Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang menyelenggarakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) pada Selasa, 7 Januari 2025. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja fakultas sepanjang tahun berjalan sekaligus merumuskan langkah penguatan mutu layanan akademik dan non-akademik ke depan. Rapat dihadiri oleh pimpinan fakultas, unsur manajemen, serta pihak terkait yang terlibat dalam pengelolaan dan pelaksanaan program FAI.

Dalam rapat tersebut, Dekan FAI menegaskan bahwa RTM merupakan bagian penting dari siklus penjaminan mutu fakultas. Melalui forum ini, seluruh capaian program dapat dievaluasi secara komprehensif, baik dari aspek keberhasilan, kendala, maupun tindak lanjut yang perlu dilakukan. “Rapat ini bukan sekadar laporan administratif, tetapi menjadi sarana refleksi bersama agar FAI terus bergerak menuju tata kelola yang lebih baik dan berkelanjutan,” ujarnya.

Salah satu agenda utama dalam RTM adalah pemaparan laporan kegiatan oleh bidang MDKM. Dalam laporannya disampaikan bahwa secara umum seluruh program yang telah direncanakan dapat terlaksana, meskipun dalam implementasinya terdapat dinamika dan fluktuasi di lapangan. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal, namun tidak mengurangi komitmen fakultas untuk tetap menjalankan program sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Bidang MDKM juga melaporkan sejumlah kegiatan sosial dan pengabdian yang telah dilaksanakan, antara lain pembangunan baru dan renovasi mushola, pembuatan dan perbaikan sumur, serta penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat. Program-program tersebut merupakan wujud nyata kepedulian FAI terhadap lingkungan sekitar sekaligus implementasi nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain itu, disampaikan pula adanya kontribusi langsung kepada mahasiswa, khususnya dalam bentuk perhatian dan perawatan terhadap beberapa mahasiswa yang membutuhkan pendampingan khusus. Langkah ini diapresiasi sebagai bagian dari upaya fakultas dalam menghadirkan lingkungan akademik yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada aspek kemanusiaan dan kesejahteraan mahasiswa.

Dalam bidang akademik dan penguatan kompetensi keislaman, program Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) menjadi salah satu fokus pembahasan penting. Disampaikan bahwa BTQ bagi mahasiswa FAI telah dilaksanakan melalui berbagai skema, mulai dari workshop hingga pendampingan berkelanjutan. Program ini telah berjalan untuk mahasiswa angkatan 2022, 2023, dan 2024, dengan hasil yang cukup signifikan.

Namun demikian, hasil evaluasi menunjukkan bahwa masih terdapat sekitar 16 mahasiswa yang perlu mendapatkan pendampingan ulang agar mampu memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan. Di FAI, program BTQ memiliki pengkhususan pada aspek hafalan Al-Qur’an, dengan nilai minimal kelulusan yang ditetapkan sebesar 75. Standar ini diberlakukan sebagai bentuk komitmen fakultas dalam menjaga kualitas lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi keislaman yang baik.

Ke depan, program BTQ akan diperkuat dan mulai diterapkan secara lebih sistematis pada semester genap tahun akademik 2025–2026. Penguatan ini diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih merata bagi seluruh mahasiswa FAI, sekaligus meminimalisasi jumlah mahasiswa yang harus mengikuti pendampingan ulang.

Dalam RTM tersebut juga dibahas terkait pengelolaan dana donasi yang bersumber dari luar negeri, khususnya dari negara-negara Arab. Pimpinan fakultas menegaskan bahwa dana donasi tersebut harus dikelola dengan penuh kehati-hatian dan mematuhi etika serta ketentuan yang berlaku. Disampaikan secara tegas bahwa donasi dari Arab tidak diperkenankan untuk dipublikasikan atau diunggah ke media, karena hal tersebut dapat menimbulkan konsekuensi serius, termasuk risiko pemblokiran atau blacklist oleh pihak perbankan di negara donor.

Penegasan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pengelola program agar lebih bijak dalam menyikapi transparansi publik, tanpa mengabaikan etika dan aturan yang telah ditetapkan oleh pihak donor. Fakultas tetap berkomitmen menjaga akuntabilitas internal, namun dengan tetap menghormati ketentuan yang berlaku secara internasional.

Melalui Rapat Tinjauan Manajemen ini, Fakultas Agama Islam UMM berharap dapat terus meningkatkan kualitas tata kelola, penguatan program keislaman, serta kepedulian sosial yang menjadi ciri khas fakultas. Hasil RTM akan menjadi dasar perbaikan dan pengembangan program ke depan, demi terwujudnya FAI yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.