Seri Diskusi HISP: Muhammadiyah Yang Saya Kenal Part 1

Sabtu pagi, 16 Juli 2022. Gelaran Halaqah Ilmiah Sabtu Pagi kali ini bertemakan “Muhammadiyah yang saya kenal”. Tidak seperti tema-tema sebelumnya. Tema di sesi ini menghadirkan tema yang bernuansa praksis bermuhammadiyah atau pengalaman pemateri dalam beraktifitas dalam muhammadiyah di kehidupan sehari-hari baik di dalam maupun di luar kampus. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Wakil Dekan I pada pembukaan Halaqah perdana, bahwa format HISP periode berbeda dengan tahun sebelumnya. Tidak hanya berbeda secara waktu pelaksanaan namun juga tema-tema yang diangkat dalam diskusi halaqah ilmiah sabtu pagi lebih diarahkan ke ideologisasi sebagai bentuk penguatan ideologi Muhammadiyah di lingkungan Fakultas Agama Islam. Pagi ini HISP berkesempatan menghadirkan dua narasumber sekaligus yaitu Ibu Dr. Dina Mardiana, M.Pd.I. Dosen Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bapak Cand. Dr. Agus Supriadi, Lc., M.H.I. Dosen Hukum Keluarga Islam (HKI). Serta di moderatori oleh bapak R. Tanzil Fawaiq Sayyaf, S.Sy., M.H. Sebagai pemateri awal Ibu Dina menceritakan pengalamannya dalam bermuhammadiyah di awali studi saya di strata-1 (S-1) di Jurusan Tarbiyah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui program beasiswa Madrasah Diniyah (Madin) pada tahun 2010. Dalam perjumpaan ini ia dikenalkan dengan pikiran–pikiran progresif keberagamaan dan iklim intelektualitas para kader Muhammadiyah. Tentu ia merasa kaget (shock) terhadap realitas keberagamaan yang saya temui, sebab ada “nuansa” dan “iklim” keberagamaan rasional yang tetap berpegang pada dalil–dalil al-Qur’an dan al–Hadist sebagai basis normatifnya. Sedangkan saya sendiri sudah terbiasa berada di dalam “nuansa” dan “iklim” keberagamaan yang cenderung berada di sistem (atau paham) keberagamaan tradisional. Selain itu beliau juga menceritakan aktifitas Muhammadiyah berawal di Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Sukun, sehingga bisa merasakan atmosfir gerakan filantropi Muhammadiyah, kependidikan keagamaan Muhammadiyah, atau juga pemikiran-pemikiran lainnya. Selain itu juga ikut serta dalam kajian rutin setiap Jum’at siang yang diadakan oleh Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dalam hal ini tentu Ia tak lupa menghaturkan terimakasih kepada Ibu Dr. Romelah selaku ketua PCA UMM- dan keanggotaan dalam Lembaga Seni, Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang, hingga keikutsertaan di Biro Informasi dan Konsultasi Keluarga Sakinah ‘Aisyiyah (BIKKSA) yang pada saat ini mulai digerakkan kembali oleh PCA Kabupaten Malang, termasuk keikutsertaan dalam persiapan Milad ‘Aisyiyah yang diadakan oleh PCA Kabupaten Malang pada 24 Juli 2022 mendatang. (sz)
Angkat Isu LGBT dan Tembus Scopus, Mahasiswa HKI UMM ini Lulus Tanpa Skripsi

Ia adalah Warda Silwana, Mahasiswi Program Studi (PRODI) Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), telah berhasil menyelesaikan tugas akhir dengan jalur jurnal ilmiah dan tembus di jurnal bereputasi terindex Scopus yakni jurnal Ahkam UIN Jakarta. Di UMM telah menerbitkan peraturan akademik, salah satunya adalah ekuivalensi tugas akhir. Jadi tidak semua mahasiswa ketika akan lulus harus melalui jalur skripsi. Terdapat banyak jalur untuk pengganti skripsi, salah satunya adalah dengan jalur jurnal ilmiah. Menurut bapak Arif Zuhri selaku ketua Prodi HKI mengatakan bahwa program ekuivalensi artikel ilmiah menjadi tugas akhir atau skripsi merupakan bentuk usaha untuk mendorong percepatan kelulusan mahasiswa. Yang mana tujuan dari program ini adalah untuk memberikan alternative lain kepada mahasiswa untuk lulus melalui jalur akademik lain. Sementara itu menurut Hasnan selaku dosen pembimbing akademik dari saudari Wardah mengungkapkan bahwa keberhasilan mahasiswa dalam menapaki jalur artikel ilmiah tidak semudah membalikkan tangan, butuh waktu dan kerja keras yang tinggi serta kesabaran. Selain itu sebagai seorang