Perkokoh Kolaborasi Akademik, Prodi PAI FAI UMM Gelar FGD dan Penandatanganan Implementation Arrangement (IA) dengan Prodi PAI UNIDA Gontor

Senin, 19 Desember 2022. Program Studi PAI FAI UMM menindaklanjuti kolaborasi akademik dengan Program Studi PAI UNIDA Gontor. Kamaludin, M.Si dan Zulfikar Yusuf, MPd.I selaku Kaprodi dan Sekprodi PAI FAI UMM menunjukkan kiprahnya dengan menggagas Forum Group Discussion (FGD) dan Penandatanganan Implementation Arrangement (IA). Acara yang dihadiri oleh sembilan dosen dari UNIDA Gontor dan berlokasi di Ruang Sidang Fakultas Agama Islam tersebut berjalan dengan lancar. Di samping memperkuat “silaturrahmi akademis” dengan stakeholder, FGD kali ini bertujuan untuk melihat sejauh mana implementasi nyata MoA yang telah disepakati kedua lembaga sejak 2021 lalu. Melalui dengar pendapat tersebut, PAI UMM berharap menemukan sinergitas langkah antara Prodi PAI dan Prodi PAI UNIDA Gontor dalam mengimplementasikan Merdeka Belajar Kurikulum Merdeka (MBKM) di tingkat perguruan tinggi. Wakil Dekan II FAI UMM, Dr. Saiful Amien, M. Pd memberikan sambutan pada kegiatan FGD ini. Bapak Amien berpesan agar kerjasama yang terjalin antara PAI FAI UMM dengan PAI UNIDA Gontor dapat terus ditingkatkan kualitasnya.   Dalam kesempatan yang sama, Bapak Saiful Anwar, S.Pd., M.Pd.I selaku Kaprodi PAI UNIDA menyampaikan rasa terimakasih atas sambutan yang diberikan oleh UMM. Selanjutnya, Bapak Saiful Anwar menyampaikan harapannya untuk dapat sharing terkait kurikulum PAI, khususnya rumpun keilmuan yang diterapkan di Prodi PAI FAI UMM. Semoga kolaborasi dan kerjasama akademik ini dapat membawa kemajuan dan manfaat bagi kedua lembaga di masa mendatang. (DM)

KAJIAN RUTIN “HALAQAH ILMIAH SABTU PAGI (HISP)” FAI UMM: Muhammadiyah yang Saya Kenal (Part 3)

