Peringati Hari Guru, Dosen FAI UMM Ajak Bersama-sama Pulihkan Pendidikan

Tepat tanggal 25 November dalam setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Peringatan hari guru ini sebagai momentum untuk memotivasi dan mengingatkan kita semua akan mulianya perjuangan para guru. Dalam laman kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengangkat tema yang bermakna yaitu “Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan” Tema tersebut tentunya menggambarkan kondisi bangsa Indonesia yang masih pada kondisi Covid-19. Sedangkan pandemic Covid-19 tentunya sangat berdampak pada dunia Pendidikan. Akibat dari wabah tersebut melahirkan kebijakan penyelenggaraan proses pembelajaran dilakukan secara daring/online. Tentu kebjiakan tersebut merupakan niat yang baik dari pemerintah untuk mengendalikan laju penyebaran Covid-19. “Tak ada yang sempurna” begitu kata pepatah, kebijakan tersebut masih menyisakan persoalan baru. Karena menyelaraskan dan menyempurnakan sistem pembelajaran baru secara daring tidak semudah membalikkan tangan. Selain kondisi proses pembelajaran yang kurang kondusif, sarana dan prasarana juga masih kurang mendukung. Meski sudah ada kebijakan subsidi pulsa berupa data internet, fasilitas belajar dari rumah melalui TV Republik Indonesia, juga Rumah Belajar. Kebutuhan akan jaringan dan gaget yang memadai masih menjadi persoalan. Berkaca dari pengalaman yang sudah berjalan selama hampir setahun lebih, kondisi tersebut tak mematahkan semangat dan rasa juang seorang guru sebagai rasa tanggung jawab dalam proses Pendidikan di Indonesia, hal ini terbukti masih ada guru yang bersedia mendatangi siswanya dari rumah ke rumah agar siswa tidak ketinggalan materi ataupun pelajaran sekolah. Inilah salah satu bentuk perjuangan guru karena guru memiliki kedudukan dan peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan pembangunan nasional. Menurut Ibu I’anatut Thoifah, M.Pd.I selaku Kepala Laboratorium Pendidikan FAI UMM dan juga sebagai Dosen Program Studi PAI (Pendidikan Agama Islam) menyampaikan beberapa pesan dalam peringatan hari Guru. Pertama tantangan Guru semakin berat di tengah perubahan zaman dan Pandemi Covid-19, tidak hanya mendidik untuk mencerdaskan anak bangsa, Guru juga dituntut untuk menanamkan nilai nilai karakter dan budaya bangsa, maka disini guru dapat membuka lebar pemikiran dan dapat menerima kondisi ini dengan selalu berpikir positif sehingga mampu melakukan perubahan baik menjadi lebih baik. Kedua, di tengah kondisi pandemic dengan pembelajaran jarak jauh tentunya tidak semua siswa dapat menerima pelajaran dengan baik, bahkan sebagian siswa dan orang tua siswa mengalami beban fikiran yang berlebih akibat proses pembelajaran yang dilakukan secara daring, maka dari itu Guru sebagai pendidik dapat mengurai dan meringankan kondisi yang ada dengan terus belajar, membaca dan menimba keilmuan dari beberapa kegiatan seperti seminar, workshop, sebagai sumber untuk terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas dalam melaksanakan pembelajaran secara daring. Ketiga, Meskipun tugas dalam menyiapkan generasi penerus bangsa merupakan tanggung jawab besar seorang guru, namun demikian guru bukanlah satu satunya jembatan penghubung, maka dari itu kita semua adalah guru bagi adik adik dan anak anak kita, dengan demikian pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Terakhir, Guru selain memberikan materi/pelajaran secara formal di Sekolah, Guru juga diharapkan dapat memberikan contoh kepada masyarakat terutama dalam kehidupan sehari-hari dalam menerapkan akhlak yang baik, pepatah jawa mengatakan di gugu dan di tiru. Oleh karena itu, marilah kita jadikan momen hari Guru Nasional ini sebagai peluang dan langkah dalam berbenah, memperbaiki kualitas pendidikan di tengah kondisi pandemi covid-19 sesuai dengan semangat tema hari guru yaitu Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan.. Selamat Hari Guru. (ST)
Seri Diskusi HSP “Reorientasi Gerakan Islam Revivalistik dalam Konteks Indonesia Pasca Reformasi”

