Lulusan terbaik FAI UMM usung tema tugas akhir tentang Fatwa Vaksin Astrazeneca.

Akhirnya setelah perjalanan perkuliahan yang ditempuh selama empat tahun, kini mereka para Calon Wisudawan/Wisudawati Fakultas Agama Islam resmi dinyatakan lulus. Kelulusan tersebut sebagaimana yang tertera dalam Surat Keputusan Dekan Fakultas Agama Islam yang dibacakan langsung oleh Bapak Pradana Boy ZTF, M.A., Ph.D. selaku Wakil Dekan 1 Bidang Akademik Fakultas Agama Islam. Acara Yudisium yang digelar di Aula Lantai VI GKB 3 ini dihadiri oleh Seluruh Calon Wisudawan Wisudawati Fakultas Agama Islam dari empat Program Studi. Tercatat dari empat Program Studi tersebut meluluskan Mahasiswa dan Mahasiswi sejumlah 77. Jumlah itu terdiri dari Program Studi Pendidikan Agama Islam 22 mahasiswa, Prodi Hukum Keluarga Islam 20, Prodi Ekonomi Syariah 26, dan Terakhir dari Prodi Pendidikan Bahasa Arab sejumlah 9 mahasiswa. Dari Calon Wisudawan/Wisudawati yang Yudisium, Lulusan terbaik tingkat Fakultas dipegang oleh Saudari Anisah dengan perolehan IPK tertinggi 3.97. Mahasiswa lulusan terbaik tersebut berasal dari Program Studi Hukum Keluarga Islam, dengan mengusung tema “Studi komparatif Metode Ijtihad Majelis Ulama’ Indonesia dan Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama’ Tentang Fatwa Vaksin Astrazeneca” Yudisium ini disambut langsung oleh Bapak Dr. Khozin, M.Si selaku Dekan Fakultas Agama Islam. Beliau mengucapkan selamat kepada adik -adik semua yang hari ini resmi telah dikukuhkan kelulusannya sehingga resmi menyandang gelar Sarjana strata satu. Dalam kesempatan ini Bapak Dekan juga memberikan beberapa nasehat penting kepada para calon Wisudawan/Wisudawati. Beliau menyampaikan bahwa setidaknya setelah lulus para Sarjana harus memiliki tiga hal kompetensi. Pertama Kompetensi Sikap, Kedua Kompetensi Pengetahuanm dan Ketiga Kompetensi Ketrampilan. Kompetensi pertama yaitu kompetensi sikap, alumnus FAI harus memiliki sikap sebagai bentuk tanggung jawab moral di masyarakat harus dapat mencerminkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, Kompetensi Pengetahuan. Alumnus FAI harus tetap menjaga kompetensi keilmuannya yang sudah dibagun selama kuliah ini dengan tetap terus belajar dan menjaga standing akademiknya sebagai seorang sarjana. Dan terakhir Alumnus FAI harus memiliki kompetensi Ketrampilan. Menurut beliau terdapat dua ketrampilan yang harus dimiliki oleh alumnus FAI yaitu ketrampilan teknis dan subtantif. Ketrampilan Teknis yang dimaksud adalah Hard Skill. Artinya para alumni harus memiliki hard skill terutama dalam penguasaan digital sehingga dapat beradaptasi di dunia yang mengandalkan teknologi. Ketrampilan berikutnya adalah ketrampilan Subtanstif atau bahasa lainnya adalah Soft Skill. Jadi Soft skill ini sangat penting, karena ketrampilannya tidak tampak tapi sangat berpengaruh dalam kehidupan. Sebagai contoh ketrampilan dalam memanaj waktu, memanaj stress, dan lain-lain. Selain prosesi Yudisium