KEMBALI MENJADI NARASUMBER DI AJANG INTERNATIONAL CONFERENCE, DOSEN HKI FAI UMM PAPARKAN TEMA MODERASI BERAGAMA

Oktober 2022. Menjadi kebanggaan tersendiri bagi FAI UMM ketika salah seorang dosen Prodi HKI, Pradana Boy ZTF, hadir dalam acara International Conference bergengsi yang diselenggarakan oleh universitas di bagian tenggara Turki. Konferensi ini merupakan inisiasi dari sebuah lembaga think-tank yang mengambil tajuk “Pluralism, Democracy and Economic Development in Muslim Majority Countries”. Konferensi ini mengundang para pembicara dari berbagai universitas dan lembaga Islam di seluruh dunia. Pradana Boy yang mendapat gelar P.hD dari NUS ini mempresentasikan materi tentang gerakan moderasi beragama di Indonesia. Boy mengambil sebuah pemikiran bahwa intoleransi, ekstremisme, radikalisme dan terorisme merupakan ancaman yang ditemukan dalam semua tradisi agama dan masyarakat. Dalam mengatasi hal tersebut, Pradana Boy menawarkan tiga pendekatan, yaitu: pendekatan hukum dan kekerasan, pendekatan afeksi psikologis dan pendekatan intevensi kognitif. “Moderasi beragama adalah salah satu upaya untuk mengatasi radikalisme dengan melakukan intervensi kognitif”, ungkap Wakil Dekan I FAI UMM yang berasal dari Lamongan ini. Sebagai afiliasi dari Universitas Islam Terbaik di Indonesia, Pradana Boy ingin mengingatkan kembali terkait dengan internasionalisasi sebagai suatu tujuan untuk perluasan wawasan, pertukaran gagasan, dan mencari persamaan universal dalam membangun masa depan kemanusiaan; maka internasionalisasi harus juga difahami sebagai pertukaran nilai. Dalam banyak kesempatan forum internasional yang dihadiri oleh Pradana Boy, tidak jarang menghadirkan “pengalaman Indonesia,” “pengalaman Islam Indonesia,” atau “pengalaman Muhammadiyah.” Secara sederhana, hal tersebut dapat dipresentasikan untuk materi dalam konferensi karena itulah tema yang paling dikuasai dengan sangat baik. “Pengalaman di Turki yang saya sampaikan, sebenarnya dengan sangat mudah dapat ditemukan di berbagai universitas di Indonesia. Namun, satu hal positif yang bisa garisbawahi adalah, kenyataan itu sebenarnya menunjukkan sudah adanya visi internasionalisasi dalam masing-masing lembaga,” kata Pradana Boy yang saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan 1 di Fakultas Agama Islam. “Maka tugas lanjutannya, bukan hanya menjaga api visi itu tetap menyala, tetapi mencarikan saluran-saluran agar api visi trsebut tersalur pada ranahnya dan kemudian menghasilkan sesuatu dari nyala api itu”, ujarnya. (LA)

