Pembukaan PESMABA FAI UMM 2022-2023

Pembukaan PESMABA Fakultas Agama Islam tahun 2022-2023 bertempat di RUSUNAWA UMM (Rumah Susun Mahasiswa) Senin, 12 September 2022 Gubernur Mahasiswa FAI Abdul Rosyid Beliau yang akrab di panggil Pak Gub Abdul sangat Bahagia karena telah kembali melakukan PESMABA yang telah ditunggu pasca Covid yang  melanda selama 2 tahun. Gubernur FAI ini memberikan pesan kepada kita semua untuk  selalu meningkatkan kapasitas diri bagi mahasiswa, meningkatkan softskill dan hardskill. Karena kampus adalah tempat yang pas utk meningkatkan hal demikian Beliau juga menambahkan,  kampus adalah transfer of knowledge, tp jangan melupakan transfer of character. Karena hal demikian akan menjadi sebuah hal yang sangat berharga di kemudian hari. Fitrian Aprilianto, ME. Sebagai ketua pesmaba menyampaikan bahwa pesmaba mari kita jadikan sebagai ajeng saling kenal mengenal satu sama yang lainya, tidak ada kekerasan fisik dan verbal. Dr. Khozin, M.Si selaku Dekan FAI, sebelum beliau menjelaskan terkait selayang pandang dari Fakuktas Agama Islam, beliau memperkenalkan para jajaran dekanat dan para dosen dalam rangka agar mahasiswa baru FAI bisa mengetahui siapa yang jadi dosen-dosen mereka. Beliau menuturkan bahwa Mahasiswa FAI Insya Allah memiliki karakter moral yang sudah terjaga tapi terkait dengan karakter kinerja bisa senantiasa di usahakan.. merupakan sebuah motivasi dari bapak Dekan agar senantiasa bisa terus berbenah terkait akhlak juga terkait dengan kinerja. Dan dalam rangka mewujudkan hal demikian FAI akan terus mencoba utk melakukan improve dalam segala bidang baik dalam bidang akademik ataupun dalam bidang infastruktur. Mahasiswa Baru akan di pelajari terkait tentang kepenulisan, tidak hanya di akademik skill akan tetapi pelatihan yg berupa aplikatif yang kemudian antara ilmu kepenulisan dan teknologi. Softskill dan hard skill sangat penting bagi masa depan karena hal demikian akan menjadi penunjang. Skala prioritas itu harus di fahamkan dengan  baik yang harapannya bisa membuka lapangan kerja di kemudian hari. (Yusuf dan Hafid)