Sabtu, 20/11/2021. Malang, Seperti biasa di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang terdapat tradisi ilmiah yang bertajuk Halaqah Ilmiah Sabtu Pagi. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap hari Sabtu Pagi dari jam 07.30 s/d 08.30 WIB. Selama masa pandemi Covid-19 HSP diselenggarakan secara blended Luring dan Daring. Adapun kegiatan yang luring bertempat di ruang kelas sedangkan yang daring bisa mengikuti melalui Channel Youtube FAI UMM. Bentuk dari kegiatan HSP ini tidak lain adalah pemaparan hasil penelitian yang dihasilkan oleh Dosen Dosen di lingkungan FAI UMM. Kali ini tema diskusi yang disajikan mengusung tema Orientasi Baru Gerakan Islam Revivalistik dalam Konteks Indonesia Pasca Reformasi. Tema tersebut merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh bapak Moh. Nurhakim, Ph.D. Dalam pemaparannya beliau menyampaikan bahwa terjadi pergeseran orientasi gerakan Islam Revivalis khususnya di Indonesia pasca reformasi hingga sekarang. Beliau menyampaikan terdapat tiga pola perubahan yang dilakukan oleh gerakan Islam revivalis Orientasi baru Gerakan Islam dalam Konteks Indonesia Pasca Reformasi. Pertama, penguatan partisipasi politik dan integrasi nasionalisme. Kedua, tuntutan keadilan sosial dan penguatan ekonomi umat. Adapun yang Ketiga, adalah modifikasi bentuk bentuk radikalisasi. Sedangkan gerakan revivalis muncul tidak lain terdapat beberapa faktor yang memicu kemunculannya di antaranya, Pertama, kegagalan orde baru/lama. Kedua, semakin jauh kesenjangan sosial. Ketiga, Kondisi Ekonomi dan Pendidikan yg menjadikan umat Islam semakin tertinggal. Dan keempat, Konflik dan peperangan yg tak berkesudahan di negara negara muslim. (Soni)
Setelah Harumkan UMM Ke Turki, Kini Raih Prestasi Ajang Pemilihan Pemuda Pelopor Pendidikan Tingkat Nasional
Fadilah Ahmad Nur, Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang kembali mengukir sejarah jejak prestasi dalam ajang pemilihan Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan Tingkat Nasional. Setelah berhasil meraih The Honorable Mention Project pada Konferensi Internasional Istanbul Youth Summit 2021, Mahasiswa yang berasal dari Desa Kakiang, mewakili Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terpilih sebagai juara satu (1) Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan Tingkat Nasional. Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia mengadakan perlombaan ini untuk menjaring para pemuda Indonesia yang berprestasi sesuai bidangnya. Berdasarkan hasil Penilaian dari para Juri Pemuda Pelopor Tingkat Nasional Tahun 2021 Nomor : PP.00.02/10.26.1/D. II-2/x/2021 menyatakan Fadillah Ahmad Nur Wakil NTB meraih Juara satu (1) dengan total nilai 8,08. “Alhamdulillah saya bersyukur karena semuanya tentu tak lepas atas kekuasaan Allah SWT,” tutur Fadillah mahasiswa Prodi PAI FAI UMM. Mahasiswa yang dikenal dengan sapaan Adil mengungkapkan bahwa kontribusi yang dilakukan di bidang pendidikan yaitu dengan mendirikan Organisasi Sasambo Youth Education Nusa Tenggara Barat (SYE NTB) sebagai wadah anak muda dalam memajukan pendidikan di wilayah NTB. Fadillah Ahmad Nur yang di hubungi melalui telepon selurer menyatakan rasa bangga dan haru atas prestasi yang diraihnya saat ini, semua ini atas kehendak Allah SWT. “Kita membangun semangat Istiqomah dalam memajukan pendidikan Indonesia khususnya NTB, program offline saat ini masih di dalam NTB, sedangkan program online terbuka luas seluas-luasnya,” kata Putra Pertama pasangan Ir. H.Mahmud dan Berlian S.Pd ini. Beberapa program yang telah dijalankan saat ini diantaranya Relawan Pendidikan, Festival SYE Ramadhan, Tongkrongan Anak SYE, Mentoring pengurus, Ngobrol Pintar, Beasiswa Corner, Berbagi buku bersama, Webinar, pelatihan minat bakat. “Selain SYE, ada juga inovasi dibidang Pendidikan berupa media pembelajaran huruf Hijaiyah bernama MOCI (Monopoli Circle) dan Ide inovasi aplikasi pendidikan bernama Islamic Education Application by Android,” ujarnya. Untuk itu, Adil berharap kepada pemuda-pemuda di NTB untuk terus berkontribusi dalam segala Bidang untuk mengharumkan nama NTB di kancah Nasional. Adil menyebut bahwa dirinya selama mengikuti kompetisi pemuda pelopor tingkat propinsi hingga nasional selalu mendapat dukungan dari pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Propinsi NTB. “Semoga saya dapat bertemu dengan pak Gubernur dan Bupati Sumbawa agar kedepannya kegiatan kepeloporan tetap disupport,” pungkasnya.(LA)