SABTU, 17 Desember 2022. Gelaran Halaqah Ilmiah Sabtu Pagi (HISP) FAI-UMM kali ini mengambil tema “Muhammadiyah yang Saya Kenal (Seri 3)”. Bertindak sebagai pemateri Ibu Idaul Hasanah, M.H.I dan Bapak Fitrian Aprilianto, M.E, serta didampingi oleh Ibu Muslikhati, M.E. sebagai moderator. Bertempat di GKB III Lt. 5 Ruang 502 UMM, Ibu Idaul selaku pemateri pertama mengawali paparan dengan mengulas background keluarganya. Sang Ayah yang berlatar dunia pendidikan dan kental dengan didikan pondok pesantren, telah memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan Muhammadiyah di Magelang. Sedangkan Sang Ibunda merupakan seorang wanita yang sejak kecil telah akrab dengan dunia pertanian. Dalam konteks perkenalannya dengan Muhammadiyah, Kabag. Pengembangan AIK & MKDU tersebut mengisyaratkan pendidikan formal, nonformal, maupun informal yang telah dilalui selama perjalanan hidupnya. Pendidikan formal ditempuhnya di perguruan Muhammadiyah sejak bangku TK hingga perguruan tinggi. Selanjutnya, pendidikan nonformal ditempuh melalui Madrasah Diniyah (Madin) di masjid Muhammadiyah, pondok Ramadhan di Madrasah Mu’allimat Muhammadiyah di Jogja, hingga menjadi Pengurus IPM & Diksuswati Nasyiatul Aisyiyah. Terakhir, pemateri mengungkap pendidikan informal yang telah lekat dalam pergumulan hidupnya melalui aktifitas ber-Muhammadiyah dari figur kedua orangtuanya. Lanjutnya, Ibu Idaul menyampaikan tiga kata kunci dalam mendeskripsikan refleksinya terhadap Muhammadiyah. “Muhammadiyah itu mengajak berpikir progresif, mendorong untuk terus bergerak, dan mendorong untuk tawasuth”, ungkapnya. Berikutnya, materi ke dua disampaikan oleh Bapak Rian yang secara gamblang menarasikan proses perjalanan hidupnya dalam ber-Muhammadiyah melalui istilah yang disebutnya dengan “perjalanan spiritual” dalam tiga fase. Dosen Prodi Ekos tersebut mengulas fase pertama dalam interaksinya ber-Muhammadiyah melalui pemahamannya terhadap Muhammadiyah sebagai sebuah ritual dalam beragama semata. Tidak ada yasinan, istighosah, dan tidak membaca qunut saat shalat Subuh merupakan beberapa contoh yang dipaparkannya. Fase kedua dilalui oleh Bapak Rian saat momen resign beliau dari semula pegawai bank menjadi seorang dosen. Proses hijrah tersebut mengantarkannya dengan seluk-beluk organisasi Muhammadiyah, dilanjutkan dengan pergulatannya dengan berbagai kajian di masjid-masjid Muhammadiyah, hingga bermuara pada terbukanya pola pikir ber-Muhammadiyah di benak dan pemikiran Bapak Rian. Melalui titik balik inilah, fase ketiga dilalui Bapak Rian dengan secara nyata beraktualisasi dalam kehidupan Islami warga Muhammadiyah. “Saya memiliki harapan dan cita-cita besar untuk senantiasa menghadirkan Muhammadiyah dalam setiap lingkup kehidupan saya, baik kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat”. (DM)

Yudisium Periode IV Tahun 2022 FAI-UMM Luluskan Alumni yang Siap Membangun Negeri

Selasa, 6 Desember 2022. Fakultas Agama Islam kembali gelar Yudisium Angkatan ke-106 Periode IV Tahun 2022. Digelar secara luring, yudisium kali ini mengambil lokasi di Aula GKB III Lt. 6 Universitas Muhammadiyah Malang. Dihadiri dekanat, kaprodi, sekprodi, dosen, dan segenap calon Wisudawan/Wisudawati, yudisium berlangsung dengan khidmat. Kelulusan para mahasiswa peserta yudisium sebagaimana tertera dalam Surat Keputusan Dekan Fakultas Agama Islam tanggal 7 November 2022 yang dibacakan langsung oleh Bapak Pradana Boy ZTF, M.A., Ph.D. selaku Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Agama Islam. Tercatat dari empat Program Studi FAI, yudisium kali ini meluluskan 41 mahasiswa dan mahasiswi. Jumlah tersebut terdiri dari 19 mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam, 3 mahasiswa Prodi Hukum Keluarga Islam, 16 mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah, serta 3 mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab. Diantara calon Wisudawan/Wisudawati yang mengikuti yudisium tersebut, lulusan terbaik tingkat Fakultas dipegang oleh Saudari Ica Putri Cahayaningsih dengan perolehan IPK tertinggi 3.92 (tiga koma sembilan puluh dua). Mahasiswa lulusan terbaik ini berasal dari Program Studi Pendidikan Agama Islam, dengan judul Tugas Akhir “Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan Melalui Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar”. Yudisium ini dibuka secara langsung oleh Bapak Dr. Khozin, M.Si selaku Dekan Fakultas Agama Islam. Beliau memberikan ucapan selamat kepada para calon Wisudawan/Wisudawati yang secara resmi telah dikukuhkan kelulusannya, sehingga menyandang gelar Sarjana. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Dekan juga memberikan beberapa nasehat penting kepada para calon Wisudawan/Wisudawati. Beliau menyampaikan bahwa alumni FAI harus mau dan mampu produktif  di tengah persaingan dunia pendidikan yang semakin masiv dewasa ini. Selain itu, lanjutnya, para alumnus FAI juga memiliki peluang untuk melakukan dua hal selepas lulus nantinya. Pertama, melanjutkan studi ke jenjang Strata 2 di berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Kedua, para lulusan FAI juga memiliki peluang untuk bekerja sesuai bidang dan ilmu yang diperoleh di S1. Terakhir, Bapak Dekan berpesan agar lulusan FAI dimanapun berada tetap berpegang pada tiga hal. Sungguh-sungguh, kerja keras, dan kerja cerdas. Sebagai penutup acara yudisium kali ini, calon Wisudawan/Wisudawati berswafoto beserta para dosen dan pimpinan FAI UMM. (DM)

