Tingkatkan Daya Saing Mahasiswa, Prodi Ekonomi Syariah Rangkul Praktisi Zahir Internasional

Malang, 13 November 2023. Dalam rangka meningkatkan pengalaman pembelajaran mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah UMM, Prodi menyelenggarakan kuliah pakar dengan mendatangkan praktisi Zahir Internasional. Kegiatan ini diselenggarakan dikhususkan untuk mahasiswa yang tengah menempuh Mata Kuliah Sistem Informasi Akuntansi. Praktisi yang didatangkan merupakan pengelola di PT Zahir Internasional, sebuah perusahaan yang menyediakan aplikasi akuntansi untuk perusahaan di bidang jasa, dagang, dan manufaktur. Kegiatan ini diselenggarakan di Laboratorium Pengembangan Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang yang bertepatan pada masjid A.R. Fachruddin. Materi disampaikan oleh Pak Kautsar Tasniem, atau biasa dipanggil dengan Pak Aal, yang merupakan pengelolan PT Zahir Internasional di Kota Malang. Pada awal materi, beliau memperkenalkan tentang PT Zahir. Perusahaan ini telah memiliki lebih dari 100.000 pengguna yang tersebar di Indonesia dan ASEAN. Khusus Kota Malang telah terdapat 1.500 pengguna. Perusahaan yang berdiri sejak 1996 menyediakan aplikasi yang memudahkan proses akuntansi di suatu perusahaan sehingga dapat menghasilkan informasi keuangan secara real time. Informasi ini kemudian akan dijadikan dasar pengambilan keputusan. Sehingga, aplikasi ini dapat meningkatkan efisiensi perusahaan dalam membuat keputusan bisnis dengan informasi yang cepat dan akurat. Pada sesi terakhir kegiatan, pemateri memberikan contoh penggunaan aplikasi Zahir untuk usaha UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Peserta kegiatan aktif dalam sesi ini, dari sesi materi dan sesi pertanyaan. Usaha yang dijadikan contoh merupakan usaha dari salah satu peserta, yaitu usaha hijab. Pemateri memperlihatkan bagaimana perubahan stok persediaan hijab, perubahan keuntungan, dan juga laporan keuangan secara real time. Sehingga, sektor UMKM juga dapat difasilitasi dengan aplikasi ini. Terakhir, kegiatan ini ditutup dengan foto bersama pemateri dengan peserta. Diharapkan dengan adanya mengundang praktisi dalam bidang akuntansi, mahasiswa mendapatkan pengalaman dan ilmu baru terkait akuntansi pada dunia usaha, selain mendapatkan ilmu teori di dalam kelas. [FMM] (Sumber: https://ekonomisyar.umm.ac.id/id/berita/meningkatkan-daya-saing-mahasiswa-dengan-praktik-aplikasi-akuntansi-bersama-zahir-internasional.html)
FAI UMM Gelar Rapat Tinjauan Manajemen untuk Peningkatan Mutu Akademik

MALANG – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) pada Selasa (5/11/2024) di Aula My Dormy UMM. Rapat yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.30 WIB ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, program studi, dan senat FAI UMM. Dekan FAI UMM, Prof. Dr. Khozin, M.Si. dalam sambutannya membuka rangkaian pemaparan kinerja program dari tiga bidang utama fakultas. Wakil Dekan I Bidang Akademik, Dr. Saiful Amien, M.Pd., memaparkan hasil survei kepuasan mahasiswa terhadap layanan akademik. Survei tersebut mencakup tiga aspek utama: kualitas pembelajaran, fasilitas pembelajaran, dan pelayanan akademik. “Meskipun mayoritas responden menyatakan puas, namun kita masih perlu meningkatkan berbagai aspek untuk mencapai tingkat kepuasan yang lebih optimal,” ungkap Dr. Saiful Amien. Berdasarkan analisis SWOT, beberapa area yang memerlukan peningkatan meliputi fasilitas kelas, koneksi internet, kualitas dosen, dan pelayanan staf TU. Dalam aspek penelitian dan publikasi, terungkap bahwa rata-rata publikasi dosen masih berkisar 1-2 publikasi per semester dengan mayoritas berada pada level Sinta 3-6. Hal ini menjadi catatan penting untuk pengembangan kualitas publikasi ke