Pesan Dekan di Acara Yudisium: Alumni FAI Harus Bisa Menunjukkan Ini

Akhirnya setelah perjalanan perkuliahan yang ditempuh selama empat tahun, kini mereka para Calon Wisudawan/Wisudawati Fakultas Agama Islam dideklarasikan akademiknya atau dinyatakan kelulusannya secara resmi oleh Fakultas Agama Islam. Kelulusan tersebut sebagaimana yang tertera dalam Surat Keputusan Dekan Fakultas Agama Islam tanggal 6 September 2022, yang dibacakan langsung oleh Bapak Pradana Boy ZTF, M.A., Ph.D. selaku Wakil Dekan 1 Bidang Akademik Fakultas Agama Islam.   Acara Yudisium yang digelar di Aula Lantai VI GKB 3 ini dihadiri oleh Seluruh Calon Wisudawan Wisudawati Fakultas Agama Islam dari empat Program Studi. Tercatat dari empat Program Studi tersebut meluluskan Mahasiswa dan Mahasiswi sejumlah 108. Jumlah itu terdiri dari Program Studi Pendidikan Agama Islam 31 mahasiswa, Prodi Hukum Keluarga Islam 16, Prodi Ekonomi Syariah 36, dan Terakhir dari Prodi Pendidikan Bahasa Arab sejumlah 24 mahasiswa.   Dari Calon Wisudawan/Wisudawati yang Yudisium, Lulusan terbaik tingkat Fakultas dipegang oleh Saudari Annindita H.P. dengan perolehan IPK tertinggi 3.98 (Tiga koma Sembilan puluh delapan). Mahasiswa lulusan terbaik tersebut berasal dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, dengan mengusung tema “Analysis Of Arabic Diglosia as Daily Communication in Kalam Learning at Markaz Arabiyah Pare, Kediri”.   Yudisium ini disambut langsung oleh Bapak Dr. Khozin, M.Si selaku Dekan Fakultas Agama Islam. Beliau mengucapkan selamat kepada adik -adik semua yang hari ini resmi telah dikukuhkan kelulusannya sehingga resmi menyandang gelar Sarjana strata satu. Dalam kesempatan ini Bapak Dekan juga memberikan beberapa nasehat penting kepada para calon Wisudawan/Wisudawati. Beliau menyampaikan bahwa alumni FAI harus bisa menunjukkan kompetensi ini. Setidaknya setelah lulus para Sarjana harus memiliki tiga hal kompetensi. Pertama Kompetensi Sikap, Kedua Kompetensi Pengetahuan dan Ketiga Kompetensi Ketrampilan.   Kompetensi pertama yaitu kompetensi sikap, alumnus FAI harus memiliki sikap sebagai bentuk tanggung jawab moral di masyarakat harus dapat mencerminkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.   Kedua, Kompetensi Pengetahuan. Alumnus FAI harus tetap menjaga kompetensi keilmuannya yang sudah dibagun selama kuliah ini dengan tetap terus belajar dan menjaga standing akademiknya sebagai seorang sarjana. Dan terakhir Alumnus FAI harus memiliki kompetensi Ketrampilan.   Menurut beliau terdapat dua ketrampilan yang harus dimiliki oleh alumnus FAI yaitu ketrampilan teknis dan subtantif. Ketrampilan Teknis yang dimaksud adalah Hard Skill. Artinya para alumni harus memiliki hard skill terutama dalam penguasaan digital sehingga dapat beradaptasi di dunia yang mengandalkan teknologi.   Ketrampilan berikutnya adalah ketrampilan Subtanstif atau bahasa lainnya adalah Soft Skill. Jadi Soft skill ini sangat penting, karena ketrampilannya tidak tampak tapi sangat berpengaruh dalam kehidupan. Sebagai contoh ketrampilan dalam memanaj waktu, memanaj stress, dan lain-lain.   Pria yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Unit P2KK ini menambahkan, bahwa Fakultas Agama Islam mengalami progres yang cukup membanggakan, salah satunya adalah dua jurnal FAI yang dikelola oleh Prodi Pendidikan Bahasa Arab dan Ekonomi Syariah telah terkareditasi Sinta 2. Oleh karena itu FAI mendapatkan penganugerahan pengelolaan jurnal terbaik di lingkungan Perguruan Tinggi Islam Swasta di Jawa Timur.   Acara Yudisium, Pelepasan dan Ramah Tamah ini diselenggarakan secara Luring dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan dihadiri oleh seluruh Pimpinan Fakultas dan Program Studi serta diikuti oleh seluruh Calon Wisudawan/Wisudawati. Akhir dari acara ini dimeriahkan dengan foto bersama antar Calon Wisudawan/Wisudawati beserta Dosen dan Pimpinan Fakultas dan Prodi FAI UMM. Kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama.

