Sosialisasi Visi, Misi, Tujuan dan Strategi (VMTS) Fakultas Agama Islam UMM
Malang, 4 Januari 2024. FAI UMM gelar sosialisasi Visi, Misi, Tujuan dan Strategi (VMTS) di hadapan sivitas akademikanya. Bertempat di Aula Rusunawa 1 Gedung B, kegiatan ini dihadiri oleh jajaran dekanat, para Kaprodi, dosen, perwakilan lembaga intra FAI, serta mahasiswa angkatan 2023 sejumlah 146 orang, Momen sosialisasi VMTS diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh (Assoc.) Prof. Dr. Khozin, M.Si selaku Dekan FAI. Melalui sambutannya, beliau menyampaikan maksud dan tujuan diselenggarakannya sosialisasi VMTS kali ini. Secara umum, acara ini bertujuan untuk mengenalkan VMTS Fakultas ke seluruh sivitas akademika di lingkungan FAI UMM. Berikutnya, acara dilanjutkan dengan pemaparan dari Wakil Dekan I FAI UMM, Pradana Boy, ZTF, Ph.D. Pada penjelasan yang disampaikan, breakdown VMTS FAI dimaknai melalui: pertama, penguasaan kompetensi lulusan, khususnya di empat Prodi yang dimiliki oleh FAI yakni PAI, PBA, HKI dan Ekos. Kedua, orientasi penguasaan internasionalisasi kelembagaan. Sesi berikutnya ialah penyampaian materi dari Wakil Dekan II FAI UMM, Dr. Saiful Amien, M.Pd. Pak Amien -sapaan akrab beliau- menyampaikan tentang makna visi dan misi. Dalam konteks personalitas diri, visi bermakna “how to be” dan misi sebagai penjabarannya melalui “how to do”. Oleh karenanya, misi FAI dimaknai oleh beliau dalam enam kegiatan utama: Pendidikan dan pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi riset, kerjasama nasional maupun internasional, serta al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Wakil Dekan III melanjutkan pemaparan pada sesi ketiga. Fokus penyampaian Imamul Hakim, S.E., M.Sh berkutat pada bidang kemahasiswaan. Beliau menjelaskan bahwa tugas utama mahasiswa salah satunya ialah menyelesaikan studi melalui Tugas Akhir (TA). Pada ranah tersebut, FAI UMM telah memiliki 9 skema yang dapat dijadikan pilihan bagi mahasiswa. Tentunya, dengan adanya fleksibilitas tersebut akan mampu menyokong ketercapaian VMTS lembaga. (DM)
Halaqah Ilmiah Sabtu Pagi (HISP) FAI UMM: Muhammadiyah yang Saya Kenal (session 2)

SABTU, 9 Desember 2023. Gelaran Halaqah Ilmiah Sabtu Pagi (HISP) FAI-UMM kali ini mengambil tema “Muhammadiyah yang Saya Kenal (2)”. Bertindak sebagai pemateri Bapak Muhammad Yusuf, M.Pd.I dan Ibu Rahmi Amalia, M.A. Presentasi kedua pemateri tersebut dipandu oleh Ibu Anisatu Toyyibah, M.Hum sebagai moderator. Bertempat di GKB III Lt. 5 Ruang Laboratorium Tarbiyah UMM, Bapak Yusuf selaku pemateri pertama mengawali paparan dengan mengulas kehidupan masa kecilnya dalam lingkungan keluarga prajurit. Narasi dosen Prodi PAI tersebut berlanjut pada proses perjumpaanny dengan Muhammadiyah. Beliau memaparkan bahwa IMM memberikan kontribusi nyata dalam mengubah pola pemikiran progresif dalam diri pemateri. Dalam perjumpaan inilah pemateri mengenal iklim intelektualitas Muhammadiyah melalui studi yang dijalaninya pada program pascasarjana UMM. Titik kulminasi inilah yang pada akhirnya berhasil menambatkan hatinya pada organisasi yang didirikan Ahmad Dahlan tersebut. Berikutnya, materi disampaikan oleh Ibu Rahmi. Dalam penyampaian materinya, Bu