FAI UMM Gelar Lokakarya SKPI, Ekuivalensi, dan Skema Tugas Akhir Mahasiswa

Sabtu, 3 Desember 2022. Fakultas Agama Islam (FAI) UMM menyelenggarakan lokakarya SKPI, ekuivalensi, dan skema Tugas Akhir (TA) mahasiswa. Lokakarya ini diselenggarakan di Ruang 502-504 GKB 3 Lantai 5 Universitas Muhammadiyah Malang secara luring. Kegiatan yang diikuti oleh struktural, dekanat, kaprodi, sekprodi, kalab, ka MDKM, ka PPUT, ka Baladi, serta perwakilan dosen FAI tersebut diselenggarakan dalam rangka penyamaan persepsi dari empat prodi di lingkungan FAI UMM terkait skema Tugas Akhir mahasiswa FAI. Terdapat tiga poin utama yang menjadi fokus bahasan lokakarya kali ini, di antaranya ialah Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), mekanisme ekuivalensi Tugas Akhir, dan skema Tugas Akhir (TA) mahasiswa. Acara lokakarya ini dibuka langsung oleh Bapak Pradana Boy Z.T.F M.A., Ph.D selaku Wakil Dekan I Fakultas Agama Islam UMM. Dalam sambutannya, Bapak Wakil Dekan I menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Dekan FAI pada agenda lokakarya kali ini. Beliau melanjutkan sambutannya dengan menyampaikan tujuan diselenggarakannya lokakarya ini ialah sebagai bentuk respon atas perubahan kurikulum tingkat pendidikan tinggi yang berjalan masiv akhir-akhir ini, termasuk respon atas dinamika aktivitas akademik mahasiswa yang kian bervariasi. Oleh karenanya, perlu dirumuskan skema-skema alternatif yang dapat menampung dan menkonversikan aktivitas mahasiswa tersebut pada sisi Tugas Akhir (TA) mereka. Lokakarya ini diawali dengan penyampaian draft materi SKPI, ekuivalensi, dan skema Tugas Akhir (TA) mahasiswa dari Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI), Prodi Ekonomi Syariah (Ekos), dan Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Ketiga draft tersebut selanjutnya diserahkan pada masing-masing komisi tingkat Prodi untuk didiskusikan dan disepakati. Harapannya, proses lokakarya ini mampu menghasilkan ketetapan bidang SKPI, ekuivalensi, dan skema TA yang mampu mengakomodir kebutuhan dan tuntutan kurikulum dewasa ini.(DM)

SERI DISKUSI HALAQAH ILMIAH SABTU PAGI (HISP) FAI UMM: Gerakan Ekonomi Muhammadiyah