PERLUAS WAWASAN MAHASISWA, PRODI EKOS FAI UMM ADAKAN WORKSHOP SUPERVISOR MUDA BPRS

Sabtu, 29 Oktober 2022. Prodi Ekonomi Syariah FAI UMM menggelar Workshop Supervisor Muda BPRS. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menambah wawasan mahasiswa Ekonomi Syariah tingkat akhir yang saat ini menginjak semester VII, sehingga ketika lulus nantinya, para mahasiswa tersebut tidak lagi canggung dengan konsep lembaga keuangan, terutama Lembaga Keuangan Syariah (LKS). Sambutan Kaprodi Ekonomi Syariah mengawali kegiatan workshop ini. Rahmad Hakim selaku ketua program studi memaparkan bahwa mahasiswa ketika lulus nanti perlu mematangkan sikap, pengetahuan, dan kemampuan atau skill. Workshop ini merupakan salah satu cara mengasah kemampuan teori mata kuliah ke dalam praktik dunia kerja. Selain itu, nantinya lulusan Prodi Ekonomi Syariah memiliki kelebihan dari lulusan universitas lainnya, yakni mendapatkan sertifikat kompetensi yang tidak semua kampus memilikinya. Sertifikat inilah bukti akan kemampuan mahasiswa akan bidang yang ditekuni. Rahmad Hakim juga menjelaskan bahwa ujian kompetensi yang akan diadakan nantinya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun-tahun sebelumnya, ujian kompetensi diadakan ketika mahasiswa telah menyelesaikan skripsi. Namun pada tahun ini, ujian kompetensi akan diadakan pada penghujung semester VII. Pada puncak acara workshop, disampaikan pemaparan materi oleh Bapak Aep Saepudin selaku direktur BPRS Rinjadi Kota Batu. BPRS Rinjani Batu merupakan BPRS terbaik se Jawa Timur karena telah mampu melewati masa kritis dan bertahan dalam bersaing dengan BPRS-BPRS lainnya. Pak Aep memaparkan bahwa supervisor LKS perlu memiliki kepekaan. “Ketika menjadi pimpinan maka kita harus mampu menguasai karakteristik-karakteristik utama, yaitu kuat dan amanah. Kuat artinya seorang pemimpin yang mempunyai kapabilitas, kecerdasan, dan kemampuan melaksanakan tugas. Amanah merupakan kredibilitas dan kemampuan mengendalikan diri serta kemampuan untuk bersegera melaksanakan tugas yang sempurna” ujarnya. Dua karakteristik inilah nantinya yang akan membawa LKS tetap pada jalur syariah dan tidak menyimpang sehingga para pimpinan tidak akan melakukan “fraud”. Ia menegaskan juga bahwa LKS sering kali mati suri bahwan tutup apabila para pimpinan tidak amanah dalam menjalankan tugas utamanya. (/LQ)

FAI UMM Undang Narasumber Level Internasional dari Equal Access dan CMCS Oxford dalam Acara Sharing Session dan Penandatanganan MoU