Prodi HKI UMM Jajaki Kerja Sama Mitra Dengan BUMN

Senin Siang, 29 Agustus 2022. Lanjutan dari penjajakan kerja sama mitra untuk program unggulan CoE “Corporate Law School”, Prodi HKI menerima kunjungan dari Komisaris BUMN “Adhi Persada Beton”. Kunjungan BUMN tersebut diwakilkan oleh Komisaris Independen yaitu Bapak Ali Muthohirin yang kebetulan merupakan alumni Prodi HKI UMM. Dalam pertemuan tersebut kami berdiskusi panjang mengenai pengembangan Program unggulan Prodi HKI yaitu CoE “Corporate Law School”. Menurutnya Program tersebut merupakan terobosan yang sangat luar biasa, karena kebutuhan di lapangan banyak sekali perusahaan-perusahaan yang sangat membutuhkan Corporate Lawyer yang handal, terutama dalam menyelesaikan masalah hukum yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan besar. Ditambah banyak sekali perusahaan yang divonis pailit akibat kurang handalnya manajemen perusahaan dan penyelesaian hukum yang dihadapi. Oleh karena itu, Program ini bisa menjadi salah satu solusi dari kebutuhan yang perusahaan tersebut. Sementara itu, Bapak Arif Zuhri selaku ketua Prodi HKI menyampaikan bahwa alumni kita dari prodi HKI banyak yang terjun sebagai profesi pengacara. Harapannya mereka yang menjadi pengacara atau advokat tidak hanya bergulat pada penyelesaian kasus-kasus tradisional melainkan bisa juga menjadi Corporate Lawyer di perusahaan-perusahaan bonafit. Oleh karena itu program unggulan CoE “Corporate Law School” menjadi bekal bagi para mahasiswa yang nantinya akan terjun berprofesi sebagai advokat. Selain itu program ini tidak hanya bisa diikuti oleh mahasiswa prodi HKI dan Hukum melainkan juga dapat diikuti oleh mahasiswa prodi lain, yang outputnya nanti bisa berprofesi sebagai Legal Staf di Perusahaan. Di akhir diskusi, Bapak Komisaris dari BUMN “Adhi Persada Beton” menyampaikan bahwa tidak harus bermitra dengan BUMN kami, tapi kami siap mencarikan mitra bersama BUMN-BUMN yang lain.

