Direktur Pusat Studi Islam dan Filsafat (PSIF) Bedah Pendidikan Karakter B Religi

Dr. Achmad Faridi, Direktur Pusat Studi Islam dan Filsafat (PSIF) mempresentasikan naskah akademiknya pada Sabtu, 18/9/2021. Naskah ini dirayakan di mimbar “Halaqah Sabtu Pagi” Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang. Berdasarkan naskah yang bertajuk “Pendidikan Karakter B Religi” ini, Dr Faridi mengajukan argumentasi pokok bahwa “Ajaran agama Islam yang luhur, yang kaya akan nilai-nilai akhlak dan spiritualisme, menjadi bagian dari kehidupan keseharian di sekolah. Nilai-nilai luhur tersebut, menjadi nilai hidup yang berpaut erat (akulturasi) dengan kearifan masyarakat setempat (Jawa) dan kemudian mengalami proses obyektifikasi, sehingga lebih mudah diterima masyarakat.” Secara substantif, pendidikan karakter B Religi ini bisa menjauhkan para siswa dan guru dari cara berpikir yang ekstrem, radikalisme dan bahkan terorisme. Oleh karena itu, hal ini selaras dengan kepentingan memperkuat integrasi bangsa. Naskah yang dikembangkan dari disertasi doktoral ini, sebenarnya merupakan bagian penting dari riset empiris yang dilakukan di Sekolah Menengah Atas (SMA) 3 Malang. Tentu secara antropologis, hal ini dianggap merepresentasikan berbagai praktik dan penghayatan akan nilai yang unik, menarik dan vernakularitas yang khusus. Secara konseptual, temuan ini berpotensi besar memberikan sumbangsih pada konsep pendidikan karakter di tanah air. Melalui obyektifikasi (membuatnya bersifat obyektif, meminjam gagasan Kuntowijoyo), formulasi ilmiah mengenai pendidikan karakter B Religi ini, bisa dielaborasi oleh berbagai lembaga pendidikan secara umum, tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras, adat-istiadat, bahasa, warna kulit dan keberbedaan lainnya. Secara lebih jauh, Dr Faridi sedang mempersiapkan naskah tersebut untuk publikasi di jurnal internasional. Dengan begitu, naskah ini akan bermanfaat lebih signifikan di dunia global. [hb]
Mahasiswi FAI UMM Raih Juara Favorit Lomba Kaligrafi Kontemporer Tingkat Nasional

Aisyah Andra Resta, Mahasiswi FAI UMM raih juara Favorit Lomba Kaligrafi Kontemporer Tingkat Nasional pada kompetisi yang diadakan oleh BEM FAI Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Kompetisi yang bertajuk “Konstribusi Generasi Millenial dalam 76 Tahun Indonesia Merdeka” dilaksanakan pada 01-3- Agustus 2021. Lomba ini diadakan untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke- 76 Tahun sebagai wadah pemuda milenial dalam mengembangkan bakat kaligrafi. “Motivasi saya mengikuti lomba ini karena ingin tahu sampai mana kemampuan saya dalam seni kaligrafi ini. Menang kalah itu bonus dari sebuah kerja keras, tapi tujuan utamanya melihat skill saya berkembang dengan mengikuti kompetisi ini,” ujar Mahasiswi Prodi PAI ini. “Masya Allah sangat tidak terduga ketika nama saya muncul sebagai juara favorit, saya merasa banyak hal yang kurang dari karya saya ini, dan saya masih butuh banyak latihan didalamnya. Dari kompetisi ini saya melihat hasil karya dari peserta lain dan banyak mengambil pelajaran dari setiap karya yang mereka hasilkan,” tambahnya. Kaligrafi yang bertuliskan Surat Al Fath ayat 1 hasil karya Aisyah mendapat juara favorit dengan kriteria penilaian dari empat aspek yatu kaidah, kreativitas, keserasian dan kebersihan. Surat Al Fath Ayat 1 mempunyai arti “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata” yang juga mengandung kabar gembira lain bagi Rasulullah, bahwa beliau mendapat keistimewaan ampunan ini dan Allah akan menyempurnakan kenikmatan baginya dengan memerangkan agama Islam dan menyebarkannya, memberi beliau petunjuk kepada agama Islam, dan menolong beliau dengan pertolongan yang kuat.(LA)
Mahasiswa FAI UMM Berhasil Sabet Juara 1 Lomba Fotografi National Event Competition 2021