Rahmi -begitu beliau kerap disapa- menarasikan historisitas perjumpaan dan pergumulannya dengan Muhammadiyah. Secara lugas, dosen Program Studi Ekonomi Syariah FAI tersebut menjabarkan jika Muhammadiyah telah dikenal olehnya sejak kecil, meskipun beliau tidak dibesarkan dalam keluarga yang aktif di organisasi Muhammadiyah. Pergumulan dengan Muhammadiyah semakin mantap dirasakan Bu Rahmi saat beliau menikah dengan warga Muhammadiyah yang kini menjadi suaminya. Sebagai penutup, Dosen yang berasal dari Medan tersebut memeberikan closing statement “Pengajian itu adalah amal yang harus diusahakan”. Semoga dengan adanya pemaparan topik “Muhammadiyah yang Saya Kenal” ini, semakin memperkuat ideologi keberagamaan dan loyalitas yang kokoh kepada organisasi Muhammadiyah. (DM)
Halaqah Ilmiah Sabtu Pagi (HISP) FAI UMM: Muhammadiyah yang Saya Kenal (session 1)

SABTU, 4 November 2023. Gelaran Halaqah Ilmiah Sabtu Pagi (HISP) FAI-UMM kali ini mengambil tema “Muhammadiyah yang Saya Kenal (1)”. Bertindak sebagai pemateri Bapak Dr. Umiarso, M.Pd.I dan Ibu Sri Cahyaning Umi Salama, S.EI., M.Si. Presentasi kedua pemateri tersebut dipandu oleh Bapak Arif Luqman Hakim, S.E.I., M.E sebagai moderator. Bertempat di GKB III Lt. 5 Ruang Laboratorium Tarbiyah UMM, Bapak Umiarso selaku pemateri pertama mengawali paparan dengan mengulas kehidupan keberagamaan pemateri sebelum mengenal dan mendalami Muhammadiyah. Dalam pandangan pemateri, lingkungan memiliki pengaruh dan andil besar dalam mewarnai kehidupan keberagamaan yang dimilikinya. Masa kecil hingga ramaja dilalui pemateri dengan tradisi keberagamaan masyarakat yang lekat dengan beragam ritual yang diistilahkannya sebagai “slametan” dan pernak-pernik lainnya. Paparan Pak Umi -sapaan akrab beliau- dilanjutkan dengan narasi perjumpaan beliau dengan Muhammadiyah. Nuansa keagamaan yang sarat dengan pikiran-pikiran progresif ditemukannya melalui organisasi HMI saat menjadi mahasiswa. Dalam perjumpaan inilah pemateri mengenal iklim intelektualitas Muhammadiyah yang berhasil menambatkan hatinya pada organisasi yang didirikan Ahmad Dahlan tersebut. Berikutnya, materi disampaikan oleh Ibu Salama. Dalam penyampaian materinya, Bu Salama -begitu beliau kerap disapa- menarasikan historisitas perjumpaan dan pergumulannya dengan Muhammadiyah. Secara lugas, desen Program Studi Ekonomi Syariah FAI tersebut menjabarkan jika Muhammadiyah telah berhasil membentuk pola pemikiran keagamaannya menjadi semakin baik, terlebih semenjak beliau berkhidmat dengan mengabdi sebagai dosen di UMM. Semoga dengan adanya pemaparan topik “Muhammadiyah yang Saya Kenal” ini, semakin memperkuat ideologi keberagamaan dan loyalitas yang kokoh kepada organisasi Muhammadiyah. (DM)
Asesmen Lapangan Akreditasi Prodi S1 Pendidikan Agama Islam FAI UMM

