FAI UMM Gelar Yudisium Periode VI Tahun 2024 dan Periode I Tahun 2025

Malang, 4 Februari 2025 – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Yudisium Periode IV Tahun 2024 dan Periode I Tahun 2025 pada Selasa (4/2) di Aula GKB 3 UMM. Acara ini dihadiri oleh seluruh calon wisudawan dan dosen FAI UMM sebagai bentuk apresiasi terhadap pencapaian akademik mahasiswa sebelum prosesi wisuda. Yudisium merupakan salah satu rangkaian akademik yang menandai kelulusan mahasiswa sebelum diwisuda secara resmi. Acara ini bertujuan untuk memberikan pengakuan atas kerja keras para mahasiswa serta membangun rasa kebersamaan di antara lulusan FAI UMM. Selain itu, yudisium juga menjadi momentum refleksi bagi para lulusan dalam menghadapi tantangan di dunia profesional maupun akademik selanjutnya. Mewakili Dekan, Wakil Dekan I FAI UMM, Dr.Saiful Amien dalam piodato pembukaannya menyampaikan pesan dan nasihat yang Panjang untuk para calon wisudawan/I FAI UMM, pidato tersebut terangkum dalam teks berikut : “Di era yang semakin kompetitif ini, persaingan dalam dunia kerja dan akademik semakin ketat. Untuk menghadapi tantangan tersebut, setiap individu perlu memiliki keahlian tambahan yang mendukung bidang keilmuannya. Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI-UMM) berkomitmen untuk memberikan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) guna menambah kompetensi lulusan, sehingga mereka tidak hanya memiliki ijazah tetapi juga keterampilan tambahan yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat”. “Dalam perkembangan keilmuan saat ini, batas antar-disiplin ilmu semakin memudar. Seorang guru, misalnya, kini dapat merambah ke berbagai profesi lain selama memiliki kompetensi yang memadai dalam bidang tersebut. Oleh karena itu, penting bagi setiap lulusan untuk terus memperkuat keterampilan di berbagai sektor agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan memanfaatkan peluang yang ada”.   “Transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan dalam dunia modern. Inovasi di bidang teknologi membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan dan profesi. Oleh karena itu, setiap individu, khususnya lulusan FAI-UMM, harus mampu memahami dan memanfaatkan teknologi dengan bijak agar tetap relevan dalam menghadapi tantangan global”.   “Namun, di tengah kemajuan tersebut, kita juga dihadapkan pada tantangan besar berupa kemunduran nilai moral. Nilai-nilai moral, etika, dan akhlak mulai tergerus oleh arus globalisasi yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, sebagai lulusan FAI-UMM, kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi agen perubahan yang menyebarkan ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits, serta menjaga nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat”. “Terakhir, saya ingin mengingatkan bahwa Universitas Muhammadiyah Malang bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi juga almamater yang menjadi ibu kedua bagi kita semua. Kampus ini adalah bagian dari diri kita, sebagaimana ibu kandung yang selalu melekat dalam kehidupan kita. Jagalah nama baik UMM, karena dari sinilah kita lahir sebagai sarjana yang siap berkontribusi bagi agama, bangsa, dan negara. Dimanapun kita berada, kita adalah cerminan dari almamater kita, UMM”.                                                   Dalam yudisium kali ini, FAI UMM memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik dari masing-masing periode. Sabrina Aoraline Adelia Putri, S.E. dari Program Studi Ekonomi Syariah dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Periode I Tahun 2025 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,83. Sementara itu, predikat Wisudawan Terbaik Periode IV Tahun 2024 diraih oleh Jazaa Indriani Sumilan, S.H. dari Program Studi Hukum Keluarga Islam dengan IPK 3,89. Dengan terselenggaranya yudisium ini, diharapkan para lulusan FAI UMM dapat terus mengembangkan diri dan berkontribusi dalam berbagai bidang, baik di sektor akademik, sosial, maupun profesional. Prosesi wisuda yang akan datang menjadi langkah selanjutnya bagi mereka untuk mengukuhkan perjalanan pendidikan ke tahap yang lebih tinggi. (ik)