Penyerahan Estafet Kepemimpinan Wakil Dekan FAI UMM Periode 2021-2025

Penyerahan Estafet Kepemimpinan Wakil Dekan FAI UMM Periode 2021-2025 Sabtu, 23 Oktober 2021 bertempat di Aula GKB 4 Lantai 6 Dekan FAI UMM, Dr. Khozin, M.Si secara resmi menyerahkan estafet kepemimpinan Wakil Dekan FAI lama kepada Wakil Dekan FAI baru yang akan mengemban amanah pada periode 2021-2025. Khozin menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Wakil Dekan periode 2017-2021 yaitu Imamul Hakim, SE., M.Sh selaku Wakil Dekan I, Drs. Muhammad Sarif, M.Ag selaku Wakil Dekan II dan Dr. M. Nurul Humaidi selaku Wakil Dekan III. Estafet kepemimpinan kepada Wakil Dekan Periode 2021-2025 ditandatangani secara resmi oleh Dekan FAI UMM, dilanjutkan dengan serah terima jabatan kepada Pradana Boy ZTF, S.Ag, MA., PhD sebagai Wakil Dekan I, Saiful Amin, S.Ag., M.Pd sebagai Wakil Dekan II dan Imamul Hakim, SE., M.Sh sebagai Wakil Dekan III yang sebelumnya menjabat pada Wakil Dekan I. Dekan FAI UMM mengucapkan selamat kepada jajaran Wakil Dekan dalam sambutan yang disampaikan setelah penandatanganan berita acara serah terima jabatan di lingkungan FAI UMM. Dalam sambutannya, beliau juga menyampaikan dengan spirit kepemimpinan baru ini akan membawa FAI UMM menjadi lebih baik terutama pada peningkatan kualitas dosennya. Salah satunya dengan membuka program pascasarjana Hukum Keluarga Islam, maka dari itu dosen Prodi Hukum Keluarga Islam didukung untuk memperbanyak dosen dengan tingkat pendidikan Doktor. Semboyan Tripasti masih menjadi visi pencapaian tujuan utama pada kepemimpinan periode 2021-2025 yaitu pasti lulus tepat waktu, pasti bekerja dengan adanya skema center of excellent dan pasti berbudi luhur.
Kembali Menyalurkan Dana Hibah Pendirian Masjid, Markas Dakwah FAI UMM Meresmikan “Masjid Walidain” Di PP Nurussholah Banyuwangi

Markas Dakwah dan Khidmatul Mujtama’ FAI UMM kembali salurkan bantuan pendirian Masjid di Pondok Pesantren Nurussholah yang berlokasi di Pakistaji, Banyuwangi. Bertepatan dengan hari santri pada hari Jum’at, 22 Oktober 2021, Jamal, S,Sy,. M.Sy, Kepala Markaz Dakwah FAI UMM diundang untuk menghadiri acara peresmian Masjid oleh PP Nurussholah sebagai pihak penerima dana bantuan pendirian Masjid. Masjid yang diberi nama “Masjid Walidain” telah melewati proses pembangunan selama kurang lebih 5 bulan lamanya. Pembangunan Masjid Walidain dibangun dari donatur yang berasal dari Arab Saudi yaitu Abu Abdillah Al-Ghomidi melalui perantara Markaz dakwah FAI UMM. Keluarga Besar Pondok Pesantren Nurussholah dan warga yang diundang dalam acara peresmian merasa bangga dan bahagia dengan berdirinya Masjid Walidain di kawasan kompleks PP Nusrussholah Pakistaji Banyuwangi. Warga sekitar PP Nurussholah berharap dengan didirikannya masjid ini dapat menjadi pusat kegiatan Pesantren juga menjadi pusat dakwah bagi masyarakat sekitar pondok pesantren. Selanjutnya Pondok Pesantren Nurussholah dapat memberikan kontribusi terhadap warga sekitar yang mana santri-santrinya mayoritas berasal dari warga lokal di Pakistaji. Mewakili pihak PP Nurussholah, Ustadz Abdul Hadi mengucapkan banyak terima kasih kepada Markaz Dakwah FAI UMM yang telah membantu menyalurkan donasi sehingga impian pondok pesantren untuk mempunyai Masjid menjadi kenyataan. “Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pihak pesantren dan berbagai pihak yang ikut membantu sehingga Masjid di PP Nurussholah dapat dibangun dengan lancar,” Ungkap Kepala Markas Dakwah FAI UMM yang juga lahir di Banywangi. Kepala Markas Dakwah FAI UMM menitipkan Masjid kepada pihak pesantren agar dapat dimakmurkan dan menjadi pusat pendidikan Agama Islam di Pesantren sehingga dapat melahirkan generasi yang berguna bagi bangsa indonesia. (LA)
Diaspora Muslim Indonesia ke Berbagai Belahan Dunia