Program Studi Pendidikan Agama Islam tengah berdebar-debar. Pasalnya, setelah dua bulan lalu melakukan submit borang akreditasi melalui akun SIMALAMDIK (https://sima.lamdik.or.id/), bulan Oktober 2023 ini baru dilakukan asesmen lapangan. Asesmen lapangan dilaksanakan secara luring (offline) pada Rabu – Kamis, 11 – 12 Oktober 2023. Kegiatan Asesmen Lapangan Akreditasi Prodi PAI ini dilakukan oleh 2 Asesor dari LAMDIK, yakni Dr. Akhmad Rifa’i, M.Phil dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan Dr. Abdul Quddus, M.A dari UIN Mataram. Para civitas akademika Fakultas Agama Islam UMM, khususnya tim akreditasi Prodi PAI telah menyiapkan data-data yang dibutuhkan sekaligus menghadirkan beberapa stakeholder terkait, baik dari pihak UPPS dan PS, mahasiswa, dosen serta mitra kerja sama. Asesmen lapangan ini merupakan salah satu tahapan dalam proses akreditasi yang bertujuan untuk melakukan verifikasi, validasi dan klarifikasi terhadap data dan informasi yang tertulis pada Laporan Evaluasi Diri (LED) serta melakukan penilaian lapangan di Program Studi. Pada hari pertama ini, tim asesor LAMDIK secara langsung melakukan konfirmasi data naratif yang telah disampaikan dalam borang dengan yang ada di lapangan. Data tersebut meliputi Sarana Prasarana, Sumber Daya Manusia, Mahasiswa dan Lulusan, Dosen dan Tenaga Kependidikan, Mitra, Stakeholder dan Pengguna Lulusan. (DM)
Asesmen Lapangan (AL) Prodi Pendidikan Agama Islam FAI-UMM

Rabu, 11 Oktober 2023. Program Studi Pendidikan Agama Islam melaksanakan tahapan Asesmen Lapangan (AL) sebagai bagian dari rangkaian proses akreditasi kelembagaan di bawah naungan Kopertais Wilayah VII Jawa Timur. Bertempat di aula GKB IV Lantai 4, kegiatan AL dihadiri oleh asesor, pimpinan UPPS, pimpinan dan pengelola Prodi, tim task force akreditasi, serta para undangan. Kesempatan AL kali ini diasesori oleh Bapak Dr. Akhmad Rifa’i, M.Phil dan Bapak Dr. Abdul Quddus, MA Acara dimulai tepat pkl. 08.30 WIB dengan sesi konfirmasi data kuantitatif dan kualitatif. Berikutya, konfirmasi dilakukan oleh Asesor kepada mahasiswa, alumni, dan pengguna eksternal. Tidak lupa, penilaian terhadap keterampilan mengajar dosen dilakukan melalui paraktik microteaching. (DM)
Halaqah Ilmiah Sabtu Pagi (HISP) FAI UMM: Pembaruan Metode Dakwah Muhammadiyah

SABTU, 7 September 2023. Gelaran Halaqah Ilmiah Sabtu Pagi (HISP) FAI-UMM kali ini mengambil tema “Pembaruan Metode Dakwah Muhammadiyah”. Bertindak sebagai pemateri Bapak HN. Taufiq, M.Ag dan didampingi oleh Soni Zakaria, MH. sebagai moderator. Bertempat di GKB III Lt. 5 Ruang Laboratorium Tarbiyah UMM, Bapak Taufiq selaku pemateri mengawali paparan dengan mengulas urgensi dan latar belakang revitalisasi dakwah Muhammadiyah. Dalam pandangan pemateri, terdapat dua urgensi yang penting dipahami. Pertama, kompleksitas problematika masyarakat dewasa ini, seperti kriminalitas dan krisis moral. Kedua, makin berkembangnya radikalisme pemikiran di kalangan masyarakat yang berujung pada munculnya kontroversial. Pemateri yang merupakan dosen senior Program Studi PAI UMM tersebut melanjutkan paparannya dengan mengungkap sejumlah langkah pembaruan Muhammadiyah. Peningkatan SDM dakwah, pembaruan sistem dakwah, serta penguatan infrastruktur dakwah merupakan tiga langkah awal yang dapat dilakukan sebagai upaya pembaruan metode dakwah di persyarikatan Muhammadiyah. Berikutnya, langkah yang dapat ditempuh ialah dengan memperkuat dan memperluas jaringan dakwah, serta upaya diseminasi dakwah kultural melalui Majelis Diktilitbang Muhammadiyah. Sebagai penutup, Bapak Taufiq menekankan dakwah “dunia maya” melalui digitalisasi dakwah sebagai metode dakwah modern yang efektif di tengah kepungan perkembangan Iptek dewasa ini. (DM)