angkatan 103 periode I Tahun 2022 Fakultas Agama Islam, acara ini juga mendatangkan narasumber dari alumni untuk memberikan motivasi kepada seluruh Calon Wisudawan/Wisudawati FAI. Dalam kesempatan acara ini mengundang Bapak Muhammad Rajab. M.Pd.I. Beliau merupakan alumni Prodi Pendidikan Agama Islam yang sekarang menjadi Chief of Education Thursina International Islamic Boarding School Malang. Muhammad Rajab berpesan kepada calon wisudawan dan wisudawati bahwa bekal penting yang perlu disiapkan menghadapi dunia kerja saat ini ialah yang pertama, mental dan karakter, kedua wawasan ilmu pengetahuan, ketiga skills, dan keempat jaringan atau network. Acara Yudisium, Pelepasan dan Ramah Tamah ini diselenggarakan secara Luring dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan dihadiri oleh seluruh Pimpinan Fakultas dan Program Studi serta diikuti oleh seluruh Calon Wisudawan/Wisudawati. Akhir dari acara ini dimeriahkan dengan foto bersama antar Calon Wisudawan/Wisudawati beserta Dosen dan Pimpinan Fakultas dan Prodi FAI UMM. Kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama
Prodi PAI UMM Selenggarakan Klinik Artikel Jurnal Internasional Untuk Tingkatkan Publikasi di Tahun 2022.

Sabtu, 15 Januari 2022, Program Studi Pendidikan Agama Islam FAI UMM mengawali tahun 2022 dengan menyelenggarakan klinik artikel jurnal Internasional. Kegiatan tersebut dilakukan secara luring di Laboratorium Islamic Studies Fakultas Agama Islam. Menurut bapak Kamaluddin selaku Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam menyampaikan bahwa acara ini sengaja diselenggarakan awal tahun tidak lain untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi jurnal ilmiah dosen-dosen PAI khususnya di tahun 2022. Hal ini merupakan konsekuensi dari penjagaan kualitas Prodi di bidang penelitian karena telah terakreditas Unggul. Dalam kesempatan berbeda, menurut bapak Zulfikar Yususf selaku seketaris prodi menjelaskan bahwa kegiatan klinik ini merupakan kegiatan yang wajib dihadiri oleh seluruh dosen prodi PAI. Selain untuk membekali dan menguatkan pemahaman dosen-dosen PAI dalam penulisan artikel jurnal internasional yang efektif dan efisien. Klinik ini juga diharapkan untuk menghasilkan artikel ilmiah yang bisa ter-submit dan terpublikasi di jurnal-jurnal internasional bereputasi. Karena kegiatan ini merupakan workshop dan membutuh waktu yang agak Panjang maka klinik tersebut dibagi ke dalam beberapa pertemuan. Pertemuan pertama mempelajari Mencari dan Menentukan Novelty dalam Penulisan Artikel Jurnal Internasional melalui Vosviewer. Pertemuan kedua membahas dan Menentukan Referensi Artikel Jurnal Internasional melalui Elsevier/Scopus, dan pertemuan terakhir praktik memperbaiki jurnalnya masing-masing. Semua materi yang diberikan kegiatan klinik artikel ini berkesempatan mengundang pakar di bidang jurnal yang sudah berpengalaman menembus artikel di berbagai jurnal Internasional yaitu Bapak Dr. Salahuddin, M. Si., M.PA.
