Dedikasi Prof. Dr. Khozin, M.Si. Sebagai Dekan FAI Masa Bakti 2021–2025
Dedikasi Prof. Dr. Khozin, M.Si. sebagai Dekan FAI UMM Masa Bhakti 2021–2025

Malang – Syukur dan rasa terima kasih yang mendalam disampaikan civitas akademika Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) atas kepemimpinan dan dedikasi Prof. Dr. Khozin, M.Si. selama menjabat sebagai Dekan periode 2021–2025. Di bawah kepemimpinannya, FAI UMM berhasil mencatat berbagai prestasi gemilang yang memperkuat posisi fakultas sebagai salah satu institusi pendidikan Islam unggulan di Indonesia. Ucapan “Syukran wal Hamdulillah” menggambarkan rasa syukur atas amanah yang telah dijalankan dengan baik. Selama empat tahun terakhir, Prof. Khozin tidak hanya membawa semangat baru dalam tata kelola fakultas, tetapi juga menorehkan capaian prestasi yang bersejarah, baik di bidang akreditasi, pengelolaan keuangan, kehumasan, maupun pengembangan jurnal ilmiah. Raihan Prestasi Akreditasi dan Internasionalisasi Salah satu pencapaian yang paling membanggakan adalah keberhasilan Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) FAI UMM meraih FIBAA Quality Seal, sebuah pengakuan internasional yang diberikan oleh lembaga akreditasi asal Jerman. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan di FAI UMM mampu bersaing secara global, sekaligus membuka peluang yang lebih luas untuk menjalin kerja sama akademik lintas negara. Tak hanya itu, seluruh program studi di FAI UMM juga berhasil mengantongi predikat Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Keempat prodi tersebut meliputi Pendidikan Agama Islam (PAI), Hukum Keluarga Islam (HKI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), serta Ekonomi Syariah. Capaian ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta kepemimpinan visioner Prof. Khozin yang selalu mendorong perbaikan berkelanjutan. Prestasi dalam Pengelolaan Fakultas Selain di bidang akademik, FAI UMM juga berhasil meraih peringkat 1 atas kinerja pengelolaan dan pelaporan keuangan tahun anggaran 2024. Hal ini menunjukkan adanya transparansi, akuntabilitas, serta manajemen keuangan yang sehat di lingkungan fakultas. Keberhasilan tersebut menjadi contoh tata kelola yang baik (good governance) di lingkup perguruan tinggi. Di bidang kehumasan, FAI UMM turut menorehkan prestasi dengan meraih peringkat 1 Humas Fakultas Terbaik Tahun 2024. Penghargaan ini mencerminkan keseriusan fakultas dalam membangun komunikasi publik yang efektif, menyampaikan informasi secara transparan, dan memperkuat citra positif FAI UMM di mata masyarakat luas. Peningkatan Mutu Publikasi Ilmiah Tidak kalah penting, FAI UMM juga menunjukkan keseriusan dalam pengembangan publikasi ilmiah. Sejumlah jurnal yang dikelola fakultas berhasil menembus peringkat nasional dan internasional, di antaranya: Jurnal Idzihar yang meraih Sinta 1, Jurnal Progresiva yang menempati Sinta 2 sekaligus terindeks EBSCO, serta Jurnal Falah yang memperoleh Sinta 3. Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan internal, tetapi juga membuka peluang kontribusi akademik lebih luas dari para dosen dan peneliti FAI UMM dalam khazanah ilmu pengetahuan Islam. Kepemimpinan yang Humanis dan Visioner Selama menjabat, Prof. Khozin dikenal sebagai sosok pemimpin yang humanis, rendah hati, dan visioner. Ia tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memperhatikan aspek spiritualitas dan penguatan karakter sivitas akademika. Dalam banyak kesempatan, beliau menekankan pentingnya integrasi antara ilmu, iman, dan amal sebagai fondasi pendidikan Islam. Di bawah arahannya, FAI UMM semakin aktif mengadakan kegiatan akademik dan sosial, mulai dari kuliah tamu internasional, seminar, pengabdian masyarakat, hingga penguatan kerja sama dengan berbagai lembaga dalam dan luar negeri. Upaya ini sejalan dengan misi UMM sebagai kampus unggul dan berdaya saing global. Atas segala dedikasi dan kerja keras tersebut, seluruh civitas akademika FAI UMM menyampaikan rasa syukur dan doa terbaik bagi Prof. Khozin. “Semoga Allah Swt senantiasa memberikan kesehatan, keselamatan, dan keberkahan dalam setiap langkah beliau,” demikian pesan yang tertuang dalam pernyataan resmi fakultas. Prestasi yang diraih pada periode kepemimpinan 2021–2025 menjadi warisan berharga bagi FAI UMM. Lebih dari sekadar capaian administratif, keberhasilan ini membuktikan bahwa kepemimpinan yang amanah dan penuh dedikasi mampu membawa perubahan nyata dalam dunia pendidikan tinggi Islam. Dengan fondasi yang sudah kuat, FAI UMM optimistis dapat terus melanjutkan tradisi prestasi dan inovasi, menjawab tantangan zaman, serta berkontribusi dalam melahirkan generasi cendekiawan Muslim yang berintegritas dan bermanfaat bagi umat serta bangsa.
