Prodi Hukum Keluarga Islam UMM Siap Cetak Lulusan Unggul, PMB 2026/2027 Resmi Dibuka

Menyongsong tantangan hukum di era modern dan global, Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berkomitmen menghadirkan pendidikan hukum yang unggul, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Komitmen tersebut kembali ditegaskan dengan dibukanya Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 bagi calon mahasiswa yang ingin berkiprah di bidang Hukum Keluarga Islam. Sebagai salah satu program studi unggulan di Fakultas Agama Islam UMM, Prodi HKI dirancang untuk mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori hukum Islam dan hukum positif Indonesia, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, wawasan global, serta integritas moral yang kuat. Hal ini sejalan dengan visi UMM sebagai kampus unggul yang berorientasi pada pengembangan keilmuan, keislaman, dan kemuhammadiyahan. Salah satu keunggulan utama Prodi HKI UMM adalah hadirnya Center of Excellence (CoE) Corporate Law School, sebuah program unggulan yang membekali mahasiswa dengan pemahaman hukum korporasi, hukum bisnis keluarga, serta aspek legal modern yang relevan dengan dunia profesional. Melalui CoE ini, mahasiswa tidak hanya belajar hukum keluarga dalam konteks normatif, tetapi juga memahami penerapannya dalam dunia usaha, lembaga, dan masyarakat luas. Selain itu, Prodi HKI UMM juga menyediakan Jalur Tahfidz Al-Qur’an sebagai bentuk integrasi antara keunggulan akademik dan spiritual. Mahasiswa yang memiliki hafalan Al-Qur’an mendapatkan pembinaan khusus dan kesempatan akademik yang mendukung pengembangan kapasitas keilmuan berbasis nilai-nilai Qur’ani. Jalur ini menjadi ciri khas yang membedakan Prodi HKI UMM dengan program studi sejenis di perguruan tinggi lain. Dalam rangka memperkuat kompetensi lulusan, Prodi HKI UMM membuka peluang magang nasional dan internasional di berbagai lembaga peradilan, kantor hukum, lembaga mediasi, hingga institusi mitra di luar negeri. Pengalaman magang ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memahami praktik hukum secara langsung, sekaligus membangun jejaring profesional sejak dini. Tidak kalah penting, Prodi HKI UMM juga menaruh perhatian besar pada penguasaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris sebagai bahasa hukum global. Penguatan dua bahasa ini bertujuan agar lulusan HKI mampu mengkaji sumber hukum Islam klasik, memahami regulasi internasional, serta berkompetisi di tingkat nasional maupun global. Dari sisi dukungan akademik, UMM menyediakan beragam program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi maupun yang membutuhkan dukungan finansial. Hal ini menunjukkan komitmen kampus dalam membuka akses pendidikan tinggi yang berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan kurikulum yang komprehensif dan dosen yang kompeten di bidangnya, lulusan Prodi HKI UMM memiliki prospek karier yang luas. Alumni HKI UMM telah berkiprah sebagai hakim, advokat, konsultan hukum, mediator, akademisi, penyuluh hukum, hingga praktisi hukum keluarga dan bisnis di berbagai institusi. Melalui seluruh keunggulan tersebut, Prodi Hukum Keluarga Islam UMM mengajak generasi muda untuk menjadi bagian dari transformasi hukum Islam yang berkeadilan, moderat, dan solutif. Pendaftaran Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 telah resmi dibuka dan dapat diakses secara daring melalui laman pmb.umm.ac.id dan online.umm.ac.id. Kini saatnya menentukan langkah masa depan. Bergabunglah bersama Prodi HKI UMM dan jadilah bagian dari generasi profesional hukum keluarga Islam yang unggul, berintegritas, dan siap menjawab tantangan zaman.