SABTU, 26 November 2022. Gelaran Halaqah Ilmiah Sabtu Pagi (HISP) FAI-UMM kali ini mengambil tema “Gerakan Ekonomi Muhammadiyah: Histori, Konsepsi, dan Model Implementasi”. Bertindak sebagai pemateri Dr. Rahmad Hakim, M.MA, dan didampingi oleh Luciana Anggraeni, M.H.I, . sebagai moderator. Bertempat di GKB III Lt. 5 Ruang 502 UMM, pemateri yang sekaligus Kaprodi Ekonomi Syariah FAI-UMM tersebut mengawali paparannya dengan mengulas misi utama Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam amar makruf nahi munkar, termasuk dakwah bidang ekonomi. Paparan tersebut kemudian menggiring diskusi pada ulasan tentang perubahan dan pembaharuan melalui Ijtihad dan Tajdid Muhammadiyah. Dalam konteks peran Muhammadiyah di bidang ekonomi, Hakim mengisyaratkan beberapa fakta tentang respon adaptif Muhammadiyah dalam menghadapi isu-iso ekonomi dewasa ini, seperti disparitas ekonomi dan gelombang PHK selama pandemi Covid-19 lalu. Terlebih, lanjut Hakim, respon Muhammadiyah itu secara nyata ditunjukkan melalui lahirnya konsepsi gerakan ekonomi Muhammadiyah. Secara umum, Rahmad Hakim memilah konsepsi tersebut melalui tiga pendekatan: nilai, sistem, dan figur tokoh. Lanjutnya, Doktor lulusan Universitas Airlangga tersebut menyampaikan bahwa model implementasi gerakan ekonomi Muhammadiyah tetap berpancang -salah satunya- pada spirit teologis Al-Ma’un. “Semangat gerakan ekonomi berbasis makna teologis Al-Ma’un misalnya, pada akhirnya bermuara pada hadirnya suatu ekosistem gerakan ekonomi Muhammadiyah melalui komunitas jamaah, pengurus majelis dan lembaga ekonomi, maupun gerakan ekonomi Muhammadiyah. LOGMart, Lazismu, dan gerakan ekonomi amal usaha persyarikatan merupakan beberapa di antaranya”, ungkapnya. Pada penutup materi yang disampaikannya, Bapak Rahmad Hakim mengungkap tiga poin simpulan. Pertama, aspek historisitas gerakan ekonomi Muhammadiyah berjalan secara dinamis, terutama pasca abad ke-2 Muhammadiyah. Kedua, konsepsi gerakan ekonomi Muhammadiyah nampak melalui tiga aspek, yakni nilai, sistem, dan tokoh figur Muhammadiyah. Ketiga, model implementasi gerakan ekonomi Muhammadiyah terbaca melalui fungsi, jenis dan pengelolaan, serta tujuannya. (DM)

Perkuat Implementasi Kurikulum Merdeka, Prodi PAI FAI UMM Gelar Lokakarya Kurikulum Berbasis OBE MBKM

Rabu, 23 November 2022. Program Studi Pendidikan Agama Islam FAI UMM menyelenggarakan lokakarya kurikulum berbasis OBE-MBKM (Outcome Based Education-Merdeka Belajar Kampus Merdeka). Lokakarya ini diselenggarakan di Ruang Sidang Senat Fakultas GKB 3 Lantai 5 Universitas Muhammadiyah Malang secara luring. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) tersebut diselenggarakan dalam rangka penyegaran kurikulum, agar kedepan kurikulum yang dijalankan dapat menyesuaikan perubahan-perubahan, salah satunya adalah MBKM atau yang akrab dikenal dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Acara lokakarya ini dibuka langsung oleh Bapak Dr. Khozin, M.Si. selaku Dekan Fakultas Agama Islam UMM. Dalam sambutannya bapak dekan menyampaikan apresiasi kepada Prodi PAI yang telah berhasil menyelesaikan satu tahapan penyelarasan kurikulum berbasis OBE MBKM. Di samping itu, beliau menyoroti dinamika perubahan kurikulum di tingkat perguruan tinggi yang secara teori harus dikembangkan setiap 10 tahun sekali. Oleh karenanya, Prodi PAI harus siap bergerak secara responsif dan memberikan kontribusi nyata dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Lokakarya ini diawali dengan pemaparan konsep kurikulum OBE-MBKM Prodi PAI, sosialisasi dan dialog kurikulum dengan menghadirkan pakar kurikulum Bapak Dr. Muhammad Syaifuddin selaku pemateri sekaligus sebagai ketua Lembaga Inovasi Pembelajaran (LIP) UMM. Lokakarya yang sedianya diikuti oleh 22 dosen PAI tersebut dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada hari Rabu (23-11-2022) dengan rangkaian acara pengarahan, sosialisasi, persamaan persepsi, serta diakhiri dengan praktik penyusunan RPS oleh para dosen pengampu mata kuliah. Berikutnya, agenda lokakarya akan dilanjutkan pada hari Kamis (1-12-2022) dengan agenda rapat komisi per bidang kajian. (DM)