FAI UMM Mendiskusikan Riset Diaspora Muslim Indonesia ke Berbagai Belahan Dunia Sabtu pagi, 9/10/2021, tepat pukul 07:30 WIB, Fakultas Agama Islam, UMM, menyelenggarakan Halaqah Sabtu Pagi (HSP). Narasumber kali ini yang membentangkan makalahnya adalah Prof. Dr. Syamsul Arifin. Tema yang didiskusikan secara intensif adalah “Diaspora Muslim Indonesia: Genealogi, hibriditas dan orientasi pemikiran Islam pada Muslim Indonesia di negeri sebagai minoritas.” Prof. Syamsul menjelaskan bahwa globalisasi mendorong adanya migrasi manusia yang memiliki latar belakang sosio-kultural masing-masing, ke berbagai negara di dunia, termasuk ke Eropa, Amerika dan Australia. Migrasi ini juga terjadi di kalangan para penganut agama Islam, baik itu dari Arab, Persia, India, Asia Tenggara dan berbagai belahan dunia Muslim lainnya. Migrasi Muslim ini terjadi oleh karena berbagai faktor, tapi yang dianggap tampak signifikan adalah faktor kesejahteraan ekonomi dan politik (freedom). Terutama, hal dorongan tersebut berlaku pada kaum Muslim yang bermigrasi ke negara-negara Barat. Berdasarkan laporan Pew Research Center, populasi Muslim di dunia adalah 1,8 miliar jiwa. Hal ini menjadikannya menempati posisi kedua terbesar setelah populasi penganut Kristen dengan angka 2,5 miliar jiwa. Tapi di masa yang akan datang, diprediksi jumlah populasi Muslim akan melampaui angka populasi penganut agama lainnya. Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Pengembangan AIK ini menjelaskan bahwa, prediksi peningkatan signifikan populasi Muslim terjadi karena adanya faktor fertilitas. Reproduksi Muslim berjalan lancar ketika penganut agama lainnya bermasalah. Tokoh-tokoh Muslim Indonesia yang disoroti dalam kajian ini adalah Imam Shamsi Ali (Amerika Serikat), Mun’im A. Sirry (Amerika Serikat), Muhammad Ali (Amerika Serikat), Nadirsyah Hosen (Australia) dan lain-lain. Mereka dipilih untuk dikaji baik sebagai akademisi maupun intelektual Muslim yang memiliki kapasitas dan kapabilitas di bidang kajian Islam. [hb]
Serah Terima Jabatan Dekan FAI UMM Periode 2021-2025, Perkuat Promosi Fakultas Melalui Digital Marketing

Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang melangsungkan serah terima Jabatan Dekan periode 2021-2025 di Aula Teknik, GKB 3 Lantai 6 pada Sabtu, 02 Oktober 2021. Acara yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan ini dihadiri oleh jajaran Dekanat periode sebelumnya, Kepala Program Studi, Kepala Laboratorium serta dosen di lingkungan FAI UMM. Sebelum serah terima jabatan dilangsungkan, Prof. Dr. Tobroni, M.Si sebagai Dekan FAI periode sebelumnya menyampaikan capaian kinerja kepemimpinan Dekanat dan Program Studi di lingkungan FAI yang telah dilakukan selama periode tahun 2017-2021. Tobroni mengungkapkan bahwa capaian kepemimpinan periode 2017-2021 pada dasarnya merupakan kelanjutan dari capaian yang diraih periode kepemimpinan sebelumnya yaitu periode 2013-2017 yang dipimpin oleh Drs. H. Fairid, M.Si. Kepemimpinan yang dinahkodai oleh Prof. Dr. Tobroni, M.Si mengusung visi “Sang Pelopor”, leading dalam pengembangan akademik, publikasi ilmiah serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Dengan misi “Tri Pasti FAI”, yakni Mahasiswa yang berilmu, berakhlak mulia, lulus dan kerja (bermanfaat), Dosen sebagai pendidik dai, profesional dan ilmuwan, Karyawan yang melayani dengan amanah dan tanggungjawab serta kepemimpinan yang teladan, inovatif dan pengayom. Serah terima jabatan Dekan FAI UMM dari Prof. Dr. Tobroni, M.Si kepada Dr. Khozin, M.Si berlangsung dengan khidmat. Sebagai Dekan FAI UMM periode 2021-2025, Khozin akan melakukan penguatan promosi Prodi-Prodi di lingkungan FAI UMM melalui digital marketing. “Kita akan merekrut mereka tim ad hoc sebagai promotor fai melalui digital marketing,” tutur Dekan yang lahir di Lamongan ini. “Semua yang menjabat, Kaprodi sekprodi, kalab, wakil dekan, akan tetep pada job discnya, kecuali yang sudah habis periode jabatannya,” ujarnya. Acara ditutup dengan doa oleh Dr. Syamsurizal, MA, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh civitas akademika di lingkungan FAI UMM.(luc)