Tempuh S3 di King Saud University, Arab Saudi: Perjuangan, Inspirasi, dan Dedikasi Dosen PBA UMM dalami Studi Bahasa Arab

Menempuh pendidikan hingga jenjang doktoral merupakan impian banyak akademisi, terutama bagi mereka yang ingin terus mengembangkan ilmu dan memberikan kontribusi lebih besar bagi dunia pendidikan. Namun, perjalanan menuju S3 bukanlah hal yang mudah. Selain membutuhkan dedikasi tinggi, seseorang juga harus memiliki motivasi kuat, kesiapan akademik, serta kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Bagi seorang dosen Pendidikan Bahasa Arab, studi lanjut di Arab Saudi bukan hanya sekadar meningkatkan keilmuan, tetapi juga menjadi bagian dari misi besar dalam memperdalam pemahaman tentang Bahasa Arab secara mendalam dan aplikatif. Dalam wawancara ini, kita akan mengenal lebih dekat perjalanan seorang dosen Prodi PBA FAI UMM  yang saat ini sedang menempuh studi S3 di King Saud University di Riyadh, Arab Saudi, Murdiono, S.S.,M.PdI.  Mulai dari motivasi yang mendorongnya untuk melanjutkan pendidikan, tantangan yang dihadapi, hingga pengalaman unik selama studi. Semoga kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi para akademisi dan mahasiswa yang bercita-cita untuk melanjutkan studi ke luar negeri, khususnya di negeri yang menjadi pusat keilmuan Islam dan Bahasa Arab. Apa yang menjadi motivasi utama Anda untuk melanjutkan studi S3 di Arab Saudi? Motivasi utama saya untuk melanjutkan studi S3 di Arab Saudi adalah untuk memperdalam pemahaman saya tentang Bahasa Arab secara komprehensif, baik dari aspek linguistik, filologi, maupun penerapannya dalam pendidikan. Sebagai dosen, saya merasa perlu untuk terus mengembangkan keilmuan agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi dunia akademik, khususnya dalam penelitian terkait Bahasa Arab. Selain itu, Arab Saudi memiliki lingkungan akademik yang sangat kondusif dengan akses langsung ke sumber-sumber primer dalam kajian Bahasa Arab. Universitas-universitas di sana juga memiliki para pakar dan akademisi terkemuka yang dapat menjadi pembimbing dalam riset saya. Dengan studi di Arab Saudi, saya berharap dapat membawa wawasan baru ke Indonesia, baik dalam metode pembelajaran Bahasa Arab maupun dalam pengembangan kurikulum yang lebih kontekstual dan relevan. Tidak kalah penting, melanjutkan studi di Arab Saudi juga menjadi bagian dari upaya saya untuk lebih mendalami warisan intelektual Islam yang banyak tertulis dalam Bahasa Arab. Dengan demikian, ilmu yang saya peroleh nantinya tidak hanya bermanfaat secara akademik, tetapi juga dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat. Sebagai tambahan, ada bonus istimewa bagi mahasiswa yang belajar di Arab Saudi, yaitu kesempatan untuk berhaji secara gratis dan beribadah umroh kapan saja. Ini merupakan keistimewaan yang sangat berharga, karena selain menimba ilmu, kita juga memiliki peluang untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhana wata’ala dengan lebih mudah. Keberadaan di tanah suci memberikan pengalaman spiritual yang mendalam, yang semakin memperkaya perjalanan akademik dan kehidupan saya secara keseluruhan. Mengapa Anda memilih universitas dan program studi ini? Saya memilih King Saud University di Riyadh, Arab Saudi, karena universitas ini merupakan salah satu institusi terkemuka dalam studi Bahasa Arab, khususnya dalam bidang al-Lughah wa Nahwu. Sebagai pusat keilmuan yang memiliki sejarah panjang dalam pengajaran dan penelitian bahasa, King Saud University menawarkan lingkungan akademik yang sangat kondusif dengan akses luas ke literatur klasik dan penelitian mutakhir. Fokus saya pada al-Lughah wa Nahwu di Fakultas al-Ulum al-Insaniyah wal-Ijtima’iyah bukan hanya sekadar pilihan akademik, tetapi juga