Seri Diskusi HISP: Teladan Pendidikan dari Tokoh Muhammadiyah

Sabtu pagi 27 Agustus 2022, gelaran Halaqah Ilmiah Sabtu Pagi (HISP) kali ini sudah memasuki bulan keempat, dengan tema “Teladan Pendidikan dari Tokoh Muhammadiyah” yang dibawakan oleh Bapak Kamaluddin, M.Si sebagai pemateri, dan didampingi oleh bapak Soni Zakaria, S.Sy., M.H. sebagai moderator. Bertempat di Aula HISP FAI UMM, pemateri membentangkan makalah dengan judul “Dua Guru Cermin Kepribadian Muhammadiyah”. Menurutnya amat sulit menentukan seseorang yang disebut sebagai tokoh Pendidikan Muhammadiyah. Karena di Muhammadiyah sendiri hampir semua tokoh di Muhammadiyah membesar bersama pendidikan mereka. Selain itu dunia pendidikan yang cukup luas cakupannya tidak mungkin hanya meletakkan nama satu orang saja sebagai tokoh. Ada banyak pertimbangan mengapa seseorang berada pada posisi ketokohan tertentu. Satu pertimbangan yang masuk akal adalah besarnya pengaruh nama itu terhadap pengubahan sejarah. Sebagaimana dasar pemikiran Michael H. Hart (1982), pengarang buku “100 tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah”, bahwa pengaruh seseorang akan dilihat dari perubahan arah sejarah dengan asumsi andai ia tidak pernah lahir ke dunia ini. Muhammadiyah diisi oleh banyak nama tokoh yang bisa diletakkan bersama atribut kebesarannya. Pengaruh dari tokoh itu juga bermacam-macam bergantung pada wilayah dan posisi mana ia berada. Ada yang di tingkat lokal, regional, nasional bahkan internasional. Lebih mudah bila menentukan tokoh Muhammadiyah melalui keteladanan yang telah dijejakkan. Sri Sultan Hamengku Buwono X (2007) pernah mengatakan bahwa inti keteladanan adalah jangan menyuruh orang lain sebelum menyuruh diri-sendiri, dan jangan pula melarang orang lain sebelum kita benar-benar tidak melakukan. Dan ia mengikatkan keteladanan dengan sikap kepemimpinan. Mungkin sejalan dengan semboyan Ki Hajar Dewantara “ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani, yang kini menjadi adagium pendidikan di Indonesia. Meski Muhammadiyah tidak benar-benar menganut adagium ini, setidaknya ada arah yang senada dalam memahami keteladanan. Dari banyak tokoh Muhammadiyah pemateri hanya memilih dua orang agar bias mengurangi perdebatan soal ketokohan pendidikan yang berpengaruh tersebut. Pertama adalah sang pendiri Muhammadiyah KH.Ahmad Dahlan dan kedua yang mungkin luput dari pengamatan adalah panglima besar Sudirman. Selain soal pengaruh dan keteladanan keduanya, masalah pengajaran bisa dipertimbangkan karena memang mereka berdua juga seorang guru. Tokoh pertama adalah KH. Ahmad Dahlan. Beliau memulai dengan menyampaikan mengenai biografi sosok pendiri Muhammadiyah kemudian dilanjutkan dengan penjelasan pemikiran Pendidikan. Menurutnya Cita-cita Ahmad Dahlan sebagai seorang ulama adalah jelas dan tegas, ia hendak mengadakan pembaharuan dengan cara memperbaiki masyarakat Indonesia berdasarkan cita-cita agama Islam. Usaha-usahanya ditujukan kepada perbaikan kebatinan rakyat dengan cara memperbaiki hidup beragama. Keyakinan beliau adalah untuk membangun masyarakat dan bangsa yang berlandaskan cita-cita agama, Muhammadiyah menekankan kepada perbaikan hidup beragama dengan amal pendidikan dan sosial. Respon yang diberikan kepada masyarakat pada masanya adalah sangat tepat sasaran. Karena pada masa itu terdapat masalah kemunduran dalam bidang Pendidikan. Di samping itu ilmu agama tidak berkembang karena sumber pengambilannya terbatas dari pesantren-pesantren yang keadaannya sudah mundur dan ketinggalan zaman. Dan sebab timbul sekolah-sekolah cara Barat yang lebih teratur dan lebih mempunyai harapan untuk memperoleh kesempatan kerja. Dari sekolah-sekolah tersebut telah lahir golongan intelegensia yang bersifat negatif terhadap agama, selain intelegensia pesantren berpandangan sempit. Tokoh Kedua adalah Panglima Besar Sudirman. Tak pernah disangka tokoh seperti Panglima Besar Sudirman merupakan seorang guru. Karena di banyak buku sejarah hampir tidak pernah diceritakan soal keguruan yang berkaitan dengannya. Sudirman lebih dikenal sebagai seorang pemimpin perang fisik di masa-masa kemerdekaan antara 1945 hingga 1950. Apalagi perang yang dipimpinnya tergolong perang dengan bergerilya sehingga tidak berkaitan langsung dengan dunia sekolah atau pendidikan. Sudirman adalah sosok guru yang berada di persimpangan jalan kondisi bangsa yang luar biasa rentan. Saat ia sedang menikmati menjadi seorang guru, di sisi lain ada tuntutan kepada para pemuda untuk angkat senjata membela negara. Kondisi bangsa sedang terancam oleh hasrat kembalinya Belanda menguasai Indonesia, setelah Jepang kalah oleh sekutu. Sudirman harus memilih antara pilihan yang muskil. Akhirnya ia menjatuhkan pilihan untuk membela negara karena itu yang dianggapnya sebagai kewajiban. Seperti tersirat dalam ucapannya; “Tentara hanya mempunyai kewajiban satu, ialah mempertahankan kedaulatan negara dan menjaga keselamatannya…negara Indonesia tidak cukup dipertahankan oleh tentara saja…perlu sekali mengadakan kerjasama serat- eratnya dengan golongan serta badan-badan di luar tentara…inilah yang merupakan kekuatan suatu tentara…tentara adalah alat negara, tentara tidak berpolitik. Politik tentara adalah politik negara”.

