
PBA UMM News – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Muhammadiyah Malang kembali menghadirkan ruang dialog strategis melalui kegiatan ALEPO X TPJ (Al-Arabiyah Festival Expo X Temu Penerjemah Jatim) 2026. Mengusung tema “Menata Arah Karier Penerjemah: Bertahan, Beradaptasi, dan Bertumbuh”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempertemukan dunia akademik, profesi penerjemahan, dan industri jasa bahasa.
Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini dilaksanakan pada Sabtu, 31 Januari 2026, pukul 08.00–15.00 WIB, bertempat di Aula GKB 4 Lantai 9 UMM. ALEPO X TPJ 2026 dirancang sebagai forum reflektif sekaligus strategis dalam merespons dinamika profesi penerjemah di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Andri Manik, Bendahara HIPPI Jakarta Barat dan Pengurus KADIN DKI Jakarta, yang mengangkat pentingnya personal branding dalam membangun karier profesional. Tafsan Sadikin, Interpreter Senior sekaligus Mentor Mindfulness, membagikan perspektif mengenai pengelolaan stres dan kesadaran diri bagi penerjemah yang bekerja di bawah tekanan tinggi. Sementara itu, Sony Novian, Ketua Umum IKASA sekaligus Ketua HIPPI Jakarta Barat, menyoroti peluang dan tantangan bisnis di bidang jasa bahasa.
Salah satu agenda utama dalam ALEPO x TPJ 2026 adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) dan Universitas Muhammadiyah Malang. Kerja sama ini diharapkan mampu membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, khususnya dalam pengembangan kompetensi, sertifikasi, riset, dan penyiapan lulusan yang siap memasuki dunia kerja serta memahami standar profesi penerjemahan.
Ketua Umum HPI Pusat, Dr. Indra Listyo, menyampaikan apresiasi kepada HPI Komda Jawa Timur atas terselenggaranya kegiatan dengan baik. Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi menuntut penerjemah untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat etika profesi, serta memahami dinamika industri. Oleh karena itu, kolaborasi antara organisasi profesi dan perguruan tinggi dinilai sangat strategis dalam membangun ekosistem penerjemahan yang berkelanjutan.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, menyampaikan bahwa kegiatan TPJ memiliki nilai strategis karena profesi penerjemah tidak hanya membutuhkan kompetensi linguistik, tetapi juga kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perubahan zaman.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Agama Islam, Dr. Imamul Hakim, Kepala Center of Excellence (CoE) UMM, Achmad Fauzan Hery Soegiharto, serta Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab UMM, Mochammad Firdaus. Selain sesi seremonial dan gelar wicara, ALEPO x TPJ 2026 juga menghadirkan kelas-kelas tematik pada sesi siang, meliputi Stress Relieving, Game Translation, Interpreting, dan Business Building.
Ketua HPI Komda Jawa Timur, Muhammad Afif Musthofa, menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan mitra yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa TPJ tidak sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem penerjemahan yang saling terhubung dan berkelanjutan.
Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan berbagai perusahaan jasa bahasa ternama di Indonesia, seperti MainKata Translation Studio, Licolize Communications, Katagonia Language Solution, Translation Transfer, talabahasa, CMM Translation, dan Solusi Penerjemah. [HPI Komda Jatim, NS & ATy]