Konsistensi Akademik Prof. Ishomuddin: Panelis Terbanyak dalam Diskusi Daring Internasional tentang Islam Cetak Rekor MURI

Guru Besar Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI UMM), Ishomuddin, kembali mencatatkan prestasi membanggakan melalui kontribusinya dalam forum diskusi internasional bertajuk International Deliberation on Islam. Ia tercatat sebagai panelis berkesinambungan terbanyak dalam forum tersebut, dengan total keikutsertaan mencapai 97 kali sejak tahun 2018 hingga saat ini. Kegiatan diskusi ini diselenggarakan secara daring setiap dua minggu sekali oleh organisasi nasional Jam’iyyatul Islamiyah. Forum ini menjadi wadah pertukaran gagasan, pemikiran, serta kajian keislaman yang melibatkan peserta dari berbagai latar belakang, baik dari tingkat lokal, nasional, hingga internasional. Keikutsertaan Prof. Ishomuddin secara konsisten menunjukkan dedikasi tinggi dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan berwawasan luas. Sebagai seorang akademisi yang mendalami sosiologi masyarakat Islam, Prof. Ishomuddin menjadikan forum ini sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Tidak hanya sebagai sarana berbagi ilmu, tetapi juga sebagai media untuk memperkuat dialog lintas budaya dan pemahaman keislaman di tingkat global. “Diskusi dan penyebaran ilmu tentang Islam merupakan tanggung jawab bersama, baik individu maupun organisasi,” menjadi prinsip yang terus dipegang dalam setiap keterlibatannya. Konsistensi dalam mengikuti forum internasional ini menjadi bukti komitmen Prof. Ishomuddin dalam dunia akademik dan dakwah intelektual. Ia tidak hanya aktif sebagai panelis, tetapi juga mampu menghadirkan perspektif yang relevan dengan perkembangan zaman, khususnya dalam menghadapi tantangan globalisasi dan dinamika sosial umat Islam. Sebelum meraih capaian sebagai panelis terbanyak, Prof. Ishomuddin juga dikenal sebagai dosen berprestasi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang. Ia pernah meraih penghargaan sebagai dosen dengan Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) terbanyak. Prestasi tersebut merupakan hasil dari ketekunannya dalam meneliti, menulis, dan mengembangkan berbagai karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Sejak tahun 2013, Prof. Ishomuddin telah menghasilkan sekitar 100 karya yang tercatat sebagai Hak Kekayaan Intelektual. Karya-karya tersebut meliputi pamflet, leaflet, hingga buku yang berfokus pada kajian sosial keislaman. Selain itu, tulisannya juga banyak dipublikasikan di berbagai jurnal nasional dan internasional, yang semakin memperkuat posisinya sebagai akademisi produktif. Aktivitas meneliti, mengajar, dan mengabdi kepada masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan akademiknya. Ia meyakini bahwa ilmu pengetahuan harus terus disebarluaskan agar dapat memberikan manfaat yang nyata. Melalui berbagai forum, baik nasional maupun internasional, ia terus berupaya menghadirkan pemikiran yang konstruktif dan solutif bagi umat. Capaian sebagai panelis berkesinambungan terbanyak dalam forum International Deliberation on Islam bukan hanya sekadar angka, tetapi mencerminkan dedikasi, konsistensi, serta komitmen dalam menyebarkan ilmu dan nilai-nilai Islam. Hal ini juga menjadi inspirasi bagi kalangan akademisi lainnya untuk terus aktif berkontribusi dalam forum ilmiah, baik di tingkat nasional maupun global. Dengan rekam jejak yang kuat dalam bidang akademik dan pengabdian, Prof. Ishomuddin diharapkan dapat terus memberikan kontribusi positif, tidak hanya bagi Universitas Muhammadiyah Malang, tetapi juga bagi perkembangan pemikiran Islam di dunia internasional. (ik)
Dua Mahasiswi UMM Raih Emas di Paku Bumi Championship 2026, Bukti Disiplin dan Semangat Juang Tinggi