Optimalisasi Potensi untuk Meraih Prestasi Melalui Student Day

Sabtu, 15 January 2022, Fakultas Agama Islam melalui Badan Eksekutif Mahasiswa FAI UMM menyelenggarakan Student Day 2022. Perlu diketahui agenda Student Day merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahun oleh Universitas dan Fakultas. Student Day 2021, sebagai program kegiatan bidang kemahasiswaan mencakup berbagai bidang kegiatan, yaitu bidang penalaran, bakat-minat, keislaman dan kemuhammadiyahan, olahraga, seni budaya dan perlombaan mengacu agenda Kemendikbud. Kegiatan ini diselenggarakan selama kurang lebih tiga bulan, namun dilaksanakan setiap hari Sabtu dari pagi sampai siang hari. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan masih dalam masa Pandemi. Oleh karena itu, selain dilaksanakan setiap hari Sabtu kegiatan ini juga diselenggarakan secara blended, yaitu secara Online dan Offline. Hari ini merupakan hari kedua dalam pelaksanakaan kegiatan Student Day FAI dengan agenda pembukaan acara di tingkat Fakultas. Pembukaan acara tersebut turut dihadiri oleh sebagian peserta mahasiswa FAI dan dibuka langsung oleh Bapak Imamul Hakim, M.Sh selaku Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FAI UMM. Dalam kesempatan tersebut beliau menyampaikan beberapa hal, bahwa Student Day tidak lain merupakan salah satu bekal yang harus dimiliki oleh semua mahasiswa FAI oleh karena itu perlu dimanfaatkan betul agar mahasiswa selain memiliki kompetensi di bidang akademik juga memiliki skill di luar akademik. Karena Student Day ini tidak lain membantu menggali bakat potensi di luar akademik. Sedangkan menurut Abdul Rosyid selaku ketua pelaksana Student Day FAI menyampaikan bahwa kegiatan Student Day ini juga merupakan ajang penunjukan bakat mahasiswa, sehingga perlu disalurkan dengan cara cara yang kompetitif, oleh karena itu Stduent Day ini di desain tidak hanya sekedar perlombaan melainkan juga membekali mereka dengan mendatangkan beberapa naras umber yang ahli di bidang masing – masing. Sehingga kegiatan ini diharapakan memiliki luaran yang meliputi; Pertama, Tertanam dan berkembangnya jiwa akademis, kreatif dan inovatif dengan budi pekerti luhur. Kedua, Aktualisasi potensi prestasi mahasiswa baru dalam berbagai bidang pengembangan bidang keislaman, kemuhammadiyahan, Potensi, minat, bakat, kegemaran, keorganisasian dan sosial. Dan Ketiga, meningkatnya karakter dan perilaku yang dikembangkan berdasarkan pada kompetensi diri dalam usaha pecapaian prestasi.
Hadapi Tahun 2022, Prodi Ekonomi Syariah UMM Gelar Webinar Peluang Industri Halal

Selasa, 28 Desember 2021 Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang bekerjasama dengan IAEI (Ikatan Ahli Ekonomi Islam) menggelar webinar bersama dalam menyambut tahun 2022. Webinar tersebut diselenggarakan secara online dengan menghadirkan para pakar ahli ekonomi Islam yaitu bapak Dr. Sutan Emir Hidayat, MBA selaku Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah. Tak kalah menarik selain itu pakar lain juga dihadirkan dari guru besar UMM yaitu ibu Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP beliau juga sebagai Ketua Halal Center UMM. Acara yang diikuti oleh ratusan mahasiswa UMM dan masyarakat umum ini mengangkat tema Outlook Industri Halal 2022. Menurut Bapak Novi Rifa’I selaku moderator dan juga Sekretaris Prodi EKonomi Syariah UMM menjelaskan bahwa maksud dari tujuan diselenggarakan webinar ini tidak lain untuk menginformasikan perkembangan industry halal di Indonesia serta menginformasikan potensi industri halal dan UMKM di Indonesia. Dari data yang dihimpun menurut laporan The State of Global Islamic Economic Report pada tahun 2019/2020, Indonesia menempati peringkat 5 dalam ekonomi Islam global dan mengalami peningkatan peringkat dari laporan tahun 2018/2019. Sebuah pertanda baik bahwa ekonomi Islam di Indonesia semakin tumbuh dan berkembang, termasuk industri halal di dalamnya. Hanya dalam hitungan minggu, tahun 2022 sudah di depan mata. Oleh sebab itu perlu dilakukan analisis terkait Outlook Industri Halal 2022.