Prodi HKI UMM Gandeng PERADI Sebagai Mitra CoE “Corporate Law School”

Sabtu Siang, 27 Agustus 2022. Prodi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakshiyyah) FAI UMM berkunjung ke kantor PERADI (Persatuan Advokat Indonesia) Malang. Kunjungan tersebut bermaksud untuk menjalin kerjasama mitra dalam bidang Pendidikan hukum. Khususnya dalam pengembangan program unggulan prodi atau Center of Excellent (CoE), yaitu “Corporate Law School” atau Sekolah Hukum Perusahaan. Kunjungan ini diterima langsung oleh pengurus PERADI Malang yaitu bapak Dian Aminudin, S.H. yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Peradi Malang dan didampingi oleh sekretaris PERADI bapak Eko dan teman – teman pengurus PERADI Malang. Dari Prodi sendiri diwakilkan oleh bapak Soni Zakaria selaku ketua PIC CoE “Corporate Law School”, dan ditemani oleh Ibu Luciana dan Ibu Ika. Menurut bapak yang juga menjabat sebagai Sekretaris Prodi HKI menyampaikan bahwa, Kunjungan ini tidak lain untuk menggandeng dan menjalin kerja sama dalam bidang Pendidikan Hukum, yang akan dimulai dengan pengembangan program unggulan prodi atau Center of Excellent (CoE), yaitu “Corporate Law School” dan pengembangan program-program lainnya. “Terima kasih atas kunjungannya dan kepercayaannya karena telah memilih PERADI kami sebagai mitra kerja sama dalam bidang Pendidikan hukum. Kerja sama ini merupakan kerja sama pertama kali yang kita jalin dengan Prodi HKI yang mana sebelumnya telah bekerjasama dengan banyak Universitas” tutur Ketua PERADI Malang. Selain itu, Ia mengatakan bahwa kerja sama dalam pengembangan program unggulan prodi atau Center of Excellent (CoE) “Corporate Law School” ini merupakan sebuah tantangan, karena sebelumnya kami telah terbiasa kerja sama dalam program Pendidikan Kusus Profesi Advokat (PKPA). Oleh karena itu kami siap memberikan advokat-advokat terbaik yang consen dalam bidang Corporate Lawyer. Sementara itu di akhir diskusi, kedua belah pihak bersepakat menjalin kerja sama dengan penandatanganan Nota Kesepahaman yang akan dilanjut dengan pertemuan-pertemuan berikutnya, salah satunya Launching dan Workshop kurikulum bersama.

FAI UMM Sambut Kunjungan Dari STAI Sayyid Muhammad Alwi Almaliki Bondowoso

Rabu, 24 Agustus 2022, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI UMM) menerima kunjungan dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sayyid Muhammad Alwi Almaliki Bondowoso. Kunjungan tersebut tidak lain untuk benchmarking antar lembaga. Khususnya Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) dan Program Studi Ekonomi Syariah. Bertempat di Aula FAI UMM, para rombongan disambut oleh Pimpinan UPPS, Pimpinan Prodi, Laboratorium dan para fungsionaris Mahasiswa. Bapak Khozin selaku Dekan FAI menyambut dengan bahagia dan memperkenalkan terlebih dahulu dosen-dosen yang hadir kepada tamu rombongan. Selain itu dalam suasana canda beliau menerangkan bahwa FAI UMM ini merupakan jantungnya UMM. Bisa dikatakan UMM sebagai kampus Islami karena keberadaan Fakultas Agama Islam sebagai kesempurnaan UMM. Beliau menambahkan bahwa di UMM memang belum ada pesantren mahasiswa, namun memiliki program unggulan yaitu P2KK (Program Pembentukan Kepribadian dan Kepemimpinan). Program tersebut diperuntukkan untuk mahasiswa baru sehingga dapat memberikan bekal bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia Perguruan Tinggi. Oleh karena itu mahasiswa baru wajib mengikuti program tersebut dan diasramakan di rusunawa selama satu minggu. Selain itu beliau juga mengimbuhkan bahwa banyak dosen-dosen maupun mahasiswa FAI yang terlibat dalam program P2KK baik sebagai pemateri, trainer maupun co trainer. Maka dari itu keberadaan FAI ini sangat central di lingkungan UMM. Mengenai kunjungan bapak Dekan menyampaikan terima kasihnya atas kepercayaan dari rombongan karena telah dipilih sebagai salah satu destinasi studi untuk pengembangan perguruan tinggi.  Diharapkan dengan adanya kunjungan ini tidak hanya sekedar mempererat tali silaturahim melainkan juga sebagai tukar gagasan dan wacana dalam pengembangan program studi masing-masing. Di samping itu sebagai tuan rumah tak lupa mengucapkan mohon maaf apabila terdapat kekurangan dari penyambutan kunjungan ini. Setelah penyambutan acara dilanjutkan dengan benchmarking antar prodi. Baik prodi HKI maupun Ekonomi Syariah. Tujuan dari kunjungan ini tidak lain ingin sharing mengenai kurikulum, pengembangan SDM, Publikasi Ilmiah dan lain-lain. Lebih lanjut hadir pula rombongan dari mahasiswa sebanyak 60 mahasiswa. Mereka ingin sharing mengenai aktivitas organisasi kemahasiswaan. (SZ)

