
Malang, 25 Februari 2026 – Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang kembali menghadirkan kegiatan akademik berskala internasional melalui International Visiting Professor bertajuk “The Evolution of Islamic Economics: First, Second, and Third Generations.” Acara yang digelar ini menghadirkan Prof. Asad Zaman, Ph.D., Kepala Departemen Ekonomi di Akhuwat Institute, Pakistan, sebagai narasumber utama.
Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dan terbuka bagi sivitas akademika serta masyarakat umum yang tertarik memperdalam wawasan tentang perkembangan pemikiran ekonomi Islam. Dalam sesi kuliahnya, Prof. Asad Zaman memaparkan tiga fase penting dalam evolusi ekonomi Islam — mulai dari generasi pertama yang menekankan visi ideal pasca-kolonial, generasi kedua yang beradaptasi dengan sistem kapitalisme global, hingga generasi ketiga yang mengusung pendekatan sosial berbasis akar rumput.
Menurut Prof. Asad, perkembangan ilmu ekonomi Islam tidak bisa dilepaskan dari konteks sejarah dan dinamika sosial masyarakat. Ia menegaskan bahwa teori ekonomi seharusnya berkembang seiring perubahan masyarakat dan tidak hanya meniru paradigma Barat. “Langkah pertama dalam membangun ekonomi Islam yang autentik adalah dekolonisasi pikiran, membebaskan diri dari dominasi intelektual Eropa yang menganggap pengetahuan Barat sebagai kebenaran universal,” ujarnya.

Dalam paparan tersebut, Prof. Asad juga menyoroti pentingnya peran komunitas lokal dan lembaga sosial seperti masjid dalam membangun kemandirian ekonomi umat. Melalui strategi dua tingkat — penguatan individu dan komunitas di tingkat mikro, serta pembangunan solidaritas umat di tingkat makro — generasi ketiga ekonomi Islam diharapkan mampu melahirkan perubahan sosial yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Acara ini menjadi momentum berharga bagi mahasiswa dan akademisi untuk memperluas wawasan tentang arah baru ekonomi Islam global. Melalui kegiatan seperti ini, Universitas Muhammadiyah Malang terus berkomitmen menjadi pusat pengembangan ilmu ekonomi Islam yang progresif, kritis, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.(Humas Ekos/NS)