Laboratorium Syariah HKI Gelar Praktik Sidang Peradilan Agama

Laboratorium Syariah Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi praktis mahasiswa melalui penyelenggaraan kegiatan Praktik Sidang Peradilan Agama. Kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa HKI angkatan 2023 sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis praktik, yang berlangsung dengan antusias dan penuh keseriusan. Praktik sidang ini dipandu langsung oleh Alfiyah selaku instruktur, yang dikenal memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang hukum peradilan agama. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori hukum acara peradilan agama, tetapi juga mempraktikkan secara langsung proses persidangan sebagaimana yang berlangsung di Pengadilan Agama. Kegiatan praktik sidang peradilan agama ini dirancang menyerupai kondisi persidangan yang sesungguhnya. Mahasiswa dibagi ke dalam beberapa peran, seperti hakim ketua, hakim anggota, panitera, penggugat, tergugat, kuasa hukum, hingga saksi. Setiap peran dijalankan sesuai dengan ketentuan hukum acara peradilan agama yang berlaku, sehingga mahasiswa dapat memahami alur persidangan secara komprehensif dan aplikatif. Instruktur Alfiyah dalam penyampaiannya menekankan bahwa praktik sidang ini merupakan bekal penting bagi mahasiswa HKI sebagai calon praktisi hukum keluarga Islam. Menurutnya, pemahaman teori saja tidak cukup tanpa diiringi dengan pengalaman praktik yang memadai. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini menjadi sarana strategis untuk melatih kemampuan analisis hukum, keterampilan berbicara di depan forum resmi, serta etika dan sikap profesional di ruang sidang. “Melalui praktik sidang ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami tahapan persidangan peradilan agama secara utuh, mulai dari pembukaan sidang, pemeriksaan perkara, pembuktian, hingga pembacaan putusan. Ini adalah pengalaman awal yang sangat berharga sebelum mereka terjun langsung ke dunia kerja atau magang di lembaga peradilan,” ujar Alfiyah. Mahasiswa HKI angkatan 2023 selaku penyelenggara kegiatan menunjukkan peran aktif dan tanggung jawab tinggi dalam menyukseskan praktik sidang ini. Persiapan dilakukan secara matang, mulai dari penyusunan skenario perkara, pembagian peran, hingga penguasaan materi hukum yang relevan. Hal ini mencerminkan semangat belajar dan kesungguhan mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi akademik dan profesional. Kegiatan praktik sidang peradilan agama ini juga menjadi wadah pembelajaran kolaboratif. Mahasiswa tidak hanya belajar secara individual, tetapi juga bekerja sama dalam tim, berdiskusi, serta saling memberikan masukan untuk memperbaiki jalannya persidangan. Dengan demikian, kegiatan ini turut melatih soft skills mahasiswa, seperti kerja sama, komunikasi, dan kepemimpinan. Laboratorium Syariah HKI sebagai penyelenggara kegiatan memiliki peran penting dalam mendukung pembelajaran praktikum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui fasilitas dan program yang tersedia, Laboratorium Syariah terus berupaya menghadirkan kegiatan akademik yang aplikatif dan kontekstual, khususnya di bidang hukum keluarga Islam dan peradilan agama. Dengan terselenggaranya praktik sidang peradilan agama ini, diharapkan mahasiswa HKI angkatan 2023 semakin siap menghadapi tantangan akademik maupun profesional di masa depan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran di Prodi Hukum Keluarga Islam tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pada pembentukan kompetensi praktis dan profesionalisme mahasiswa sebagai calon praktisi hukum yang berintegritas.(nm)

Ujian Terbuka Promosi Doktor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Mochamad Novi Rifa’i Raih Gelar Doktor dengan Penelitian Pariwisata Halal