Usung Tema Moderasi Islam dalam Konteks Transformasi Pendidikan di Indonesia, PAI UMM Hadirkan Pakar di Bidang Pemikiran Islam

Prodi Pendidikan Agama Islam FAI UMM menggelar kuliah perdana Sabtu, 23 September 2023. Bertempat di Aula GKB 3 Lt. 5 UMM, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang sejarah, basis pemikiran, dan urgensi moderasi Islam dalam konteks Indonesia. Kuliah perdana yang dilaksanakan secara luring ini dihadiri oleh mahasiswa Prodi PAI Angkatan 2021 hingga 2023 dan dibuka langsung oleh Dr. Saiful Amien, M.Pd selaku Wakil Dekan II FAI UMM. Mengusung tema “Transformasi Pendidikan Islam: Sejarah dan Basis Pemikiran Moderasi Islam di Indonesia”, kuliah perdana ini menghadirkan dua pemateri yang pakar di bidangnya, yakni Dr. Ahmad Barizi, M.A dan Fahrudin Mukhlis, M.IRKH. Sambutan pertama disampaikan oleh Kaprodi PAI FAI UMM, Zulfikar Yusuf, M.Pd.I. Beliau menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini selaras dengan target kompetensi lulusan PAI. Dalam kesempatan ini, Pak Zul -sapaan beliau- memberikan apresiasi sekaligus harapan kepada para peserta kuliah perdana untuk memanfaatkan momen ini sebaik-baiknya, sehingga dapat menambah wawasan tentang konsep moderasi Islam dalam konteks Indonesia. Dr. Saiful Amien, M.Pd selanjutnya memberikan sambutan yang kedua. Doktor dengan bidang keahlian teknologi pembelajaran tersebut menyampaikan ketertarikannya terhadap tema yang diusung pada kuliah perdana ini. Dalam gagasannya, moderasi Islam dapat dikontekstualisasikan dalam proses belajar para mahasiswa. Proses perubahan (change) dari semula tidak paham menjadi paham, menjadi sebuah basis penting untuk mengimplementasikan moderasi dalam kehidupan sehari-hari, bahwa penting bagi tiap individu memahami keragaman yang ada di Indonesia. Sesi utama dimulai dengan pemaparan materi oleh Bapak Assoc Prof. Dr. Ahmad Barizi, M.A. Dalam penyampaian meterinya, Kaprodi S3 (Doktor) PAI-BSI UIN Maliki Malang tersebut mengulas aspek definisi, posisi, dan urgensi moderasi Islam dalam konteks Indonesia. Lebih lanjut, Bapak Barizi menegaskan bahwa di pundak mahasiswalah peran transformasi pendidikan Indonesia menemukan sandarannya. Melalui basis pemikiran yang moderat, beliau yakin bahwa transformasi pendidikan Indonesia mampu menemukan eksistensinya. Materi kedua disampaikan oleh Fahrudin Mukhlis, M.IRKH. Beliau mengulas topik bertajuk “Wasathiyah Islam vs Moderasi Beragama”. Pada kesempatan tersbeut, Kepala Laboratorium FAI UMM tersebut memaparkan konsep wasathiyah dalam bahasa yang lugas. “Ingat..wasathiyah dalam bahasa sederhana bisa kita maknai dengan sikap “pertengahan”, sikap yang berada di tengah-tengah..tidak ekstrim ke kiri maupun ekstrim ke kanan”, ungkapnya. Di akhir acara, dilakukan sesi diskusi yang diikuti secara antusias oleh para peserta. Tak lupa, pemateri berswafoto bersama dengan seluruh peserta yang hadir. (DM)
HKI UMM Gelar Kuliah Perdana: Hadirkan Pakar Bidang Wakaf