dosen pembimbing juga harus turut serius membimbing agar kualitas artikel ilmiah bisa terjaga jadi tidak sekedar corat coret tulisan mahasiswa lalu meminta merevisi. Dengan mengangkat isu LGBT, penulis mempertanyakan apakah orientasi biseksual dalam suatu ikatan perkawinan dapat dijadikan sebagai dalil hukum untuk merumuskan suatu putusan di pengadilan? Apakah ia memiliki kedudukan hukum tertentu yang disebutkan secara langsung dalam peraturan apa pun yang mencakup masalah hukum privat Islam? Dalam menjawab kedua pertanyaan tersebut, penelitiannya menerapkan penelitian yuridis-normatif yang mengkaji berbagai kemungkinan rasional dalam mengembangkan argumentasi hukum. Artikel tersebut menemukan bahwa dalam menangani kasus orientasi biseksual, sistem hukum Indonesia masih mengalami kekosongan hukum. Akibatnya, seolah-olah tidak bisa menjadi argumentasi hukum langsung karena tidak memiliki legal standing. Artikel saudari Warda berargumen bahwa tidak ada satu pun instrumen hukum yang diberlakukan yang secara eksplisit menyebutkan kasus orientasi tersebut. Namun demikian, hakim dapat menerapkan analogi kemungkinan “perzinahan yang berujung pada konflik yang tidak terselesaikan” untuk membuat rasio logis perceraian karena orientasinya. (sz)
Kolokium Doktor FAI-UMM Hadirkan Tiga Ahli di Bidang Ilmu Pendidikan Agama Islam

Kamis, 16 Juni 2022. Fakultas Agama Islam menggelar kolokium doktor yang bertempatkan di Aula FAI Gedung Kuliah Bersama III Lantai VI UMM. Kolokium doktor sendiri merupakan tradisi akademik yang sudah berlangsung lama terutama di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang. Dengan lahirnya banyak doktor baru di Fakultas Agama Islam, tentu ini menjadi kegembiraan tersendiri, karena dengan bertambahnya doktor baru secara tidak langsung memperkuat kualitas akademik di FAI UMM. Selain itu peningkatan kualitas akademik di bidang sumber daya pengajar juga berdampak pada peningkatan akreditasi unggul di Universitas Muhammadiyah Malang. Oleh karena itu, dengan hadirnya doktor-doktor baru kolokium doktor ini digelar sebagai bentuk syiar akademik Fakutas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang. Kolokium doktor FAI UMM tahun 2022 ini Insya Allah diselenggarakan dengan dua gelombang. Gelombang pertama dengan menghadirkan tiga ahli bidang ilmu. Pertama bidang ilmu tafsir hukum yaitu bapak Dr. Syamsurizal Yazid, M.A. dosen prodi Hukum Keluarga Islam. Kedua, bidang ilmu Ekonomi Syariah yaitu bapak Dr. Rahmad Hakim, M.MA. Dosen prodi Ekonomi Syariah. Dan Ketiga, bidang ilmu Bahasa Arab yaitu Bapak Dr. Achmad Tito Rusady, S.S., M.Pd. Dosen prodi Pendidikan Bahasa Arab. Adapun gelaran kolokium doktor gelombang dua akan menghadirkan doktor bidang ilmu Pendidikan Agama Islam. Pada gelaran kolokium doktor gelombang pertama ini, masing-masing pemateri memberikan materi sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuninya. Di antaranya adalah pertama bapak Dr. Syamsurizal Yazid, M.A. Beliau memaparkan materi dengan tema manajemen konflik suami-istri menurut al-Qur’an. Sedangkan pemateri kedua, yaitu Bapak Dr. Rahmad Hakim, M.MA menyampaikan materi dengan tema menyingkap tabir makna amanah dalam pengelolaan zakat menurut amil zakat. Sedangkan pemateri ketiga adalah Bapak Dr. Achmad Tito Rusady, M.Pd. Beliau menyajikan materi yang bertemakan pengembangan bahan ajar keterampilan menulis Bahasa arab berbasis kolokasi. Adapun sebagai pembanding dalam kolokium tersebut adalah Bapak Prof. Dr. Uril Bahruddin, M.A yang merupakan Guru Besar Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Tak lupa kegiatan ini dipandu oleh Bapak M. Arif Zuhri, Lc., M.HI sebagai moderator. Acara yang berlangsung meriah ini, kurang lebih dihadiri oleh 500 peserta yang terdiri dari seluruh jajaran Dosen Fakultas Agama Islam dan juga seluruh mahasiswa FAI UMM. Selain itu turut juga mengundang peserta dari luar yaitu bapak/ibu guru Sekolah Muhammadiyah se-Malang Raya dari tingkat SD hingga SMA. (sz).