depan. Sementara itu, Wakil Dekan II, Idaul Hasanah, S.Ag., M.H.I., menekankan pentingnya pemetaan kepakaran dosen untuk memfokuskan arah penelitian dan karya ilmiah. “Pemetaan ini akan membantu mengoptimalkan kontribusi dosen sesuai bidang keahliannya,” jelasnya. Pada sesi pemaparan bidang kemahasiswaan dan kerjasama, Wakil Dekan III, Imamul Hakim, M.Sh., menyoroti pentingnya penguatan kerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) melalui pembuatan MoA untuk setiap instansi magang. “Meski menghadapi tantangan, kita tetap optimis untuk meningkatkan kerjasama internasional,” tambahnya. Rapat dilanjutkan dengan diskusi yang melibatkan Kepala Program Studi, Sekretaris Program Studi, Kepala Laboratorium, Kepala Lembaga, serta perwakilan senat dari setiap Program Studi di FAI. Diskusi ini bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kualitas akademik dan pelayanan di FAI UMM. (ika)
Kunjungan Universitas Islam Saudi Arabia ke FAI UMM: Langkah Strategis Menuju Kerjasama Internasional

Malang, 24 Oktober 2024 – Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI UMM) kembali mencatatkan sejarah penting dengan menerima kunjungan delegasi dari Universitas Islam Saudi Arabia. Kunjungan ini bertujuan untuk membahas berbagai peluang kerjasama strategis di bidang pendidikan dan pengembangan kompetensi, terutama dalam mendukung penguatan hubungan akademik antara kedua universitas. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh semangat, kedua pihak membahas potensi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang diharapkan dapat membuka jalan bagi berbagai bentuk kerjasama ke depan. Dekan FAI UMM menyampaikan, “Kami sangat antusias dengan peluang kerjasama ini. MoU dengan Universitas Islam Saudi Arabia akan menjadi dasar untuk mempererat hubungan akademik dan meningkatkan kualitas pendidikan di kedua institusi.” Pertukaran Pelajar: Membangun Jaringan Internasional Salah satu topik utama yang dibahas dalam pertemuan ini adalah program pertukaran pelajar. Melalui program ini, mahasiswa UMM khususnya dari FAI UMM akan mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung di Universitas Islam Saudi Arabia, memperdalam pemahaman mereka tentang Islam, serta memperkuat kemampuan bahasa Arab mereka. Sebaliknya, mahasiswa dari Saudi Arabia juga akan memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi sistem pendidikan dan budaya di Indonesia, khususnya di lingkungan FAI UMM. “Dengan program pertukaran ini, kami ingin mahasiswa kami tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki wawasan internasional yang luas,” ungkap M. Salis Yuniardi, M.Psi., P.Hd (Wakil Rektor IV UMM). Meningkatkan Akreditasi Internasional Kunjungan ini juga dianggap sebagai langkah penting dalam upaya FAI UMM untuk meraih akreditasi internasional. Melalui kerjasama dengan institusi bergengsi seperti Universitas Islam Saudi Arabia, FAI UMM berupaya memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan yang diakui secara global. Ini sejalan dengan visi universitas untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan yang berstandar internasional. Peluang Magang di Institusi Terkenal Saudi Arabia Selain pertukaran pelajar, peluang magang bagi mahasiswa FAI UMM di lembaga-lembaga terkemuka di Saudi Arabia juga menjadi topik yang dibahas. Program magang ini diharapkan dapat memberikan pengalaman praktis yang berharga bagi mahasiswa dalam berbagai bidang, terutama dalam konteks pendidikan, pengajaran bahasa Arab, dan pengembangan kurikulum berbasis Islam. Memperkuat Atmosfer Akademik Internasional Kehadiran delegasi dari Universitas Islam Saudi Arabia ini juga menjadi momentum untuk memperkuat atmosfer akademik internasional di FAI UMM. Kolaborasi ini