Pembekalan Praktik Kerja Profesional: Lab Tarbiyah Bekali Mahasiswa Untuk Terapkan Kurikukulum Kampus Merdeka

Hari ini, Senin 8 Agustus 2022, Laboratorium Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang mengadakan pembekalan magang di Aula BAU-UMM. Acara ini diikuti oleh 88 peserta dari Mahasiswa/i Angkatan 2019. Diawali dengan pembukaan oleh Dekan Fakultas Agama Islam Dr. Khozin M.Si dan dihadiri oleh segenap civitas akademika di lingkungan Fakultas Agama Islam. Tema sentral kegiatan magang peningkatan kompetensi pedagogik tahun ini adalah “Mengukuhkan Kompetensi Calon Pendidik (Guru): Dari PAI UMM untuk bangsa”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan keterampilan pengembangan perangkat pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam konteks Kurikulum Merdeka. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk membangun profesionalisme diri dan pengembangan keterampilan pengelolaan proses Pembelajaran PAI. Untuk hari senin ini, materi pertama yang akan disampaikan adalah perencanaan pembelajaran pai jenjang SMP dan SMA dalam kerangka kurikulum merdeka oleh Bapak Hikmatullah, M.Pd.I. selama 3 jam pertemuan. Dilanjutkan dengan materi metode dan media pembelajaran PAI yanga efektif, efesien dan menyenangkan dalam kurikulum merdeka belajar. Materi kedua ini disampaikan oleh Supriyanto, M.Pd.I. Di hari berikutnya, Selasa, 09 Agustus 2022, materi yang akan dipaparkan adalah memahami corporate culture kelembagaan pendidikan oleh Lukman Hakim, M.Pd.I., dan Evaluasi Pembelajaran PAI dalam dalam kerangka kurikulum Merdeka Belajar. Materi yang terakhir akan disampaikan oleh Soleh Subagja, M.Pd. Pembukaan diawali dengan sambutan dari Kaprodi PAI, Mohammad Kamaluddin, M.Si. Ia menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan magang, mahasiswa hendaknya berkelakuan baik dan menjaga nama baik almamater. Selain itu mahasiswa juga harus belajar komunikasi yang baik sehingga membuat kesan terindah untuk dirinya, peserta didik dan seluruh warga sekolah mitra. Dalam sambutannya Dekan Fakultas Agama Islam, Dr. Khozin, M.Si., berpesan bahwa mahasiswa prodi Pendidikan Agama Islam itu tidak hanya menjadi seorang guru melainkan juga menjadi seorang pemuka agama. Sehingga harus berbekal dengan matang, juga harus pandai menempatkan diri di sekolah-sekolah mitra. (FM)