FAI UMM dan STISHK Kuningan Perkuat Kerjasama Melalui Kolaborasi Pelaksanaan Tri Dharma

Selasa, 29 Maret 2022, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang dan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat bersepakat mengadakan kerjasama dalam beberapa bidang, terutama dalam pengembangan implementasi Tri Dharma Pergurua Tinggi. Kerjasama tersebut dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting. Sedangkan untuk penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara FAI UMM dan STISHK Kuningan di tanda tangani di tempat masing-masing. Adapun sebagai perwakilan penandatangan antar kedua belah pihak ditandatangani secara langsung oleh Bapak Dr. Khozin, M.Si. selaku Dekan FAI UMM dan Bapak Dr. Mu’alim sebagai Ketua STISHK Kuningan. Pertemuan yang berlangsung secara daring juga didampingi oleh beberapa pejabat struktural di antaranya bapak Wadek I, II, dan III. Selain itu turut hadir juga Bapak M. Arif Zuhri dan Bapak Dr. Rahmad Hakim sebagai salah satu sasaran kerjamasama antar program studi Hukum Keluarga Islam dan Program Studi Ekonomi Syariah bersama pihak STISHK Kuningan Jawa Barat. Kerjasama tersebut dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting. Sedangkan untuk penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara FAI UMM dan STISHK Kuningan di tanda tangani di tempat masing-masing. Adapun sebagai perwakilan penandatangan antar kedua belah pihak ditandatangani secara langsung oleh Bapak Dr. Khozin, M.Si. selaku Dekan FAI UMM dan Bapak Dr. Mu’alim sebagai Ketua STISHK Kuningan. Pertemuan yang berlangsung secara daring juga didampingi oleh beberapa pejabat struktural di antaranya bapak Wadek I, II, dan III. Selain itu turut hadir juga Bapak M. Arif Zuhri dan Bapak Dr. Rahmad Hakim sebagai salah satu sasaran kerjamasama antar program studi Hukum Keluarga Islam dan Program Studi Ekonomi Syariah bersama pihak STISHK Kuningan Jawa Barat. Tujuan dari kerjasama ini adalah tidak lain untuk mengaplikasikan dan meningkatkan penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khotimah (STISHK) Kuningan dengan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang Kota Malang. Adapun sasaran dari kerjamasama ini terselengaranya kegiatan bersama dalam peningkatan penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khotimah (STISHK) Kuningan dengan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang Kota Malang.
Horeee. Hasil Raker, HSP akan hadir kembali dengan format yang baru

Sabtu, 26 Maret 2022. UPPS (Unit Pengelola Program Studi) Fakultas Agama Islam Periode 2021-2024 untuk pertama kalinya menyelenggarakan Raker (Rapat Kerja). Raker ini sempat tertunda pelaksanaannya pada bulan Februari, namun karena ada beberapa hal, akhirnya baru terlaksana di bulan Maret. Raker di tahun pertama ini, bertempat di ruang Micro Teaching Laboratorium Tarbiyah. Dan dihadiri oleh semua dosen FAI yang menjabat secara struktural baik di tingkat UPPS, Prodi, Laboratorium, dan Lembaga Pendukung. Di tingkat UPPS sendiri terdiri dari Dekan, Wakil Dekan I bidang akademik, Wakil Dekan II Bidang Tata Pamong dan SDM, Wakil Dekan III Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan. Sedangkan di tingkat Program Studi dihadiri lengkap oleh empat prodi di lingkungan FAI yaitu Ketua dan Sekretaris Prodi Pendidikan Agama Islam, Hukum Keluarga Islam, Ekonomi Syariah, dan Pendidikan Bahasa Arab yang secara langsung diikuti oleh Laboratorium di bawahnya. Selain itu, Lembaga pendukung juga turut diundang yaitu Markaz Dakwah, PPBA, SAIS, dan PPUT. Dari hasil rapat kerja, untuk tahun pertama ini diarahkan untuk pengembangan institusi dengan tetap berpegangan pada visi misi Universitas dan Fakultas. Salah satu contohnya adalah pengembangan CoE (Center of Excelent) baik ditingkat UPPS maupun Prodi untuk mewujudkan UMM Pasti (Pasti Lulus Tepat Waktu, Pasti Bekerja, dan Pasti Mandiri). Harapannya di tahun pertama ini sudah ada satu CoE. Selain