tidak hanya terbatas pada pertukaran mahasiswa, tetapi juga dosen, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan penelitian di kedua universitas. “Kolaborasi ini akan memperkaya wawasan global dosen dan mahasiswa, serta memberikan mereka kesempatan untuk terlibat dalam riset-riset internasional,” tambah M. Salis Yuniardi, M.Psi., P.Hd (Wakil Rektor IV UMM). Pengembangan Pendidikan dan Peningkatan Kompetensi dalam Bahasa Arab Salah satu fokus utama dalam diskusi ini adalah pengembangan pendidikan dan peningkatan kompetensi, terutama dalam pengajaran bahasa Arab. Universitas Islam Saudi Arabia, dengan reputasinya sebagai salah satu pusat studi Islam dan bahasa Arab terkemuka, menawarkan kesempatan bagi FAI UMM untuk meningkatkan kualitas pengajaran bahasa Arab melalui pelatihan dan kerjasama pengembangan kurikulum. Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan hubungan antara FAI UMM dan Universitas Islam Saudi Arabia akan semakin erat, membuka banyak peluang bagi mahasiswa dan dosen kedua institusi untuk terus berkembang. Pertemuan ini juga menjadi langkah konkret FAI UMM dalam mewujudkan visinya sebagai universitas yang berdaya saing global.(dnr)
Dalami Pendirian Akta Perusahaan dan Contract Drafting, Mahasiswa CoE Prodi HKI UMM Magang di Kantor Notaris

Malang, 2 September 2024– Tiga mahasiswa dari Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI UMM) resmi memulai magang di Kantor Notaris Muhkam Arief Widodo, S.H., M.Kn pada hari Senin, 2 September 2024. Magang ini merupakan bagian dari praktik Kelas Profesional Corporate Law School yang diselenggarakan oleh Prodi Hukum Keluarga Islam FAI UMM. Peserta magang yang berkesempatan untuk menimba ilmu dan pengalaman langsung di lapangan adalah Syeni Razita, Anatsa Dhiya Ulhaq, dan Ahmad Luthfi Wahyu Pratama. Mereka akan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Soni Zakaria, S.Sy., M.H. Kegiatan magang ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan teori yang telah dipelajari di bangku kuliah ke dalam praktik nyata di dunia kerja, khususnya dalam bidang hukum notaris dan korporasi. Selama tiga bulan, para mahasiswa akan terlibat langsung dalam aktivitas sehari-hari di kantor notaris, mulai dari administrasi hingga pengurusan dokumen hukum. Tempat magang ini berlokasi di Kantor Notaris Muhkam Arief Widodo, S.H., M.Kn yang dikenal sebagai salah satu kantor notaris yang memiliki reputasi baik di Malang. Kantor ini telah menjadi mitra strategis bagi UMM dalam memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa. Magang ini akan berlangsung selama tiga bulan, dimulai pada 2 September 2024 hingga 2 Desember 2024. Kegiatan magang ini penting sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam bidang hukum keluarga Islam dan hukum korporasi. Dengan pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan praktis yang relevan dengan dunia kerja serta memperluas wawasan mereka mengenai aspek-aspek hukum yang aplikatif. Proses magang ini dimulai dengan acara sambutan yang dipimpin oleh Muhkam Arief Widodo, S.H., M.Kn, beserta staf kantor. Dalam sambutannya, Muhkam Arief Widodo menyampaikan pentingnya etika profesional dan disiplin dalam bekerja sebagai landasan utama dalam menjalani magang. Selain itu, para mahasiswa juga diberikan penjelasan mengenai tugas dan tanggung jawab yang akan mereka emban selama magang. Dengan magang ini, diharapkan mahasiswa dapat menyerap pengetahuan dan pengalaman sebanyak mungkin, serta mampu mengaplikasikan apa yang telah dipelajari dalam konteks dunia kerja nyata. Program ini juga menjadi langkah konkret bagi Prodi Hukum Keluarga Islam FAI UMM dalam mempersiapkan lulusannya untuk siap bersaing di dunia profesional, khususnya dalam bidang hukum.