Ini Makna Hari Ibu Menurut Dosen FAI UMM.
Tepat tangal 22 Desember setiap tahunya diperingati sebagai hari Ibu. Walau secara historis kelahiran hari lahir ibu tersebut, tidak lain diharapkan perjuangan para perempuan Indonesia akan selalu dikenang dan dihargai atas jasa-jasanya dalam membantu meraih kemerdekaan RI. Namun semakin hari makna hari Ibu semakin meluas, dan masyarakat memperingatinya sebagai penghargaan jasa Ibu yang sudah membesarkan anak-anaknya dari yang tidak berdaya menjadi berdaya. Sehingga kebanyakan masyarakat terutama generasi milenial memperingatinya dengan cara berswafoto bersama ibunya lalu di posting ke media sosial sebagai bentuk penghargaanya selama ini. Dalam Islam sendiri, kedudukan seorang Ibu memperoleh kedudukan yang tinggi. Bagaimana Rasulullah mengajarkan kepada ummatnya untuk memuliakan Ibu, bahkan mewajibkan menghormati Ibu terlebih dahulu sebelum kepada Ayah. Menurut Ibu Dr. Romelah, M.Ag., hari Ibu merupakan sebuah momen bagi anak-anak untuk mengingat kembali bagaimana perjuangan seorang Ibu dan bagaiamana peran Ibu selama ini dalam mengurus anak anaknya hingga dewasa. Karena Ibu sendiri memiliki makna yang sangat berarti bagi anak-anak dan keluarga. Menurutnya makna Ibu tidak hanya orang yang melahirkan saja, namun lebih dari itu, yaitu orang yang memberikan waktunya 24 jam tanpa meminta bayaran. Artinya mencintai tanpa syarat untuk anak-anaknya. Yang mana peran ibu tidak sekedar membesarkan anaknya secara jasmani namun juga menanamkan akhlak, agar kelak dewasa menjadi orang yang berakhlaqul karimah. Peran ibu selain mendidik, merawat, mengembangkan. Ibu juga menjadi tempat curhat si anak, bagaimana suka duka yang dialami anak ibulah tempat mengadu keluh kesah anak baik di saat gagal maupun sukses. Karena Ibu selalu memberikan support dan dukungan. Merangkul ketika ada kesulitan dan menghargai apa yang sudah dilakukan baik sukses ataupun gagal. Selain itu menurut dosen yang kesehariannya juga bekerja di pasca UMM menuturkan bahwa Ibu juga berperan dalam mebuat dan mengingat memori indah untuk anaknya, tentunya dalam muatan-muatan keislaman sebagai contoh mengajari akhlak akhlak Islam sejak dini yang dilakukan dengan penuh cinta dan kasih. Tugas Ibu juga tidak sekedar merawat anak ketika sejak lahir, peran Ibu sebagai sosok seorang perempuan yang memperhatikan anaknya mulai dari dalam janin, sampai ia lahir, dan sampai tumbuh dewasa dari yang tidak berdaya sampai berdaya. Oleh karena itu, hari Ibu merupakan sebuah momen yang patut kita jadi renungan untuk lebih memuliakan Ibu atas jasa-jasanya, sebagaimana Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada kita semua untuk selalu berbakti kepada orangtua, dan sedikitpun tidak menyakiti hati dan perasaanya serta selalu mendoakan kedua orang kita dan memohonkan ampun serta mengasihinya sebagaimana ia telah mengasihiku. Selamat Hari Ibu. (soni)
Pringati Hari Bahasa Arab, HMPS PBA Selenggarakan Arabic Languange Festival 2021