itu penguatan Lembaga melalui pengembangan kerjasama baik ditingkat antar Lembaga Pendidikan dan IDUKA (Industri dan Dunia Kerja). Dan masih banyak terobosan-terobosan baru yang dibahas dan disepakati dalam raker ini. Selain dari pengembangan hal-hal yang baru, Raker kali ini tetap mempertahankan tradisi akademik yang selama ini sudah berjalan di lingkungan FAI, yakni HSP (Halaqah Sabtu Pagi). HSP merupakan tradisi akademik yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu pagi sebagai forum diseminasi karya akademik dosen. Namun kedepan, HSP hadir dengan format baru yaitu dilaksanakan satu kali setiap bulan pada minggu ketiga di hari Sabtu. Namun muatan materi yang disampaikan lebih diarahkan peningkatan pemahaman tentang ideologi Muhammadiyah.
Dua Dosen FAI UMM ini Pendiri IMM Cabang Australia dan Malaysia.

Tepat hari ini, Senin 14 Maret 2022 merupakan hari kelahiran atau Milad IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) ke 58. Tema yang diusung dalam milad tahun ini adalah Membumikan Gerakan, Menguatkan Kemandirian. Menguatkan kemandirian merupakan wujud dari tri kompetensi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Jadilah intelektual yang inovatif dan adaptif dengan pondasi kemandirian ekonomi sebagai jalan dakwah ikatan, persyarikatan, umat dan bangsa. Melihat perkembangan IMM yang saat ini sudah merambah ke luar negeri dengan pendirian PCI (Pimpinan Cabang Istimewa), ternyata terdapat peran dari Dosen FAI UMM. Sebut saja bapak Hasnan Bachtiar yang merupakan Dosen Prodi Hukum Keluarga Islam FAI UMM, yang ikut andil mendirikan sekaligus menjadi Ketua Umum Pertama IMM Cabang Australia. Selain bapak Hasnan juga terdapat bapak Fachrudin Mukhlis Dosen Prodi Pendidikan Agama Islam FAI UMM juga turut mendirikan serta menjabat sebagai Ketua Bidang Kader IMM Cabang Malaysia, selama studi di Malaysia. Bagaimana kisah mereka mendirikan IMM di luar negeri berikut kisahnya. IMM Cabang Australia. Ahad malam, 18 Februari 2018, di kediaman Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk Australia (Bapak Imran Hanafi), Dr Haedar Nashir, selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melantik berdirinya Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Australia. Dalam kesempatan tersebut, Dr Haedar menekankan pentingnya persaudaraan kemanusiaan yang genuine, yang dirajut dengan kekuatan konsolidasi dan kooperasi yang solid. Baginya, visi persaudaraan ini harus termanifestasi dalam pelbagai bidang kehidupan, khususnya kehidupan sosial politik yang saat ini rawan melahirkan polarisasi, fragmentasi dan konflik. Karena itu, dengan visi persaudaraan ini, diharapkan akan menghasilkan kompetisi kebajikan (fastabiq al-khairat), yang menurutnya, adalah sarana untuk membangun peradaban kemanusiaan yang unggul. Tidak dapat dipungkiri memang, di masa-masa liberalisasi politik saat ini, seluruh kelompok yang ada sedang berusaha menjadi pemenang. Itu berlaku bukan hanya berkisar pada kelompok kanan dan kiri yang ekstrem, tetapi juga kelompok tengahan yang juga tampak mengalami proses kebekuan dan kebuntuan berpikir. Mereka yang berjuang dengan bendera Islam, yang membawa seragam nasionalisme sekular dan yang mengaku moderat, semuanya mengatasnamakan “demi bangsa Indonesia dan demi kemanusiaan”. Alih-alih melakukan konsolidasi, mereka malah saling menggergaji. Momen-momen penting ini terjadi secara krusial pada Pilkada DKI Jakarta dan diprekdisikan akan semakin sengit pada Pilkada selanjutnya dan Pilpres 2019 mendatang. Lantas di mana Islam yang berkemajuan? Pertanyaan ini diajukan kepada seluruh anggota PCI IMM Australia dan para hadirin dari pelbagai elemen organisasi keislaman di Canberra, khususnya Australia Indonesia Muslim Foundation-ACT (AIMFACT). Memang untuk menjawab hal ini, tidaklah mudah. Hanya saja, selama kita berpijak kepada prinsip-prinsip etis di dalam Islam, seperti mengutamakan perdamaian, persaudaraan, kemanusiaan dan