FAI UMM secara kontinu berupaya mengepakkan sayap menjadi Fakultas Agama Islam terkemuka di tingkat internasional sesuai visi lembaga tersebut. Hal ini dibuktikan salah satunya dengan menggandeng Robert J. Pope (Director of Equal Access International/ Director of the Centre for Intercultural Research and Engagement, Alphacrusis University, Australia); Ferry Y. Mamahit, Ph.D (Research Associate, CMCS Oxford); serta Zack Mauriettes (Equal Access International/ International Trainer of Youth Leadership Peace Camp). Dalam rangka membangun kerjasama dan kolaborasi itu, FAI UMM menggelar “Sharing Session & Signing Memorandum of Understanding” pada Senin, 24 Oktober 2022 bertempat di GKB 3 lantai 6. Dalam acara tersebut tampak pula Dr. Faridi, M.Si selaku pimpinan lembaga Pusat Studi Islam dan Filsafat (PSIF) UMM yang turut menjadi pemateri bersama dengan tiga narasumber lainnya. Kegiatan ini berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama yakni Sharing session bertajuk “Strengthening Character Education through Religious Learning and Intercultural Studies”. Sesi tersebut membicarakan tentang urgensi internalisasi nilai-nilai keagamaan dalam pendidikan karakter yang terjadi di Indonesia, Australia dan Inggris. Sharing session kali ini mengeksplor pengalaman dan hasil riset yang dilakukan para narasumber atas praktik pendidikan karakter berbasiskan spiritual (agama) di negaranya masing-masing. Dalam sambutan pembukaan acaranya, Dekan FAI UMM, Dr. Khozin M.Si menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran para undangan dan narasumber pada kesempatan kegiatan FAI UMM. Di samping itu, Dr. Khozin menyampaikan pula tentang pentingnya peran pendidikan karakter dalam menyongsong generasi berkualitas yang tidak hanya unggul dalam intelektualitas semata, akan tetapi memliki nilai-nilai karakter yang baik dalam pribadi mereka. Mengawali orasinya, Robert menuturkan fenomena pendidikan anak-anak Muslim pada Abad ke-21 yang menjadi pemantik terjadinya perubahan besar seiring semakin saling terhubungnya dan semakin globalnya dunia ini. Keyakinan “Millenials, yaitu mereka yang lahir antara 1985 dan 2000, memiliki keraguan yang semakin meningkat tentang eksistensi Tuhan. Oleh karenanya, Robert memahami pentingnya syahadat tauhid di dunia global, sebagaimana tema yang ia angkat dalam Sharing session kali ini. Pemateri kedua, yakni Zack Mauriettes menampilkan materinya yang bertajuk “Character Strengthening through Social Activities Based on Multicultural Values: Best Practices on Youth Leadership Peace Camp”. Dalam pandangan Mauriettes, upaya praktis yang dapat dilakukan untuk menguatkan karakter generasi muda, salah satunya dilakukan dengan kebiasaan sederhana dalam aktivitas sosial mereka, seperti menyapa teman, belajar menjadi pendengar yang baik, dan memiliki sifat pemaaf. Pemateri ketiga, Dr. Faridi, M.Si memaparkan urgensi pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam bagi peserta didik. Menurut Kepala PSIF UMM tersebut, karakter dirumuskan sbg  nilai hidup bersama berdasarkan atas pilar: kedamaian (peace), kebahagiaan (happiness), kejujuran (honesty), kerendahan hati (humility), kasih sayang (love), tanggung jawab (responsibility), kesederhanaan (simplicity), toleransi (tolerance), dan persatuan (unity). Sharing session diakhiri dengan pemaparan Ferry Mamahit yang mengambil tema “Penguatan Karakter Peserta Didik melalui Pendidikan Multikultural”. Menurutnya, karakter bukan sekadar hal-hal appropriate atau not-appropriate, tetapi juga soal ekspresi “makna/isi” diri seseorang. Ekspresi ini dideterminasi oleh nilai-nilai (konten) pada seperangkat titik-titik evaluasi (konteks). Ini adalah sebuah fungsi yang bergerak dari konteks menuju konten. Tak lupa, dalam kegiatan ini juga dilaksanakan penandatanganan kerjasama antara FAI UMM, Equal Access International dan CMCS Oxford. (DM)

Perkuat Kesiapan Penerapan Kurikulum Merdeka, Prodi PAI UMM Lakukan FGD dan Penandatanganan MoA dengan Sekolah Mitra