18 Desember menjadi hari bersejarah bagi dunia kebahasaaraban, setelah UNESCO menetapkan bahasa Arab sebagai bahasa Internasional pada tahun 1973. Maka disetiap tanggal tersebut menjadi peringatan hari Bahasa Arab se-dunia, hal ini juga dilakukan oleh mahasiswa Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang dalam memperingati hari bahasa arab internasional (HBAI) dengan mengadakan berbagai macam kegiatan yang bersifat bersifat kebahasaaraban. Kegiatan dalam peringatan HBAI ini dilaksanakan pada tanggal 10 – 21 Desember 2021 dan diisi dengan perlombaan-perlombaan kebahasaaraban yang mencakup kategori tingkat Fakultas Agama Islam dan tingkat Prodi Pendidikan Bahasa Arab, diantara perlombaan tingkat Fakultas Agama Islam yaitu lomba Debat Bahasa Arab dan lomba Menyanyi Bahasa Arab yang diadakan secara luring di Gedung GKB 3 lantai 5. Adapun perlombaan tingkat prodi PBA. Di antaranya adalah lomba Pidato Bahasa Arab, membaca Puisi Bahasa Arab yang diadakan secara daring dengan ketetntuan pengumpulan video penampilan. Sedangkan perlombaan cabang olahraga tingkat PBA diantaranya lomba Voli putra dan putri, futsal dan E-sport Mobile Legend. Selain perlombaan yang diadakan di peringatan Hari Bahasa Arab Internasional tahun ini, mahasiswa Himpunan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab juga mengadakan Pelatihan Kepenulisan Jurnal dan Refrences Manager untuk seluruh kalangan mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Arab dengan harapan mahasiswa PBA FAI UMM mampu menjadi mahasiswa yang memeliki keterampilan menulis yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. HBAI yang diselenggarkan oleh HMPS PBA FAI UMM bertujuan untuk mempererat kekeluargaan di ruang lingkup Program Studi Pendidikan Bahasa Arab serta menumbuhkan semangat mahasiswa Fakultas Agama Islam khususnya prodi PBA dalam mempraktekkan kebahasaaraban di tingkat Fakultas bahkan Universitas. Selain itu lomba yang diadakan dalam kegiatan HBAI tahun ini juga menjadi ajang penyeleksian mahasiswa-mahasiswa yang berpotensi dalam cabang lomba kebahasaaraban yang nantinya akan mewakili PBA FAI UMM bersaing dalam perlombaan bahasa Arab di tingkat nasional bahkan Internasional.
Mahasiswa FAI UMM dan Tim Raih Medali Emas di ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad

Kabar menggembirakan datang dari salah satu Mahasiswa Prodi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) yaitu Satria Filaili. Satria bersama 4 orang mahasiswa Univeritas Muhammadiyah Malang lainnya memperolah Gold Medal dalam ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad yang diikuti oleh pelajar dan mahasiswa dari seluruh sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia. Dalam ajang yang diselenggarakan oleh IYSA (Indonesia Young Scientist Association) ini, Satria dkk membuat karya berjudul Match&Growth: Study Process for Children with Down Syndrome. Karya inilah yang berhasil membuat Satria dkk memperoleh anugerah Medali Emas dalam kategori lomba “Research On Children With Special Needs”, IYSA Special Award Winner. Indonesian Young Scientist Association (IYSA) adalah sebuah lembaga yang memfasilitasi