keadilan, maka akan mampu menyusun rencana-rencana pembangunan umat jangka panjang. Kerja politik yang ada, tidak boleh sekedar dimaknai sebagai pertarungan perebutan kekuasaan semata-mata, tetapi harus saling bekerjasama untuk pembangunan peradaban. Persoalan-persoalan pelik yang ditemui di lapangan adalah, tidak adanya satu suara di antara mereka yang mengaku berjuang demi bangsa. Bahkan, di dalam kelompok Islam sendiri, mereka terpecah belah dengan segala kepentingan politik kekuasaan masing-masing individu dan kelompok. Misalnya saja, barangkali Nahdlatul ‘Ulama dan Muhammadiyah, dalam persoalan pemikiran dan praktik keagamaan sudah tidak lagi mempersoalkan perbedaan. Akan tetapi tatkala membicarakan perihal politik kekuasaan, mereka bisa sangat berbeda. Islam yang berkemajuan semestinya mampu menyelesaikan hal-hal yang sangat penting ini. Bukan politik praktis-pragmatis dan barangkali oportunis jangka pendek yang mesti dikedepankan, tetapi politik jangka panjang yang mengindahkan segala falsafah kebangsaan dan keindonesiaan, demi membangun keutuhan umat, keadilan di muka bumi, kesejahteraan sosial, mengikis segala tindak dehumanisasi, mengentaskan kemiskinan dan lain sebagainya. Muhammadiyah sendiri pernah mengajukan konsep pemikiran Islam dan kebangsaan yang genuine dan sangat penting, yakni Dar al-Ahdi wa al-Syahadah. Maknanya, Indonesia harus dipandang sebagai Negara Pancasila yang disepakati melalui sebuah konsensus kebangsaan dan disaksikan sebagai negara yang Baldatun thayyibatun wa Rabbun Ghofur. Karena itu Dar al-Ahdi wa al-Syahadah ini bersifat partisipatoris, proaktif dan progresif. Kaum Muslim bukan sekedar harus yakin bahwa kita mampu membangun peradaban kemanusiaan yang unggul, tetapi juga kerja-kerja mulia pembangunan peradaban perlu dipelopori, dilangsungkan dan disempurnakan, dan bahkan perlu sekali untuk menjaga dan memastikan agar supaya hal ini bersifat berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, Dr Haedar melantik Hasnan Bachtiar (Master of Islam in the Modern World, Australian National University/ANU) sebagai Ketua Umum, Syasa Yuania Fadila Masudi (Master of Strategic Studies, ANU) sebagai Sekretaris, Rahmat Ibrahim (Master of Diplomacy, ANU), Ahmad Amin Sulaiman (Master of Cognitive Psychology and Educational Practive, Flinders University), Ahmad Rizky Mardhatillah Umar (PhD in International Relations, University of Queensland), Januari Pratama Nurrati Trisnainingtias (Master of Middle Eastern and Central Asian Studies, ANU), Qurrah A’yun (Bachelor of Psychology), Andarta Khoir (Master of Artificial Intelligence, ANU), Ilyas Taufiqurrohman (Master of Energy Change), Sonya (Bachelor of Psychology) dan Ave Suakanila Fauzisar (Master of Environment, ANU), M. Naufal (Bachelor of International Relations), dan Al Mahdi (University of Queensland) sebagai ketua di pelbagai bidang yang ada. Setelah melantik, Dr Haedar, Bapak Imran Hanafi, Dr Kasiyarno (Rektor UAD yang kebetulan hadir) dan semuanya, mendoakan, merestui dan memberikan nasehat kepada PCI IMM Australia ini. PCI IMM Australia diharapkan mampu mendakwahkan Islam Berkemajuan di dunia global, sekaligus mempelopori kontribusi di pelbagai bidang ilmu pengetahuan mutakhir, khususnya yang belum menjadi trend di tanah air, seperti artificial intelligence, energy change dan lain sebagainya. (Hasnan Bachtiar). IMM Cabang Malaysia. Mengutip dari sumber suara Muhammadiyah keberadaan para mahasiswa Muhammadiyah di luar negeri ditangkap oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai potensi besar. IMM sebagai organisasi otonom Muhammadiyah hadir untuk mewadahi kiprah para kader di luar negeri yang tersebar di berbagai negara. Berdirinya PCI IMM di luar negeri diyakini bisa mendinamisasikan gerakan dakwah pencerahan di ranah global. Dalam rangka menduniakan gerakan, IMM hadir di beberapa negara. Kali ini, kabar gembira menghampiri para mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di