Jum’at, 22 September 2023. Prodi HKI gelar kuliah perdana bagi Mahasiswa Baru tahun 2023 dengan tema “Pengelolaan Wakaf untuk Ketahanan Keluarga” pada hari Senin (18 September 2023) lalu. Kuliah perdana tersebut menghadirkan Guru Besar di bidang Wakaf, Prof. Dr. Sudirman, MA., CAHRM, yang saat ini sedang menjabat sebagai Dekan Fakultas Syari’ah di Universitas UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang. Selain itu, pembicara yang kedua, Muhammad Sarif, M.Ag sebagai dosen HKI yang pakar di Bidang wakaf yang saat ini sedang melanjutkan studi Doktoralnya di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Acara ini dipandu oleh Jamal, S.Sy., M.Sy yang dihadiri oleh seluruh mahasiswa baru Prodi HKI angkatan 2023 dan para dosen Prodi HKI. Acara yang berlokasi di GKB 4 Lantai 4 ini dibuka secara resmi oleh Dekan FAI UMM, beliau menjelaskan bahwa wakaf merupakan salahsatu trisula dari Muhammadiyah, kekuatan Muhammadiyah sebagau penerima dan pengelola wakaf sangat luar biasa. Maka dari itu alumni HKI harus mempunyai potensi dan kompetensi dalam bidang ilmu wakaf. “Islamic studies ya syariah itu, klo dulu teologi yg menjadi masternya, sekarang syariah itulah yang menjadi Master di masa kini”, ungkap Dekan FAI UMM dalam sambutannya. Dalam materinya, Sarif menyampaikan bahwa mahasiswa HKI mempunyai peluang yang besar dalam posisi strategis di masyarakat, apalagi skrg dg gelar S.H bukan lagi S.H.I memperluas peluang alumni HKI mengamalkan ilmu syariahnya, khususnya di bidang wakaf. Indonesia menganut sistem Hukum Positif sehingga seluruh peraturan harus mempunyai dasar hukum yang telah dikodifikasi, maka wakaf pun telah mempunyai dasar hukum yang telah di positivisasi dalam aturan Undang-Undang. “Wakaf menjadi kekuatan ekonomi bagi umat Muslim, salah satu nya ada sebuah hotel di Mekkah yang dibeli oleh warga Aceh untuk diwakafkan, dimana hasil dari wakaf produktif tersebut sebagian disedekahkan bagi masyarakat Aceh yang sedang menjalankan Ibadah Haji di Mekkah,” ungkap Dosen HKI yang juga aktif sebagai Nadzir di Kota Malang. “Seluruh aset di Muhammadiyah dalam surat kepemilikannya mngatasnamakan Muhammadiyah bukan individu pemberi wakaf. Saat ini profesi Nadzir, sebagai pengelola yang mendapat sertifikasi resmi setelah mengikuti pelatihan dari Badan Wakaf Indonesia, menjadi sangat penting yang dpt menjadi peluang bagi alumni HKI, profesi ini sangat penting bagi keberlangsungan pengelolaan wakaf di Indonesia. Tantangan wakaf saat ini yaitu sebatas digunakan untuk pembanguna sarana dan prasarana masyarakat, belum dimaksimalkan untuk wakaf produktif yang lebih progresif. Hal ini menandakan bahwa sebenarnya umat Islam itu mempunyai potensi ekonomi yang kuat sebagai ketahanan keluarga maupun masyarakat secara umum,” tambahnya. Melanjutkan pada materi selanjutnya yang disampaikan oleh Sudirman bahwa sejarah wakaf pertama kali sudah dilakukan oleh Nabi Adam, ka’bah merupakan wakaf pertama kali yang dilakukan oleh Nabi Adam. Memanfaatkan harta benda wakaf sesuai dengan fungsinya merupakan tujuan dari pelaksanaan wakaf. Sedangkan fungsinya yaitu mewujudkan potensi dan manfaat ekonomis harta benda wakaf untuk kepentingan ibadah dan untuk memajukan kesejahteraan umum. “Dulu, wakaf lebih identik dengan wakaf tanah. Terbukti dengan