Jakarta, 7 Januari 2026 — Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta kembali melahirkan seorang doktor baru. Mochamad Novi Rifa’i resmi meraih gelar Doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Model Destination Branding untuk Peningkatan Minat Kunjungan Pariwisata Halal di Kabupaten Lombok Barat” dalam sidang promosi doktor yang berlangsung pada Rabu, 7 Januari 2026, pukul 09.00 WIB di Gedung Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta. Dalam ujian terbuka tersebut, Mochamad Novi Rifa’i diuji oleh para akademisi terkemuka, antara lain Dr. H. M. Nurul Huda, M.Ag dan Prof. Dr. Asep Saeful Muhtadi, M.H. selaku penguji, serta dibimbing oleh dua promotor, Prof. Dr. Andi M. Egas Bakti dan Prof. Dr. H. Hasbullah Hadiwijaya, M.A. Turut hadir pula Prof. Dr. Zulkifli, M.Ag sebagai ketua sidang, beserta jajaran dosen dan civitas akademika Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta. Disertasi yang disusun oleh Mochamad Novi Rifa’i menyoroti pentingnya destination branding sebagai strategi penguatan citra pariwisata halal di daerah Lombok Barat. Melalui pendekatan penelitian yang komprehensif, ia menunjukkan bagaimana pengelolaan merek destinasi yang berbasis nilai-nilai Islam dapat meningkatkan minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung. Setelah melewati proses ujian yang berlangsung khidmat dan penuh apresiasi, Mochamad Novi Rifa’i dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Ujian terbuka ini juga menjadi momentum penting yang menunjukkan komitmen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam mendorong lahirnya riset-riset strategis di bidang ekonomi, manajemen, dan pariwisata berbasis nilai Islam. Dengan keberhasilannya, Mochamad Novi Rifa’i menambah daftar panjang lulusan doktor dari UIN Jakarta, yakni sebagai doktor ke-1649 yang diwisuda oleh Sekolah Pascasarjana. Hasil penelitiannya diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi pengembangan destinasi halal, khususnya di Lombok Barat dan daerah lain di Indonesia yang berpotensi menjadi pusat pariwisata syariah dunia. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kebijakan dan praktik pariwisata halal di Indonesia, khususnya dalam penguatan daya saing destinasi wisata yang berkelanjutan dan sesuai prinsip syariah. Dengan keberhasilannya mempertahankan disertasi di hadapan dewan penguji, Mochamad Novi Rifa’i dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dan resmi menyandang gelar Doktor dari Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (Humas Ekos/NS)

RAPAT TINJAUAN MANAJEMEN (RTM) PBA UMM 2025: MENYELARASKAN EVALUASI, MENEGUHKAN BUDAYA MUTU, MENGUATKAN LANGKAH DALAM PERBAIKAN BERKELANJUTAN

PBA UMM News – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) pada Rabu, 24 Desember 2025 yang bertempat di Rooftop Rayz UMM, mulai pukul 08.30 hingga 16.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh keseriusan, dihadiri oleh jajaran dekanat Fakultas Agama Islam UMM serta diikuti secara lengkap oleh seluruh dosen, karyawan, staf, dan instruktur Prodi dan laboratorium PBA. Sebagai bagian penting dalam implementasi Sistem Manajemen Mutu, RTM menjadi forum strategis untuk meninjau efektivitas pengelolaan program studi. Pembahasan difokuskan pada evaluasi kinerja PBA UMM, termasuk hasil Audit Mutu Internal (AMI), capaian akademik dan nonakademik, serta umpan balik dari para pemangku kepentingan. Melalui forum ini, dirumuskan pula berbagai rencana tindak lanjut sebagai upaya perbaikan dan peningkatan mutu secara berkelanjutan. Kegiatan diawali dengan sambutan hangat dari Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Bapak Mochammad Firdaus, B.Ed., M.Ed., yang menegaskan bahwa RTM merupakan momentum reflektif sekaligus strategis untuk menyelaraskan visi, memperkuat kolaborasi, dan meneguhkan komitmen bersama dalam membangun tata kelola program studi yang unggul dan berdaya saing. Melalui pelaksanaan RTM ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab UMM diharapkan semakin adaptif terhadap tuntutan mutu pendidikan tinggi, serta konsisten menghadirkan layanan akademik yang berkualitas dan berorientasi pada peningkatan berkelanjutan. Pada sesi akhir dalam kegiatan tersebut, juga dilaksanakan serah terima jabatan kepala Laboratorium Pendidikan Bahasa Arab periode 2023-2025 Dr. M Dr. Muhammad Fadli Ramadhan, S.Pd.I., M.Pd ke kepala Laboratorium Pendidikan Bahasa Arab periode 2025-2029 Anisatu Thoyyibah, S.Hum., M.Hum. Semoga senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam mengemban amanah yang ditanggungjawabkan, amin. [NS & ATy]  