negeri jiran, Malaysia. Ketua DPP IMM Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan (RPK) Imam Mahdi dan Sekretaris Bidang Seni Budaya dan Olahraga (SBO) Ratu Lala Syaila mewakili DPP IMM melakukan kunjungan dan melantik PCI IMM Malaysia pada Sabtu (24/9) lalu. Imam Mahdi menyatakan bahwa pelantikan IMM Malaysia diharapkan bisa memperkuat ekspansi gerakan amar ma’ruf nahi mungkar dalam ruang yang lebih luas. “Pendirian (PCI IMM Malaysia) secara kultural sebenarnya sudah ada semenjak tahun 2013, hanya saja belum memiliki Surat Keputusan dari DPP IMM sehingga arah gerakannya masih belum tertata dengan maksimal,” ujar Mahdi. “Terlebih
HMPS PBA adakan Peringati Alafest untuk Adik Adik SMA/MA sederajat

Hai guys, apa kabar nih!!! Ada yang masih anget banget nih sekarang! Apa yah? Ummm coba tebak deh, festival yang selalu diadain di prodi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang. Yups betul sekali yang selalu diadakan tiap tahun oleh PBA UMM adalah ALAFEST. Apa sih Alafest itu? Alafest adalah acara terbesar yang dimiliki oleh Prodi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang, festival yang diadakan setiap tahunnya, yang dimana semua mahasiswa pendidikan bahasa Arab akan terjun secara langsung untuk memeriahkan festival ini, Alafest juga selalu tampil luar biasa setiap tahunnya, bahkan seminar pun bertaraf internasional. Alafest adalah singkatan dari Arab Language Festival, nah Alafest UMM adalah kegiatan yang dilakukan oleh prodi Pendidikan Bahasa Arab UMM setiap tahun nya, dan alafest berisikan lomba-lomba yang dimana lomba tersebut berkaitan bahasa arab seperti membaca Puisi bahasa Arab, membaca Pidato Bahasa Arab, Menyanyi Bahasa Arab dan lain sebagainya, alafest bertujuan untuk meningkatkan dan membuat seseorang yang memiliki bakat dalam salah satu lomba untuk menunjukkan bakatnya dengan mengikuti lomba, dan yang pastinya akan mendapatkan hadiah tentunya. Tiap tahunnya Alafest selalu menyembunyikan kejutan-kejutan yang tidak pernah terduga sebelumnya dan untuk temanya sendiri selalu berubah-ubah tiap tahunnya, setiap tahunnya alafest UMM selalu memiliki kejutannya masing-masing, seperti tahun ini temanya adalah burung hantu, dan apa lagi sih yang menarik? Yang menariknya alafest 05 tahun ini memiliki semboyan “Dengan Bahasa Arab Kita Warnai Peradaban Digital” walaupun seperti kata-kata biasa tapi semboyan ini memiliki arti yang sangat besar loh. semboyan ini panitia penyelenggara berharap Bahasa Arab selalu menjadi bahasa yang terdepan didunia digital. Dan selalu dipakai di Dunia walaupun perubahan zaman telah berkembang sangat pesat, karena pada dasarnya Bahasa tidak dapat lepas dari diri seseorang. Ditahun 2022 ini Alafest sudah memasuki tahun ke-5, jadi tahun ini adalah ALAFEST 05 yang temanya adalah Burung hantu. Alafest 05 menyediakan lomba-lomba yang mengin sedikit berbeda dari Alafest-Alafest sebelumnya, alafest 05 menyediakan lomba Membaca puisi Bahasa Arab, Menyanyi Bahasa Arab, Membaca Kitab Kuning, Olimpiade Bahasa Arab, Qira’atul Qutub, dan Pidato Bahasa Arab, Walaupun tahun ini Masih ditengah pandemi panitia tetap melakukan yang terbaik agar Alafest 05 tetap diselenggarakan. Tahun ini Alafest 05 di peruntukkan untuk Anak SMA/MA sederajat, jadi kompetisi tahun ini adalah kompetisi yang dimana dilakukan antar SMA/MA sederajat, tahun ini alafest lebih fokus kepada kemampuan anak SMA/MA sederajat, dikarenakan tahun ini masih belum lepas oleh kata Pandemi, tetapi Alafest tetap diadakan walau secara daring dan yang lebih mengejutkan nya lagi walau diadakan secara daring, peserta banyak yang berpartisipasi dan menunjukkan bakat mereka secara memukau. Hal ini membuat pandemi tidak menghalangi seseorang untuk berkarya dan menampilkan karya nya, dan jarak tidak bisa menjadi penghalang untuk orang melakukan yang terbaik, dari alafest 05 tahun ini dapat dilihat bahwa semangat para peserta mengikuti lomba sangat tinggi.
