertentu. Kurikulum yang diterapkan di berbagai Program Studi (Pendidikan Agama Islam, Hukum Keluarga Islam, Pendidikan Bahasa Arab dan Ekonomi Syariah) sudah disinkronisasikan dengan “scientific vision” fakultas. Di samping itu, modul atau RPS yang digunakan, sudah distandarisasi dengan format KKNI plus OBE. Kurikulum yang ada saat ini, sudah mengikuti kebijakan dan ketentuan Akreditasi 9 Standar. Dengan demikian, penyelenggaraan perkuliahan yang ada, menekankan aspek luaran dan capaian. Karena itu, mahasiswa yang mengikuti matakuliah tertentu, didorong untuk menghasilkan karya ilmiah yang dipublikasikan di jurnal terakreditasi nasional atau internasional.[hb]

Direktur Pusat Studi Islam dan Filsafat (PSIF) Bedah Pendidikan Karakter B Religi

Dr. Achmad Faridi, Direktur Pusat Studi Islam dan Filsafat (PSIF) mempresentasikan naskah akademiknya pada Sabtu, 18/9/2021. Naskah ini dirayakan di mimbar “Halaqah Sabtu Pagi” Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang. Berdasarkan naskah yang bertajuk “Pendidikan Karakter B Religi” ini, Dr Faridi mengajukan argumentasi pokok bahwa “Ajaran agama Islam yang luhur, yang kaya akan nilai-nilai akhlak dan spiritualisme, menjadi bagian dari kehidupan keseharian di sekolah. Nilai-nilai luhur tersebut, menjadi nilai hidup yang berpaut erat (akulturasi) dengan kearifan masyarakat setempat (Jawa) dan kemudian mengalami proses obyektifikasi, sehingga lebih mudah diterima masyarakat.” Secara substantif, pendidikan karakter B Religi ini bisa menjauhkan para siswa dan guru dari cara berpikir yang ekstrem, radikalisme dan bahkan terorisme. Oleh karena itu, hal ini selaras dengan kepentingan memperkuat integrasi bangsa. Naskah yang dikembangkan dari disertasi doktoral ini, sebenarnya merupakan bagian penting dari riset empiris yang dilakukan di Sekolah Menengah Atas (SMA) 3 Malang. Tentu secara antropologis, hal ini dianggap merepresentasikan berbagai praktik dan penghayatan akan nilai yang unik, menarik dan vernakularitas yang khusus. Secara konseptual, temuan ini berpotensi besar memberikan sumbangsih pada konsep pendidikan karakter di tanah air. Melalui obyektifikasi (membuatnya bersifat obyektif, meminjam gagasan Kuntowijoyo), formulasi ilmiah mengenai pendidikan karakter B Religi ini, bisa dielaborasi oleh berbagai lembaga pendidikan secara umum, tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras, adat-istiadat, bahasa, warna kulit dan keberbedaan lainnya. Secara lebih jauh, Dr Faridi sedang mempersiapkan naskah tersebut untuk publikasi di jurnal internasional. Dengan begitu, naskah ini akan bermanfaat lebih signifikan di dunia global. [hb]

Mahasiswi FAI UMM Raih Juara Favorit Lomba Kaligrafi Kontemporer Tingkat Nasional

Aisyah Andra Resta, Mahasiswi FAI UMM raih juara Favorit Lomba Kaligrafi Kontemporer Tingkat Nasional pada kompetisi yang diadakan oleh BEM FAI Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Kompetisi yang bertajuk “Konstribusi Generasi Millenial dalam 76 Tahun Indonesia Merdeka” dilaksanakan pada 01-3- Agustus 2021. Lomba ini diadakan untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke- 76 Tahun sebagai wadah pemuda milenial dalam mengembangkan bakat kaligrafi. “Motivasi saya mengikuti lomba ini karena ingin tahu sampai mana kemampuan saya dalam seni kaligrafi ini. Menang kalah itu bonus dari sebuah kerja keras, tapi tujuan utamanya melihat skill saya berkembang dengan mengikuti kompetisi ini,” ujar Mahasiswi Prodi PAI ini. “Masya Allah sangat tidak terduga ketika nama saya muncul sebagai juara favorit, saya merasa banyak hal yang kurang dari karya saya ini, dan saya masih butuh banyak latihan didalamnya. Dari kompetisi ini saya melihat hasil karya dari peserta lain dan banyak mengambil pelajaran dari setiap karya yang mereka hasilkan,” tambahnya. Kaligrafi yang bertuliskan Surat Al Fath ayat 1 hasil karya Aisyah mendapat juara favorit dengan kriteria penilaian dari empat aspek yatu kaidah, kreativitas, keserasian dan kebersihan. Surat Al Fath Ayat 1 mempunyai arti “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata” yang juga mengandung kabar gembira lain bagi Rasulullah, bahwa beliau mendapat keistimewaan ampunan ini dan Allah akan menyempurnakan kenikmatan baginya dengan memerangkan agama Islam dan menyebarkannya, memberi beliau petunjuk kepada agama Islam, dan menolong beliau dengan pertolongan yang kuat.(LA)