Tingkatkan Kolaborasi, Prodi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang Lakukan Benchmarking ke FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Jakarta, 7 Januari 2026 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menerima kunjungan studi banding dari Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat lantai 2 Gedung FEB UIN Jakarta, Jalan Ibnu Sina, Ciputat, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan, dosen, serta tim administrasi kedua institusi. Delegasi dari Universitas Muhammadiyah Malang terdiri atas Mochamad Novi Rifa’i, Arif Luqman, Azhar Muttaqin, Rahmad Hakim, Fitrian Aprilianto, Rahmi Amalia, Afifah Nur, dan Vebrina Reza, yang seluruhnya merupakan perwakilan dari Program Studi Ekonomi Syariah (EKIS) UMM. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan kegiatan benchmarking serta memperkuat kerja sama akademik antara kedua perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan dan internasionalisasi program studi Ekonomi Syariah. Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UIN Jakarta, Dr. Sofyan Rizal, M.A., menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan tersebut. “Kami menyambut dengan hangat rekan-rekan dari Prodi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang. Semoga kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk mempererat kolaborasi dan berbagi pengalaman dalam pengembangan mutu akademik di bidang ekonomi Islam,” ujar Sofyan Rizal. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum Dr. Erika Amelia, Ketua Prodi Ekonomi Syariah Dr. Ali Rama, Sekretaris Prodi M. Lutfi, M.E., serta Kepala Tata Usaha Imam Thobroni, bersama beberapa dosen FEB UIN Jakarta lainnya. Sementara itu, Azhar Muttaqin, perwakilan Tim Penjaminan Mutu UMM, menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat dari pihak FEB UIN Jakarta. Ia menekankan bahwa kegiatan benchmarking ini menjadi kesempatan berharga untuk mempelajari proses dan strategi internasionalisasi program studi di lingkungan UIN Jakarta. “Kami datang untuk belajar dan berdiskusi secara langsung mengenai praktik baik yang dilakukan Prodi Ekonomi Islam di FEB UIN Jakarta, terutama terkait proses internasionalisasi dan penguatan mutu akademik. Terima kasih atas penerimaan yang luar biasa,” tutur Azhar. Kegiatan benchmarking ini diisi dengan sesi diskusi mendalam mengenai pengembangan kurikulum, penjaminan mutu internal, serta strategi kolaborasi akademik dan publikasi ilmiah. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh semangat kolaboratif. Acara diakhiri dengan pertukaran cinderamata antara kedua institusi sebagai simbol persahabatan akademik dan komitmen untuk terus menjalin kerja sama di masa depan. Benchmarking ini diharapkan menjadi awal dari sinergi yang berkelanjutan antara Prodi Ekonomi Syariah UMM dan FEB UIN Jakarta, khususnya dalam peningkatan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat berbasis nilai-nilai Islam.

