Maba Gen 25 HKI UMM Raih Predikat Mahasiswa Terbaik dan Teraktif di PESMABA FAI 2025

Malang 12 September 2025  – Mahasiswa Baru  Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Gen 2025 mengawali langkah perkuliahan dengan torehan prestasi membanggakan. Dalam gelaran Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (PESMABA) Fakultas Agama Islam (FAI) 2025, mereka berhasil menyabet penghargaan sebagai Peserta Terbaik dan Peserta Teraktif. Penghargaan Peserta Terbaik diberikan kepada Tubagus Badras Salam sebagai peserta terbaik I dan Moch. Mirza Islami peserta terbaik III , sementara predikat Peserta Teraktif I diraih oleh Nurdin Doni Tupen Al Rusli. Pencapaian ini semakin istimewa karena mereka baru saja memulai perjalanan akademik di kampus, namun sudah mampu menunjukkan kualitas diri yang positif. Menurut Bela, selaku panitia Sie Acara PESMABA, penghargaan ini diberikan melalui proses pengamatan dan penilaian panitia selama kegiatan berlangsung. “Mereka bisa dibilang baru memulai langkah sebagai mahasiswa, tetapi sudah menunjukkan sikap luar biasa. Aktif, tidak malu bertanya, serta punya semangat yang tinggi menjadi poin utama kenapa mereka layak mendapatkan penghargaan tersebut,” jelasnya. Lebih dari sekadar simbolis, penghargaan ini mencerminkan bagaimana Mahasswa Baru HKI Gen 25 berusaha untuk tampil percaya diri, terlibat aktif dalam diskusi, hingga berani menyampaikan pertanyaan kritis di setiap sesi. Hal ini membuat mereka menonjol dibandingkan ratusan peserta lain.Pencapaian ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Prodi HKI UMM. Semangat dan antusiasme yang ditunjukkan para mahasiswa baru menunjukkan kesiapan mereka untuk beradaptasi dengan dunia perkuliahan, menjalin kerja sama dengan mahasiswa lintas prodi, serta mengembangkan diri baik dalam aspek akademik maupun organisasi. Ajang awarding di akhir PESMABA FAI 2025 menjadi momen yang tak terlupakan bagi seluruh peserta. Bagi Maba HKI Gen 25, prestasi ini bukan hanya sekadar apresiasi di awal perjalanan, tetapi juga menjadi motivasi besar untuk terus mengukir prestasi dan memberikan kontribusi nyata bagi prodi, fakultas, hingga universitas. Dengan semangat luar biasa yang telah ditunjukkan, besar harapan agar prestasi pertama ini menjadi langkah awal yang akan mengantarkan mereka menuju capaian-capaian lebih gemilang selama menempuh studi di UMM.

Prodi Hukum Keluarga Islam UMM Resmi Terakreditasi Internasional FIBAA Tanpa Syarat