UMM Raih Kampus Swasta Terbaik Internasional Nomor Enam di ASEAN Versi AppliedHE

Salah satu kampus milik organisasi masyarakat (ormas) Islam tertua di Indonesia, yaitu Muhammadiyah kembali menorehkan prestasi membanggakan. Universitas Muhammdiyah Malang (UMM) menduduki urutan enam besar kampus swasta terbaik di ASEAN versi AplliedHE dengan raihan skor 66,87 persen. AppliedHE adalah sebuah organisasi yang berkantor di 20 Sin Ming Lane, #02-60 Midview City, Singapure. UMM hanya kalah dari Bina Nusantara (Binus) University yang menempati urutan pertama dengan skor 73,70; Universitas Islam Indonesia (UII) di peringkat ketiga dengan 71,33; dan Universitas Telkom di urutan kelima dengan 67,26. Adapun peringkat kedua ditempati Universiti Tenaga Nasional dari Malaysia yang mengumpulkan skor 73,33 dan University of Santo Tomas dari Filipina di posisi keempat dengan 68,16. Sementara itu, AppliedHE juga menempatkan kampus Muhammadiyah lainnya di peringkat ke-15 dengan raihan skor 57,34, yaitu Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan urutan ke-27 diduduki Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dengan skor 36,19. Dalam laman resminya dikutip di Jakarta pada Senin (7/3/2022), The AppliedHE Private University Ranking berusaha menyoroti kualitas pengajaran dan pembelajaran, kemampuan kerja, penelitian, keterlibatan masyarakat, internasionalisasi, serta reputasi institusional kampus swasta di Asia Tenggara. “30 universitas dari Kamboja, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam berpartisipasi dalam pemeringkatan edisi pertama tahun 2022,” demikian penjelasan resmi lembaga tersebut. Dijelaskan pula pemeringkatan universitas swasta di ASEAN dibuat dengan tujuan mengukur berbagai tentang universitas swasta yang dianggap paling penting oleh siswa SMA yang memutuskan untuk melanjutkan pendidikan tinggi mereka. Di sini dijelaskan, universitas swasta di Asia Tenggara hampir selalu lebih mahal daripada universitas negara atau milik pemerintah. Khusus di Asia Tenggara, perguruan tinggi swasta telah memainkan peran penting dalam mendidik tenaga kerja dan memperluas akses ke pendidikan tinggi. Tetapi bagaimana Anda, sebagai mahasiswa, memilih universitas yang tepat, dan apa yang sebenarnya diukur oleh peringkat dan indikator yang disajikan di sini? AppliedHE mencoba untuk menggambarkan metodologi pemeringkatan kampus secara sederhana.
Dosen FAI UMM Kembangkan Desa Wisata “Taman Banjar Sekar” di Kampung Halaman.