UJIAN KOMPREHENSIF TOAFL PERDANA: PBA UMM MENGUKUR KEMAHIRAN AKADEMIK MAHASISWA MENUJU TUGAS AKHIR

PBA UMM News – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan ujian komprehensif berbasis Test of Arabic as a Foreign Language (TOAFL) perdana pada Jum’at, 19 Desember 2025, bertempat di Ruang Laboratorium Pendidikan Bahasa Arab (Masjid A.R. Fachruddin Lantai 2). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa semester VII angkatan 2022 yang tengah menyelesaikan Tugas Akhir (TA), serta menjadi salah satu syarat wajib untuk mengikuti ujian TA. Ujian komprehensif versi TOAFL ini bertujuan untuk meninjau ulang dan menguatkan pemahaman mahasiswa terhadap materi-materi perkuliahan yang telah ditempuh selama masa studi. TOAFL merupakan ujian berbasis komputer yang dirancang untuk mengukur kemahiran berbahasa Arab dalam konteks akademik bagi penutur non-native. Terdapat tiga kompetensi utama yang diujikan dalam tes ini, yakni Mahārat al-Istimā‘ yang mengukur kemampuan memahami percakapan akademik, Qawā‘id yang menilai pemahaman struktur dan kaidah bahasa Arab, serta Mahārat al-Qirā’ah yang menguji kemampuan membaca dan memahami teks akademik berbahasa Arab. Salah satu peserta ujian, Muhammad Alfaridzi dari angkatan 2022, dalam wawancara bersama tim redaksi menyampaikan bahwa ujian komprehensif ini memberinya pengalaman baru dalam memahami teori-teori bahasa Arab, khususnya bagi mahasiswa yang belum pernah mengikuti ujian TOAFL sebelumnya. Ia juga mengungkapkan bahwa persiapan dilakukan dengan mengerjakan berbagai latihan soal yang tersedia secara daring guna memperdalam pemahaman materi yang akan diujikan. Melalui pelaksanaan ujian komprehensif berbasis TOAFL ini, Program Studi PBA UMM diharapkan mampu memastikan kesiapan akademik mahasiswa sebelum memasuki tahap akhir penyelesaian studi, sekaligus memperkuat kompetensi kebahasaan para mahasiswa secara berkelanjutan. [NS & ATy]

LAB SYARIAH HKI UMM ADAKAN PLKH II DIGITAL MARKETING FOR LAW FIRM BAGI MAHASISWA REGULER HKI ANGKATAN 2022

Laboratorium Syariah Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi praktis mahasiswa melalui penyelenggaraan Pendidikan dan Latihan Kemahiran Hukum II (PLKH III) bertema “Digital Marketing for Law Firm”. Kegiatan ini diperuntukkan khusus bagi mahasiswa reguler HKI angkatan 2022 sebagai bekal menghadapi tantangan dunia hukum yang semakin digital dan kompetitif. PLKH II ini dirancang untuk menjawab kebutuhan lulusan hukum yang tidak hanya unggul dalam penguasaan teori dan regulasi, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan strategi pemasaran jasa hukum. Di era digital saat ini, firma hukum dituntut mampu membangun citra profesional, menjangkau klien secara luas, serta menyampaikan layanan hukum secara efektif melalui berbagai platform digital. Oleh karena itu, digital marketing menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki calon praktisi hukum. Materi pelatihan dalam PLKH II ini disusun secara komprehensif dan aplikatif, mencakup tiga pilar utama, yaitu desain grafis, fotografi dan videografi, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam produksi konten hukum. Setiap materi tidak hanya diberikan secara teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan sesi praktik intensif agar peserta mampu langsung mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh. Pada sesi desain grafis, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai prinsip dasar desain visual, seperti kontras, keseimbangan, grid, spacing, serta harmonisasi warna. Selain itu, peserta juga mempelajari hierarki tipografi agar pesan hukum dapat disampaikan secara jelas, menarik, dan mudah dipahami oleh publik. Pelatihan ini mengenalkan penggunaan aplikasi desain populer seperti Canva dan CorelDRAW, termasuk teknik menyiapkan desain yang sesuai standar unggahan media sosial dan kebutuhan promosi firma hukum. Sesi berikutnya difokuskan pada fotografi dan videografi sebagai bagian dari visual storytelling. Mahasiswa dilatih memahami teknik pengambilan gambar menggunakan perangkat sederhana seperti kamera ponsel, namun tetap menghasilkan visual yang profesional. Materi meliputi komposisi, jenis shot, pencahayaan, hingga teknik pengambilan video yang mendukung narasi hukum. Peserta juga mempraktikkan proses editing cepat menggunakan aplikasi pendukung agar mampu menghasilkan konten foto dan video yang siap dipublikasikan di platform digital. Tidak kalah penting, PLKH II ini juga membekali mahasiswa dengan keterampilan pemanfaatan AI dalam pembuatan konten digital. Peserta dikenalkan pada peran AI sebagai asisten kreatif dalam membantu penyusunan ide, penulisan caption, scripting video, hingga optimalisasi desain dan editing. Selain aspek teknis, pelatihan ini menekankan pentingnya etika penggunaan AI, khususnya terkait transparansi, hak cipta, dan keaslian karya, agar mahasiswa tetap menjunjung tinggi nilai profesionalisme dan integritas hukum. Melalui rangkaian PLKH II ini, Laboratorium Syariah HKI UMM berharap mahasiswa angkatan 2022 mampu memiliki nilai tambah sebagai calon sarjana hukum keluarga Islam yang tidak hanya memahami substansi hukum, tetapi juga cakap dalam membangun personal branding dan branding lembaga hukum secara digital. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah strategis Prodi HKI UMM dalam menyiapkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan zaman, berdaya saing, dan siap berkiprah di dunia praktik hukum modern. Dengan terselenggaranya PLKH III Digital Marketing for Law Firm ini, Prodi HKI UMM menegaskan perannya sebagai program studi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada penguatan kompetensi mahasiswa secara holistik, baik dari sisi akademik maupun keterampilan praktis.(NM)

