
MALANG – Sebagai upaya menjaga kualitas tata kelola organisasi dan akuntabilitas keuangan, Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar agenda Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Kerja pada Jumat, 19 Desember 2025. Kegiatan ini dilakukan secara intensif oleh tim dari Badan Pengendalian Internal (BPI) UMM terhadap Unit Unit Pengelola Program Studi (UPPS) serta empat Program Studi yang ada di bawah naungan FAI.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang FAI ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, mulai dari Dekan, para Wakil Dekan, Ketua Program Studi (Kaprodi), Sekretaris Program Studi (Sekprodi), hingga Bendahara Fakultas dan unit-unit program terkait lainnya.
Menjaga Akuntabilitas dan Kualitas
Acara diawali dengan sambutan hangat dari Dekan FAI UMM, Dr. Imamul Hakim, M.Sh. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa agenda Monev bukanlah sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen vital untuk memastikan bahwa visi dan misi fakultas diterjemahkan dengan baik melalui program kerja yang nyata.
“Monev ini adalah cermin bagi kita semua di FAI. Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dianggarkan benar-benar memberikan dampak pada peningkatan kualitas akademik dan layanan kepada mahasiswa. Sinergi antara UPPS dan empat prodi kita—Hukum Keluarga Islam (HKI), Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), dan Ekonomi Syariah (Eksya)—harus tetap solid agar target fakultas tercapai,” ujar Dr. Imamul.
Beliau juga menambahkan bahwa transparansi dan akuntabilitas adalah kunci utama dalam mempertahankan kepercayaan pemangku kepentingan (stakeholders) terhadap FAI UMM sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul.

Fokus BPI: Serapan Dana dan Target Capaian
Tim dari Badan Pengendalian Internal (BPI) UMM yang hadir pada kesempatan tersebut memberikan penjelasan detail mengenai parameter evaluasi. Fokus utama dalam Monev kali ini mencakup dua aspek besar: pertama, efektivitas pelaksanaan program kerja yang telah direncanakan di awal tahun anggaran. Kedua, ketepatan serta maksimalisasi penyerapan dana pada setiap kegiatan yang telah dilaksanakan.
Perwakilan tim BPI menjelaskan bahwa serapan dana yang maksimal harus diiringi dengan bukti fisik dan laporan pertanggungjawaban yang sesuai dengan prosedur universitas. BPI bertindak sebagai mitra strategis bagi FAI untuk mengidentifikasi kendala apa saja yang dihadapi prodi di lapangan, sehingga target-target yang belum tercapai dapat segera dicarikan solusinya pada periode berikutnya.
Evaluasi dilakukan secara mendetail pada masing-masing prodi. Kaprodi dan Sekprodi memaparkan laporan capaian kinerja mereka, mulai dari penyelenggaraan seminar internasional, pengabdian masyarakat, hingga pengembangan kurikulum berbasis industri. Sementara itu, para bendahara prodi mendampingi dengan data administratif untuk memastikan tidak ada ketimpangan antara rencana anggaran dan realisasi di lapangan.
Kolaborasi Struktural demi Kemajuan FAI
Diskusi dalam Monev berlangsung sangat dinamis. Seluruh struktural FAI menunjukkan komitmennya untuk terbuka terhadap masukan dari tim BPI. Kehadiran lengkap dari unsur pimpinan hingga pengelola keuangan menunjukkan keseriusan FAI dalam mematuhi standar prosedur operasional yang ditetapkan oleh universitas.
Pihak fakultas menyadari bahwa dinamika kegiatan kampus seringkali menghadapi tantangan tak terduga. Namun, melalui monitoring berkala ini, setiap hambatan dapat didokumentasikan dan dijadikan bahan evaluasi untuk penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) tahun mendatang agar lebih presisi.
Langkah Menuju Tata Kelola Kelas Dunia
Kegiatan Monev ini diakhiri dengan penyerahan draf catatan evaluasi dari BPI kepada pihak fakultas. Hasil dari pertemuan ini akan menjadi basis data penting bagi FAI UMM untuk terus berinovasi. Dengan serapan dana yang optimal dan program kerja yang terlaksana 100 persen, FAI optimis dapat terus meningkatkan akreditasi prodi menuju unggul dan internasional.
Melalui pengawasan internal yang ketat dan profesional dari BPI, Fakultas Agama Islam UMM membuktikan bahwa nilai-nilai Islam dalam hal amanah dan profesionalisme benar-benar diterapkan dalam sistem manajemen pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiyah Malang.