Malang – Prestasi membanggakan kembali diraih Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Berdasarkan keputusan resmi dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA), Prodi HKI UMM berhasil memperoleh akreditasi internasional selama lima tahun ke depan tanpa syarat (unconditional accreditation). Keputusan ini diumumkan langsung oleh Komite Akreditasi dan Sertifikasi FIBAA. Dalam surat resminya, FIBAA menyampaikan bahwa Prodi HKI bersama seluruh program studi UMM pada Klaster 3 berhak menyandang FIBAA Quality Seal, sebuah pengakuan bergengsi yang menandakan standar mutu akademik, kurikulum, serta tata kelola pendidikan telah diakui secara global. Akreditasi FIBAA adalahakreditasi internasional yang diberikan oleh Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA) kepada institusi dan program pendidikan tinggi, terutama di bidang bisnis, ekonomi, manajemen, hukum, dan ilmu sosial, untuk menjamin standar kualitas akademik dan relevansi kurikulumnya secara global.  Prosesnya melibatkan asesmen komprehensif oleh tim ahli internasional terhadap aspek pengajaran, penelitian, dan manajemen program, serta memberikan bukti objektif tentang kualitas pendidikan dan mempromosikan daya saing lulusan di pasar kerja internasional.  Tujuan akreditasi internasional ini adalah untuk mempromosikan kualitas dan transparansi dalam pendidikan dan sains dengan memberikan sertifikat kualitas kepada program pendidikan dan lembaga pendidikan di bidang pendidikan tinggi dan pengembangan profesional berkelanjutan. FIBAA mengejar tujuan ini secara khusus dengan mengembangkan metode dan alat yang sesuai dan dengan menerapkannya.  Ini menetapkan pedoman untuk masing-masing target kualifikasi program pendidikan dan penyedia sumber daya pendidikan dan membentuk komisi berkualifikasi internasional untuk tujuan akreditasi, sertifikasi dan evaluasi program pendidikan domestik dan asing dan penyedia sumber daya pendidikan. FIBAA memiliki jaringan internasional dan bekerja erat dalam kerangka badan internasional untuk meningkatkan daya banding standar mutu dan prosedur manajemen mutu. “Pencapaian akreditasi internasional ini menjadi bukti bahwa HKI UMM memiliki kualitas akademik yang mampu bersaing di tingkat dunia. Kami berharap hal ini semakin memotivasi seluruh sivitas akademika dalam memberikan kontribusi terbaik untuk umat dan bangsa,” ungkap Kaprodi HKI UMM, Muhammad Arif Zuhri. selain itu, Arif Zuhri juga memberi apresiasi atas kinerja tim task force penyusunan borang akreditasi FIBAA atas dedikasi dan kerih payahnya hingga membuahkan hasil ini. Selanjutnya, FIBAA akan mengirimkan laporan akhir hasil akreditasi beserta sertifikat resmi kepada UMM, sebelum nantinya dipublikasikan melalui situs FIBAA dan Database of External Quality Assurance Results (DEQAR). Dengan raihan ini, Prodi HKI UMM semakin mempertegas posisinya sebagai pusat pendidikan hukum keluarga Islam yang unggul, bereputasi internasional, dan berdaya saing global. (nm/is)

PELEPASAN MAGANG COE BATCH 3: MAHASISWA PRODI PBA UMM SIAP MELEBUR BARENG AGENSI PENERJEMAHAN NUSANTARA

PBA UMM News – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adakan pelepasan magang Center of Excellent batch 3 angkatan 2022 di Hall Manajemen GKB 2 Lantai 5 UMM, pada hari Rabu, 3 September 2025 pukul 08.30-11.30. Pelepasan magang diikuti oleh seluruh mahasiswa PBA angkatan 2022, jajaran dosen PBA, dan diresmikan langsung oleh dekan FAI (Prof. Dr. Khozin, M.Si). Pada sambutannya, Khozin menuturkan bahwa mahasiswa harus memiliki skill (keterampilan) dan pengetahuan (ilmu murni dan terapan). Ia juga menambahkan “bahasa masuk dalam ilmu alat, sejajar dengan filsafat, dan metodologi penelitian”. Sehingga jika belajar bahasa, berarti belajar ilmu alat. Contoh: mimpin doa dengan baik dan bahasa Arab digunakan untuk penerjemahan (artinya menggunakan bahasa sebagai alat). Pada magang CoE batch 3 tahun 2025 ini, mahasiswa ditempatkan di 5 agensi penerjemahan yang tersebar di beberapa daerah di nusantara seperti di Katagonia (Tangerang Selatan), CMM Translation (Bekasi), Translation Transfer (Jember), Mainkata Translation (Sidoarjo), dan Licolize Communication (Malang). Serta direncanakan, magang akan berlangsung selama ± 4 bulan sejak 7 September – 30 Desember 2025. Semoga dengan adanya magang industri ini, menambah bekal dan pengetahuan para mahasiswa dalam dunia penerjemahan serta upgrade diri dalam dunia kerja. [ATy]

Dipercaya Penuh di Malaysia, Mahasiswa PBA UMM Jalankan Misi Bahasa di Institut Tahfiz Bintulu

Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI UMM) kembali mengukir langkah prestisius di ranah internasional. Kali ini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) diberangkatkan untuk mengikuti Program Magang Internasional Batch 3 di Institut Tahfiz Bintulu (ITB), Sarawak, Malaysia. Program yang berlangsung mulai 18 Juli hingga 8 September 2025 ini menjadi bagian penting dari agenda internasionalisasi kampus sekaligus sarana untuk memperkuat kapasitas bahasa Arab mahasiswa di level global. Acara pembukaan magang dilaksanakan di Aula ITB dengan suasana penuh kehangatan. Rombongan mahasiswa diterima langsung oleh Mudir (Direktur) ITB, Ustadz Husin Zaenal Arifin, beserta jajaran guru dan civitas akademika ITB. Hadir pula Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Muhammad Fadli Ramadhan, S.Pd.I., M.Pd., yang turut menyampaikan sambutan sekaligus memberi motivasi kepada mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya. Dalam sambutannya, Ustadz Husin Zaenal Arifin menyampaikan apresiasi atas kerja sama antara UMM dan ITB. Beliau juga menaruh kepercayaan penuh kepada mahasiswa untuk melaksanakan program kebahasaan, sembari memberikan pesan agar tetap fokus pada penguatan bahasa dan tidak menyentuh ranah akidah yang sudah memiliki kurikulum tetap di ITB. “Bahasa adalah kunci untuk memahami Islam secara mendalam. Menguasai bahasa Arab berarti membuka jalan untuk menyelami khazanah keilmuan Islam yang sangat luas,” ungkapnya. Selama magang, mahasiswa PBA FAI UMM memiliki tanggung jawab utama dalam menjalankan dauroh lughoh atau program kebahasaan. Kegiatan ini dirancang untuk menciptakan bi’ah lughawiyyah (lingkungan berbahasa) yang kondusif di ITB. Program kebahasaan yang dijalankan mencakup berbagai aktivitas, antara lain: Liqoul Mufrodat (pertemuan kosakata), Muhadatsah (percakapan sehari-hari), Insya’ (mengarang dan menulis), serta kelas multimedia yang memadukan pembelajaran bahasa dengan teknologi digital. Menurut Muhammad Alfaridzi, selaku koordinator magang, program ini bukan hanya sekadar praktik mengajar, melainkan juga ruang belajar bersama. “Kami berusaha menghadirkan pembelajaran yang menarik, interaktif, dan menyenangkan, agar santri ITB semakin termotivasi untuk menggunakan bahasa Arab dalam keseharian,” jelasnya. Pengalaman Belajar Lintas Negara Program Magang Internasional ini memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan sistem pendidikan di Malaysia yang memiliki kultur berbeda dengan Indonesia. Melalui interaksi ini, mahasiswa belajar beradaptasi dengan metode pembelajaran baru, pola kedisiplinan, serta manajemen pendidikan yang diterapkan di ITB. Alfaridzi menambahkan, pengalaman lintas negara ini akan sangat bermanfaat ketika mereka kembali ke tanah air. “Magang ini menjadi jembatan untuk melihat bagaimana kultur pendidikan di luar negeri berjalan. Dari situ, kami bisa membawa pulang praktik baik yang dapat diadaptasi dan diterapkan dalam konteks pendidikan di Indonesia, khususnya di pesantren maupun lembaga pendidikan berbasis Islam,” ungkapnya. Agar program berjalan sesuai target, evaluasi mingguan dilakukan secara daring bersama DPL. Melalui forum evaluasi ini, mahasiswa bisa menyampaikan perkembangan, tantangan, sekaligus solusi dari setiap kegiatan yang mereka jalankan di ITB. Dr. Fadli menegaskan bahwa pendampingan akademik tetap berjalan meskipun mahasiswa berada di luar negeri. “Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa mendapatkan bimbingan yang cukup, sehingga kualitas program tetap terjaga,” ujarnya. Magang internasional ini bukanlah program yang bersifat sesaat, melainkan diharapkan menjadi tradisi akademik yang terus dilanjutkan di tahun-tahun mendatang. “Harapan terbesar saya adalah program kebahasaan ini bisa terus diestafetkan dari masa ke masa. Bahasa adalah salah satu unsur terpenting dalam lembaga pendidikan pesantren. Tanpa penguasaan bahasa, sulit bagi kita untuk mengakses literatur keilmuan Islam dengan baik,” pungkas Alfaridzi. Internasionalisasi FAI UMM Program Magang Internasional Batch 3 ini merupakan bagian dari komitmen FAI UMM untuk mendorong internasionalisasi kampus. Sebelumnya, beberapa batch magang juga telah dilaksanakan di negara lain dan mendapat respons positif. Dekan FAI UMM menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan visi UMM sebagai kampus berkemajuan yang menyiapkan generasi Islam berdaya saing global. Melalui program ini, FAI UMM tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten di bidang akademik, tetapi juga memiliki pengalaman lintas budaya dan wawasan internasional. Ke depan, diharapkan semakin banyak mahasiswa FAI UMM yang terlibat dalam program serupa sehingga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan Islam, baik di dalam negeri maupun di kancah global. Dengan berakhirnya program pada awal September nanti, mahasiswa PBA FAI UMM akan kembali ke Malang membawa segudang pengalaman dan cerita inspiratif. Bukan hanya sekadar magang, tetapi juga sebuah perjalanan pembelajaran hidup yang memperkuat jati diri mereka sebagai calon pendidik profesional di bidang bahasa Arab. (frhn/ik)