Mahasiswa FAI UMM Berhasil Sabet Juara 1 Lomba Fotografi National Event Competition 2021

Chairul Manek Ismail, Mahasiswa FAI UMM berhasil meraih Juara 1 Lomba Fotografi, National Event Competition 2021 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Kompetisi yang berlangsung secara online sejak 1-30 Agustus 2021 bertajuk “Kontribusi Generasi Milenial Dalam 76 Tahun Indonesia Merdeka”. Kompetisi ini diadakan sebagai wujud peran serta mahasiswa dalam ikut membantu permasalahan bangsa dengan menuangkan ide-ide kreatif melalui fotografi, videgrafi, karya tulis ilmiah, dan kaligrafi melalui sebuah kompetisi nasional “National Event Competition 2021”. Motivasi Chairul Manek mengikuti lomba fotografi untuk mengukur kemampuan diri sendiri dalam lomba yang diikuti dan tidak ingin mengecewakan BEM FAI-UMM yang telah mempercayakannya dalam mengikuti lomba fotografi. “Alhamdulillah saya senang bisa menjadi juara 1 kategori lomba fotografi tingkat nasional yang diadakan BEM FAI UMSIDA,” tutur Mahasiswa Prodi PAI ini. Lomba Fotografi ini diadakan dengan ide gagasan untuk menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76 Tahun. Objek foto menggambarkan kondisi, kegiatan dan suasana perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di masa pandemi ini. Maka informasi terkini perayaan Hari Kemerdekaan ini dapat disampaikan melalui sebuah karya yang tidak biasa, yaitu melalui lomba fotografi dalam BEM FAI NATIONAL EVENT COMPETITION 2021. (LA)      

Workshop Penyusunan RPS Berbasis OBE, Upaya FAI UMM Upgrade Standar Mutu Pembelajaran

Rabu, 15 September 2021, FAI UMM menyelenggarakan workshop penyusunan RPS sebagai upaya peningkatan standar mutu pembelajaran dengan tema “Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Berbasis OBE-MBKM (Outcome Based Education-Merdeka Belajar Kampus Merdeka)”. Workshop ini dilaksanakan dalam rangka penerapan kurikulum berbasis OBE-MBKM yang tepat sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan dalam menghadapi kecepatan pemanfaatan teknologi dan produksi inovasi. Pembukaan workshop dipandu oleh Dina Mardiana sebagai MC yang dibuka dengan sambutan dari Dekan FAI UMM Dr. Tobroni, M.Si. Acara ini dihadiri oleh seluruh dosen Fakultas Agama Islam dari seluruh Program Studi yaitu Prodi Pendidikan Agama Islam, Prodi Hukum Keluarga Islam, Prodi Ekonomi Syariah dan Prodi Bahasa Arab. “Pembentukan kurikulum dengan baik dan benar guna mewadahi pendidikan abad 21 serta memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan baru, mempersiapkan mereka pada level global dan siap bersaing di dunia kerja,” Tutur Dekan FAI UMM. Workshop yang berlangsung di GKB 4 Lantai 4 disampaikan oleh pemateri dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Dr. Syaifuddin, M.M. “Pemerintah telah menerapkan kurikulum berbasis OBE baik bagi PTS maupun PTN dengan maksud menjembatani kesenjangan antara proses pendidikan di Perguruan Tinggi dengan dunia nyata (dunia kerja),” ungkap Syaifudin. Kebijakan MBKM dilaksanakan dalam rangka mewujudkan proses pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal sehingga memiliki keterampilan non-teknis (soft-skill) maupun teknis (hard-skills) menghadapi dunia kerja sejak awal. Kegiatan yang dimoderatori oleh Lailatul Maulidiyah berlangsung dengan lancar sehingga banyak antusiasme dosen yang hadir untuk melayangkan pertanyaan perihal pengembangan kurikulum berbasis OBE serta perkembangan penggalakkan MBKM saat ini. Acara dilanjutkan dengan kegiatan penyusunan RPS Mata Kuliah Fakultas dengan tim dosen yang telah di bagi sesuai mata kuliah yang diampu oleh dosen dari masing-masing Prodi. Diakhir acara moderator menutup dengan kesimpulan bahwa secara sederhana yaitu pelaksanaan pembelajaran MBKM yang mengacu pada kebutuhan kompetensi di abad 21 memiliki kemampuan adaptif dan kolaboratif (antar prodi / antar PT) dengan mekanisme transaksional / penyesuaian SKS / dikonversikan di mata kuliah. (LA)