lahirnya UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria yang dikuatkan oleh Peraturan Pemerintah No 28 Tahun 1977 tentang Wakaf tanah Milik. Sejak lahirnya Undang-Undang No 41 Tahun 2004, benda wakaf tidak hanya tanah, namun sudah berkembang menjadi berbagai jenis wakaf, termasuk benda bergerak,” jelasnya. Dalam hal ketahanan keluarga yang diartikan sebagai suatu kondisi yang mampu beradaptasi dan mengatasi berbagai tekanan pada masa kini dan masa depan. Keluarga yang mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan berpotensi memiliki ketahanan keluarga yang baik. Keluarga ideal memiliki empat ketahanan: ketahanan fisik, ketahanan psikologis, ketahanan sosial, dan ketahanan ekonomi. Melalui wakaf inilah yang menjadi potensi ketahanan ekonomi keluarga. *sumber: https://syariah.umm.ac.id/id/berita/kuliah-perdana-mahasiswa-baru-2023-prodi-hki-hadirkan-guru-besar-bidang-wakaf.html (penulis: LA)
KULIAH PERDANA PRODI PBA UMM KUPAS TUNTAS POTENSI BAHASA ARAB DALAM DUNIA MEDSOS

Tahun ajaran baru semangat baru, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Malang adakan kuliah perdana semester ganjil 2023-2024 untuk semua angkatan 2020-2023 yang bertajuk “Bahasa Arab dalam Dunia Konten”. Kegiatan tersebut diadakan di Meeting Hall Kapal Garden Hotel Sengkaling UMM yang berada di lantai 3 (18/9). Kegiatan ini dibuka oleh wakil dekan II FAI Dr. Saiful Amien, M.Pd “Bahasa Arab merupakan bahasa surga, sehingga orang belajar bahasa Arab setidaknya punya tiket untuk masuk surga”, ucap wadek II. Kaprodi PBA juga menambahkan dalam sambutannya “ke depan, PBA UMM akan menambah magang sembari umroh, dan visiting class atau student exchange ke universitas yang ada di negara Brunei Darussalam. Adapun program magang reguler, internasional, dan CoE masih tetap dilakukan. Oleh karenanya mahasiswa PBA UMM harus siap untuk berkompetisi”, ujar Firdaus. Kuliah perdana semester ini diisi oleh Muh Faruq, M.Pd.I (Youtuber Pembelajaran Bahasa Arab) dan Rahadi, S.Sos., M.Si (Membuat Konten Kreatif di Media Sosial) yang dimoderatori oleh Dr. Muhammad Fadli Ramadhan, M.Pd. “Bahasa Arab bisa menghasilkan cuan, sehingga masih banyak hal-hal yang bisa kita kulik dengan Bahasa Arab melalui konten salah satunya dengan media Youtube, namun tetap konten yang dibangun harus dibingkai dengan menarik”, ungkap Faruq. Selain itu Rahadi juga menyampaikan “Seharusnya ketika seseorang ingin aktif di media sosial harus ajeg (berkelanjutan) dan harus memiliki plan (rencana) agar bisa terbaca oleh algoritma sosial media, memahami target audience, penentuan jenis & tema konten, perhatikan karakter bahasa”. Sehingga menanggapi tema ini, para mahasiswa PBA UMM harus siap dengan perkembangan zaman di era digital yang bisa diolah dengan apik, asyik, menyenangkan, edukatif, rekreatif, yang tak kalah penting bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. *sumber: https://pba.umm.ac.id/id/berita/bahasa-arab-cuan-pba-umm-gelar-kuliah-perdana-dunia-konten.html (penulis: ATy)
OPTIMALISASI FINTECH SYARI’AH JADI TOPIK KULIAH PERDANA PRODI EKOS UMM

