Arabic Language Festival (ALAFEST) 03: Revolusi dalam Syiar Bahasa Arab

Program Studi Pendidikan Bahasa Arab FAI UMM kembali mengadakan kegiatan Syiar Bahasa Arab bertajuk Syiar Bahasa Arab Dari sejuknya Malang untuk samudra peradaban. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 8-10 Maret 2020. Adapun rangkaian kegiatannya berupa  Lomba Ghina al Arabi, Pidato bahasa Arab, Debat Bahasa Arab, Khat al Arabi,  Olimpiade, dan Qiro’ah al akhbar al-Araby. Selain berbagai perlombaan tersebut, Seminar Nasional bertemakan “Revolusi Syiar Bahasa Arab untuk menghadapi Era Society 5.0” juga ikut memeriahkan rangkaian dari kegiatan ini. Seminar ini diisi oleh pemateri dari dalam dan luar negeri. Adapun para pakar yang mengisi kegiatan ini adalah Prof.  Dr. Faisal Mahmud Adam dari Sudan, Dr. Abdul Haris, M.A,(Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab FAI) dan Dr. Muhammad Kholison M.Pd.I (Direktur lisan Arabi). Dalam seminar ini, terdapat beberapa sasaran penting terkait dengan strategi pembelajaran Bahasa Arab di era milenial ini, yaitu: 1. Mensyiarkan bahasa Arab sebagai bahasa umat Islam. 2. Meningkatkan kecintaan kepada bahasa Arab. 3. Menjalin silaturahim antara pecinta bahasa Arab. 4. Mengasah kompentensi mahasiswa bahasa arab melalui perlombaan di bidang kebahasaaraban Kegiatan ini ditutup dengan penampilan dari mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab. Adapun bentuk penampilannya berupa Qhina al-Arabi dan Musikalisasi puisi yang sangat menyentuh hati. [FMM]             Shared:

Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap COVID-19, FAI UMM Sediakan Handsanitizer di Lingkungan Fakultas

Mulai Hari Ini, Senin 16 Maret 2020, sebagian besar kegiatan perkuliahan di lingkungan kampus UMM sudah memberlakukan pembelajaran jarak jauh/online dengan menggunakan berbagai media, seperti Google Classroom, Edmodo, Canvas, Grup WA, dll. Hal ini merupakan respon dari dikeluarkannya SE Rektor No 483/2020 tentang Kewaspadaan terhadap COVID-19. Hal ini juga merupakan bagian dari respon dari instruksi Bapak Walikota Malang yang meliburkan instansi sekolah mulai 16 Maret 2020 hingga 14 hari ke depan. Sebagai penguatan, jajaran dekanat FAI UMM juga menerbitkan Surat Edaran No 147/2020 untuk memberlakukan perkuliahan jarak jauh dengan berbagai media daring yang ada. Selain mengeluarkan surat edaran, sebagai langkah peningkatan kewaspadaan, kantor-kantor di lingkungan fakultas juga kini dilengkapi dengan handsanitizer. Hal ini guna meningkatkan kebersihan tangan para karyawan dan dosen yang memiliki keperluan di kampus.   Dalam menyikapi kasus COVID-19 ini, PP Muhammadiyah juga telah membentuk Muhammadiyah COVID-19 Command Center (MCCC). Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap COVID 19, MCCC telah mengeluarkan Panduan Kesiapsiagaan COVID-19. Adapun buku panduan tersebut dapat di download dengan klik di sini. Semoga badai COVID-19 segera berlalu, dan kegiatan muamalah kembali berjalan normal. Aamiin. [FMM]

Tim Rektorat UMM Kunjungi Fakultas Agama Islam: Meninjau Kebijakan Unit Pasca Surat Edaran Rektor

Pasca dikeluarkannya Surat Edaran Rektor No. 483 tentang Kewaspadaan dan Pencegahan Penyebaran Wabah Covid-19 serta Pengelolaan di Universitas Muhammadiyah Malang, setiap fakultas mulai menerapkan blended learning dengan memanfaatkan media daring. Pun Fakultas Agama Islam, Dekanat secara resmi mengeluarkan Surat Edaran Dekan dan mendorong agar seluruh dosen memberikan perkuliahan dengan menggunakan media-media seperti Edmodo, Google Class, Canvas, dll.   Siang tadi (17/03/2020), Tim Rektorat yang diwakili oleh Pak Syamsul Arifin (Warek 1) dan Pak Rahmat Wijaya (Ka. BAA) mengunjungi berbagai unit di universitas, termasuk Fakultas Agama Islam. Adapun maksud dari kunjungan ini sebagai bentuk tinjauan, koordinasi, dan konsolidasi atas surat edaran rektor tersebut. Dari kunjungan tersebut, tim universitas memberikan tanggapan positif terhadap langkah-langkah yang telah ditempuh oleh fakultas, “Saya mengapresiasi langkah-langkah yang diambil FAI” ujar Warek 1. Sebagai penguatan terhadap pembelajaran berbasis media daring, pihak universitas juga sudah menambah kapasitas wifi guna memaksimalkan penggunaan internet.   Beliau juga menegaskan, momentum pembelajaran dengan media daring ini harus dimanfaatkan untuk dosen-dosen dalam meningkatkan kemampuan memberikan pembelajaran berbasis internet. “Saya menekankan agar SER (Surat Edaran Rektor) dijadikan moment untuk mengembangkan kemampuan dosen dalam menggunakan perkuliahan berbasis daring dengan berbagai platform” pungkasnya.   Dengan ditetapkannya Surat Edaran Rektor ini, beliau menegaskan bahwa dosen dan karyawan tidak berarti libur. Pelayanan kepada mahasiswa dan pekerjaan administratif masih berjalan seperti biasa, hanya perkuliahan saja dilakukan secara online. “UMM telah menyiapkan upaya pencegahan dan pelayanan terkait penyebaran Covid-19” pungkasnya. Seperti yang diberitakan sebelumnya, lingkungan kantor FAI sudah menyediakan handsanitizer. Kemudian, secara khusus universitas juga sudah memproduksi sendiri handsanitizer untuk diberikan gratis kepada seluruh sivitas akademika. [FMM]