Perkuat Kolaborasi Akademik, Prodi Ekonomi Syariah UMM Lakukan Benchmarking ke FEB UMJ

Jakarta, 7 Januari 2026 — Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menerima kunjungan benchmarking dari Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi akademik antar perguruan tinggi Muhammadiyah serta memperluas kerja sama dalam pengembangan kurikulum, penelitian, dan internasionalisasi program studi. Rombongan dari Universitas Muhammadiyah Malang dipimpin oleh Mochamad Novi Rifa’i, didampingi oleh tim dosen dan tenaga kependidikan, yakni Arif Luqman, Azhar Muttaqin, Rahmad Hakim, Fitrian Aprilianto, Rahmi Amalia, Afifah Nur, dan Vebrina Reza. Kegiatan berlangsung di ruang rapat Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMJ dan disambut hangat oleh jajaran pimpinan FEB UMJ. Dalam sambutannya, Dekan FEB UMJ, Dr. Abdul Mujib, M.M., menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim dari UMM yang dinilai sebagai langkah strategis untuk mempererat jejaring akademik antar kampus Muhammadiyah. “Kami menyambut baik inisiatif Prodi Ekonomi Syariah UMM yang datang untuk melakukan benchmarking. Kegiatan ini sangat penting sebagai wadah berbagi praktik baik antar perguruan tinggi Muhammadiyah dalam upaya memperkuat mutu dan daya saing pendidikan ekonomi syariah di Indonesia,” ujar Dr. Abdul Mujib. Sementara itu, perwakilan dari UMM, Azhar Muttaqin, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari pihak UMJ. Ia menuturkan bahwa kunjungan ini difokuskan pada pembelajaran terkait sistem penjaminan mutu, pengelolaan kurikulum, dan strategi internasionalisasi program studi yang telah diterapkan di UMJ. “Kami datang untuk belajar dari pengalaman Prodi Ekis UMJ yang telah memiliki banyak inovasi dalam tata kelola akademik dan kerja sama internasional. Kami berharap hasil benchmarking ini dapat memperkaya strategi pengembangan di kampus kami,” ungkapnya. Kegiatan benchmarking ini diisi dengan sesi diskusi interaktif terkait pengelolaan program studi, implementasi Outcome-Based Education (OBE), serta strategi penguatan peran perguruan tinggi Muhammadiyah dalam pengembangan ekonomi syariah nasional. Suasana acara berlangsung penuh antusiasme dan semangat kolaborasi. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan pertukaran cinderamata sebagai simbol persaudaraan dan komitmen untuk menjalin kerja sama berkelanjutan antar kedua perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, Prodi Ekonomi Syariah UMM dan UMJ berharap dapat terus memperkuat kolaborasi akademik, memperluas jejaring riset, serta bersama-sama mendorong kemajuan pendidikan ekonomi syariah yang unggul dan berdaya saing global.