Senin, 18 September 2023 merupakan hari pertama mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang kembali ke kampus untuk menjalani perkuliahan dan memasuki tahun ajaran baru 2023/2024. Begitu juga dengan mahasiswa program studi ekonomi syariah, para dosen bersama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah (HMPS EKOS) mengadakan acara kuliah perdana yang dihadiri kisaran 120 mahasiswa ekonomi syariah. Acara ini mengusung tema “Pengembangan Ekonomi Syariah dengan Optimalisasi Fintech Syariah” dengan narasumber Bapak Dr. Muhammad Ismail selaku wakil ketua umum AFSI (Asosiasi Fintech Syariah Indonesia) & CEO Zahir Internasional serta Bapak Mochammad Novi Rifa’I M.A., M.E selaku dosen program studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang. Acara yang diadakan di Aula GKB 3 Lantai 6 ini dihadiri oleh Wakil Dekan I Bapak Pradana Boy ZTF, S.Ag, M.A., P.hD dan juga para dosen program studi ekonomi syariah. Selain itu, sebelum memasuki acara inti, terdapat acara launching buku karya Dosen Prodi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang dalam bentuk Book Chapter, yang berjudul “PENGEMBANGAN EKONOMI SYARIAH DI ERA DISRUPSI: Peluang dan Tantangan” di dalamnya terkumpul karya tulis sesuai dengan kebidangan dosen, seperti perbankan dan lembaga keuangan syariah, Akuntansi syariah, Zakat, Wakaf, Manajemen pemasaran dan Ilmu ekonomi islam. Diawali dengan materi tentang “Fintech Dalam Perspektif Fiqh Muammalah” oleh bapak Novi Rifai sebagai teori dasar. Dilanjutkan pengenalan fintech Syariah oleh bapak Dr. Muhammad Ismail, beliau memaparkan definisi fintech, macam-macam fintech, hingga bagaimana cara kerja fintech dimana kita dapat berperan sebagai penerima dana dan pemberi dana. Ada banyak macam fintech, diantarannya IKD (Inovasi Keuangan Digital, Securities Crowdfunding, P2P, dan Payment). Beliau memaparkan bahwasanya fintech syariah masih belum mampu berkembang secara optimal, yang mana salah satu faktornya adalah kurangnya dukungan pemerintah, CEO Zahir Internasional ini juga berharap para mahasiswa mulai menggunakan layanan fintech syariah di era digitalisasi ini. Setelah melewati acara inti, kemudian dilanjutkan dengan pemberian reward bagi mahasiswa yang memiliki indeks prestasi terbaik pada setiap angkatan. Mahasiswa terbaik ekos UMM dari angkatan 2020 yaitu; Miranti Rahmadini dengan IPK 3.98 dan Alya Rufaidah meraih IPK 3.94. Angkatan 2021 mahasiswa terbaik adalah; Diana Nury Izzabillah dengan meraih nilai IPK 3.97 dan Alyani Nisa Febriyanti dengan IPK 3.95. Selanjutnya, angkatan 2022 ekos yang terbaik ialah Athar Didan dan Azka Rafi Fauqulizzi dengan IPK yang menabjubkan 4.00. Hal ini dilakukan sebagai apresiasi bagi mereka yang telah berusaha semaksimal mungkin selama pembelajaran kuliah. Selanjutnya yang terakhir yaitu kegiatan pengenalan dosen dan HMPS Ekonomi Syariah, kegiatan ini dilakukan agar para mahasiswa baru 2023 lebih mengenal dosen yang akan mengampu mata kuliah di program studi Ekonomi Syariah. Kegiatan pengenalan HMPS EKOS ini juga serta merta agar teman-teman mahasiswa mengetahui struktural yang ada di dalam himpunan. *sumber: https://ekonomisyar.umm.ac.id/id/berita/pengembangan-ekonomi-syariah-dengan-optimalisasi-fintech-syariah-kuliah-perdana-ekonomi-syariah-umm.html (penulis: ANF/A)