Dosen FAI UMM Ikuti Pelatihan Penyusunan Program Pengabdian Eksternal dan Penulisan Artikel Jurnal Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat

MALANG – Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI-UMM) menggelar Pelatihan Penyusunan Program Pengabdian Eksternal dan Penulisan Artikel Jurnal Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat pada Rabu (28/8/2024). Acara yang berlangsung di Ruang 408-409 Gedung Kuliah Bersama (GKB) IV UMM ini diikuti oleh seluruh dosen FAI yang akan melaksanakan pengabdian. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas program pengabdian kepada masyarakat serta kemampuan penulisan ilmiah para peserta. Dekan FAI UMM, Prof. Dr. Khozin M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Melalui pelatihan ini, kami berharap para dosen dapat menyusun program pengabdian yang lebih terarah dan berdampak, serta mampu mendokumentasikan hasil pengabdian tersebut dalam bentuk artikel jurnal yang berkualitas,” ujar Prof. Khozin. Narasumber dalam pelatihan ini adalah Dr. Adi Sutanto, MM., IPU, yang menyampaikan materi mengenai strategi penyusunan proposal pengabdian yang efektif, cara mendapatkan pendanaan eksternal, serta teknik menulis artikel jurnal ilmiah yang sesuai dengan standar publikasi nasional dan internasional. Dr. Adi Sutanto membahas pentingnya perencanaan yang matang dalam menyusun proposal pengabdian. “Proposal yang baik harus memiliki latar belakang yang kuat, tujuan yang jelas, dan metode yang tepat,” jelasnya. Peserta juga dibekali dengan tips praktis dalam mengidentifikasi masalah di masyarakat yang relevan dengan bidang keahlian mereka. Selanjutnya, narasumber membahas strategi untuk mendapatkan pendanaan eksternal. “Penting bagi para dosen untuk memahami kriteria dan persyaratan dari berbagai sumber pendanaan, baik dari pemerintah maupun swasta,” terang Dr. Adi. Ia juga menekankan pentingnya membangun jejaring dan kolaborasi dalam mengakses peluang pendanaan. Dr. Adi Sutanto menjelaskan struktur umum artikel ilmiah dan cara menyajikan hasil pengabdian dalam format yang sesuai dengan standar jurnal. “Penulisan yang baik tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu menunjukkan signifikansi dan dampak dari kegiatan pengabdian yang telah dilakukan,” tegasnya. Peserta pelatihan terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Diskusi interaktif dan tanya jawab berlangsung intensif, menunjukkan tingginya minat para dosen untuk meningkatkan kualitas pengabdian dan publikasi ilmiah mereka. Dr. Faridi, M.Si. salah satu peserta, mengungkapkan apresiasinya terhadap pelatihan ini. “Materi yang disampaikan sangat relevan dan aplikatif. Saya mendapatkan banyak wawasan baru, terutama tentang cara mengemas hasil pengabdian menjadi artikel yang menarik untuk dipublikasikan,” ujarnya. Di akhir acara, Prof. Khozin kembali menekankan harapannya agar hasil pelatihan ini dapat segera diimplementasikan. “Kami berharap dalam waktu dekat akan melihat peningkatan jumlah dan kualitas proposal pengabdian eksternal serta artikel jurnal dari para dosen FAI-UMM,” ujarnya. Terlaksananya pelatihan ini mempertegas komitmen Fakultas Agama Islam UMM dalam meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat dan penulisan ilmiah dosen. Langkah ini sejalan dengan visi UMM untuk menjadi universitas terkemuka dalam pengembangan ilmu pengetahuan berbasis penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Ke depan, FAI-UMM berencana untuk mengadakan serangkaian pelatihan lanjutan dan pendampingan intensif bagi para dosen. Hal ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target peningkatan jumlah pengabdian eksternal dan publikasi ilmiah di lingkungan fakultas. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para dosen FAI-UMM tidak hanya mampu melaksanakan pengabdian yang lebih berkualitas, tetapi juga dapat mendokumentasikan dan menyebarluaskan hasil pengabdian mereka melalui publikasi ilmiah. Pada akhirnya, upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan di bidang agama Islam. (ika)
Ahli Falak FAI-UMM berikan Sosialisasi Kalender Hijriyah Global Tunggan (KHGT)

