MAGANG LUAR NEGERI PRODI BAHASA ARAB FAI UMM MENUJU REKOGNISI INTERNASIONAL

Kesempatan magang di luar negeri merupakan salah satu program internasionalisasi prodi PBA yang sejak awal berdirinya memiliki komitmen untuk menjalin kerja sama internasional dengan negara-negara luar. Ahmad Fatoni, sebagai Kaprodi PBA menerangkan bahwa bahasa Arab merupakan salah satu bahasa internasional, senyatanya tidak sulit bagi prodi PBA UMM untuk membangun hubungan dengan dunia internasional, khususnya dengan negara-negara Timur Tengah. Magang yang berlangsung selama satu bulan tersebut dimulai sejak tanggal 12 Agustus hingga 30 September 2020. Menurut Murdiono, selaku kepala LPBA, magang tahun ini diarahkan pada tersemainya pengalaman langsung praktik membina pembelajaran bahasa Arab yang partisipatoris dan berbasis tindakan kelas. Selain itu, mahasiswa peserta magang diharapkan mampu mengembangkan diri di bidang non pendidikan kendati masih dalam satu rumpun keilmuan. Dengan demikian, para praktikan dapat memiliki modal pengetahuan agar nantinya menjadi tenaga pendidik bahasa Arab yang inovatif, kreatif, dan rekreatif tanpa kehilangan muatan etik di dalamnya. “Periode ini ada 37 mahasiswa dari Program Studi PBA UMM yang melakukan praktik magang ke sekolah-sekolah. Sebagian besar menyebar di beberapa daerah seperti MA Banjar 4 Kalimantan Selatan, SMAN 1 Masbagik Lombok Timur, MA Sunan Cendana Kwanyar, Bangkalan dan lain-lain. Sementara 4 orang yang memilih magang ke luar negeri; 1 mahasiswa di sekolah menengah Phattanasart Wittaya Tarang Petchburi, Thailand dan 3 mahasiswa di Ma’had Tahfidz Ismail Selangor, Malaysia. Mahasiswa PBA UMM yang praktik magang di Thailand atas nama Akrom Moungoming dan di Malaysia atas nama Ayuha Shofiatur Rohmah, Fitri Ayiningsih, Nur fuadah,” jelas Murdiono. Pelaksanaan kegiatan tersebut diawali dari prosesi penyerahan pada tanggal 10 Agustus 2020 secara serentak oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) masing-masing sekolah. Untuk sekolah menengah Phattanasart Wittaya Tarang, Thailand, diterima langsung oleh kepala sekolah ustadz Anan Muang-Uming, Lc. dan guru pamong ustadz Yahya Bua-ngam, Lc., keduanya alumni dari universitas di Saudi Arabia. Mereka sangat senang menerima peserta magang dan berharap kerja sama melalui magang tersebut dapat berlanjut di masa-masa mendatang. “Ini adalah program yang sangat bagus dalam mewujudkan kerja sama antara Program Studi PBA UMM dan sekolah Phattanasart Wittaya Tarang.” Ujar Yahya Bua-ngam. Magang ke luar negeri semacam ini juga dilaksanakan oleh prodi-prodi lain di lingkungan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang. Kerja sama internasional, salah satunya lewat program magang luar negeri ini, senyatanya dapat diperbanyak bila ingin memiliki prodi yang berkualitas serta mendapatkan rekognisi internasional. (LA)
Tambah Jumlah Doktor, FAI UMM Tingkatkan Kualitas Dosen

FAI UMM tingkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran dengan bertambahnya dosen bergelar Doktor di Bidang Pendidikan Bahasa Arab. Ujian promosi Doktor yang berhasil dituntaskan oleh Achmad Tito Rusady pada hari senin (24/08/20), di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan judul disertasi Tathwiru Mawad Ta’lim Mahaaratil Kitabah ‘Ala Dhou’i Al Iqtiran Al lafzhi (pengembangan bahan ajar keterampilan menulis berbasis kolokasi). Hasil penelitian yang lolos dipertahankan di depan 7 penguji yaitu Prof. Dr. H, Faishol Mahmud Adam Ibrahim (penguji 1), Dr. H. Nur Hadi, M.A (Penguji 2), Dr., Abdul Wahab Rosyidi, M.Pd (Penguji 3), prof. Dr. Abd Haris, M.Ag (Ketua/penguji 4), H. Basri, M.A. Ph.D (sekertaris/penguji 5), Prof. Dr. H. Nurul Murtadho, M.A (promotor/penguji 6), Dr. H. Uril Bahruddin, M.A (Co-Promotor/penguji 7) dengan obyek penelitian mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang, semester 2. Kolokasi adalah padanan atau gabungan antara satu kata dengan kata yang lain, yang terdengar wajar bagi penutur aslinya. Contoh, Maata dan tawaffaa sama-sama berarti ‘mati’. Masing-masing memiliki padanan/kolokasinya sendiri seperti ‘maata al hayawaan’ (telah mati seekor hewan), dan tawaffa al ‘aalim (telah wafat seorang alim). Tito sebagai dosen Prodi PBA melihat masih banyak pembelajar bahasa Arab melakukan kesalahan dalam aspek ini, hal itu dikarenakan pola bahasa asing dimasukkan ke bahasa Arab. Seperti dalam kalimat bahasa Indonesia, “mati lampu” ada yang menerjemahkannya menjadi “matal mishbaah”, seharusnya adalah “inqhoto’al kahruba’. “Kolokasi Arab hanya ditulis dalam penelitian teks, sepeti kolokasi dalam Al Qur’an, hadith, kitab, dan berita. Sedangkan kolokasi Arab dalam bentuk bahan ajar, masih belum ditemukan. Untuk itu, penelitian ini fokus untuk menghasilkan produk bahan ajar keterampilan menulis Arab berbasis kolokasi. Keterampilan menulis memiliki kekhususan dan keistimewaan yang berbeda dari keterampilan berbahasa lainnya. Dalam menulis, seseorang sedang melakukan proses mengikat informasi dengan melibatkan gerakan tangan, melihat tulisan, dan berpikir. Dalam bahyak literatur dikatakan bahwa menulis sangat membantu seseorang dalam menghafal. Dalam pepatah Arab dikatakan,vAl ilmu shoydun walkitabatu qoyduhu.. qoyyid shuyuudaka bilhibalil watsiqah (Ilmu itu ibarat hewan buruan, dan tulisan adalah pengikatnya. Ikatlah hewan-hewan buruanmu dengan ikatan-ikatan yang kuat),” ungkap Tito. Disertasi ini menggunakan jenis R&D dengan model ADDIE yang ditemukan oleh Dick and Carey, dengan tujuan untuk mengembangkan, mengetahui kelayakan, dan mengukur efektivitas produk. Produk yang dihasilkan berupa buku ajar cetak, berjudul “keterampilan menulis Bahasa Arab berbasis Kolokasi” diterapkan di mata kuliah kitabah II, terdiri atas 14 BAB, didesain dengan teks-teks berbahasa Arab yang memuat informasi tentang keutamaan keutamaan menulis, disertai penjelasan rinci, latihan, dan diakhiri dengan kata-kata mutiara. Buku ini mendapat rekomendasi dari penguji untuk dilanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu mata kuliah kitabah III. (LA)