Dosen Hukum Keluarga Islam FAI-UMM Presentasi Makalahnya di The University of Pittsburgh, Washington DC. AS

Sabtu, 22 Oktober 2022. Tim peneliti Rumah Baca Cerdas (RBC) Institute Abdul Malik Fadjar mengikuti The 14th Annual 2022 Indonesia Focus Conference bertajuk Bridging the Gap Across Inequalities. Kegiatan yang diselenggarakan secara daring ini, bertempat di University of Pittsburgh, Amerika Serikat. Pada konferensi internasional tersebut, tim peneliti RBC Institute memaparkan sebuah risalah penelitian bertajuk, “Abdul Malik Fadjar’s Notion of the Philosophy of Education and the Context of the Technological Revolution 4.0.” Konferensi ini diikuti oleh berbagai peneliti internasional, antara lain dari Thailand, Iran, Amerika Serikat, dan Indonesia. Direktur Riset Rumah Baca Cerdas (RBC) Institute Abdul Malik Fadjar, Hasnan Bachtiar, adalah salah satu penulis paper yang dipresentasikan dalam konferensi tersebut Dia mengatakan, keikutsertaan RBC Institute dalam konferensi ini adalah untuk mendorong internasionalisasi ide dan gagasan Pak Malik Fadjar. Sebab, menurutnya, “Perspektif dan ide Pak Malik itu sangat relevan dengan kondisi kekinian, sehingga harus diteliti dan didiskusikan di level global.” Sementara itu, Subhan Setowara, Direktur Eksekutif RBC Institute Abdul Malik Fadjar, yang juga penulis paper yang dipresentasikan pada konferensi yang sama, menyebut ide-ide pendidikan Malik Fadjar tidak kalah mentereng dari para pemikir pendidikan lainnya. “Ibarat pena, Pak Malik adalah tinta yang tak pernah habis,” ujarnya sebagaimana yang tertulis di dalam risalah penelitiannya. Dia melanjutkan, “Guru adalah jiwa Pak Malik. Penghayatan terhadap filosofi guru menjadikannya seorang guru yang sebenar-benarnya guru.” Hal ini, sambungnya,menunjukkan, Malik Fadjar tidak hanya pemikir, tetapi juga pendidik sejati. Dia menegaskan, kepakaran dan jiwa keguruan Malik Fadjar itulah yang menginspirasi tim peneliti RBC Institute untuk mengangkat ide pendidikannya di level global. Hasnan Bachtiar mengupas filsafat pendidikan Malik Fadjar yang mengedepankan semangat kemanusiaan dan berpijak pada landasan etis dan bervisi jangka panjang. Ia mengatakan Malik Fadjar selalu mendorong anak-anak muda untuk tidak hanya terlibat dalam dialektika keilmuan secara teoritis, tetapi juga terjun dalam pergerakan. “Maksudnya, agar ilmu yang kita miliki, mampu mendorong adanya transformasi sosial menuju kepada segala kondisi yang lebih baik. Dengan kata lain kesarjanaan itu memerlukan follow-up aktivisme sosial yang berkemajuan,” terangnya. Pada konteks ini, dia melanjutkan, filsafat pendidikan Malik Fadjar tidak hanya mengedepankan keterampilan kognitif, tetapi juga bagaimana keterampilan kognitif tersebut mampu mewujud dalam gerakan sosial yang membutuhkan keterampilan psikomotorik. Lebih lanjut, katanya, gerakan sosial itu pun tidak bisa sebatas aktivisme biasa, tetapi sebuah gerakan yang harus dilandasi nilai-nilai spiritual dan etika luhur, sebab itulah fungsi utama pendidikan. Selain itu, filsafat pendidikan Malik Fadjar adalah tentang bagaimana pendidikan harus memikirkan kebutuhan anak didik di masa depan. Hasil riset tersebut menyebutkan paling tidak ada empat keterampilan penting yang harus dimiliki oleh anak-anak muda Indonesia.Yakni kemampuan menjadi pembelajar, kemampuan literasi, kemampuan bertahan hidup, dan kemampuan mengasah kebijaksanaan. Menurutnya, dalam situasi kebangsaan dan keumatan yang terus bergerak ini, keempat keterampilan tersebut begitu penting sebagai pendamping anak-anak muda, tidak hanya menjadi lebih cerdas, tetapi juga lebih bijak, baik, dan berbudi pekerti luhur. Upaya internasionalisasi gagasan pendidikan Malik Fadjar ini semakin relevan setidaknya sebagai alternatif teori pendidikan. Seperti dicatat oleh Azhar Syahida, yang juga salah seorang penulis naskah penelitian tersebut. “Paper ini menyimpulkan bahwa filsafat pendidikan Malik Fadjar yang mengedepankan nilai-nilai humanis, progresif, nasionalis, dan futuristik sangat relevan sebagai salah satu alternatif pijakan nilai-nilai (postulat) dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia,” ujar Azhar Syahida. Lebih-lebih, lanjutnya, Indonesia tengah mengejar puncak kejayaan sumber daya manusia pada 2045 nanti. “Semoga apa yang kami lakukan ini membawa manfaat,” katanya. (PWMU.CO)