Senin, 24 Oktober 2022. Perhatian PAI FAI UMM terhadap dinamika implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat sekolah menengah, patut diacungi jempol. Kamaludin, M.Si dan Zulfikar Yusuf, MPd.I selaku Kaprodi dan Sekprodi PAI FAI UMM menunjukkan kiprahnya dengan menggagas Forum Group Discussion (FGD) dan Penandatanganan MoA bersama para kepala sekolah yang selama ini telah menjadi mitra PAI UMM. Acara ini dihadiri oleh kepala sekolah dan guru dari 16 lembaga mitra dan bertempat di Laboratorium Tarbiyah Prodi PAI FAI UMM. Di samping memperkuat “silaturrahmi akademis” dengan stakeholder, FGD kali ini bertujuan untuk melihat sejauh mana implementasi nyata Kurikulum Merdeka di sekolah sejak diluncurkannya awal 2021 lalu. melalui dengar pendapat tersebut, PAI UMM berharap menemukan sinergitas langkah antara Prodi PAI dan satuan pendidikan dalam menyongsong penerapan penuh Kurikulum Merdeka pada 2024 mendatang. Dekan FAI UMM, Dr. Khozin, MSi memberikan sambutan pada kegiatan FGD ini. Dosen Pascasarjana UMM tersebut berpesan agar kerjasama yang terjalin antara PAI FAI UMM dengan para lembaga mitra selama ini ditindaklanjuti melalui MoU dan MoA. “Perlu juga dilakukan kerjasama penelitian antara dosen-dosen PAI dengan para Bapak/Ibu guru, supaya ada kolaborasi positif antara akademisi dan praktisi pendidikan”, ungkap Khozin. Antusiasme peserta FGD tampak nyata, terbukti dari beragam informasi, masukan, maupun saran yang dilontarkan dari Bapak/Ibu pendidik. Dr. Khusnul Khotimah, M.Pd selaku Kepala Sekolah SMAN 4 Malang misalnya, menyampaikan informasi penting tentang kurikulum yang selama ini diterapkan di sekolahnya. Penguasaan materi PAI interdisipliner, penguasaan pembelajaran Abad 21, maupun pelaksanaan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) menjadi topik menarik yang dibahas dalam FGD. Masukan berikutnya diutarakan oleh Truli Maulida W., MA selaku Kepala Sekolah MTs Muhammadiyah 1 Malang; Halimatus Sa’diyah M.PdI sebagai perwakilan SMKM 2 Malang; Arief Rachman, M.Si selaku Kepala Sekolah MTs Al-Irsyad Tengaran 7 Kota Batu, serta Nur Kholisatun, M.PdI dari SMPM 8 Malang. Pada intinya, pimpinan satuan pendidikan tersebut mengapresiasi positif FGD yang diadakan dan berharap agar kolaborasi ini terus dirawat demi kemajuan dunia pendidikan. Di akhir acara, dilaksanakan penandatangan Memorandum of Agreement (MoA) antara Prodi PAI FAI UMM dengan 16 sekolah mitra. MoA tersebut turut pula disaksikan dan ditandatangani oleh Pimpinan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang, Dr. Khozin, M.Si. (DM)

Kolokium Doktor FAI-UMM Hadirkan Tiga Ahli di Bidang Ilmu Pendidikan Agama Islam

Sabtu, 15 Oktober 2022. Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang kembali menggelar acara “Kolokium Doktor FAI-UMM Periode 2 Tahun 2022” bertempat di Aula Hotel Kapal Garden Malang. Kegiatan kolokium semacam ini merupakan tradisi yang telah lama ada di lingkungan FAI UMM sebagai ajang apresiasi bagi para doktor baru di Fakultas Agama Islam UMM. Pada gelaran kolokium doktor periode kedua ini, Tanzil Fawaiq Sayyaf, M.H bertindak selaku moderator yang mengiringi jalannya acara. Masing-masing narasumber memberikan materi sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuninya. Sebagai pemateri pertama, Dr. Sunarto, M.Ag menyampaikan hasil disertasi sesuai dengan bidang keilmuan beliau yakni Dasar-dasar Pendidikan Islam. Selanjutnya, pemateri kedua, Dr. Saiful Amien, M.Pd memaparkan materi bertajuk “PEMBENTUKAN KARAKTER YAHANU DI GONTOR: Studi Fenomenologi”. Temuan disertasi Doktor dengan bidang keilmuan Teknologi Pendidikan tersebut mengungkap enam karakter Yahanu di Gontor, di antaranya: Courage, Confidence, Efficacy, Learning Readiness, dan Grit. Pemateri ketiga, Dr. Dina Mardiana, M.PdI memaparkan hasil disertasinya berjudul “PEMBELAJARAN DARING PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PERGURUAN TINGGI DALAM PENGEMBANGAN KECERDASAN ADVERSITAS MAHASISWA: Studi Multisitus di Universitas Negeri Malang dan Universitas “X” Malang”. Doktor dengan bidang keilmuan Psikologi Belajar tersebut mengulas temuan risetnya dalam konsep “Humanist-Religious Learning Cycle”  yang mengungkap bahwa pembelajaran daring PAI mampu mengembangkan kecerdasan adversitas mahasiswa jika didukung oleh dosen yang berkarakter humanis-religius. Kegiatan ini dikemas secara menarik dengan mengundang para dosen di lingkungan FAI UMM, perwakilan guru-guru sekolah Muhammadiyah se-Malang Raya, serta utusan dari organisasi kemahasiswaan FAI Universitas Muhammadiyah Malang. (DM)

