Malang, 11 September 2025 – Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan materi keprodian khusus untuk mahasiswa baru angkatan 2025. Kegiatan ini menjadi ajang pengenalan bagi Gen 25 untuk memahami lebih dekat struktur kepengurusan, layanan, serta arah pengembangan prodi.
Acara yang berlangsung di Aula Rusunawa P2KK UMM ini menghadirkan jajaran pengelola prodi, yakni: M Arif Zuhri, M.H.I. selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) HKI UMM, Soni Zakaria, M.H. selaku Sekretaris Program Studi (Sekprodi), R. Tanzil Fawaiq Sayyaf, M.H. selaku Kepala Laboratorium Syariah (Kalab Syariah) dan Rizqi Evalina ,S.T selaku staf Tata Usaha (TU)

Dalam sambutannya, Bapak Kaprodi Arif Zuhri menegaskan pentingnya mahasiswa HKI untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif dengan perkembangan zaman.
“Mahasiswa HKI UMM harus memiliki integritas, keilmuan yang kokoh, dan siap menghadapi tantangan di dunia hukum Islam. PESMABA ini menjadi titik awal untuk menanamkan visi itu,” ujarnya. Sementara itu, Sekprodi Bapak Sony Zakaria menjelaskan mekanisme perkuliahan, sistem akademik, hingga layanan yang dapat diakses mahasiswa. Ia berharap Gen 25 mampu beradaptasi dengan cepat dan aktif memanfaatkan fasilitas yang tersedia.

Dari sisi praktikum, Kalab Syariah, Bapak Tanzil Fawaiq Sayyaf, memaparkan pentingnya Laboratorium Syariah sebagai ruang pengembangan keterampilan hukum, terutama dalam simulasi peradilan agama. “Lab Syariah bukan hanya tempat praktikum, tetapi juga wadah menempa profesionalisme calon praktisi hukum Islam,” ungkapnya. Selain itu, Bu Kiki dari Tata Usaha (TU) memperkenalkan berbagai layanan administrasi akademik, mulai dari KRS, surat-menyurat, hingga kebutuhan administrasi lain yang mendukung kelancaran studi mahasiswa.

Kegiatan materi keprodian ini ditutup dengan sesi tanya jawab, di mana mahasiswa baru berkesempatan menyampaikan pertanyaan terkait perkuliahan maupun layanan prodi.
Dengan adanya agenda ini, diharapkan Gen 25 HKI UMM tidak hanya mengenal struktur prodi secara formal, tetapi juga termotivasi untuk membangun kedekatan dengan dosen, tenaga kependidikan, serta kultur akademik yang ada di HKI UMM. (Nm)