3 Mahasiswa PKP HKI UMM Soroti persoalan infrastruktur Pasar besar Kota Malang

Malang – Tiga mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), memulai Praktek Kerja Profesional (PKP) di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PDM Kota Malang. Kegiatan Praktek kerja profesional (PKP) selama 30 hari kerja yang dimulai pada 16 Juli 2025 ini menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk mengaplikasikan Ilmu yang telah dipelajari selama di bangku kuliah ke dalam realita di masyarakat. Tiga mahasiswa tersebut adalah Ali zulfikar, Farid Maulana dan Habib Mubaraq yang terlibat dalam penanganan persoalan infrastruktur Pasar Besar Kota Malang. Kondisi Pasar Besar Kota Malang kembali menjadi perhatian publik. Tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tengah menjalani Praktek Kerja Profesional (PKP) menyoroti persoalan infrastruktur pasar besar di Kota Malang itu, yang dinilai belum tertangani dengan baik. Dari hasil pengamatan lapangan, mereka menemukan sejumlah persoalan yang sering dikeluhkan pedagang dan pengunjung. Mulai dari kerusakan bangunan, saluran air hingga menyebabkan genangan saat hujan, hingga fasilitas umum yang dinilai tidak memadai. “Pasar Besar adalah salah satu pusat roda ekonomi masyarakat kota Malang, tetapi kondisinya masih perlu untuk dibenahi,” Ujar Farid Maulana Selain kenyamanan, faktor keamanan juga menjadi sorotan. Beberapa bagian bangunan disebut sudah mengalami keretakan dan berpotensi membahayakan aktivitas jual beli. Menurut Ali Zulfikar, “Pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret untuk melakukan revitalisasi. Revitalisasi Pasar Besar penting, tidak hanya untuk memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga agar aktivitas ekonomi di dalamnya berjalan lancar dan aman,” tambahnya. Mahasiswa PKP HKI UMM ini juga menilai perbaikan pasar harus dilakukan dengan perencanaan matang, serta memperhatikan kebutuhan pedagang kecil. Mereka mengingatkan agar program revitalisasi tidak hanya sekedar proyek pembangunan, tetapi benar-benar berpihak kepada masyarakat kota Malang. Kehadiran Pasar Besar sebagai pusat perdagangan tradisional di Kota Malang dinilai sangat vital. Dengan kondisi infrastruktur yang lebih baik, pasar ini diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi pengunjung sekaligus mendukung perekonomian warga. (ali zulfikar)
Magang di Kantor Hukum, Mahasiswa HKI UMM Belajar Langsung dari Kasus Dissenting Opinion

Tiga mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Agama Islam (UMM), Puan Nabila, Fildan Ahmadan, dan Kholid Alfiansyah, mendapatkan wawasan mendalam tentang praktik hukum melalui program magang di Neratja Law Office, Kota Malang. Kegiata tersebut berlangsung dari Juli hingga September 2025. Selama magang, mereka terlibat langsung dalam penyusunan Kontra Memori Banding dan menemukan banyak hal baru, terutama terkait dengan fenomena ‘Dissenting Opinion’ atau perbedaan pendapat hakim. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi mereka untuk mengaplikasikan teori yang didapat selama enam semester perkuliahan. Mereka tidak hanya mempelajari cara membuat Kontra Memori Banding, tetapi juga strategi untuk membantah dalil yang diajukan pihak lawan. Namun, yang paling menarik perhatian ketiganya adalah adanya dissenting opinion dalam putusan pengadilan tingkat pertama yang menjadi dasar bagi Pembanding. Fildan Ahmadan menyoroti urgensi dissenting opinion dalam proses hukum. “Ternyata, perbedaan pendapat