Seri Diskusi HISP: Muhammadiyah Yang Saya Kenal Part 2

Sabtu, 1 Oktober 2022. Bertempat di aula Fakultas Agama Islam Kajian Halaqah Ilmiah Sabtu Pagi rutin digelar. Kali ini dengan tema Muhammadiyah yang saya kenal part 2. Kalau sebelumnya part 1 dibawakan oleh Bapak Agus Supriadi dan Ibu Dina Mardiana. Kali ini materi disampaikan oleh Ibu Iana dan Ibu Laili yang dimoderatori langsung oleh Bapak Murdiono. Dalam kesempatanya Ibu yang juga menjabat sebagai kepala Laboratorium Tarbiyah menyampaikan bahwa Muhammadiyah yang ia kenal, yaitu yang kita kenal bersama “Persyarikatan Muhammadiyah”. Kata Syarikah diambil dari makna perkumpulan beberapa orang untuk melakukan sesuatu untuk semufakat mungkin dan bersama–sama. Artinya ‘badlul juhdi’ (berusaha keras) untuk bermufakat pada hal–hal yang kemungkinan banyak berbeda dan menggerakkan organisasisecara bersama–sama (Haedar Nashir). Selain itu, pemateri juga menyampaikan bahwa Muhammadiyah yang ia kenal dari sikapnya, yaitu Muhammadiyah sangat toleran dan terbuka. Hal ini terbukti tidak hanya sebagaimana yang diungkap oleh K.H Ahmad Dahlan tidak penting siapa kita, tapi bagaimana kita dengan ummat. Fakta di lapangan Muhamadiyah sangat toleran dan terbuka. Sebagai contoh kepedulian Muhammadiyah terhadap ummat tidak hanya untuk orang yang beragama Islam saja yang diberi bantuan kemanusiaan, melainkan orang-orang non muslim. Muhammadiyah memberi tidak memandang apa agamanya. Selain mengenal Muhammadiyah dengan sikap yang toleran dan terbuka. Muhammadiyah yang ia kenal juga melalui dari amal usaha Muhammadiyah. Melalui AUM ini menurutnya, Muhammadiyah tidak hanya bekerja dalam bidang Pendidikan maupun keagamaan melainkan bidang-bidang lain, baik bidang ekonomi, kesehatan, maupun pemberdayaan. Terakhir pemateri menjelaskan bahwa, ia mengenal Muhammadiyah juga melalui dari sisi akademik. Hal ini ia telusuri dari berbagai sumber akademik. Banyak sekali riset-riset mengenai Muhammadiyah yang telah tersebar dari berbagai literatur baik dari buku, jurnal, majalah, koran maupun literatur-literatur dalam bentuk digital. Dalam mengakhiri materi. Bu Iana berusaha dengan mengenal Muhammadiyah ia ingin turut berkontribusi terhadap perkembangan Muhammadiyah. Terutama dalam hal karya. Semoga kedepan saya dapat melahirkan karya-karya baru yang secara langsung memberikan kontribusi besar pada perkembangan Muhammadiyah di bidang akademik dan bidang keagamaan ungkapnya. (sz)