Markaz Dakwah FAI UMM Kembali Beraksi: Tutaskan Program Wakaf Sumur di Jombang-Mojokerto

Markaz Dakwah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI UMM) tuntas menyalurkan bantuan sumur dari donatur Arab Saudi. Sebanyak tiga sumur sudah dibangun dan dimanfaatkan warga dengan sesuai keperuntukannya. Ketua Markaz Dakwah FAI UMM, Jamal, S.Hi, M.Sy, menyatakan terima kasih kepada para donatur yang sudah meluangkan rezekinya penuh untuk hal yang bermanfaat. Program bantuan sumur kerjasama Markaz Dakwah FAI UMM dengan Yayasan Imarul Masajid Malang sudah sering direalisasikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Kali ini, lanjut Jamal,  sumur dibangun di Jombang dan Mojokerto. Ketiga sumur dinamai dengan donatur yang memberikan sebagai tanda terima kasih. Sumur pertama atas nama Naurah Al Ghasyayan dan orang tuanya. Sumur Kedua atas dinamai Abdul Aziz Al Mahmud dan orang tua serta keturunannya. Sumur ketiga, kata ustadz Jamal  dinamai Naurah binti Sa’ad Alhamidy dan orang tuanya. Sumur-sumur yang sudah dibangun mulai dimanfaatkan oleh warga sekitar yang sebelumnya merasa kesulitan mengakses air bersih. Harapannya dengan dibangunnya sumur baru akan memberikan kemudahan dan menjadi ladang pahala bagi para donatur seperti air yang keluar dari sumur. (tabloidmatahati.com)

Mahasiswa Ekonomi Syariah FAI UMM Ikuti International Event “Konferensi Values 20 (V20)”