HMPS PBA UMM & EL-KAFFAH CENTER, GELAR SEMINAR STRATEGI PRESTASI KEBAHASAARABAN

PBA UMM News – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan Seminar El-Kaffah Center pada Jum’at, 2 Januari 2026, bertempat di Aula GKB 5 UMM, pukul 07.30–11.30 WIB. Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi strategis dengan El-Kaffah Center, sebuah lembaga pelatihan bahasa Arab yang berfokus pada studi kebahasaan, kitabiyyah, serta pembinaan perlombaan kebahasaaraban. Seminar ini diikuti secara wajib oleh seluruh mahasiswa aktif PBA angkatan 2023, 2024, dan 2025, sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik dan nonakademik mahasiswa. Adapun fokus utama kegiatan ini meliputi pembinaan dan strategi perlombaan di bidang kebahasaaraban, seperti Debat Bahasa Arab, Khitobah (Pidato Bahasa Arab), Taqdimul Qishoh, Syi’ir (Puisi Bahasa Arab), serta MQK (Musabaqoh Qiroatul Kutub)/Lomba Baca Kitab. Kegiatan dibuka dengan khidmat oleh Kaprodi PBA UMM, Mochammad Firdaus, B.Ed., M.Ed., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesiapan mahasiswa PBA UMM untuk tampil unggul dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional, tidak hanya melalui penguasaan teori, tetapi juga melalui pembinaan yang terarah dan berkelanjutan. Seminar ini menghadirkan empat narasumber inspiratif dari El-Kaffah Syiar, yakni Gus Achmad Fahmi Alwan, S.Pd., Direktur El-Kaffah Center sekaligus peraih 37 kejuaraan nasional–ASEAN dalam bidang Khitobah dan Debat Bahasa Arab. Turut hadir Toriq Syagil Birri, peraih 50 kejuaraan nasional–internasional pada perlombaan Khitobah; Marshall Ilmie El Azyzie, seorang penulis buku nasional; serta Nadine Alfi Aulia, peraih 4 kejuaraan nasional dalam bidang Baca Kitab. Pada sesi seminar, para pemateri menyampaikan berbagai strategi persiapan lomba, mulai dari tahap pra-kompetisi hingga pelaksanaan di arena lomba. Penyampaian materi yang komunikatif, penuh semangat, dan sarat pengalaman praktis membuat suasana seminar berlangsung hidup. Antusiasme peserta terlihat jelas dari kesungguhan mahasiswa PBA dalam menyimak, mencatat, serta berdiskusi aktif sepanjang kegiatan. Melalui Seminar El-Kaffah Center ini, diharapkan mahasiswa PBA UMM tidak hanya termotivasi untuk berprestasi, tetapi juga memiliki bekal strategis, mental juara, dan kepercayaan diri untuk mengharumkan nama Program Studi Pendidikan Bahasa Arab dan Universitas Muhammadiyah Malang di berbagai ajang kebahasaaraban. [NS & ATy]

Lagi, Peserta COE Corporate Law School Batch II Prodi HKI diterima Kerja sebelum Lulus

