Malang – Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI UMM) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Optimalisasi Analisis Data Berbasis AI untuk Mendukung Perkuliahan yang bekerja sama dengan iBLU Academy, Rabu (1/7), bertempat di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang.

Pelatihan ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa FAI UMM dengan tujuan meningkatkan kompetensi sivitas akademika dalam memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) secara efektif, etis, dan bertanggung jawab. Kegiatan menghadirkan Nasruloh Hadis, ICT Consultant iBLU Academy, sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Nasruloh menjelaskan bahwa perkembangan AI telah mengubah cara seseorang bekerja, belajar, dan melakukan penelitian. Namun demikian, pemanfaatan AI harus tetap ditempatkan sebagai alat bantu yang mendukung produktivitas, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir manusia.

“AI adalah asisten, bukan author. AI membantu mempercepat proses analisis, pencarian informasi, hingga penyusunan draft, tetapi kualitas sebuah karya ilmiah tetap ditentukan oleh kemampuan berpikir kritis, integritas, dan tanggung jawab penulisnya,” jelas Nasruloh.

Materi pertama membahas optimalisasi AI dalam proses analisis data. Peserta dikenalkan pada berbagai pendekatan pemanfaatan AI untuk mengolah data penelitian secara lebih cepat, menyusun visualisasi yang informatif, hingga membantu proses interpretasi hasil analisis. Dengan pendekatan tersebut, proses penelitian diharapkan menjadi lebih efisien tanpa mengurangi kualitas akademik.

Selanjutnya, peserta memperoleh pembekalan mengenai pemanfaatan AI dalam penyusunan publikasi ilmiah. Sesi ini menekankan penggunaan AI sebagai pendamping dalam menyusun struktur artikel, memperbaiki tata bahasa akademik, merumuskan ide penelitian, hingga meningkatkan kualitas penulisan. Narasumber juga mengingatkan pentingnya menjaga etika akademik dan menghindari ketergantungan terhadap AI dalam menghasilkan karya ilmiah.

Selain penyampaian materi, pelatihan berlangsung secara interaktif melalui praktik langsung. Peserta diajak mencoba berbagai platform AI untuk menyelesaikan studi kasus yang berkaitan dengan kebutuhan akademik, mulai dari analisis data hingga penyusunan naskah ilmiah. Pendekatan praktik ini memberikan pengalaman nyata mengenai bagaimana AI dapat diintegrasikan ke dalam aktivitas pembelajaran, penelitian, dan pekerjaan administratif.

Dekan Fakultas Agama Islam UMM, Dr. Imamul Hakim, S.E., M.Sh., menyampaikan bahwa penguasaan teknologi digital, termasuk Artificial Intelligence, menjadi kompetensi yang perlu dimiliki sivitas akademika di era transformasi digital. Menurutnya, AI harus dipahami sebagai instrumen yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus tetap digunakan dalam koridor etika akademik.

“Perkembangan teknologi tidak dapat dihindari. Tugas perguruan tinggi adalah memastikan sivitas akademika mampu memanfaatkan AI secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. AI bukan pengganti manusia, melainkan alat yang membantu meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, FAI UMM berharap sivitas akademika semakin siap menghadapi tantangan transformasi digital sekaligus mampu memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence secara bijak untuk menghasilkan karya akademik yang berkualitas, berintegritas, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme peserta selama pelatihan, panitia juga memberikan doorprize kepada peserta terbaik yang aktif berpartisipasi dan menunjukkan performa terbaik selama sesi berlangsung. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tanpa mengesampingkan etika dan integritas dalam pemanfaatan AI.