
Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan kegiatan Pelatihan Memasuki Dunia Kerja pada Senin, 11 Agustus 2025 bertempat di Aula GKB 3 UMM. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa tingkat akhir dengan tujuan membekali mereka keterampilan, pengetahuan, dan kesiapan mental dalam menghadapi dunia kerja, khususnya bagi yang berencana meniti karir sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Pelatihan ini menghadirkan narasumber utama, yaitu Rendra Widyakso, S.H., S.H., M.H., seorang Hakim Yustisial Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung RI sekaligus alumni Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) FAI UMM. Kehadiran beliau memberikan motivasi tersendiri, karena sebagai alumni FAI UMM beliau telah berhasil meniti karir di Mahkamah Agung RI.
Kenali Potensi Diri Sejak Awal
Dalam pemaparannya, Rendra menekankan pentingnya mahasiswa untuk mengenali potensi diri sejak dini. Menurutnya, setiap orang memiliki kelebihan yang dapat dijadikan modal dalam menapaki karir, termasuk sebagai ASN. “Kenali potensi diri, lakukan riset terhadap kemampuan diri sendiri. Apa yang kalian kuasai, apa yang menjadi passion, dan bagaimana potensi itu bisa berkembang. Dengan mengenal diri, maka kita bisa menyiapkan langkah lebih terarah dalam berkarir,” jelas Rendra. Ia menambahkan bahwa proses mengenali diri tidak bisa instan, melainkan harus ditempuh melalui pengalaman, evaluasi diri, serta kemauan untuk belajar secara terus-menerus.
Lebih jauh, Rendra juga menyinggung konsep hukum alam yang berlaku dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari aturan sosial, ekonomi, hingga pendidikan. Menurutnya, setiap individu yang ingin sukses harus memahami dan menyesuaikan diri dengan hukum alam tersebut. “Dalam hidup ada aturan, ada hukum ekonomi, ada etika dalam pendidikan. Semuanya itu hukum alam yang harus kita pahami. Kalau kita melawan, pasti akan kesulitan. Maka, untuk bisa sukses, kita harus mengikuti aturan itu dengan cara yang benar,” terangnya.
Rendra juga memberikan tips praktis bagaimana cara menjaga dan mengasah pengetahuan agar tidak mudah hilang. Ia menekankan pentingnya belajar dengan menulis serta belajar dengan mengucapkan seperti layaknya berpidato. “Belajar itu jangan hanya dibaca. Kalau ditulis, pengetahuan akan lebih melekat. Kalau diucapkan, apalagi seperti berpidato, maka memori kita akan lebih kuat. Ini cara sederhana untuk menjaga daya ingat,” ungkapnya. Ia juga menyarankan mahasiswa untuk aktif mengikuti tes kepribadian agar lebih memahami kelemahan dan kelebihan diri. Tes ini penting sebagai bekal ketika memasuki dunia kerja yang menuntut kemampuan komunikasi, adaptasi, dan pengendalian diri.
Selain kemampuan akademik, Rendra menekankan pentingnya jaringan atau networking dalam dunia kerja. Menurutnya, luasnya jaringan yang dimiliki seseorang akan memengaruhi seberapa besar dampaknya di masyarakat maupun lembaga. “Perluas jaringan kalian. Pertanyaannya bukan hanya seberapa banyak orang yang kalian kenal, tapi seberapa berdampak kalian bagi mereka. Jaringan bukan sekadar soal kenalan, tapi tentang kontribusi dan nilai yang bisa kita bawa,” ujarnya. Dalam konteks tertentu, ia juga menyinggung fenomena ordal (orang dalam). Namun, Rendra menegaskan bahwa yang lebih utama adalah kualitas diri. Orang dalam bisa membantu, tetapi tanpa kemampuan, kesempatan itu tidak akan bertahan lama.
Kebutuhan SDM di Lembaga Peradilan Agama
Sebagai Hakim Yustisial di Badilag MA RI, Rendra turut menjelaskan bahwa kebutuhan sumber daya manusia di lingkungan peradilan agama masih terbuka luas. Mahasiswa lulusan FAI, khususnya Prodi HKI, memiliki peluang besar untuk berkarir di lembaga tersebut. “Peradilan Agama membutuhkan banyak SDM berkualitas. Lulusan FAI UMM, khususnya HKI, punya potensi besar untuk masuk ke dalamnya. Bekal keilmuan syariah yang dipadukan dengan wawasan hukum kontemporer sangat relevan dengan kebutuhan lembaga,” terangnya.
Kehadiran Rendra sebagai alumni sukses memberi motivasi kuat bagi mahasiswa. Ia menegaskan bahwa perjalanan menuju karir ASN tidak mudah, tetapi dengan kerja keras, disiplin, dan kejujuran, semua peluang dapat diraih.“Menjadi ASN bukan sekadar mencari pekerjaan, tetapi juga pengabdian. Kalian harus siap bekerja melayani masyarakat, menjunjung integritas, dan memberi manfaat. Itulah esensi menjadi aparatur sipil negara,” pesannya.
Kegiatan Pelatihan Memasuki Dunia Kerja ini menjadi salah satu langkah strategis FAI UMM untuk mendampingi mahasiswa menjelang kelulusan. Dengan menghadirkan alumni yang kini menjabat di lembaga tinggi negara, mahasiswa tidak hanya mendapat pengetahuan praktis, tetapi juga inspirasi nyata bahwa peluang karir terbuka lebar asalkan diiringi dengan persiapan yang matang. Melalui pelatihan ini, diharapkan lulusan FAI UMM tidak hanya siap memasuki dunia kerja secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan manajerial diri, jaringan yang luas, serta semangat pengabdian yang tinggi. Dengan bekal itu, mahasiswa FAI UMM diyakini mampu menjadi generasi muda berintegritas yang siap mengabdi untuk umat, bangsa, dan negara.