hakim ini bisa dijadikan dasar kuat oleh pihak Pembanding untuk mengajukan banding. Ini adalah pengetahuan yang sangat baru bagi kami dan menunjukkan betapa pentingnya setiap detail dalam putusan,” kata Fildan. Sementara itu, Kholid Alfiansyah, anggota kelompok magang lainnya, merasakan langsung manfaat praktik di lapangan. “Selama ini kami hanya belajar teori. Di sini, kami sadar bahwa banyak hal yang tidak tertulis di buku ajar. Istilah-istilah khusus seperti dissenting opinion ini baru kami pahami urgensinya saat berhadapan langsung dengan kasus nyata. Pengalaman ini membuat kami merasa masih ‘fakir’ ilmu dan harus terus belajar,” ungkap Kholid. Pengalaman magang ini, khususnya dalam menangani kasus dengan dissenting opinion, semakin menegaskan pentingnya proses peradilan yang adil dan transparan. Ketiga mahasiswa ini menyadari bahwa praktik hukum memerlukan ketelitian, pemahaman yang mendalam, dan kemauan untuk terus mengasah ilmu. Dengan demikian, mereka merasa lebih siap untuk menghadapi dunia kerja di bidang hukum setelah lulus nanti. (Puan Nabila)
Mahasiswa Ekonomi Syariah UMM Jalani Magang Teknologi & Akuntansi di Regynet Data Solusindo

Malang, 24 September 2025 — Tiga mahasiswa angkatan semester 7 dari Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi mengikuti program magang kerja di perusahaan teknologi yang berbasis di Bekasi, yaitu PT Regynet Data Solusindo. Kegiatan magang berlangsung mulai Agustus hingga September 2025. Adalah Azka Rafi Fauqulizzi, Naufal Syarif Hidayatullah, dan Mochamad Hamim Mahfudi yang memilih magang di bidang teknologi akuntansi di perusahaan tersebut. Dalam masa magang, mereka tidak hanya belajar tentang akuntansi tradisional, tetapi juga dibekali pengetahuan tentang teknologi internet, pemasaran digital, serta perpajakan. Menurut Azka, materi magang sangat selaras dengan kurikulum yang telah mereka pelajari di kampus. “Kami belajar mengaplikasikan teori akuntansi dan perpajakan, tetapi juga melihat bagaimana teknologi menjadi pendorong dalam berbagai bidang seperti pemasaran digital dan pengelolaan data,” jelasnya. Center for Future Works: Landasan Magang Inovatif Program magang ini tak lepas dari dukungan Center for Future Works (CFW) yang dihadirkan oleh Prodi Ekonomi Syariah UMM. CFW memfokuskan pada pengembangan lima kompetensi unggulan: Digital marketing & fintech syariah Perencanaan keuangan syariah Perbankan dan keuangan syariah Industri halal & produk halal Manajemen filantropi Dengan dukungan dosen yang kompeten di bidang ekonomi Islam serta fasilitas digitalisasi praktikum, mahasiswa diharapkan mampu menjembatani ilmu kampus dengan praktik industri nyata. Manfaat & Harapan Melalui program magang ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman teknis, tetapi juga jaringan profesional di dunia industri. Magang seperti ini dapat meningkatkan daya saing lulusan dalam pasar kerja, terutama di era transformasi digital di sektor ekonomi syariah. Dekan Fakultas Agama Islam UMM menyatakan bahwa upaya seperti magang berbasis teknologi menjadi bagian dari strategi fakultas untuk mendorong agar lulusan lebih siap memasuki dunia industri, terutama dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah. Lebih jauh lagi, kolaborasi antara universitas dan industri (seperti dengan Regynet Data Solusindo) diharapkan bisa diperluas, tidak hanya di bidang teknologi-akuntansi, tapi juga ke ranah fintech, data analytics, dan riset ekonomi Islam yang lebih maju. (Humas Ekos/NS)