Malang – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran pengurus Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Ponorogo pada Jumat, 10 April 2026. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membahas rencana kegiatan edukatif bagi para santri. Rombongan pengurus Pondok Pesantren Walisongo Ngabar disambut langsung oleh pimpinan FAI UMM bersama jajaran dosen. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sejak awal pertemuan, mencerminkan hubungan historis dan emosional yang telah terjalin antara kedua institusi pendidikan Islam tersebut.

Menariknya, dalam penyambutan tersebut turut hadir salah satu dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) FAI UMM yang merupakan alumni dari Pondok Pesantren Walisongo Ngabar. Kehadiran alumni ini menjadi jembatan emosional yang semakin mempererat komunikasi dan membangun kedekatan antara kedua pihak. Agenda utama dalam kunjungan ini adalah silaturahmi serta pembahasan rencana kunjungan santri Pondok Pesantren Walisongo Ngabar ke FAI UMM yang dijadwalkan berlangsung pada 29 April 2026. Rencana ini disambut dengan penuh antusias oleh kedua belah pihak sebagai bentuk kolaborasi dalam pengenalan dunia perguruan tinggi kepada para santri.

Dalam pertemuan tersebut, pimpinan Pondok Pesantren Walisongo Ngabar menyampaikan harapan agar kunjungan santri nantinya dapat memberikan wawasan baru terkait pendidikan tinggi, khususnya di lingkungan Fakultas Agama Islam UMM. Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi para santri untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi serta mengenal lebih dekat suasana akademik di perguruan tinggi.

Sementara itu, Dekan FAI UMM menyampaikan apresiasi dan sambutan hangat atas kunjungan silaturahmi tersebut. Ia menegaskan bahwa FAI UMM senantiasa terbuka bagi siapa saja, baik dari kalangan pesantren, sekolah, maupun masyarakat umum, yang ingin melakukan kunjungan edukatif maupun menjalin kerja sama. “FAI UMM dengan senang hati menerima kunjungan dari Pondok Pesantren Walisongo Ngabar. Kami terbuka untuk siapa saja yang ingin mengenal lebih dekat dunia akademik di kampus kami, termasuk para santri yang memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dekan juga menambahkan bahwa kegiatan kunjungan santri nantinya akan dikemas secara edukatif dan inspiratif, dengan menghadirkan berbagai sesi pengenalan program studi, lingkungan kampus, serta peluang pengembangan diri yang dapat ditempuh oleh para mahasiswa. Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka peluang sinergi yang lebih luas antara pesantren dan perguruan tinggi. Kolaborasi semacam ini dinilai penting dalam menciptakan kesinambungan pendidikan, khususnya dalam membangun generasi muslim yang unggul, berilmu, dan berakhlak.

Dengan adanya rencana kunjungan santri pada akhir April mendatang, diharapkan hubungan antara Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Ponorogo dan FAI UMM semakin erat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan inspirasi bagi para santri untuk terus mengembangkan potensi diri dan berkontribusi di tengah masyarakat. FAI UMM terus berkomitmen untuk menjadi ruang terbuka bagi kolaborasi pendidikan dan pengembangan keilmuan Islam, baik di tingkat lokal maupun nasional. Kunjungan ini menjadi salah satu bukti nyata dari upaya tersebut dalam memperluas jejaring dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan Islam. (ik)