Lab Syariah UMM Bekali Mahasiswa Sebelum Praktik Kerja Profesional

Laboratorium Syari’ah Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Agama Islam mengadakan pembekalan Praktik Kerja Nyata atau Magang untuk Semester Genap Tahun ajaran 2022-2023. Acara yang berlangsung pada 6/8 ini dibuka oleh Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam, Bapak Muhammad Arif Zuhri, M.H.I. serta dihadiri oleh 20an mahasiswa peserta magang. Dalam sambutannya, Bapak Kaprodi meminta peserta memperhatikan attitude dan menjaga nama baik kampus UMM. Selain itu, dalam pelaksanaan magang, Pak Arif, begitu ia disapa, menekankan bahwa magang merupakan praktik Kerja Profesional, sehingga mahasiswa dituntut untuk bersikap professional dalam dunia kerja. Beliau juga menambahkan, “Momen magang jangan hanya dijadikan sebagai penggugur kewajiban saja namun jadikan sebagai sarana atau batu lompatan mencari peluang pekerjaan saat lulus nanti. Sehingga lulus langsung bisa diterima kerja sesuai dengan kompetensi dan Capaian pembelajaran Prodi” tutupnya. Pada Sesi selanjutnya yaitu pembekalan teknis, Kepala Laboratorium Syariah, Bapak R.Tanzil Fawaiq Sayyaf, M.H. memberikan materi teknis Magang dan pelaporan. “semua pelaporan magang, baik logbook maupun laporan naratif dan kegiatan melalui sistem simlabsya. Mahasiswa tinggal klik, ketik dan upload laporan. Sistem ini sudah terintegrasi dengan Dosen Pembimbing Lapang dan Staf Laboratorium Syariah” jelasnya. Acara dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab dari mahasiswa dan penjelasan teknis prosedur magang. Pada Magang periode ini, mahasiswa tersebar di Pengadilan Agama, Pengadilan Negeri, Kantor/Lembaga Hukum, dll di seluruh Indonesia. (ika/sz)

PPUT FAI UMM Selenggarakan Kuliah Tamu dari Universitas Majmaah Riyadh – Saudi Arabia

Selasa malam, 26 Juli 2022 PPUT UMM menyelenggarakan kuliah tamu dengan mendatangkan narasumber Dosen dari Fakultas Syariah Universitas Majmaah Riyadh Saudi Arabia. Kuliah tamu ini dikhususkan untuk memberi bekal pengetahuan kepada para Mahasantri yang mengikuti program Pendidikan ulama’ tarjih FAI UMM, dengan mengangkat tema meningkatkan Peran Pemuda dan Ulama’ dalam membangun Masyarakat berkemajuan dengan Syariat Islam. Menurut Syeh Adil, sapaan akrab pemateri menyampaikan banyak berterima kasih kepada PPUT UMM karena bisa bertemu dengan Mahasantri PPUT UMM dan bahwa Muhamadiyah ini adalah saudara kami. Selain itu beliau juga menyampaikan kepada Mahasantri PPUT jangan takut untuk berbahasa terutama dalam berbahasa Arab, karena jika takut berbahasa Arab maka tidak akan bisa berbahasa Arab dengan baik. Tak lupa pemateri juga memberikan motivasi kepada Mahasantri PPUT agar senantiasa meningkatkan pengetahuan keilmuan, beliau memberikan sebuah contoh cerita singkat bahwa ada Mahasiswa yang bisa melampaui Dosennya terkait pengetahuannya namun tetap senantiasa menjaga akhlak di antaranya. Selain itu narasumber juga menyampaikan, bahwa para Mahasantri untuk lebih percaya diri untuk tampil di tengah-tengah masyarakat dalam menyampaikan dakwah Islam. Dan bahwa dunia ini berjalan dengan cepat, dalam artian Mahasantri PPUT jangan merasa gagal, namun harus percaya diri atas kemampuan diri sendiri dan meningkatkan kemampuan itu. Syek Adil menyampaikan beberapa poin penting : 1. Bahwa Mahasantri PPUT harus berani memotivasi diri dan orang lain. 2. Menghilangkan rasa takut. 3. Berpindah tempat untuk meningkatkan potensi diri. Selanjutnya Syekh Adil memberikan motivasi kepada Mahasantri PPUT untuk senantiasa Ikhlas dalam mencari ilmu. Karena Allah akan memberikan jalan yang mudah untuk masuk ke dalam surganya bagi mereka yang beriman dan berusaha mencari ilmu dengan keikhlasan. Beliau juga menyampaikan, bahwa hati ini sering berbolak balik, dalam Hadits “Ada seorang yang paginya dia Muslim dan sorenya dia Kafir”, maka dalam beramal kita harus senantiasa berusaha untuk Ikhlas. Serta dalam beramal kita senantiasa mengikuti atau Ittiba kepada Rasulullah Saw. Dan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah. Pesan dari Syekh Adil yaitu 1. Kita harus bersama dengan orang yang baik, dalam artian menjaga pergaulan. 2. Jangan sombong dan jangan hasad. 3. Dan semoga kita semua menjadi penerus agama dan bangsa ini, yang selalu bertakwa kepada Allah SWT.