Dua mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengukir prestasi membanggakan di kancah nasional. Balqies Al Mulkiyah, mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam angkatan 2023, bersama Rosyidatul Hasanah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam angkatan 2025, berhasil meraih medali emas dalam ajang Paku Bumi Championship 2026 pada kategori Seni Ganda Putri. Keberhasilan ini tidak diraih secara instan. Keduanya menjalani persiapan yang disiplin dan terstruktur dengan berlatih setiap hari, baik pada sore maupun malam hari. Lokasi latihan dilakukan secara bergantian di sport center (SC) maupun di lapangan. Balqies mengungkapkan bahwa sebelum memulai latihan, ia selalu menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya terlebih dahulu agar dapat fokus penuh saat berlatih. Rangkaian latihan yang dilakukan meliputi pemanasan, peningkatan kelincahan, ketahanan fisik, hingga ketangkasan gerakan. “Bagi saya, kuliah tetap menjadi prioritas utama. Namun, saya juga tidak meninggalkan tanggung jawab saya di Tapak Suci. Karena itu, kemampuan mengatur waktu menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya. Hal ini menunjukkan komitmen keduanya dalam menjaga keseimbangan antara akademik dan non-akademik. Dalam prosesnya, berbagai kendala juga sempat mereka hadapi. Rasa lelah, malas, serta tekanan dari tenggat waktu tugas kuliah menjadi tantangan yang tidak mudah. Balqies mengaku pernah mengalami kesulitan dalam membagi waktu antara latihan dan kewajiban akademik. Namun, berkat dukungan dari pelatih dan rekan-rekan di Tapak Suci, ia mampu melewati masa tersebut. “Rasa malas dan capek itu pasti datang. Tapi saya selalu mengingat orang tua dan perjuangan saya selama ini, itu yang membuat saya kembali semangat untuk latihan,” tambahnya. Motivasi internal tersebut menjadi kunci dalam menjaga konsistensi hingga mencapai hasil maksimal. Pengalaman mengikuti kejuaraan ini juga menjadi momen berharga bagi keduanya. Balqies mengungkapkan bahwa ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti lomba tingkat nasional sejak menjadi mahasiswa UMM. Sebelumnya, ia hanya mengikuti kejuaraan antar sekolah dan tingkat regional. Rasa gugup, takut, hingga kekhawatiran akan kemungkinan hal-hal tak terduga sempat dirasakan menjelang pertandingan. Selain itu, melihat banyaknya peserta dengan kemampuan tinggi juga sempat membuatnya merasa tertekan. Namun, hal tersebut justru menjadi pemicu untuk terus berkembang. “Saya jadi sadar bahwa masih banyak orang yang jauh lebih hebat. Itu membuat saya harus lebih giat lagi dalam berlatih,” ungkapnya. Prestasi yang diraih di ajang Paku Bumi Championship 2026 ini semakin melengkapi catatan prestasi Balqies sebelumnya. Saat masih di bangku SMA, ia pernah meraih Juara 2 kategori tanding tingkat nasional IPSI di Polinema Malang, serta Juara 3 kategori seni solo kreatif antar sekolah. Kini, medali emas di kategori Seni Ganda Putri menjadi pencapaian penting dalam perjalanan kariernya di dunia pencak silat. Ke depan, Balqies dan Rosyidatul berharap prestasi ini dapat menjadi awal yang baik untuk meraih pencapaian-pencapaian berikutnya. Mereka berkomitmen untuk terus berlatih dan mengikuti berbagai kompetisi selama masa perkuliahan. Tidak hanya itu, mereka juga berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi. “Semoga dengan prestasi pertama ini saya bisa lebih semangat lagi untuk berlatih dan mengikuti lomba. Dan saya juga berharap bisa memotivasi banyak orang agar terus berkembang dan tidak mudah menyerah,” tutup Balqies. Prestasi yang diraih kedua mahasiswi ini menjadi bukti bahwa dengan disiplin, manajemen waktu yang baik, serta tekad yang kuat, mahasiswa mampu meraih kesuksesan baik di bidang akademik maupun non-akademik. (ik)
Semangat dan Konsistensi Nurdin Doni Tupen Al-Rusli: Mahasiswa FAI UMM Berprestasi Menuju Atlet Profesional

Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI UMM) angkatan 2025, Nurdin Doni Tupen Al-Rusli, terus menunjukkan komitmennya dalam dunia olahraga bela diri melalui berbagai persiapan matang dan pengalaman bertanding yang berharga. Dalam upayanya menghadapi berbagai ajang perlombaan, Nurdin menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara fisik, mental, dan spiritual. Dalam kesehariannya, Nurdin mempersiapkan diri dengan menjaga kesehatan, berdoa, serta menjalani latihan secara rutin. Ia mengatur jadwal latihan sebanyak satu hingga dua kali dalam sehari, khususnya dari hari Senin hingga Jumat. Disiplin dan sikap istiqamah menjadi kunci utama yang selalu ia pegang dalam menjalani proses tersebut. Baginya, konsistensi latihan bukan hanya soal fisik, tetapi juga membangun mental yang kuat untuk menghadapi kompetisi. Namun, perjalanan Nurdin tidak selalu berjalan mulus. Ia mengakui adanya berbagai kendala yang harus dihadapi selama menjalani latihan. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan waktu akibat padatnya aktivitas di luar latihan. Selain itu, kendala transportasi juga menjadi hambatan yang cukup signifikan. Karena belum memiliki kendaraan pribadi, ia terkadang mengalami keterlambatan, terutama ketika lokasi latihan berada di luar kampus dengan jarak yang cukup jauh. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berlatih dan berkembang. Di balik berbagai tantangan tersebut, Nurdin telah memperoleh banyak pengalaman berharga, khususnya dalam hal bertanding. Ia mengungkapkan bahwa salah satu hal tersulit adalah melawan rasa takut dan keraguan saat berada di arena. Namun, melalui proses tersebut, ia belajar untuk lebih percaya diri dan yakin terhadap kemampuan diri sendiri. Tidak hanya itu, dunia pertandingan juga memberinya kesempatan untuk menjalin relasi baru. Lawan yang awalnya dianggap sebagai musuh, justru bisa menjadi teman yang saling berbagi ilmu dan pengalaman. Prestasi yang telah diraih Nurdin menjadi bukti dari kerja keras dan dedikasinya. Ia berhasil meraih Juara 2 dalam Koni Cup Batu V, Juara 1 dalam Batu Championship 2, Juara 3 dalam Malang Championship 2, Juara 2 dalam Malang Championship 3, serta Juara 2 dalam Kejuaraan Daerah Tapak Suci. Deretan prestasi ini menunjukkan bahwa ia memiliki potensi besar untuk terus berkembang di tingkat yang lebih tinggi. Ke depan, Nurdin memiliki harapan besar untuk meningkatkan kemampuannya. Ia bercita-cita dapat mengikuti berbagai perlombaan baik di tingkat nasional maupun internasional. Tidak hanya itu, ia juga berharap bisa menjadi atlet profesional yang mampu membawa nama baik diri sendiri, kampus, dan keluarga. Dengan semangat, kerja keras, serta tekad yang kuat, Nurdin optimis dapat meraih impian tersebut. Perjalanan Nurdin Doni Tupen Al-Rusli menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi. Justru dengan disiplin, konsistensi, dan keyakinan, setiap tantangan dapat diubah menjadi peluang untuk meraih kesuksesan. (ik)