Bersama PERADI Malang HKI UMM Luncurkan Corporate Law School

Rabu 28/9/2022, Prodi Hukum Keluarga Islam (Prodi HKI) me-launching kelas profesional Center of Excellence (CoE) Corporate Law School. Dalam penyelenggaraannya, Prodi HKI bekerjasama dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Kota Malang. Adanya program CoE di UMM dalam rangka mendorong program Tri Pasti UMM yaitu, pasti bekerja, pasti mandiri dan pasti lulus tepat waktu. Mahasiswa UMM dipastikan memiliki kepakaran atau keahlian yang salah satunya diasah dari CoE. Dalam sambutannya, Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd. menilai bahwa perguruan tinggi harus responsif terhadap perkembangan zaman. Perguruan tinggi harus unggul berdasarkan standard penilaian pendidikan yang ada, juga sekaligus berani melahirkan inovasi-inovasi yang solutif bagi masalah bangsa. Secara lebih jauh menurutnya, “Di tengah ketidakstabilan zaman saat ini, mahasiswa UMM tidak boleh turut tergulung arus kebimbangan. Di tengah era disrupsi, mereka harus tetap survive karena mereka memiliki kepakaran. Karena itu, UMM membuat terobosan baru dengan adanya kebijakan ekuivalensi untuk mendorong mahasiswa memiliki rekognisi.” Adanya kelas CoE UMM menjadi upaya universitas dalam menyiapkan tenaga profesional yang ahli di bidang tertentu. Mahasiswa juga bebas memilih pilihan sesuai dengan passion, minat dan bakatnya. Dengan begitu, mahasiswa bisa lulus dengan percaya diri, mandiri dan memiliki dua kompetensi utama: kompetensi akademik dan kompetensi leadership dari CoE yang sudah disiapkan. Senada dengan Rektor UMM, Dian Aminudin, S.H. Ketua DPC PERADI Malang sangat mengapresiasi adanya program CoE Corporate Law School. FAI menjadi Fakultas pertama non-Hukum yang bekerjasama dengan PERADI. Tentu ini menjadi peluang dalam ranah corporate Law. PERADI Malang merasa terpanggil dalam kolaborasi untuk mejawab tantangan global. “Kolaborasi ini tidak harus dari pihak yang sering bersinggungan, namun harus terbuka dengan pihak-pihak lain. ketika ada informasi terkait penajajakan kerjasama peluncuran CoE CLS, kami sangat tertarik dan kami sangat yakin dengan kesiapan dan kapabitilas FAI UMM” papar Aminuddin. Dekan Fakultas Agama Islam (FAI), Dr. Khozin mengungkapkan, di lingkungan Fakultas Agama Islam, Prodi HKI merupakan prodi pertama yang meluncurkan CoE. Setelah itu, akan lahir pula Kelas CoE Penerjemah Profesional dari Prodi Pendidikan Bahasa Arab dan Manajemen Sekolah Unggul dari Prodi Pendidikan Agama Islam. Ini tentu melengkapi kompetensi khususnya mahasiswa yang ada di prodi lingkungan FAI. Dekan FAI juga menambahkan, “Prodi HKI memiliki keunikan. Terutama, dari segi Sumber Daya Manusianya. Para dosen Prodi HKI merupakan alumni perguruan tinggi di Indonesia, Barat dan Timur Tengah. Mereka secara kolaboratif bekerja keras memperkuat Prodi HKI.” Peluncuran kelas ini ditandai dengan penandatanganan MoU dan kerjasama dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Kota Malang. Program CLS ini adalah sekolah unggulan yang dimentori langsung oleh para profesional “Dunia Usaha dan Industri” khususnya dari PERADI Malang. Mereka adalah para expert dan praktisi yang terbiasa menangani kasus-kasus besar di bidang Corporate Law. Pada Program CLS ini akan diajarkan mengenai Corporate Law, Contract and Agreement Law, Contract Drafting, Law of Employment, Management of Legal Documents dan Corporate Lawyer. Program CLS ini, tidak hanya bisa diikuti oleh Mahasiswa Program Studi Hukum dan Hukum Keluarga Islam, namun juga mahasiswa dari berbagai program studi lainnya dan para staf perusahaan yang berkepentingan menguasai kemahiran Corporate Law. (hb)