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (MTT PWM) Jawa Timur menggelar acara Sosialisasi Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) dan Pelatihan Hisab pada Sabtu dan Minggu, 24-25 Agustus 2024. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diselenggarakan di Aula Pusdiklat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan diikuti oleh Tim Divisi Hisab MTT Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Acara ini dibuka oleh Ketua MTT PWM Jatim, Dr. Achmad Zuhdi DH, M.Fil.I., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kontribusi dan dedikasi dalam kegiatan tarjih. “Siapapun yang tidak memberikan sesuatu yang layak, orang itu tidak akan mendapat perhatian,” ujarnya. Ia melanjutkan, “Kita bagian dari tarjih Jatim yang sudah bersedia menjadi keluarga tarjih, memberikan perhatian kepada tarjih dan menyisihkan sebagian waktu untuk aktif dalam tarjih.” Sambutan berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si., yang menyoroti peran strategis KHGT dalam upaya meminimalisir perdebatan di masyarakat terkait penentuan hari raya Islam. Dengan nada bercanda ia mengatakan, “Penentuan hari raya perbedaan satu hari, namun besoknya makan bareng.” Sulistyaningsih menekankan pentingnya pemahaman hasil Tajdid KHGT oleh seluruh pimpinan, khususnya MTT. “Letak strategis KHGT yaitu terkait KHGT bisa jadi di luar sana tidak realistis, masa iya akan bisa diterapkan global se-dunia, justru itulah pentingnya KHGT,” pungkasnya. Pemateri inti dalam acara ini adalah Drs. Muhammad Sarif, M.Ag., seorang ahli Ilmu Falak sekaligus Dosen Prodi Hukum Keluarga Islam Fakultas Agama Islam UMM. Sarif menyampaikan materi tentang Implementasi Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) dan permasalahan penentuan awal bulan Qamariyah. Ia juga membahas kesepakatan 130 peserta kongres penyatuan kalender Hijriyah Internasional yang dikenal dengan konsep One Day One Date. Dalam presentasinya, Uts Sarif mengidentifikasi dua faktor utama yang menjadi tantangan dalam penyatuan kalender Hijriyah global. Pertama, cara berpikir inward looking yang hanya fokus pada penyatuan lokal, seperti di Indonesia saja. Kedua, kuatnya masyarakat Muslim di berbagai belahan dunia yang masih berpegang teguh pada prinsip rukyat atau pengamatan hilal secara langsung. Tujuan utama diselenggarakannya acara ini adalah untuk mensosialisasikan konsep KHGT kepada para peserta dan meningkatkan pemahaman mereka tentang metode hisab dalam penentuan awal bulan Qamariyah. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat koordinasi antar tim hisab di Jawa Timur dalam mengimplementasikan KHGT. Lebih jauh, sosialisasi dan pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam upaya menyatukan penanggalan Islam, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga global. Dengan adanya pemahaman yang lebih baik tentang KHGT, diharapkan dapat mengurangi perbedaan dalam penentuan awal bulan Hijriyah yang sering kali menimbulkan kebingungan di masyarakat. Pelatihan hisab yang diberikan dalam acara ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Tim Divisi Hisab MTT PDM se-Jawa Timur dalam melakukan perhitungan astronomi untuk penentuan awal bulan Qamariyah. Hal ini penting mengingat metode hisab merupakan salah satu komponen kunci dalam implementasi KHGT. Melalui acara ini, MTT PWM Jawa Timur berupaya membangun kesadaran akan pentingnya penyatuan kalender Hijriyah, tidak hanya untuk kepentingan ibadah, tetapi juga untuk aspek sosial dan administratif umat Islam. Implementasi KHGT diharapkan dapat menjembatani perbedaan metode penentuan awal bulan yang selama ini menjadi sumber perdebatan di kalangan umat Islam. Dengan adanya sosialisasi dan pelatihan ini, diharapkan terjadi peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam hal hisab dan KHGT. Hal ini pada gilirannya dapat membantu mengurangi perbedaan dalam penentuan awal bulan Hijriyah di tingkat lokal maupun global, serta mendorong terciptanya kalender Hijriyah yang dapat diterima secara luas oleh umat Islam di seluruh dunia. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Muhammadiyah, khususnya Majelis Tarjih dan Tajdid, dalam memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu falak dan penanggalan Islam. Dengan pendekatan yang memadukan aspek ilmiah dan syar’i, Muhammadiyah terus berupaya menjembatani tradisi dan modernitas dalam konteks penanggalan Islam.
Perjalanan Becoming Muhammadiyah : Dari Keluarga Pendiri Majelis Riyadul Jannah hingga Pemrakarsa Pesantren Mahasiswa Muhammadiyah.

Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Halaqah Ilmiah Sabtu Pagi (HISP) Batch 5 dengan tema “Becoming Muhammadiyah,” yang bertempat di Ruang 502-504 Gedung Kuliah Bersama (GKB) II, Lantai 5. Acara ini dilaksanakan pada hari Rabu dan dihadiri oleh seluruh dosen, tenaga kependidikan, serta part timer di Lingkungan FAI-UMM. Pembicara utama dalam Halaqah Ilmiah ini adalah R. Tanzil Fawaiq Sayyaf, S.Sy., M.H., dosen Program Studi Hukum Keluarga Islam di FAI-UMM. Dalam kesempatan tersebut, R. Tanzil membagikan kisah perjalanannya menjadi bagian dari Muhammadiyah, sebuah perjalanan yang penuh refleksi dan transformasi. Ia mengungkapkan bahwa sejak kecil, dirinya tidak pernah bersinggungan dengan organisasi Muhammadiyah. Proses menjadi Muhammadiyah baru dimulai ketika ia menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Darussalam Gontor. Meskipun secara organisasi belum menjadi Muhammadiyah, namun secara ubudiyah, ia sudah mempraktikkan ibadah ala Muhammadiyah. Proses menjadi bagian dari Muhammadiyah kian terwujud saat R. Tanzil bergabung dengan UMM dan bertemu dengan Mata Kuliah Kemuhammadiyahan yang diajarkan oleh Dr. Faridi, M.Si. Salah satu mata kuliah yang membekas baginya adalah “Muhammadiyah dan Pluralisme”. Sejak bergabung di UMM pada tahun 2018, ia semakin aktif dalam kegiatan Muhammadiyah, termasuk berperan sebagai pengurus di Ranting Tegalgondo IKIP, LP3H PDM Malang, dosen AIK UMM, serta pengabdian di Masjid dan Mushola Muhammadiyah. Halaqah Ilmiah ini merupakan bagian dari upaya dakwah Islam melalui Muhammadiyah yang telah rutin dilakukan sejak periode dekanat sebelumnya dan kini telah memasuki batch ke-5. Acara ini dibuka oleh Wakil Dekan I FAI-UMM, Dr. Saiful Amien, M.Pd., yang menekankan pentingnya memahami dan memaknai proses bermuhammadiyah dalam setiap aspek kehidupan. Halaqah ini juga menjadi wadah bagi para dosen untuk berbagi pengalaman dalam proses Becoming Muhammadiyah, Being Muhammadiyah, dan Beyond Muhammadiyah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendakwahkan Islam melalui Muhammadiyah dan memperkuat ideologi Muhammadiyah di kalangan dosen serta tenaga kependidikan FAI-UMM. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menginspirasi para peserta dalam proses bermuhammadiyah dan menguatkan komitmen mereka terhadap persyarikatan. Hasil dari kegiatan ini nantinya akan dibukukan dalam bentuk buku rampai yang berisi kumpulan pengalaman para dosen FAI-UMM dalam proses Becoming Muhammadiyah. (ika)
Prof. Dr. Tobroni Bagikan Pergumulan Perjalanan Becoming Muhammadiyah Yang Sebenar-Benarnya dalam Halaqah Ilmiah Batch 5 FAI-UMM

Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar Halaqah Ilmiah Batch 5 dengan tema “Becoming Muhammadiyah,” yang diadakan di Ruang 502-504 Gedung Kuliah Bersama (GKB) II, Lantai 5. Acara ini dihadiri oleh seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan part timer FAI-UMM. Prof. Dr. Tobroni, M.Si., dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam di FAI-UMM, menjadi pemateri utama dalam acara ini. Beliau berbagi kisah perjalanan spiritual dan intelektualnya dalam menjadi bagian dari Muhammadiyah. Prof. Tobroni, yang berasal dari keluarga pesantren dan berlatar belakang politik PPP-Golkar, tumbuh di lingkungan yang penuh dengan nuansa keagamaan. Sejak sebelum lahir, ia sudah disebut sebagai “santri,” mengingat keluarganya yang merupakan keluarga santri dan ayah beliau adalah kyai di kampung. Selama masa kuliahnya di IAIN, Prof. Tobroni aktif mendirikan berbagai organisasi kemahasiswaan dan keilmuan. Persinggungannya dengan ideologi Muhammadiyah dimulai dari pertemanan dan diskusi yang intens selama masa kuliah. Namun, proses Becoming Muhammadiyah semakin intens setelah bergabung sebagai dosen di UMM. Melalui berbagai forum ilmiah dan pendidikan, serta kedekatan ilmiah dengan tokoh Muhammadiyah seperti Prof. Malik Fadjar, Prof. Tobroni mulai memahami dan meresapi nilai-nilai Muhammadiyah secara mendalam. Prof Tobroni sudah banyak menulis buku tentang Muhammadiyah. Halaqah Ilmiah ini bukan hanya sekadar diskusi ilmiah, tetapi juga merupakan sarana untuk mendalami perjalanan spiritual dan ideologis dalam