Perjalanan karier seorang mahasiswa sering kali menjadi cerminan bagaimana proses akademik mampu membentuk kesiapan menghadapi dunia profesional. Hal inilah yang tergambar dari kiprah Agid Yukafi atau kerap akrab dipanggil yuke, mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang, yang kini telah berkiprah sebagai staf di Maven IP Consultant, sebuah firma konsultan yang bergerak di bidang kekayaan intelektual. Bagi Yuke, pencapaiannya saat ini bukanlah hasil yang diraih secara instan. Ketertarikannya pada dunia hukum bisnis dan kekayaan intelektual telah tumbuh sejak masa perkuliahan. Meski berlatar belakang Hukum Keluarga Islam, ia melihat bahwa ilmu hukum memiliki irisan yang luas dengan kebutuhan dunia korporasi. Ketertarikan tersebut kemudian ia asah melalui proses pembelajaran di kelas, diskusi akademik, hingga keikutsertaannya dalam berbagai seminar dan pelatihan yang relevan dengan isu hukum kontemporer. Lebih dari sekadar penguasaan materi, Agid menekankan pentingnya membangun mindset profesional sejak masih menjadi mahasiswa. Disiplin, kemampuan komunikasi, serta kemauan untuk terus belajar menjadi bekal utama yang ia siapkan. Ketika kesempatan bergabung dengan Maven IP Consultant datang, ia memaknainya bukan hanya sebagai peluang kerja, tetapi juga sebagai ruang belajar untuk mengimplementasikan ilmu HKI dalam praktik hukum nyata. Dalam menjalani pekerjaannya di dunia korporasi, Agid merasakan secara langsung manfaat kompetensi yang diperoleh dari Prodi HKI UMM. Pemahaman dasar Hukum Keluarga Islam yang dipadukan dengan pendekatan hukum positif, kemampuan analisis kasus, serta keterampilan membaca dan menyusun dokumen hukum menjadi fondasi yang sangat membantu. Selain itu, proses akademik di HKI UMM juga melatih mahasiswa untuk berpikir sistematis, kritis, dan menjunjung tinggi etika—nilai-nilai yang krusial dalam lingkungan kerja profesional. Tak kalah penting, soft skill seperti kerja tim, komunikasi efektif, dan rasa tanggung jawab turut berperan besar dalam menunjang kinerja di lingkungan korporasi yang menuntut ketelitian dan profesionalisme tinggi. Menurut Agid, kemampuan ini sering kali menjadi pembeda antara lulusan yang siap kerja dan yang masih perlu banyak beradaptasi. Di Maven IP Consultant, Agid kerap berhadapan dengan klien serta dokumen yang memiliki dimensi internasional, khususnya terkait regulasi dan perlindungan kekayaan intelektual. Tantangan ini menuntut ketelitian ekstra serta pemahaman terhadap regulasi global yang terus berkembang. Untuk menghadapinya, ia aktif mempelajari referensi internasional, memahami standar hukum lintas negara, dan berdiskusi dengan rekan kerja yang lebih berpengalaman. Baginya, kemauan untuk terus belajar menjadi kunci agar mampu beradaptasi dengan kompleksitas hukum internasional. Menurut Yuke, di era globalisasi saat ini, seorang lawyer tidak cukup hanya menguasai hukum nasional. Kemampuan bahasa asing, terutama Bahasa Inggris, menjadi kebutuhan mendasar. Selain itu, literasi hukum internasional, pemahaman standar compliance, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan regulasi global merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki oleh praktisi hukum masa kini. Ia juga menilai bahwa lulusan Center of Excellence (CoE) HKI UMM memiliki peluang besar untuk bersaing di lingkungan kerja berstandar internasional. Pengayaan kompetensi, pendekatan praktik, serta wawasan korporasi yang diperoleh selama masa studi menjadi modal awal yang kuat. Dengan terus mengasah kemampuan teknis hukum, memperkuat penguasaan bahasa asing, dan membangun jejaring profesional, lulusan CoE HKI dinilai mampu berkontribusi tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Menutup refleksinya, Yuke berpesan kepada mahasiswa HKI UMM agar tidak ragu bermimpi besar. Persiapan karier, menurutnya, harus dimulai sejak dini dengan memaksimalkan proses belajar di bangku kuliah. Keberanian mencoba hal baru, pengembangan hard skill dan soft skill, serta kesiapan mental dan etika profesional menjadi kunci untuk menembus dunia korporasi dan internasional. Dunia kerja, pada akhirnya, membutuhkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap berkembang dan memberi kontribusi nyata. (nm)