Tingkatkan Kompetensi Mahsiswa Prodi HKI UMM Gandeng BWI dan Lazismu Malang Raya

Sabtu, 24 September 2022. Program Studi Hukum Keluarga Islam FAI UMM mengundang sejumlah Lembaga filantropi di antaranya BWI (Badan Wakaf Indonesia) perwakilan kota Malang dan Lazismu Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu). Menurut bapak Arif Zuhri selaku ketua program studi HKI menyampaikan bahwa undangan dalam Pertemuan yang berlangsug di ruang sidang fakultas tidak lain membicarakan penejajakan kerjasama antar perguruan tinggi Muhammadiyah dengan beberapa Lembaga filantropi, salah satunya untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang filantropi yaitu amil zakat, infaq, sadaqah, dan penerimaan harta benda wakaf. Menurut bapak Chandra selaku perwakilan dari BWI menyampaikan bahwa sudah waktunya Lembaga filantropi seperti BWI ini menggandeng instansi-instansi Pendidikan guna memperluas jangkauan program-program yang ada di BWI. Selain itu beliau juga mengeaskan bahwa BWI sangat terbuka kepad siapa saja yang ingin berkolaborasi dalam pengembangan-pengembangan khusunya di program filantropi. Tak hanya itu, beliau menambhakan kalua perlu tidak hanya BWI, tapi juga melibatkan Kemenag selaku induk dari instansi-instansi keislaman karena di bawahnya ada Lembaga KUA, yang setiap harinya selain mengurus catatan perkawinan Lembaga tersebut juga mengurus soal wakaf. Hal yang sama juga diungkap oleh bapak Anas selaku perwakilan dari Lazismu, ia mengungkapkan bahwa sudah lama kita terbuka dengan Lembaga manapun untuk meningkatkan kerjasama di bidang Pendidikan, bahkan sebelum ada MoU kita sudah terbiasa menampung para mahasiswa yang ingin belajar dan mengabdikan diri dalam Lembaga filantropi. (sz)

Bekali Mahasiswa Baru Dengan Pelatihan Academic Skills Sebelum Perkuliahan

Sejak Selasa kemarin, 20 September 2022. UPPS FAI UMM melalui Wakil Dekan I Bidang Akademik memberikan pelatihan academic skills bagi mahasiswa baru angkatan 2022.  Program ini bertujuan untuk memberikan bekal skill akademik bagi mahasiswa baru sebelum mereka melaksanakan perkuliahan. Menurut bapak Khozin selaku Dekan Fakultas Agama Islam dalam berbagai kesempatan beliau menyampaikan bahwa tujuan dari program ini tidak lain memperkenalkan dunia akademik kepada mahasiswa baru. Dilaksanakan di pekan pertama saat perkuliahan karena ini bekal awal sebelum mereka mendapatkan tugas akademik dari masing-masing dosen. Sehingga diharapkan dengan adanya pelatihan academic skills ini mahasiswa dapat mengerjakan tugas dan memahami bentuk-bentuk tugas yang harus diselesaikan. Setidaknya mahasiswa dapat membuat makalah paper yang benar, dapat membedakan tugas review, resensi, maupun resume. Menulis artikel dengan logika riset yang benar, menghindari kebiasaan plagiarisme, dengan begitu integritas akademik dapat terjaga, selain itu kebiasaan buruk copy paste dalam mengerjakan tugas dapat dihindarkan. Pelatihan Academic Skills ini dilaksanakan selama kurang lebih empat hari secara bersamaan seluruh prodi di lingkungan FAI. Bertempat di Aula GKB III Kampus 3 UMM dengan tema materi berbagai keterampilan akademik. Di hari pertama mahasiswa diberikan materi keterampilan membaca yang disampaikan oleh Ibu Umi Salamah, dengan capaian pembelajaran mahasiswa dapat mengenal dan memilih ragam karya akdemik, baik itu monograf, book chapter, buku ajar, buku refrensi, artikel ilmiah maupun jurnal. Selain itu dapat mengenali struktur bacaan serta dapat membaca dengan strategis. Di hari kedua, peserta dibekali materi keterampilan mencari dan memenej sumber bacaan dan menyusun kalimat yang efektif dan dapat mengembangkan paragraph serta membuat kutipan secara langsung maupun tidak langsung. Harapannya mahasiswa dapat mengenal situs penyedia bacaan (artikel, ebook, ejurnal), Teknik mengakses dan mendownload bacaan serta dapat menulis kalimat efektif dan mengembangkan paragraph dengan baik dan benar. Materi ini dipandu oleh Ibu Tia Puspita Sedangkan di hari ketiga dengan materi keterampilan menulis akademik yang dimentori langsung oleh bapak Hasnan Bachtiar. Tujuan dari keterampilan menulis akademik ini peserta dapat menulis esai, menulis artikel, makalah konseptual maupun makalah dari hasil penelitian. Di hari terakhir adalah materi keterampilan review yang dibawakan oleh Bapak Nafik Muthohirin dengan berbagaia keterampilan yaitu menulis review artikel/buku, menulis resume artikel/buku, dan menulis resensi artikel/buku. Terakhir tak lupa peserta juga dibekali dan mengenal refrence manager baik melalui Mendeley maupun end note. (soni)