pelajar Indonesia untuk dapat mengembangkan potensi dibidang keilmuan baik di dalam negeri maupun luar negeri. IYSA berdiri sebagai bentuk concern kami untuk memberikan kesempatan kepada pelajar Indonesia khususnya agar dapat memunculkan potensi dan skills yang dimiliki serta menumbuhkan jiwa kompetisi dalam diri mereka. Satria mengungkapkan rasa bangganya atas penghargaan tersebut. “Saya merasa bangga dan senang karena berhasil mendapatkan medali emas di ajang internasional apalagi ini lomba internasional pertama saya, sehingga dapat memenangkan medali emas merupakan sebuah pencapaian yang membanggakan dan juga akhir yang baik untuk menutup tahun 2021” pungkas mahasiswa prodi HKI ini. Satria melanjutkan, persiapan lomba dimulai dari bulan Oktober. Ide membuat karya alat terapi khusus anak penyandang down sindrom ini muncul karena ia dan timnya prihatin melihat pelayanan terhadap anak down sindrom selama ini dirasa masih kurang. Dari kegelisahan inilah muncul ide membuat prototype alat untuk membantu dan memudahkan anak-anak berkebutuhan khusus ini. Menurut Satria, proses lomba Ini tidak mudah baginya karena harus berbagi waktu dengan kegiatan kampus lainnya, seperti harus melaksanakan pengabidan masyarakat, Ujian Tengah Semester, magang hingga melaksanakan seminar proposal tugas akhir. Namun ia selalu percaya bahwa apa yang datang tiba-tiba dan tidak direncanakan merupakan rencana Allah dan rencana Allah selalu memberikan yang terbaik. Prinsip tersebut membuatnya selalau semangat mengerjakan prototype-nya hingga mendapat medali emas. Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam, Muhammad Arif Zuhri, Lc., M.H.I mengaku sangat senang dan bangga mendengar kabar ini. “Alhamdulillah saya sangat berbangga dan berbahagia mendengar salah satu mahasiswa kami, Satria Filaili dan kawan kawan mahasiswa UMM lainnya menjuarai ajang Internasional ini dan mendapatkan medali emas. Ini tentu sangat berarti bagi prodi kami, saya mendengar dua kabar gembira hari ini, yaitu Akreditasi Prodi HKI menjadi Unggul dan sore hari saya mendengar kabar mas Saria mendapatkan medali emas. InshaAllah menular kepada mahasiwa kami lainnya” ungkapnya. Penganugerahan penghargaan tersebut bertempat di BG Junction Mall Surabaya. Selain mendapatkan medali emas, Satria dkk juga mendapatkan penghargaan khusus dari Indonesia Young Scientist Association.
Perkuat Skill Humas, UMM Selenggarakan Workshop Pengelolaan Humas.
sabtu, 18/12/2021 UMM menyelenggarakan workshop pengelolaan humas untuk PIC Humas Fakultas, Lembaga dan Program Studi di lingkungan UMM. Menurut ketua Biro Infokom (Informasi dan Komunikasi) UMM kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan skill humas di tingkat Fakultas, Prodi, dan Lembaga. Hal ini perlu dilakukan karena lembaga tersebut mempunyai media humas yaitu website serta media sosial masing-masing, oleh karena itu dengan diadakanya kegiatan ini kualitas kinerja humas bisa ditingkatkan. Workshop yang bertempatkan di Aula BAU UMM dihadiri oleh semua PIC Humas Fakultas, Prodi, dan lembaga. (soni).
