Konsistensi tanpa henti kembali mengantarkan prestasi membanggakan bagi Universitas Muhammadiyah Malang. Guru Besar Program Studi Pendidikan Agama Islam UMM, Ishomuddin, resmi mencatatkan namanya di Museum Rekor-Dunia Indonesia sebagai panelis diskusi daring internasional berkesinambungan terbanyak.

Penghargaan tersebut diserahkan pada April 2026 setelah melalui proses verifikasi ketat. Hingga Januari 2026, Prof. Dr. Ishomuddin, M.Si. tercatat telah tampil sebanyak 97 kali sebagai panelis dalam forum International Deliberation on Islam, dan jumlah tersebut terus bertambah.

International Deliberation on Islam merupakan forum strategis yang mempertemukan ulama, akademisi, dan cendekiawan dari berbagai negara.

Setiap sesi diskusi diikuti sekitar 400 hingga 500 peserta internasional yang mayoritas merupakan profesor dan doktor dari berbagai bidang keilmuan.

Sejak aktif bergabung pada 2018, Prof. Ishomuddin secara konsisten menyampaikan gagasan dan perspektif keislaman di hadapan ratusan cendekiawan dunia.

Dalam berbagai forum internasional tersebut, Prof. Ishomuddin banyak membahas epistemologi Islam melalui tiga paradigma utama, yakni Bayani (teks), Burhani (logika), dan Irfani (spiritual).

Ia memberikan perhatian khusus pada pendekatan Irfani yang menurutnya memiliki kedalaman makna penting dalam memahami Islam secara komprehensif.

“Pendekatan Irfani ini sering kali terabaikan, padahal ia memiliki kedalaman makna yang sangat krusial dalam memahami Islam secara komprehensif,” tegasnya.

Gagasan tersebut tidak hanya disampaikan di forum internasional, tetapi juga terus dikembangkan dalam lingkungan akademik lokal maupun nasional.

Selain aktif dalam forum internasional, Prof. Ishomuddin juga dikenal sebagai akademisi yang produktif dalam bidang riset dan publikasi ilmiah.

Sejak 2013, ia telah menghasilkan sekitar 100 karya yang tercatat resmi sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Capaian ini semakin memperkuat posisinya sebagai ilmuwan yang konsisten dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kiprahnya di berbagai forum dunia, dosen Fakultas Agama Islam UMM tersebut membawa misi besar untuk menyebarkan nilai-nilai Islam moderat dan inklusif.

Ia berharap ruang dialog internasional dapat terus menjadi sarana penguatan keilmuan dan peradaban Islam global.

Pencapaian ini sekaligus menegaskan posisi UMM sebagai perguruan tinggi yang terus mendorong sivitas akademikanya berkontribusi di tingkat internasional dan menghadirkan karya nyata bagi dunia.