Hari kedua PESMABA FAI: Ini Yang Disampaikan Para Wakil Dekan

Selasa 13 September 2022, Pengenalan Studi Mahasiswa Baru FAI UMM sudah memasuki hari kedua. Materi hari kedua ini dibawakan oleh masing-masing wakil dekan untuk memberikan motivasi dan penjelasan bagi mahasiswa baru sesuai dengan bidang para wakil dekan. Materi pertama disampaikan oleh Wakil Dekan I bidang akademik yang dibawakan oleh bapak Pradana Boy ZTF, P.hd.  Sebelumnya beliau mengucapkan selamat kepada mahasiswa baru yang telah masuk kedalam dunia kampus, pijakan awal sebelum menuju masa depan yang cerah. Pak boy sapaan akrab beliau telah melakoni pendidikan di berbagai belahan dunia diantaranya australia, Singapura dan iran. Beliau menceritakan kisah pendidikan nya, dalam rangka untuk memotivasi para mahasiswa agar senantiasa semangat dalam mencari ilmu. Beliau memberi pesan kepada seluruh mahasiswa agar budaya membaca tetap senantiasa di jaga karena seorang akademisi dan budaya membaca adalah dua hal yang saling bersangkutan. Setelah itu dilanjut oleh bapak Dr. Saiful Amien, M.Pd. selaku wakil dekan II. Beliau menjelaskan konsep akademik di lingkup FAI, akan diberikan materi dasar sebagai mahasiswa agar mahasiswa baru nantinya tidak bingung saat menjalani dunia perkuliahan. Beliau juga menjelaskan terkait SADAK (Sentralisasi Administrasi dan Desentralisasi akademik) Yang bertugas untuk mengatur dan mengelola keuangan mahasiswa UMM mengatur muatan kuliah di fakultas Agama Islam. Terakhir adalah materi dari bidang kemahasiswaan yang disampaikan langsung oleh bapak Imamul Hakim selaku Wakil Dekan III. Beliau berpesan kepada mahasiswa baru untuk mengikuti organisasi, karena ilmu organisasi itu tidak didapatkan di dalam kelas, untuk menunjang soft skill terkait public speaking, bersosialisasi dengan baik mahasiswa zaman sekarang dituntut untuk bisa menemukan potensi diri karena di zaman sekarang, ijazah tidak terlalu di perlukan akan tetapi soft skill dan pengalaman organisasi. Maka kemudian menjadi seorang mahasiswa adalah privillage yang sangat luar biasa karena di masa kuliah kita bisa banyak mendapatkan banyak hal. (Yusuf)