Kuliah Pakar Lab Syariah UMM, Bahas KDRT Perspektif Mubadalah

Kamis, 9 Desember 2021. Laboratorium Syariah Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang menyelenggarakan Kuliah Pakar ke-Praktikum-an semester ganjil tahun ajaran 2021-2022 dengan mengundang dua narasumber Nasional. Narasumber pertama adalah Dr.Kyai Faqihuddin Abdul Kadir, M.A atau biasa disapa Kyai Faqih, merupakan aktivis jaringan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI). Beliau merupakan perintis teori Qira’ah Mubadalah dan telah meneribtkan dalam buku berjudul yang sama pada tahun 2019. Pada acara tersebut beliau menyampaikan materi mengenai Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dalam ayat dan hadist perspektif mubadalah. Dalam pemaparannya, Kyai Faqih menjelaskan terlebih dahulu mengenai pondasi mubadalah yang terdiri dari segitiga Tauhid, Akhlaq Karimah dan Rahmatan Lil’Alamin. “ketiga nilai ini harus dimaknai oleh setiap insan dalam mewujudkan dan memahami tafsir berperspektif mubadalah” terang Pria yang juga pendiri Fahmina Institute ini. Bangunan keluarga Sakinah memiliki pilar-pilar agar supaya bangunan ini menjadii kokoh. Pilar tersebut antara lain, perspektif zawaj, mistaqon ghalida, mua’asyarah bil ma’ruf, musyawarah dan taradhin. Selain itu, dalam membangun keluarga sakinah diperlukan atap yakni perspektif kemashlahatan serta fondasi dengan prinsip keadilan (mu’adalah) kesalingan (mubadalah) dan keseimbangan (muwazanah). Selain itu, Kyai Faqih juga membahas beberapa ayat dan hadist yang seringkali menjadi pembenaran dalam perilaku KDRT dalam perkawinan dengan menjelaskan berdasarakan perspektif mubadalah. Salah satu contoh dalam surah al-Baqarah ayat 223 bahwa perempuan adalah ladang bagi laki-laki. Perspektif tafsir mubadalah menghendaki keadilan pada keduanya, maka jika ayat ini dibaca oleh perempuan, bisa diasumsikan suami juga merupakan ladang bagi isteri. “Dengan menerapkan tafsir perspektif mubadalah maka antar suami dan isteri memiliki hubungan setara dan saling ketergantungan sehingga terhindar dari egonstreis salah satu pihak yang menyebabkan rawan terjadi KDRT” pungkas pimpinan Ma’had Aly Pesantren Kebon Jambu Cirebon ini. Kuliah pakar ini juga mengundang salah satu aktivis dan advokat senior di LBH APIK yaitu Ibu Asnifriyanti Damanik, S.H. dalam kesempatan ini bu Asni, biasa beliau dipanggil memaparkan mengenai kompetensi Pengadilan Agama dalam Perkara KDRT. “seperti kita ketahui bersama bahwa KDRT merupakan ranah dari Peradilan Umum karena merupakan tindak pidana, namun seringkali kasus KDRT tidak dapat terselesaikan dengan baik karena korban biasanyaa hanya akan mengajukan cerai di Pengadilan Agama saja. Inilah yang menjadi PR besar progresifitas hukum acara di Indonesia”. Catatan Tahunan Komnas Perempuan per-Maret 2021 dari data yang dihimpun oleh Badilag RI bahwa alasan perceraian karena KDRT menempati urutan keempat dengan jumlah 3. 271 kasus. LBH Apik telah melakukan berbagai upaya dalam rangka memberi masukan kepada Pengadilan Agama untuk memberi solusi pada kasus tersebut. Respon Pengadilan Agama antara lain, isteri kroban KDRT dapat mengajukan pendamping yakni advokat. Selain itu, korban berhak mengajukan nafkah madhiyah, iddahdan mut’ah sesuai dalam Buku II Pedoman Mengadili Perkara di Linkungan Badilag Vs Ps 41 huruf c UU No. 1 tahun 1974. Pengadilan dapat mewajibkan bekas suami untuk memberi biaya penghidupan kepada bekas istri. “Penetapan nafkah madhiyah, iddah dan mut’ah harus mempertimbangkan rasa keadilan dan kepatutan dengan menggali fakta kebutuhan dasar hidup istri danatau anak berdasarkan SEMA No 3 tahun 2018 serta pemenuhan hak perempuan dan anak pasca cerai maka isteri dapat membuat format gugatan cerai memuat tuntutan nafkah madhiyah, iddah, mut’ah dan hadhanah guna menghindari aturan