Bali, Oktober 2022. Sebagai tuan rumah Group of Twenty (G20) tahun ini, Indonesia memiliki peranan penting bagi terlaksananya forum berskala internasional itu.  Sebelum digelar forum G20, terlebih dahulu diadakan konferensi Values 20 (V20). Melalui undangan dari V20, Haziz Hidayat mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) jurusan Ekonomi Syariah berhasil terpilih menjadi salah satu delegasi dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai perwakilan Indonesia. Adapun konferensi V20 yang diikuti oleh perwakilan dari 20 negara ini dilaksanakan pada akhir Oktober lalu di Ubud Bali. V20 merupakan komunitas global yang mendukung G20 dalam inisiasi, pembangunan, serta penguatan kembali nilai-nilai individu, institusi, nasional dan global. Aziz, sapaan akrabnya mengaku sangat senang bisa terpilih menjadi delegasi di konferensi V20. Mahasiswa yang memang tertarik dengan isu-isu global itu mengatakan, ia dan delegasi dari negara lainnya banyak membahas terkait goals dan target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.  Menurutnya, pembahasan isu-isu terkait sangat menarik karena skalanya luas. Pun dengan aspek pengkajian serta tujuan-tujuannya yang banyak. Mulai dari sosial, ekonomi, lingkungan, hukum, dan lainnya. Mereka juga saling bantu untuk memberikan solusi atas permasalahan yang sedang dan akan terjadi. “Kebetulan saya mendapatkan projek di bidang lingkungan terkait penanggulangan food waste. Saya memberikan solusi yakni dengan menggunakan sistem pirolisis yaitu sebuah cara yang bisa berdampak dalam penanggulangan sampah. Sistem ini bahkan bsia menampung hampir 18 ton sampah yang kemudian diolah menjadi BBM, aspal, serta baja,” terangnya. Mahasiswa kelahiran tahun 1999 itu mengatakan, dirinya memang sering ikut dan berkontribusi dalam banyak konferensi internasional. Sebelumnya ia juga turut serta dalam Konferensi Sidang PBB tahun 2020 di Jakarta. Dari Pengalaman yang ia dapatkan, Aziz bersama teman-temannya di kampus mulai membangun SDGs Center di UMM. Berungtungnya, semua potensi yang dimiliki mahasiswa didukung penuh oleh Kampus Putih UMM. Sehingga ia dan teman-temannya tidak kesulitan dalam meningkatkan kualitas diri.  Ia juga menekankan bahwa SDGs 2030  itu bukan tanggung jawab perorangan, pemerintah, ataupun kelompok tertentu. Namun semua orang memiliki tanggungjawab untuk mewujudkannya. Maka kerjasama antar lini sangat diperlukan. “Sebagai perwakilan dari UMM dan Indonesia, banyak sekali pengalaman dan manfaat yang didapat lewat V20 ini. Semoga solusi-solusi yang kami berikan bisa ditindaklanjuti dan dikembangkan. Paling tidak nanti akan saya jalankan di lingkup kampus. Saya juga ingin mengajak mahasiswa lain untuk pro aktif dengan isu-isu global yang ada, sehingga UMM juga mempunyai peran penting. Bukan hanya di level Indonesia tapi juga dunia,” harap Aziz mengakhiri. (zak/wil)

KAPRODI HKI FAI UMM TERPILIH SEBAGAI KETUA PERKASA PERIODE 2022-2025

16 Oktober 2022. FAI UMM patut berbangga lantaran Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam, Muhammad Arif Zuhri, Lc., M.H.I, dinobatkan sebagai Ketua dari PERKASA (Perkumpulan Akhwal Syakhsiyah) Koordinator Perguruan Tinggi Islam Swasta Wilayah IV Surabaya. Momen pelantikan tersebut berlangsung di IAI Ibrahimy Banyuwangi, bersamaan dengan acara Workshop bertema “Integrasi Program MBKM dalam Kurikulum PTKIS” yang diadakan oleh PERKASA. Muhammad Arif Zuhri terpilih sebagai ketua PERKASA setelah melewati dua tahapan. Pertama, tahap pemilihan lewat jalur seleksi dan terpilihlah lima orang kandidat calon ketua. Kedua, tahap pemilihan melalui voting oleh seluruh anggota PERKASA, hingga muncul satu nama, Muhammad Arif Zuhri, Lc., M.H.I, sebagai ketua PERKASA masa bhakti 2022-2025 Sebagai informasi tambahan, PERKASA merupakan asosiasi yang diprakarsai oleh Koordinator Perguruan Tinggi Islam Swasta Wilayah IV Surabaya pada tahun 2016. Tugas PERKASA di antaranya ialah menghimpun dan menjembatani seluruh Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) yang ada di Perguruan Tinggi Swasta, khususnya dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat). Di samping itu, PERKASA juga berperan dalam upaya optimalisasi kinerja para akademisi yang berhilir pada lahirnya asosiasi profesi keilmuan di bidang Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhsiyah).  Semoga dengan terpilihnya Muhammad Arif Zuhri, prodi HKI UMM mampu meningkatkan kolaborasi positif dengan Prodi HKI di lembaga perguruan tinggi lainnya, serta dapat saling bersinergi guna menyongsong masa depan Prodi HKI yang lebih baik.(DM)