Kuliah Pakar Bidang Penerjemahan dan Launching Web Edutainment; PBA UMM Wujudkan Visi Program Studi Unggul Bidang Pengembangan Teknologi Pendidikan Nasional

Malang, 21 Juli 2022 – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang baru saja sukses menyelenggarakan Kuliah Pakar Penerjemahan disertai perilisan Website Edutainment, arabeelearn.com pada Kamis (21/07/2022). Acara ini diadakan di gedung basement Dome milik UMM. Kegiatan ini diisi dengan sambutan dari Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Arab UMM, bapak Moh. Firdaus, M.Ed., sambutan dari Wakil Dekan Bidang Akademik, bapak Pradana Boy ZTF, Ph.D., dan acara inti yaitu Kuliah Pakar dan perilisan website. Tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah mengedukasi mahasiswa FAI UMM terkhususnya mahasiswa dari prodi Pendidikan Bahasa Arab mengenai peluang menjadi penerjemah bahasa Arab pasca lulus kuliah. Senada dengan Kaprodi PBA UMM, dalam sambutannya, Pak Firdaus mengungkapkan bahwa prodi PBA UMM tidak hanya menyiapkan mahasiswanya untuk menjadi pengajar atau pendidik, tetapi juga memiliki peluang untuk menjadi penerjemah atau interpreter. Harapannya, dengan pengoptimalan mata kuliah penerjemah, mahasiswa PBA UMM dapat dibekali skill dan rasa percaya diri untuk mengeksplorasi profesi penerjemah di lembaga-lembaga kebahasaan. Kuliah pakar ini diisi oleh narasumber dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. H. M. Faisol Fatawi, M.Ag. dan dimoderatori langsung oleh bapak Dr. Achmad Tito Rusady, M.Pd.. Pria yang kerap disapa ustadz Faisol ini merupakan dosen Fakultas Humaniora di kampus hijau tersebut. Beliau menyampaikan banyak hal mengenai dunia penerjemahan, dari pengalaman beliau semasa kuliah hingga akhirnya memotivasi mahasiswanya untuk menulis sebuah karya. Dosen yang aktif dalam menulis karya dan penerjemahan ini mengungkapkan bahwa beliau lebih suka praktik daripada sekadar teori. Maka ketika beliau terjun ke dalam dunia akademik, beliau berusaha untuk menyalakan gelora semangat mahasiswa untuk menjadi penerjemah dengan menulis karya. Beliau menuturkan prinsip yang dipakai beliau yakni “Siapa yang menguasai bahasa kaum tertentu, maka dia minimal akan selamat dari tipu daya mereka,” ujarnya kemarin. Beliau menambahkan, “Dengan memiliki karya terjemahan atau karya tulis, seseorang akan dikenal sekaligus menjadi seorang yang intelektual, sebab dalam menerjemahkan butuh banyak-banyak membaca buku.” Setelah sesi tanya jawab, acara kuliah pakar dilanjutkan dengan perilisan website edutainment yang merupakan produk pengembangan oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab angkatan 2020. Mahasiswa ini menamakan web tersebut dengan arabeelearn.com dengan menggabungkan bahasa Arab “Arab” dan bahasa Inggris “learn”. Perilisan itu diresmikan oleh Dekan Fakultas Agama Islam, bapak Dr. Khozin, M.Si.. Acara inti kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh bapak Ahmad Fathoni, Lc., M.Ag. dan foto bersama dosen-dosen dengan narasumber. Semoga kegiatan ini dapat menjadi satu langkah yang menjadikan PBA UMM prodi. (Tim PBA)