Mahasiswa Baru Gen 25 HKI UMM Ikuti Materi Keprodian : Kenal Lebih Dekat Struktural & Layanan Prodi

Malang, 11 September 2025 – Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan materi keprodian khusus untuk mahasiswa baru angkatan 2025. Kegiatan ini menjadi ajang pengenalan bagi Gen 25 untuk memahami lebih dekat struktur kepengurusan, layanan, serta arah pengembangan prodi. Acara yang berlangsung di Aula Rusunawa P2KK UMM ini menghadirkan jajaran pengelola prodi, yakni: M Arif Zuhri, M.H.I. selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) HKI UMM, Soni Zakaria, M.H. selaku Sekretaris Program Studi (Sekprodi), R. Tanzil Fawaiq Sayyaf, M.H. selaku Kepala Laboratorium Syariah (Kalab Syariah) dan Rizqi Evalina ,S.T selaku staf Tata Usaha (TU) Dalam sambutannya, Bapak Kaprodi Arif Zuhri menegaskan pentingnya mahasiswa HKI untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif dengan perkembangan zaman. “Mahasiswa HKI UMM harus memiliki integritas, keilmuan yang kokoh, dan siap menghadapi tantangan di dunia hukum Islam. PESMABA ini menjadi titik awal untuk menanamkan visi itu,” ujarnya. Sementara itu, Sekprodi Bapak Sony Zakaria menjelaskan mekanisme perkuliahan, sistem akademik, hingga layanan yang dapat diakses mahasiswa. Ia berharap Gen 25 mampu beradaptasi dengan cepat dan aktif memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Dari sisi praktikum, Kalab Syariah, Bapak Tanzil Fawaiq Sayyaf, memaparkan pentingnya Laboratorium Syariah sebagai ruang pengembangan keterampilan hukum, terutama dalam simulasi peradilan agama. “Lab Syariah bukan hanya tempat praktikum, tetapi juga wadah menempa profesionalisme calon praktisi hukum Islam,” ungkapnya. Selain itu, Bu Kiki dari Tata Usaha (TU) memperkenalkan berbagai layanan administrasi akademik, mulai dari KRS, surat-menyurat, hingga kebutuhan administrasi lain yang mendukung kelancaran studi mahasiswa. Kegiatan materi keprodian ini ditutup dengan sesi tanya jawab, di mana mahasiswa baru berkesempatan menyampaikan pertanyaan terkait perkuliahan maupun layanan prodi. Dengan adanya agenda ini, diharapkan Gen 25 HKI UMM tidak hanya mengenal struktur prodi secara formal, tetapi juga termotivasi untuk membangun kedekatan dengan dosen, tenaga kependidikan, serta kultur akademik yang ada di HKI UMM. (Nm)