Becoming Muhammadiyah. Prof. Tobroni menjelaskan bahwa perjalanan menjadi Muhammadiyah melibatkan berbagai tahapan, mulai dari Muhammadiyah Ainul Yaqien, yang bersifat kultural, hingga Muhammadiyah Haqqul Yaqien, di mana Muhammadiyah menjadi bagian yang inhern dalam kehidupan sehari-harinya. Prof Tobroni juga menyebutkan ada 5 tahapan bermuhammadiyah, tingkat Ranting adalah Perjuangan, Cabang adalah Pengakuan, PDM adalah Kehormatan, PWM Kepentingan dan PP adalah Aktualisasi Diri. Acara ini bertujuan untuk mendakwahkan Islam melalui Muhammadiyah dan memperkuat komitmen ideologis para dosen dan tenaga kependidikan FAI-UMM. Dengan adanya Halaqah Ilmiah Batch 5 ini, para peserta diharapkan mampu memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Muhammadiyah dalam kehidupan mereka. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendokumentasikan pengalaman para dosen dalam bentuk buku rampai, yang berisi kisah-kisah Becoming Muhammadiyah, Being Muhammadiyah, dan Beyond Muhammadiyah. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Dekan I FAI-UMM, Dr. Saiful Amien, M.Pd., yang menekankan pentingnya melestarikan tradisi akademik dalam berdakwah melalui Muhammadiyah. Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Prof. Tobroni, yang mengungkapkan bahwa proses Becoming Muhammadiyah yang ia lalui melibatkan berbagai tingkatan, dari perjuangan di tingkat ranting hingga aktualisasi diri di tingkat pusat. Diselenggarakan pada Rabu, 10 Juli 2024, di lantai 5 Gedung Kuliah Bersama II UMM, kegiatan ini menandai kelanjutan dari upaya FAI-UMM dalam memperkuat dakwah dan komitmen ideologis melalui forum ilmiah yang telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Dengan diadakannya Halaqah Ilmiah Batch 5 ini, para dosen FAI-UMM diharapkan dapat terus mengukir perjalanan mereka dalam bermuhammadiyah, baik dalam lingkup akademik maupun dalam kehidupan sosial mereka di masyarakat.
Lebarkan Sayap Ke Legal Property, CoE Prodi HKI FAI-UMM teken Kerjasama Magang Mahasiswa dengan Nayaka Residence

Malang, Senin (20/8/2024) – Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI-UMM) mengambil langkah strategis dalam pengembangan kompetensi mahasiswanya. Hari ini, bertempat di kantor legal dan marketing Nayaka Residence, digelar penandatanganan kerjasama magang antara Prodi HKI FAI-UMM dengan Nayaka Residence. Kegiatan bertajuk “Lebarkan Sayap Ke Legal Property” ini menandai dimulainya program magang tiga bulan bagi tiga mahasiswa Prodi HKI FAI-UMM. Sagita Wulandari, Reva Abidah Avriliani, dan Zulfa Dina Ulya terpilih sebagai peserta magang yang akan mendalami aspek legal di industri properti. Djedi Pangestu, S.H., M.H., selaku Senior Officer Legal sekaligus pemilik Nayaka Residence, memberikan sambutan hangat kepada para peserta magang. “Kami berharap pengalaman ini dapat memperluas wawasan dan keterampilan praktis mahasiswa dalam bidang hukum properti,” ujarnya. Selama program berlangsung, mahasiswa akan dibimbing langsung oleh Edi Rudianto, S.H., S.Sy., M.H., Legal Consultant Nayaka Residence dan Group. Sementara itu, Imroatus Solihah, S.H., S.Sy., M.H., ditunjuk sebagai dosen pembimbing lapang dari pihak universitas. Program magang ini merupakan implementasi dari Kelas Profesional Corporate Law School yang diselenggarakan Prodi HKI FAI-UMM. Tujuannya adalah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempraktikkan ilmu yang telah dipelajari di kelas, khususnya dalam konteks legal properti. “Melalui kerjasama ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman nyata dalam menangani aspek hukum di industri properti,” jelas Imroatus Solihah. “Hal ini sejalan dengan misi kami untuk menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja.” Selama tiga bulan ke depan, para peserta magang akan terlibat dalam berbagai aktivitas legal di Nayaka Residence dan grup afiliasinya. Mereka akan mempelajari proses penyusunan kontrak, penanganan sengketa properti, hingga aspek hukum dalam pengembangan proyek real estate. Program ini juga mencerminkan upaya Prodi HKI FAI-UMM dalam membangun jejaring dengan industri. Kerjasama dengan Nayaka Residence diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi lebih lanjut, termasuk kemungkinan rekrutmen lulusan di masa depan. Melalui inisiatif ini, Prodi HKI FAI-UMM membuktikan komitmennya dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dinamika industri hukum yang terus berkembang. Pengalaman magang di sektor properti ini diharapkan dapat memperkaya perspektif mahasiswa dan meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja. (ik)