Hakim tidak dapat menjatuhkan putusan atas hal yang tidak dituntut” jelasnya. “Masih banyaknya korban KDRT yang tidak terselesaikan akibat dari kompetensi Pengadilan Agama yang memang hanya menangani perkara salah satunya perceraian saja, tidak bisa masuk dalam ranah pidana. Hanya saja Pengadilan Agama sudah membuat kebijakan yang patut kita apresiasi unttuk melindungi hak keperdataan korban dan juga anaknya” pungkasnya. Acara tersebut dihadiri dan dibukan oleh Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang, Dr.Khozin, M.Si. dalam sambutannya, Dekan FAI sangat senang dengan adanya kuliah pakar ini sebagai upaya untuk menambah pengetahuan dan kompetensi mahasiwa terutama dalam ranah praktik hukum di Indonesia. acara yang wajib diikuti oleh mahasiswa peserta praktikum ini berlangsung selama 3 jam dan dapat anda lihat tayangan ulangnya pada youtube official FAI-UMM pada link berikut https://youtu.be/hx6JQnzP4Lw. (Soni)
Alhamdulillah, Prodi Pendidikan Agama Islam UMM Raih Akreditas UNGGUL

Kabar gembira datang dari Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang. Prodi tersebut telah berhasil meraih akreditasi Unggul. Hal ini tertuang dalam web BAN PT yang dikeluarkan oleh pada hari Selasa 7 Desember 2021. Hasil tersebut menyatakan bahwa Program Studi Program Pendidikan Agama Islam telah memenuhi syarat sebagai Program Studi dengan predikat Unggul. Menurut Permendikbud Nomor 5 Tahun 2020 tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi yang mengubah format A/B/C menjadi format Unggul/Baik Sekali/Baik. Dr. Fauzan, M.Pd. selaku Rektor UMM mengatakan bahwa perguruan tinggi merupakan institusi formal yang harus mengikuti aturan yang ada. Salah satu di antaranya adalah mengajukan akreditasi. Dalam hal ini Program Studi juga diwajibkan hal yang sama. Secara terpisah Dr. Khozin, M.Si selaku dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang turut menyambut dan mengapresiasi prestasi tersebut, hal ini merupakan ikhtiar yang harus dilakukan oleh penyelenggara Pendidikan untuk terus memperbaiki serta meningkatkan kualitas Institusi yang menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain itu beliau juga menyampaikan bahwa prestasi ini tidak lain juga berkat Tim ISK (Instrumen Suplemen Konversi) sebelumnya, yang disupport penuh oleh pimpinan dibawah tonggak kepemimpinan bapak Prof. Tobroni selaku dekan FAI Periode sebelumnya, serta jajaran dekanat lainnya. Karena proses pengerjaan dan pengajuan ISK tersebut memakan banyak waktu hingga pergantian pimpinan. Maka dari itu ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pimpinan periode sebelumnya. Terima kasih juga disampaikan kepada UPT AP (Unit Pengelola Teknis Akreditasi dan Permeringkatan) yang dikelola oleh Dr. Surya Anoraga yang telah mendamping proses Submit ISK dari awal sampai submit. Tak lupa juga berterima kasih kepada Wakil Rektor I Bidang Akdemik dan Pengembangan AIK yaitu bapak Prof. Syamsul Arifin, M.Si yang telah mengawal dan mensupport penuh atas pengusulan konversi akreditasi ini. Sehingga Prodi PAI dapat menyusul Prodi Prodi yang sudah terkareditasi Unggul. Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Bapak Kamaluddin. Beliau menyampaikan bahwa predikat Unggul tersebut merupakan langkah awal dalam meningkatkan kualitas Pendidikan sehingga tanggung jawab kami harus memastikan output dan alumni UMM mampu menjadi pribadi yang mandiri. “Kampus Putih senantiasa berusaha untuk melahirkan alumni-alumni yang mandiri sekaligus diperhitungkan di tengah masyarakat. Tak lupa Bapak Kamal sapaan akrab beliau, juga menyampaikan terima kasih kepada Kaprodi sebelumnya Bapak Dr. Umiarso dan Bapak Zulfikar selaku Bapak Sekretaris Prodi PAI yang telah bekerja keras dalam mengusulkan Prodi melaui sibmit ISK sehingga dapat memperoleh Predikat Unggul. (soni)