Pradana Boy Salah satu dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang ini mengembangkan desa wisata di kampung halaman. Tepatnya di Dusun Mencorek, Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Pria yang yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan I FAI UMM ini merintis Desa Wisata dengan mencoba menanam bunga Matahari dengan nama Taman Banjar Sekar. Awalnya sempat diremehkan sebagian orang, karena petani di sana terbiasa dengan menanam lahanya untuk tanaman Padi, Kacang, Cabe atau Jagung. Namun secara perlahan tanaman bunga Matahari disambut baik oleh kaum muda Milenial, yang lagi menggandrungi spot foto yang Instgramable. Tidak sedikit yang berkunjung kesana untuk berswafoto sehingga sempat viral di berbagai media social. Menurut bapak yang asli Dusun Mencorek itu menuturkan, dalam merintis TBS ini, dia berharap ke depan bisa untuk pemberdayaan masyarakat sekitar. “Harapannya bisa turut memberdayakan masyarakat, serta menjadi pilihan alternatif warga Mencorek yang selama ini menjadi petani konvensional,” kata Pradana Boy yang juga pernah menjadi asisten staf khusus presiden Joko Widodo ini. “Siapa tahu ke depan bisa untuk pemberdayaan masyarakat sekitar dan menjadi income center warga. Mengingat ada banyak manfaat dari tanaman bunga matahari,” katanya. Selain itu beliau yang juga sebagai Ketua Bait al-Hikmah Foundation Malang menuturkan, dengan dirintisnya TBS ini, Pradana Boy juga berharap, sepanjang jalan Embong Sepur nantinya dapat disulap menjadi kawasan wisata alam yang cukup menarik meliputi wahana air dan wisata bunga. “Mulai dari Kali Kethek paling utara (Sedayulawas sampai Dusun Benges) harapannya bisa menjadi kawasan wisata alam yang cukup menarik, meliputi wisata air dan wisata bunga. Kemudian di sekitar areal tambak direvitalisasi sebagai hutan bakau, komplit sebagai satu kesatuan wisata alam,” ungkapnya. (soni)
Beredar Tawaran Investasi Online Menggiurkan, Ini pendapat Pakar Ekonomi Syariah UMM.

Akhir -akhir ini, pernahkah anda ketika sedang membuka laman Youtube atau media social lain seringkali diawali dengan iklan. Kebanyakan iklan tersebut menawarkan Investasi online dalam berbagai bentuk financial technology (fintech) seperti pinjaman online (peer to peer landing), trading, forex, aset crypto hingga robot trading. Tidak tanggung-tanggung tawaran investasi tersebut, menggandeng banyak influencer muda, baik penggiat media sosial maupun youtuber muda sukses. Sehingga banyak yang tergiur dan terjun ke program tersebut walaupun minim pengalaman dan pengetahuan. Namun investasi-investasi yang demikian seringkali menyisakan masalah, yang mengakibat banyak korban melapor ke polisi atas dugaan penipuan, sebagaimana kasus indra kenz sebagai afiliatornya aplikasi Binomo. Lalu bagaimana investasi online dengan berbagai bentuk tersebut ditinjau dari agama Islam? Menurut pakar ekonomi Syariah UMM bapak Dr. Rahmad Hakim, M.MA menjelaskan beberapa hal. Pertama, investasi merupakan sebuah ikhtiar yang dianjurkan dalam Islam guna memperoleh penghidupan yang lebih baik, namun harus mengindahkan aspek halal, kesesuaian dengan syariah dan juga undang-undang/ ketentuan yang berlaku. Kedua, dengan berkembangnya teknologi, termasuk dalam sektor keuangan, maka muncul beragam tawaran investasi dalam bentuk financial technology (fintech) seperti pinjaman online (peer to peer landing), trading, forex, aset crypto hingga robot trading; Ketiga, usaha investasi dalam dunia fintech harus memperhatikan aspek legalitas yaitu izin resmi dari pihak berwenang (OJK), bukan hanya semata karena iming-iming cuan yang melimpah dan fasilitas yang mudah; Keempat, investasi pada sebuah perusaha trading yang tanpa ijin atau ilegal seperti beberapa aplikasi yang kini telah hangat dibicarakan akan merugikan dari pada menguntungkan, jika menguntungkan maka akan mengakibatkan jauhnya keberkahan. Selain memberi penjelasan di atas, menurut pria yang juga menjabat sebagai Ketua Prodi Ekonomi Syariah FAI UMM, juga menganjurkan kepada mahasiswa serta masyarakat umum bila ingin berinvestasi perlu diperhatikan beberapa hal di antaranya; Jadilah konsumen yang cerdas dalam melakukan investasi, terutama di dunia fintech yang menawarkan banyak kemudahan dan cuan. Kemudian telitilah sebelum memilih skema investasi agar terhindar dari penipuan bahkan kerugian, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Dan terakhir Investasilah karena keyakinan bukan hanya sekedar ikut-ikutan atau tidak ketinggalan jaman.