Viral di Bursa Calon Walikota Malang, Inilah Sosok Alumni Sukses Prodi HKI FAI-UMM

Viral dalam bursa bacalon Wawali Kota Malang, Ali Muthohirin merupakan salah satu alumni sukses Prodi Hukum Keluarga Islam FAI-UMM. Ali Muthohirin telah mendapatkan restu dari Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep dan sedang menunggu keputusan Partai Gerindra untuk mengusung tokoh yang siap maju pilkada kota Malang 2024. Isu terakhir, para relawan Ali Muthohirin berharap ia dipasangkan dengan Wahyu Hidayat. “Kalau saya pribadi, perintahnya dari partai kan untuk N2 (Wakil Wali Kota Malang). Kalau untuk pasangan N1 nya ada beberapa nama dan mungkin opsi-opsi itu yang disampaikan relawan terkait dengan siapa saya dipasangkan nanti,” katanya. Ali Muthohirin adalah salah satu alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan karir entreprenuer dan pergerakan yang apik. Ali, sapaannya kini tengah menjabat sebagai komisaris independen Adhi Persada Beton. Di samping itu, ia juga memiliki sederet usaha kuliner dan properti. “Motivasi terbesar yang membuat saya di berada si titik ini adalah berbagi kemanfaatan ke sesama,” jelasnya. Usaha yang ia bangun berawal dari niat mulia untuk memberikan lapangan kerja para mahasiswa. Ia yang dulu kesulitan biaya untuk kulia,h tidak ingin orang lain merasakan hal yang serupa. Maka dari itu, munculah berbagai ide usaha yang ia buka. Salah satunya yakni usaha kuliner yang bernama Sambal Genit Resto. Selain mempekerjakan mahasiswa, tarif yang ia tawarkan juga terjangkau. Sehingga para perantau tidak perlu merogoh kocek yang terlalu dalam dan bisa menggunakannya untuk keperlun lain. Pun dengan bisnis properti yang ia bangun. Tidak hanya satu, tapi dua usaha yakni Mangkujoyo Property dan Maharaya Property. Keduanya menjadi bekal Ali untuk menjadi pribadi mandiri dan bertekad membantu sesama. “Biasanya anak-anak mahasiswa kan sering diskusi dengan saya. Dulu, saya hanya bisa kasih masukan saja. Tapi dengan memberikan jalan keluar dan bantuan secara materiil tentu akan lebih bermanfaat buat mereka,” katanya. Ali, begitu ia kerap disapa, juga getol untuk turun ke ruang-ruang publik dan politik. Bahkan ia telah aktif di organisasi pergerakan sejak duduk di bangku sekolah dan kuliah. “Keputusan saya untuk terjun ke ruang publik berawal dari pikiran bahwa anak muda tidak seharusnya menjadi generasi yang hanya bisa mencerca. Tapi juga harus berkontribusi dan berperan dalam mengambil kebijakan di ranah publik,” kata pria kelahiran Gresik itu. Ditanya mengenai inspirasinya, Ali menyebut nama Moeslim Abdurrahman, seorang intelektual yang juga turut berkontribusi di ranah publik. Ali yang dulu awalnya hanya terjun di dunia intelektual, akhirnya tergerak untuk terjun langsung. Berupaya agar bisa menjadi pihak yang mengambil kebijakan untuk kemanfaatan bersama. Ia bercerita bahwa sejak dulu dirinya memang aktif di wadah-wadah diskusi ilmiah seperti Jenesys, Young Political Leader, PPUT, hingga Tadarus Pemikiran Islam. “Saat tahu sosok Moeslim Abdurahman inilah, saya ingin mengikuti jejaknya. Menjadi cendekiawan sekaligus masuk di dunia politik. Harus bisa dirangkul bersama atau disinergikan,” katanya. Ali juga sempat memberikan pesan bagi para anak muda Indonesia. Di antaranya keikhlasan untuk menebar manfaat dan memiliki tujuan yang jelas serta menggapainya dengan konsistensi. Di samping itu harus mengasah passion masing-masing agar bisa sukses. “Tiap anak muda harus punya tujuan sendiri-sendiri. Ada yang fokus di entrepreneur, ada yang di politik, menjadi akademisi dan lainnya. Hal itu harus dimaksimalkan karena kita adalah masa depan Indonesia. Apalagi anak muda juga memiliki persentase cukup besar dalam aspek hak pilih dalam pemilu nanti, yakni sekitar 40 persenan,” tegasnya mengakhiri. (wil/ika)