Chairul Manek Ismail, Mahasiswa FAI UMM berhasil meraih Juara 1 Lomba Fotografi, National Event Competition 2021 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Kompetisi yang berlangsung secara online sejak 1-30 Agustus 2021 bertajuk “Kontribusi Generasi Milenial Dalam 76 Tahun Indonesia Merdeka”. Kompetisi ini diadakan sebagai wujud peran serta mahasiswa dalam ikut membantu permasalahan bangsa dengan menuangkan ide-ide kreatif melalui fotografi, videgrafi, karya tulis ilmiah, dan kaligrafi melalui sebuah kompetisi nasional “National Event Competition 2021”. Motivasi Chairul Manek mengikuti lomba fotografi untuk mengukur kemampuan diri sendiri dalam lomba yang diikuti dan tidak ingin mengecewakan BEM FAI-UMM yang telah mempercayakannya dalam mengikuti lomba fotografi. “Alhamdulillah saya senang bisa menjadi juara 1 kategori lomba fotografi tingkat nasional yang diadakan BEM FAI UMSIDA,” tutur Mahasiswa Prodi PAI ini. Lomba Fotografi ini diadakan dengan ide gagasan untuk menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76 Tahun. Objek foto menggambarkan kondisi, kegiatan dan suasana perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di masa pandemi ini. Maka informasi terkini perayaan Hari Kemerdekaan ini dapat disampaikan melalui sebuah karya yang tidak biasa, yaitu melalui lomba fotografi dalam BEM FAI NATIONAL EVENT COMPETITION 2021. (LA)
Workshop Penyusunan RPS Berbasis OBE, Upaya FAI UMM Upgrade Standar Mutu Pembelajaran

Rabu, 15 September 2021, FAI UMM menyelenggarakan workshop penyusunan RPS sebagai upaya peningkatan standar mutu pembelajaran dengan tema “Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Berbasis OBE-MBKM (Outcome Based Education-Merdeka Belajar Kampus Merdeka)”. Workshop ini dilaksanakan dalam rangka penerapan kurikulum berbasis OBE-MBKM yang tepat sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan dalam menghadapi kecepatan pemanfaatan teknologi dan produksi inovasi. Pembukaan workshop dipandu oleh Dina Mardiana sebagai MC yang dibuka dengan sambutan dari Dekan FAI UMM Dr. Tobroni, M.Si. Acara ini dihadiri oleh seluruh dosen Fakultas Agama Islam dari seluruh Program Studi yaitu Prodi Pendidikan Agama Islam, Prodi Hukum Keluarga Islam, Prodi Ekonomi Syariah dan Prodi Bahasa Arab. “Pembentukan kurikulum dengan baik dan benar guna mewadahi pendidikan abad 21 serta memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan baru, mempersiapkan mereka pada level global dan siap bersaing di dunia kerja,” Tutur Dekan FAI UMM. Workshop yang berlangsung di GKB 4 Lantai 4 disampaikan oleh pemateri dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Dr. Syaifuddin, M.M. “Pemerintah telah menerapkan kurikulum berbasis OBE baik bagi PTS maupun PTN dengan maksud menjembatani kesenjangan antara proses pendidikan di Perguruan Tinggi dengan dunia nyata (dunia kerja),” ungkap Syaifudin. Kebijakan MBKM dilaksanakan dalam rangka mewujudkan proses pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal sehingga memiliki keterampilan non-teknis (soft-skill) maupun teknis (hard-skills) menghadapi dunia kerja sejak awal. Kegiatan yang dimoderatori oleh Lailatul Maulidiyah berlangsung dengan lancar sehingga banyak antusiasme dosen yang hadir untuk melayangkan pertanyaan perihal pengembangan kurikulum berbasis OBE serta perkembangan penggalakkan MBKM saat ini. Acara dilanjutkan dengan kegiatan penyusunan RPS Mata Kuliah Fakultas dengan tim dosen yang telah di bagi sesuai mata kuliah yang diampu oleh dosen dari masing-masing Prodi. Diakhir acara moderator menutup dengan kesimpulan bahwa secara sederhana yaitu pelaksanaan pembelajaran MBKM yang mengacu pada kebutuhan kompetensi di abad 21 memiliki kemampuan adaptif dan kolaboratif (antar prodi / antar PT) dengan mekanisme transaksional / penyesuaian SKS / dikonversikan di mata kuliah. (LA)