merupakan bagian dari misi saya dalam memperdalam pemahaman tentang struktur dan perkembangan Bahasa Arab. Dengan belajar di tempat ini, saya memiliki kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para pakar di bidang linguistik Arab, serta mengakses manuskrip dan referensi otoritatif yang menjadi rujukan utama dalam studi bahasa. Selain itu, Riyadh sebagai pusat intelektual dan budaya Arab memberikan pengalaman belajar yang autentik. Penggunaan Bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan akademik maupun sosial, menjadi keuntungan tersendiri dalam memperkaya kemampuan saya dalam memahami dan menganalisis bahasa secara lebih mendalam. Saya berharap, melalui studi ini, saya dapat membawa kontribusi yang berarti dalam pengembangan keilmuan Bahasa Arab, baik di Indonesia maupun dalam skala internasional.   Bagaimana perjalanan Anda hingga akhirnya mendapatkan kesempatan untuk studi di Riyadh Saudi Arabia? Perjalanan saya hingga akhirnya mendapatkan kesempatan studi di King Saud University, Riyadh, adalah sebuah proses panjang yang penuh dengan ketekunan dan doa. Sejak tahun 2021, saya telah mempersiapkan diri dengan serius untuk mendaftar, tidak hanya dengan memenuhi persyaratan akademik, tetapi juga dengan terus menjalin komunikasi dengan pihak universitas. Saya sering menghubungi mereka melalui email, menanyakan perkembangan status aplikasi saya, serta memastikan bahwa semua dokumen yang dibutuhkan telah terpenuhi. Proses ini bukan tanpa tantangan, tetapi saya yakin bahwa setiap langkah yang saya tempuh adalah bagian dari perjuangan menuju tujuan yang lebih besar. Hingga akhirnya, pada bulan Agustus 2024, saya menerima Letter of Acceptance yang telah saya nantikan selama bertahun-tahun. Kabar ini bukan hanya sebuah pencapaian pribadi, tetapi juga sebuah kehormatan besar, karena pada tahun 2024, terdapat 14 mahasiswa Indonesia yang diterima di King Saud University, dan saya dan teman dari  jurusan manjemen pendidikan  yang berhasil mendapatkan kesempatan untuk menempuh studi di jenjang doktoral. Kesempatan ini semakin memotivasi saya untuk memberikan yang terbaik, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk masyarakat akademik di Indonesia. Saya percaya bahwa ilmu yang saya peroleh di King Saud University akan menjadi bekal berharga dalam mengembangkan studi Bahasa Arab serta berkontribusi bagi dunia pendidikan di tanah air. Ceritakan pengalaman Anda selama studi S3, mencakup hal yang sulit dihadapi hingga hal unik yang pernah anda alami! Perjalanan studi S3 di King Saud University adalah pengalaman yang penuh tantangan sekaligus pembelajaran berharga. Langkah pertama yang paling berat adalah meninggalkan keluarga, sesuatu yang tidak mudah bagi siapa pun yang harus merantau jauh demi menuntut ilmu. Namun, saya sadar bahwa setiap pengorbanan ini adalah bagian dari perjalanan menuju impian yang lebih besar. Setibanya di Arab Saudi, tantangan berikutnya adalah beradaptasi dengan lingkungan baru. Iklim Riyadh yang ekstrem, dengan musim panas yang menyengat dan musim dingin yang menusuk, memerlukan penyesuaian fisik dan mental. Tidak hanya itu, kehidupan sehari-hari yang sepenuhnya menggunakan Bahasa Arab juga menjadi tantangan tersendiri. Meskipun saya bisa Bahasa Arab secara akademik, menggunakannya dalam percakapan sehari-hari dengan berbagai dialek dan gaya bahasa masyarakat setempat adalah pengalaman baru yang membutuhkan waktu untuk terbiasa. Hal yang paling mendasar adalah berhadapan langsung dengan para dosen asli Arab. Cara mereka mengajar, kecepatan berbicara, dan kedalaman materi yang disampaikan terkadang membuat saya harus bekerja ekstra untuk memahami setiap detail pelajaran. Namun, seiring waktu dan pembiasaan, semua mulai terasa